
Cerita 21+
Bab 2
Namaku Reza Alwi, orang orang memanggilku dengan nama Eza. Aku adalah seorang anak tunggal dari Ayah dan Ibu ku . Hanya saja, dua tahun yang lalu Ibuku telah meninggal dunia . Di tahun pertama kepergian Ibuku, Ayahku menikah lagi dengan salah seorang karyawan di salah satu perusahaan tempatku bekerja ,ia bernama Tantri Kusuma. Awalnya aku sama sekali tidak menyetujui pernikahan Ayah dengan seorang wanita yang saat ini aku memanggilnya dengan sebutan Mama.
Mama menikah dengan Ayah pun ketika dirinya sedang menjanda , beberapa tahun yang lalu ia harus bercerai dengan suaminya karena masalah yang saat itu tidak bisa mereka selesaikan . Dari pernikahannya , mereka di karuniai seorang anak perempuan yang usianya tak jauh dari ku . Ia bernama Salsabila atau Salsa, seorang gadis cantik dengan segala ocehannya .
Kedekatanku dengan Salsa begitu dekat , hingga tak jarang orang mengira bahwa kami adalah sepasang kekasih . Meski di dalam rumah kami sering kali bertengkar karena hal sepele, tapi kami selalu pergi ke kampus bersama sama . Terkadang, kami juga menghabiskan banyak waktu untuk bersama sama . Jalan jalan, nonton film , makan di resto ,pergi ke toko buku dan masih banyak lagi .
Pagi itu Mama dan juga Ayahku harus pergi ke luar kota untuk beberapa hari ke depan karena ada urusan kantor yang harus mereka selesaikan bersama sama . Ayah sangat mempercayaiku untuk bisa menjaga keamanan rumah dan juga Salsa yang sudah ku anggap sebagai adik kandungku sendiri itu .
Karena hari itu kita ada kelas pagi, aku dan Salsa memutuskan untuk pergi bersama sama dengan Mama dan juga Ayah . Karena kebetulan sekali tujuan kami se arah .Sesampainya di kampus, aku dan Salsa berpencar. Aku berjalan ke arah kelasku dan Salsa berjalan ke arah kelasnya , hingga kami bertemu kembali sekitar jam 3 sore setelah semua kelas selesai .
Pulang ke rumah rasanya akan sangat membosankan tanpa adanya Mama dan juga Ayah . Maka dari itu kami berencana pergi ke bioskop untuk menonton film sebelum kembali pulang ke rumah .Film hanya akan di putar 30 menit yang akan datang , Salsa memintaku untuk menunggunya sementara ia membelikan ku minuman , popcorn dan beberapa cemilan lainnya .
2 jam sudah berlalu ,film sudah selesai di putar . Kami memutuskan untuk makan sebelum akhirnya kami memesan taxi online untuk pulang ke rumah .
Pukul 8 malam..
Sesampainya di rumah ,kami berlari menuju teras rumah karena hujan sudah mulai turun .Begitu masuk ke dalam rumah , semua terasa seperti biasanya .Sama sekali tidak ada sesuatu yang aneh , hingga pada pukul 11 malam hujan turun dengan sangat derasnya . Terdengar suara petir menggelegar dari segala arah . Jujur saja, saat itu aku sangat mengkhawatirkan keadaan Salsa. Tapi mungkin saat ini dia sudah tertidur karena sejak tadi aku tidak mendengar suaranya.
Untung menghilangkan rasa sepi , ku coba nyalakan TV dan mencari siaran yang sekiranya bisa menghiburku. Akan tetapi, tiba tiba listriknya mati. Mungkin karena ada sesuatu terjadi akibat hujan yang turun begitu deras .
Tok tok tok..
"Bang.. buka pintunya bang , gue takut banget nih ". sahut Salsa dari balik pintu kamarku .
Ku nyalakan senter Hp ku dan berjalan menuju pintu kamar. Sudah ku duga , Salsa pasti ketakutan dengan suasana malam ini yang terasa begitu mencekam .
" Bang , gue takut banget. Ngga apa apa kan gue di kamar lo dulu ? sumpah gue takut banget ". ucap Salsa ketika pintu kamarku terbuka .
" Ya udah sini, gue juga ngga berani turun ke bawah buat cek listriknya . Gila, hujannya serem banget ".
Salsa berjalan mengikuti ku .Dari sorot lampu senter ku, ku melihat saat ini Salsa mengenakan piyama dengan kain yang cukup transparan , seketika tubuhku terasa panas. Baru kali ini aku menyadari bahwa ternyata Salsa memiliki bentuk tubuh yang seksi .Bokong yang cukup besar dan buah dada yang padat dan berisi.
"Kalo lo mau tidur di kamar gue , tidur aja . Gue ngga akan ngapa ngapain ko ".
" Beneran ya ".
