
Cinta CEO untuk Renata
Bab 2
Untung aku tak disentuhnya, untung saja aku bisa menjaga kesucian ku.
Seandainya aku mendengar nasehat Hudi seminggu sebelum acara tunangan, mungkin tidak akan aku terluka seperti ini.
Hudi sempat memergoki Rangga dan Ratih saat mereka liburan di lombok, tapi Renata lebih percaya pada Rangga yang berdalih kalau Ratih adalah model yang disewa perusahaannya untuk pemotretan di Lombok.
Aku harus bergerak cepat jangan sampai ada asset perusahaan yang berpindah tangan,
Aku dan lima orang sahabat ku membuka perusahaan garment dimana Rangga juga ikut serta. Rangga juga bekerja diperusahaan garment Amerika di Bali,.
Awalnya aku dan Keisya mempunyai ide membuat usaha patungan ini, dan akhirnya James,Nicole dan stephany istrinya James ikutan gabung.
Mereka sahabatku selama aku kuliah di Australia, saking seringnya mereka berlibur ke rumahku di Bali mereka jatuh cinta dengan Bali yang akhirnya menetap dengan membuka usaha dibali.
Usaha kami sangat bagus, terus meningkat. Lalu Rangga memutuskan bergabung karena perusahaannya tempat Rangga bekerja gulung tikar.
Aku mengundang semua sahabat ku yang notabene pemegang saham untuk bertemu di coconut club, tanpa Rangga. Tujuanku berkumpul juga untuk menceritakan rencana ku mengeluarkan Rangga dari perusahaan.
" Apa sudah bulat keputusan mu? James merespons ceritaku tentang penghianatan Rangga.
" Saya sebenernya akan katakan ini bulan lalu sama kamu Renata." Stephanie menyela.
" Tapi saya belum punya cukup bukti, karena saya lihat hubungan kalian baik - baik saja malah terlihat tambah mesra jelang pernikahan kalian." Tambah Stephanie.
Saat merek asyik ngobrol , sepasang mahluk bucin terlihat saling merangkul menuju sofa dipinggir kolam.
Nicole menunjuk mereka.
" Look...he is ...right?" Nicole geram ,mengepalkan tangannya.
James menahan Nicole..
" Enough, don't do this here.!" Nicole yang belum fasih berbahasa Indonesia kembali duduk.
Memanggil waiters " may i have another beer,?" One picther please!' waiters berlalu setelah mencatat pesanan.
Sepasang manusia yang tengah bucin asyik bercengkrama tanpa menghiraukan yang lainya. Di Bali memang sangat bebas melakukan apa saja.
Melihat tingkah laku keduanya, Renata terlihat geram dan berdiri.
Renata berjalan menuju sofa yang diduduki Rangga dan Ratih, Stephanie berdiri menyusul dibelakang Renata.
Renata mengambil gelas di meja dan byurrr wajah Ratih pun berganti warna menjadi merah nya juice buah naga.
" This for you,!' Renata mengambil gelas lain dan menyiramkan ke wajah Rangga,.
Rangga berdiri,
" Enough Renata, we have done." Ujar Rangga dengan mata melotot.
Sebenarnya iya juga, seharusnya aku tidak melabrak mereka. Hubungan kami sudah berakhir.
Rangga Memeluk Ratih dan menutupi wajah Ratih dengan handuk putih disamping sofa, beberapa pengunjung sigap dengan kameranya.
" Aku minta kamu segera mengembalikan semua inventaris perusahaan,aku tunggu besok sebelum pukul 12.00." ujarku.
Rahang Rangga mengatupkan dengan tangan mengepal,tidak menyangka kalau Renata yang lembut bisa mempermalukan dirinya didepan Ratih dan banyak orang lainya.
Rangga berdiri memeluk Ratih yang sudah ditutupi dengan handuk membawanya menjauh.
Hati Renata seperti diremas-remas sakit melihat Rangga seolah tak peduli keberadaannya.
Stephanie menuntun renata kembali ke mejanya.
" James , tolong segera diurus pemecatannya Rangga, dan ambil semua fasilitas yang dia gunakan"
"Kalian belum menikah tapi sudah rebutan harta" James berseloroh.
" Lagi pula Rangga datang hanya dengan tas ranselnya, semua fasilitas Renata yang sediakan, kurang ajar sekali dia malah berselingkuh denga istri orang pula." Stephanie tak kalah sewot menimpali.
" Menang banyak Rangga gini caranya, gaji utuh , fasilitas lengkap, untung saja kita cepat tau belangnya" sepertinya Stephanie sangat kesal dengan apa yang dia lihat dari Rangga yang selama ini sudah dianggap bagian dari mereka.
