
Cinta CEO untuk Renata
Bab 3
" Ini cewe seperti yang ada sedikit kurang ya di otaknya?" Hudi mengomentari Instagram story Ratih yang aku tunjukkan.
Foto aku dan Rangga yang dijadikan me me , seolah aku mengemis. Dengan hanstag "ini cewe kaya tapi ga ada ahlak" wajahku dibikin dengan dagu menjadi panjang dan hidung panjang memegang bunga berlutut dihadapan Rangga.
Dan Instagram story Ratih dibanjiri komentar seperti nya dari teman - temannya.
Ada beberapa foto aku yang dijadikan karikatur dengan kata - kata ga pantas.
" Sepertinya aku harus menemui suaminya, .supaya bisa memberi pelajaran sama istrinya" kataku pada Hudi lalu Aku ajak hudi menemani ku ke rumah Ratih di Ubud.
Diperjalanan aku coba menghubungi Rangga, supaya bisa menghentikan teror Ratih.
Tapi Rangga tidak menjawab panggilanku.
Cling.
Pesan WhatsApp di handphone ku,
" Rangga tidak bisa ditemui ren, terakhir mobil dipakai Rangga dan belum dikembalikan ke kantor." Villa sudah kosong, sepertinya Rangga sudah keluar."
James mengirim aku pesan.
"Tinggal mobil dan kartu kredit perusahaan, tapi sudah di blokir Nicole, Rangga sudah tidak bisa menggunakannya lagi. Tapi tagihan kartu kredit yang bukan urusan kantor kan menjadi tanggungjawab rangga, lumayan besar tagihan kartu kredit nya hampir sembilan puluh juta."
Aku kembali fokus dengan perjalanan kami ke Ubud,sampai kami berhenti di depan rumah khas Bali.
Aku dan Hudi melangkah masuk gerbang yang terbuka, kulihat ada perempuan berpakaian suster yang sedang menggendong bayi dan berusaha mendiamkan tangis bayi, dan ada seorang pria asing yang juga berusaha meredakan tangis si bayi.
" Permisi.." " om swastiatu." Salamku
Si bayi terdiam dan menatapku
" Ma ma ma.. ma" si bayi menggerakan tangan nya seolah berkata " gendong aku..!" Aku menghampiri mereka.
"Saya Renata" aku mengulurkan tangan
" Kim" jawab pria asing itu sambil menjabat tanganku.
Bergantian Hudi yang bersalaman,,
Si bayi kembali menangis.
" Kenapa de..?'" langsung terdiam dan bergerak seolah ingin ikut denganku.
Aku melirik Hudi, " mau digendong tuh"
Hudi menimpali.
Aku ulurkan tangan, dan si bayi dengan girang menyambut ku.. dan diam dalam gendongan ku.
" Sama siapa angel? Sama Tante ,nak?"
Kim menyapa bayinya yang rupanya bernama angel.
" Maaf angel dua hari ini demam, sepertinya kangen mamanya. Mamanya sedang ada urusan ke Hongkong," jelas Kim.
"Ke Hongkong imam Bonjol kali om" dengus Hudi, aku segera menyikut Hudi.
Akhirnya angel lelap tidur dipangkuan ku, suster mengambil angel dari pangkuanku.
"Kim, kami kesini ada urusan dengan Ratih ." Lalu kutunjuk foto dan video juga Instagram story Ratih , Kim melihat dengan pandangan biasa saja seolah tak aneh dengan kelakuan istrinya.
" Tolong kasih tau Ratih, tolong hentikan atau kami akan menempuh jalur hukum."
Kim mengangguk - angguk. Lalu berdiri.
" Baik nona Renata, terimakasih atas informasi dan kunjungan nya juga terimakasih sudah bisa menidurkan angel putri saya." Ujar Kim sambil menjabat tangan Renata.
" Ini kartu nama saya" Kim menyerahkan sehelai kartu nama,begitupun Renata. Mereka saling bertukar kartu nama.
Kim mengantar sampai gerbang rumah dan menatap mobil Renata meninggalkan jalan rumahnya.
" Ren, lihat!" Hudi menunjukan Instagram story Rangga.
" Hartamu tak menggiurkan ku" dengan foto mobil Fortuner hitam di depan villa.
" Silahkan ambil, nona kaya!"
"Baguslah,dia sudah mengembalikan semuanya,," ujar ku pada Hudi
" Hud, aku besok mau balik ke Australia, titip awasi resort di Lombok." Pintaku pada Hudi
" Kamu berapa lama disana?" Tanya Hudi.