" Iya , udah sana tidur aja . Lagian ini kan udah malem banget, besok ada kelas pagi lo harus bangun lebih awal buat siapin sarapan ".
" Iya iya , bawel banget sih lo "
Salsa segera membaringkan tubuhnya di tempat tidurku dan aku duduk di sampingnya . Tentu saja ada perasaan canggung ketika harus tidur di tempat tidur yang sama dengan Salsa , meskipun selama ini kami begitu dekat , tapi kami tidak pernah sampai se dekat ini .
Semula semua berjalan aman aman saja , sampai akhirnya mendadak ku merasakan birahi yang sulit terkontrol . Hal itu bermula ketika kami di kagetkan dengan suara petir yang sangat menggelegar. Meski sudah tertidur, sepertinya Salsa juga begitu terkejut dengan suara petir itu . Dengan spontan ia memelukku yang saat ini berbaring di sampingnya . Jelas terasa kedua buah dadanya menempel di dadaku. Membuat batang penisku seketika tegang dan mengeras .
"Bang, gue takut banget ". ucapnya .
" Udah ngga apa apa , kan ada gue ". padahal saat itu aku juga merasa sangat takut , meski rasa takut itu tak sebesar birahi ku saat ini .
Malam itu , untuk pertama kalinya kami berpelukan dalam keadaan gelap gulita. Hujan yang masih turun dengan derasnya menambah suasana menjadi begitu mencekam . Namun, aku harus terlihat biasa saja dan harus bisa menenangkan Salsa yang terlihat begitu ketakutan .
"Bang, lo ngga takut ? ".
" Ngga lah gue ngga takut , masa gue takut. Gue cuma ngerasa dingin aja , lo bisa tarik selimutnya buat gue ngga ? ".
" Oh ya bentar ". Salsa menarik selimutnya dan kembali berbaring di atas pelukan ku. Dan sejak saat itu lah, suasana malam itu terasa sangat panas .
" Bang , lo ngaceng ya ? ".ujar Salsa ketika tanpa sengaja ia menyentuh batang penisku ketika menarik selimut itu .
Jawaban apa yang harus ku katakan pada Salsa, karena jika berbohong pun Salsa sudah mengetahui kenyataannya bahwa memang pada saat itu batang penisku dalam keadaan tegang.
" Sorry ya , kayaknya gue terbawa suasana deh ".
" Ngga apa apa , santai aja kali ".
Salsa kembali berbaring dengan posisi semula . Namun, pikiran nakal ku kini mulai menggelitik.
" Dek.. ".
" Hmmm.. ". jawabnya.
" Gue boleh minta tolong ngga ? ".
" Apaan ? ".
" Tapi lo jangan bilang sama bokap nyokap ".
" Ya tergantung, lo mau minta tolong apa ".
" Tapi lo janji ngga bilang siapa siapa ".
" Iya iya , apaan sih ? ".
" Pegangin kontol gue dong , please..udah ngaceng banget nih dari tadi ".
" Ha ? gila lo ? ".
" Gue serius, mau ngga ? ".
" Pegangin doang ? ".
" Terserah deh mau lo apain juga ".
" Tapi sebelumnya gue ngga pernah... ".
" Gue ajarin deh ". jawabku memotong , karena aku sudah benar benar tidak bisa menahannya lagi.
Kini Salsa membalikkan tubuhnya, sepertinya dia tertarik dengan apa yang baru saja ku katakan . Dia mulai merapatkan badannya dengan nafas yang terdengar sangat berat. Sepertinya dia juga sudah mulai terangsang.
" Lo arahin ya ".
Awalnya ku arahkan tangan Salsa untuk meraba batang penisku dari luar, setelah itu ku ajarkan tangannya untuk meraba dan mengelusnya dari atas ke bawah. Namun sepertinya ia lebih menyukai meraba bagian zakarku. Tapi tidak apa, setidaknya aku masih bisa merasakan kenikmatannya.
" Kontol lo tegang banget Bang, lo sange ya ? ".
"Iya , jujur aja gue sange banget Sal, lo sih datang ke sini pake baju transparan kek gini . Mau gimana juga gue cowo normal ".
" Ini pertama kali nya loh gue megang kontol. Selama ini gue cuma bisa nonton videonya doang, ternyata rasanya kek gini ".
" Jadi selama ini lo sering nonton bokep ? ".
" Hehe, sesekali sih Bang ".
" Ko lo ngga ngajak gue sih ".
" Bang, kontol lo yang gue pegang ko memek gue yang geli ya ? ". tanya Salsa dengan polosnya.
" Itu artinya lo sange juga . Gimana sih lo, katanya udah gede, masa gitu aja lo ngga ngerti ".