Di dalam mobilnya Ratih mengomel,
"Apa maksud jalang tadi dengan mengembalikan inventaris perusahaan? Bukannya perusahaan kalian patungan?" Beli saja saham jalang itu dan depak dia dari perusahaan." Ujar Ratih berapi-api.
Sampai di villa Canggu dikediaman Rangga, Ratih langsung membuka bajunya tinggal bra dan celana dalam saja. Lalu Ratih nyemplung ke kolam renang.
Rangga menggelengkan kepalanya, dan duduk ditepi kolam sambil memainkan gawainya..
" Honey, mau beer dong...!" Pinta Ratih dari dalam kolam.
Rangga berdiri dan berjalan ke lemari es mengambil dua botol bir bintang ukuran kecil dan membukanya lalu menyerahkan satu botol ke Ratih.
Rangga merebahkan tubuhnya di sofa kayu dipinggir kolam sambil memegang handphone nya.
Tiba-tiba Ratih naik ketubuh Rangga dan menciumi dada bidang Rangga dan tangan Ratih masuk kedalam boxer Rangga mainkan senjata Rangga buang mulai menegang.
Merekapun berciuman penuh hasrat. Saling memagut dan saling melumat.
Ratih melorot turun dan menghisap Rangga junior layaknya makan ice cream dan menghisapnya,membuat Rangga melenguh.
Tanpa aba-aba Ratih memasukan Rangga junior ke lubang kewanitaannya dan mulai memompa naik turun.
Rangga sigap memegang bokong Ratih,dan menyodok dari bawah membuat Ratih mendesah nikmat.
Rangga bermain dengan dua daging lyang bergelayut di dada Ratih. Menghisapnya dan memilih. Meremas sambil bokong nya terus menyodok garang.
Sssh ahk ahk..
Gerakan mereka makin cepat sampai akhirnya Rangga menekan kuat keatas sampai tubuh Ratih mengejang dengan lenguhan panjang lalu mereka mematut saling berpelukan.
Kehidupan mereka serasa dunia milik mereka berdua saja.
Rangga menggendong tubuh Ratih dan melompat kedalam kolam renang.
Seakan tak puas dengan permainan yang baru saja selesai. Rangga kembali menyerang Ratih didalam kolam renang.
Sampai akhirnya mereka menyudahi permainan didalam kolam renang dan melanjutkan didalam kamar diatas ranjang.
Kali ini Rangga yang memonopoli aktivitas. Ratih bergoyang senang melneguhbdan mendesah.
Seakan tidak ada puasnya.
Ratih menciumi wajah Rangga, sampai akhirnya mereka saling menekan dan terhempas nikmat. Keduanya tertidur berpelukan.
Malamnya Ratih yang ada urusan dengan kliennya terburu-buru turun dari ranjang dan hanya cuci muka lalu berlari keluar kamar.
Rangga yang masih tertidur seketika terbangun.
" Honey mau kemana?" Tanya Rangga.
" Ada klien diworkshop honey,, aku pergi dulu ya!" Ujar Ratih tanpa menghentikan langkahnya.
" Aku pakai mobil kamu ngga., " Ujar Ratih sambil mengambil kunci mobil yang tergantung di samping TV.
" Jangan Ratih, mobil dan semua fasilitas akan aku kembalikan sama Renata." Cegah Rangga menyusul Ratih.
" Jadi semua ini milik Renata?" Mata Ratih mendelik marah.
" Lalu apa yang kamu punya, hah?" Bentakan Ratih membuat Rangga terdiam.
" Sebentar, apa benar yang dikatakan jalang itu kalau kamu datang hanya dengan tas ransel kamu?" Selidik Ratih menatap Rangga.
" Jadi selama ini kamu membohongi aku hah? Kamu bilang kamu patungan dengan teman kamu dari Australia,dan villa ini yang kamu bilang beli juga bohong hah? Setengah menjerit Ratih berbicara sambil mendorong tubuh Rangga.
" Sekarang kembalikan uangku, yang kamu bilang untuk membeli saham teman kamu yang pulang ke Australia. Heh... Mana uangku.... Mana...?"teriak Ratih.
Ratih meninggalkan villa tetap membawa mobil inventaris Rangga.
Sama sekali tidak menghiraukan Rangga yang berteriak memanggil namanya.
Brengsek Rangga, bisa-bisanya dia menipu aku. Mana perceraian ku tinggal ketuk palu dengan Kim. Ratih terus menggerutu sepanjang jalan menuju Kuta sambil memukul setir mobilnya.
Anda Mungkin Juga Suka