" Mungkin dua atau tiga bulan aku akan coba ikut tender... Wish me luck ya...!" Kataku sambil mencolek Hudi yang cengengesan entah kenapa
***
Tiga bulan berlalu , tidak mudah bagi Renata menata hidupnya kembali.
Kegagalan pernikahannya sangat membuatnya terpukul, untung ada Hudi yang sigap menyelesaikan pembatalan wedding organizer, catering, undangan yang sudah terlanjur cetak. Banyak hal yang melelahkan dihandle oleh Hudi.
Renata sendiri pergi menjauh dari bisingnya hiruk pikuk pulau Dewata, Renata memilih bermain dengan air di labuan bajo. Hampir tiap hari Renata bermandikan matahari menyapa ikan di lautan dan bercengkrama dengan ombak.
Setelah tiga bulan menyibukkan diri dengan mengembangkan usaha design interior yang selama ini digeluti nya Renata berhasil memenangkan tender di Australia tentu saja disambut bahagia oleh keluarganya.
Sekalian menyiapkan materi dan lainnya Hari itu Renata memutuskan untuk pulang ke Lombok, sekalian mengontrol hotel milik papahnya di Senggigi. Papahnya Renata tuan Adiguna Winata adalah pengusaha hotel terkenal di Bali Lombok dan labuan bajo. Adijaya group adalah perusahaan besar milik keluarga Renata.
Dengan hanya menggunakan short jeans dan kaos oblong polos warna hitam dengan topi lebar, Renata memasuki hotel miliknya disambut beberapa staff hotel.
" Nona Renata" Renata menoleh pada pemilik suara.
" Kim " apakabar ," sapa Renata
" Baik, " jawab Kim.
Kim yang sedang menggendong angel berjalan mendekati Renata, angel seperti sudah kenal saja dengan Renata.
"Ma ma..ma..ma" panggilnya.
Renata menggendong angel dan menciumnya gemas.
" Liburan disini?" Tanya nya pada Kim" iya baru datang, kebetulan keluarga saya datang dari Korea, supaya angel juga dekat dengan keluarga saya terutama mama saya,rencana nya angel akan ikut keluarga saya pulang ke Korea." Ujar Kim.
" Nona liburan sendiri saja?" Tanya Kim
Renata menggelengkan kepalanya, " ga Kim aku menemui keluarga disini." Jawab Renata.
Tidak berapa lama ada mobil Alphard putih berhenti depan lobby, lalu Kim gegas menghampiri mobil yang baru datang, rupanya keluarga Kim yang datang.
Aku memang mendengar kalau Ratih sudah bercerai dengan Kim, karena kebetulan pengacara Ratih ,Reza adalah sepupu Renata.
Setelah keluarga Kim duduk di lobby sambil menikmati welcome drink, Kim kembali menghampiri Renata yang masih menggendong angel.
" Lho bukannya, Angel hak walinya jatuh ke Ratih, Kim?" Tanya Renata.
" Memang, tapi dia tidak mau datang mengambil, dia datang hanya membuat rusuh dirumah.yang dia bicarakan hanya harta bagian dia, tidak sedikitpun dia bertanya apa angel sehat atau sakit." Kim nampak sedih menceritakan bagaimana sikap Ratih.
" Dan sepertinya angel pun tidak kenal lagi sama mamanya, dari angel usia seminggu sudah ditinggal mamanya.
' What's, seminggu sudah ditinggal?' tanyaku kaget.
" Iya, katanya ada pameran lah, ada urusan lah,,, angel ga dapat susu Dari ibunya, Ratih tidak mau menyusui.." papar Kim sedikit gusar saat menceritakan kelakuan ga ada ahlak istrinya.
" Ayo angel, ikut papa!" Tante nya masih ada kerja. " Kim mencoba mengambil angel dari gendongan Renata.
Tapi angel menangis menolak ajakan Kim.
" Ga apa-apa Kim, biar angel sama aku dulu disini, kamu urus keluarga nya saja dulu, kalian di cottage atau room?" Tanyaku.
" Kita ambil cottage , pinggir pantai. Mama senang melihat ombak." Jawab Kim sambil menunjuk wanita cantik sepertinya itu ibunya, wanita Korea berambut pendek yang masih kelihatan cantik.
Anda Mungkin Juga Suka