Salsa terus meraba dan meremas batang penis ku, kali ini dengan irama dan ritme yang ia atur sendiri . Sesekali ia menggenggamnya dengan sangat keras. Namun, kali ini dia terlihat gelisah, beberapa kali terasa kedua kakinya bergesekan, mungkin ia melakukannya untuk mengatasi geli pada kemaluannya yang saat ini sama sama merasa terangsang.
"Lo kenapa ? ".
" Kayaknya gue juga sange deh Bang ". ucapnya lantang.
" Terus lo mau gue ngapain ? ".
" Gue.. gue juga ngga tau ".
" Lo mau gue mainin memek lo juga ? ".
" Emang boleh ? ".
" Ya kalo lo mau.. ".
" Gue mau Bang, gue juga pengen ngerasain apa yang lo rasain ".
" Beneran ? ".
" Iya Bang, gue sange banget nih ".
Tentu saja , suatu keberuntungan buat ku untuk bisa memainkan vagina dalam keadaan gelap seperti ini . Salah satu nilai plusnya adalah kita berdua ngga bisa lihat ekspresi nikmat masing masing , jadi saat ini kita merasa bebas berekspresi sesuai dengan apa yang kita rasakan saat ini tanpa harus jaim jaiman .
Ku mulai mengarahkan tanganku menuju selangkangan adik tiriku itu , kemudian perlahan ku raba hingga bertemu bagian tubuh yang terasa sedikit tembem . Celana dalamnya sudah mulai basah , ku gerakkan jari jariku diantara belahan memek yang begitu hangat. Terdengar Salsa menahan desahannya.
"Ngga usah lo tahan , kalau lo mau mendesah.. mendesah aja . Lagian ngga akan ada orang yang tau juga ".
" Sshhhh Bang, enakkk bangeeet.. ". ucapnya sambil terus meremas batang penisku dengan lebih ganas.
" Kalo lo mau, lo bisa pegang kontol gue langsung. Turunin aja celananya , biar lo lebih leluasa ".
Tanpa menunggu apapun lagi, Salsa langsung menurunkan celana pendekku dan mulai menjamah kontolku dengan penuh gairah.
Tak ingin kalah darinya , aku juga mulai menyentuh memek itu secara langsung. Namun bedanya , aku sama sekali tidak menurunkan celana dalamnya .Ku masukkan tanganku melalui sela celana dalamnya , kini ku berhasil meraih klitorisnya secara langsung dan mulai memainkannya dengan sangat lembut.
"Gimana ? memek lo enak ngga gue mainin kek gini ? ".
" Gila Bang, ini sih enak banget . Gue sering mainin memek gue sendiri tapi rasanya ngga seenak ini . Sshhhh aahhhh terus Bang, enaaakk ".
Tanpa komando, ku mainkan ke lima jariku untuk meraba dan mengelus permukaan memek itu. Terutama di bagian klitorisnya , ku mainkan satu jariku khusus di sana . Karena ku tahu bahwa saat ini Salsa begitu menikmatinya.
" Sal, gue colok lubang memek lo mau ngga ? ".
" Bolehh Bang.. colok Bang cepetaan ".
Salsa begitu terangsang dengan permainan jariku. Apalagi ketika ku masukkan jari tengah ku ke dalam lubang kenikmatan itu. Sempit sekali, rasanya begitu kencang , Salsa mengerang dengan keras seraya jari tanganku masuk dengan perlahan . Ku kocok memeknya dengan perlahan , lalu kemudian lebih kencang hingga saat ini Salsa mulai menggesekkan kedua toketnya ke tubuhku .Aaahhhhh rasanya nikmat sekali . Ketakutan kami seketika hilang dan berubah menjadi rangsangan birahi yang begitu besar . Kami berdua memainkan permainan itu dengan lebih ganas lagi . Keluar begitu banyak cairan dari memek Salsa yang saat ini masih dalam kendali ku .Begitu juga dengan kontol ku yang semakin tegang dan mengeras .
"Mau coba permainan yang lebih enak lagi ngga ? ".
" Apaan Bang ? ".
" Ngocoknya sambil cipokan mau ngga ? ".
Tanpa menjawab sepatah katapun, Salsa segera mendekatkan wajahnya dan mulai mencium bibirku .Tentu saja kesempatan ini tidak mungkin ku sia siakan . Sedang jari jariku masih memainkan memeknya, ku hisap dan ku mainkan lidahku di antara bibir mungil adik ku itu.
Aahhhhh bukan main, rasanya benar benar nikmat sekali. Tanpa harus ku ajari terlebih dulu, Salsa sudah sangat pandai melakukan apa yang ku inginkan. Naik turun tangannya terus mengocok batang kontolku , hingga sebuah pertanyaan yang ia lontarkan benar benar membuatku terkejut .
"Bang ? ".
" Iya sayang ? ".
" Lo pernah ngewe ngga ? ".
*****
Anda Mungkin Juga Suka





