Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO in My Bed

CEO in My Bed

Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Bab
Bagikan

Bab 2

Athalia sangat membutuhkan uang itu untuk Yasna—adiknya yang sakit. Tapi apa ia harus menyerahkan kehormatannya pada Mahesa? Tidak! Athalia tidak akan melakukan itu.

Seperti nasihat ibu. Kehormatan bagi wanita selayaknya sebuah mahkota. Athalia harus menjaganya, lalu memberikannya pada suaminya kelak. Bukan pada lelaki di hadapannya yang saat ini sedang menatapnya dengan senyum penuh hinaan.

Athalia balas menatap tajam, matanya menyiratkan kemarahan yang tertahan.

Tangan rampingnya merebut cek dari tangan Mahesa, membuat Mahesa tersenyum puas karena berpikir Athalia akan menerima tawarannya.

Namun selanjutnya Mahesa terkejut melihat apa yang Athalia lakukan di depan matanya. Athalia merobek cek itu, kemudian melemparnya ke wajah Mahesa.

“Meski seribu kali Anda bertanya padaku, jawabanku akan tetap sama. Aku tidak sudi menyerahkan kehormatanku pada lelaki seperti Anda. Jika memang aku dipecat hari ini, maka aku akan pergi. Dan aku bersumpah tidak akan pernah menginjakkan kakiku lagi di perusahaan ini!” tegas Athalia dengan berani.

Napasnya memburu penuh emosi. Keberaniannya membuat Mahesa terkesiap. Selama hidupnya, ini kali pertama ia dibentak oleh seorang wanita miskin seperti Athalia.

Kini Athalia membalikan badan, bergegas keluar dari ruang kerja Mahesa. Bola mata abu milik Mahesa terus memindai punggung wanita itu sampai benar-benar menghilang dari pandangannya.

“Menarik sekali. Ini pertama kalinya aku melihat wanita yang menolak uang dengan jumlah sebesar itu.” Mahesa tersenyum tipis.

Jujur, ada sedikit kekaguman dalam hatinya terhadap sikap Athalia yang tetap bersikeras ingin mempertahankan kehormatannya dan menolak tawaran menggiurkan yang diberikan oleh Mahesa.

Mengingat, para aktris serta model papan atas justru saling berebut mendekatinya. Tentu saja mereka sangat terpikat pada paras Mahesa yang tampan dan berkarisma. Lebih lagi pada kekayaannya yang tak terhitung banyaknya.

Tetapi manusia tidak pernah ada yang benar-benar sempurna. Pasti ada cela yang tersembunyi dalam kehidupan pribadi mereka.

Maka Mahesa pun memiliki sisi kekurangannya sendiri. Dan kekurangannya itu adalah akibat dari kelamnya masa lalu yang sangat tidak ingin Mahesa ingat.

Masa lalu itu pula lah yang akhirnya membentuk Mahesa menjadi seorang lelaki yang tak percaya dengan adanya cinta.

“Tapi bukankah semua wanita itu sama saja? Aku yakin, dalam satu atau dua hari, Athalia pasti akan kembali menghadapku untuk menyetujui apa yang kutawarkan,” gumamnya tersenyum kecut.

***

Pasrah, Athalia memilih menyerahkan semuanya pada Tuhan. Mungkin esok hari ia akan mendapatkan pinjaman dari orang lain.

Namun, begitu pulang ke rumah, Athalia justru mendengar kabar buruk. Adiknya dilarikan ke rumah sakit.

“Sebelum semuanya makin parah, sebaiknya proses transplantasinya segera dilakukan. Mungkin kami tidak bisa menjamin kesembuhannya. Tetapi dari sebagian besar kasus leukimia jenis ini, memiliki kemungkinan sembuh yang lebih besar setelah melakukan cangkok sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakangnya Yasna yang telah rusak harus diganti dengan sumsum tulang belakang sehat yang cocok dengannya.” Dokter Andri memaparkan hal yang sebenarnya sudah Athalia ketahui sejak beberapa hari ke belakang.

Ini kedua kalinya Dokter Andri mengatakan itu pada Athalia.

Athalia mengetahui tentang kondisi Yasna yang harus melakukan transplantasi. Tetapi ia tidak tahu harus mencari uang sebanyak itu dari mana.

Sebenarnya untuk pendonornya sendiri, Dokter Andri mengatakan kemungkinan besar yang paling cocok adalah ibunya. Meskipun nantinya tetap harus dilakukan tes kecocokan terlebih dahulu.

“Aku tahu ini tidak mudah, Athalia. Biayanya memang sangat besar. Aku mengerti keadaan ekonomi keluargamu. Sebagai dokter, aku harus mengatakan apa jalan terbaik untuk kesembuhan Yasna.”

Athalia mengangguk, tersenyum pahit. Keadaan Yasna semakin serius. Apa yang bisa ia lakukan untuk adiknya itu?

‘Aku pengangguran. Uang di dompetku sudah habis semua hari ini. Sedangkan Yasna sangat membutuhkannya. Apa yang harus aku lakukan sekarang?’ batin Athalia.

Kini ia melangkah keluar dari ruangan Dokter Andri. Athalia berdiri menyandarkan punggungnya di tembok, matanya menatap sayu ke depan, sementara benaknya berkecamuk memikirkan banyak hal.

Sampai tiba-tiba ucapan Mahesa kembali terngiang di telinganya.

‘Pilihannya hanya dua, Athalia. Terima tawaranku dan selamatkan adikmu. Atau kau kupecat dan adikmu tidak akan tertolong.’

“Adikku tidak akan tertolong…” Athalia mengulang kalimat Mahesa sambil memejamkan mata, membuat setetes air jatuh melewati pelipisnya.

Ada rasa sesal dalam hatinya, mengapa ia harus berada dalam situasi yang sangat berat seperti ini? Jika ia menerima tawaran Mahesa, kemungkinan Yasna untuk sembuh sangat besar. Tetapi ia harus melakukan sebuah pengorbanan yang besar pula. Athalia harus merelakan keperawanannya untuk Mahesa, serta menjadi teman tidur lelaki itu selama satu bulan penuh.

“Tapi jika aku menolaknya, di mana aku harus mencari uang untuk biaya transplantasinya Yasna?” desahnya lelah.

Hembusan napas pelan lolos dari bibir mungilnya. Athalia sudah berkata pada Mahesa bahwa ia tidak akan pernah menginjakkan kakinya lagi di perusahaan milik lelaki itu.

Kemudian benaknya membayangkan kondisi Yasna yang kemungkinan akan semakin bertambah parah lagi seandainya tidak segera mendapat tindakan.

Tidak! Athalia tidak bisa kehilangan Yasna.

***

Pagi ini Mahesa sedang sibuk berjibaku dengan pekerjaannya.

Lelaki berwajah tampan itu kemudian mengangkat kepalanya dari berkas yang sedang ia tandatangani saat mendengar suara pintu yang diketuk, lalu pintu pun terbuka begitu ia mempersilakan masuk.

“Athalia?!” mata Mahesa menyipit melihat Athalia yang masuk dengan wajah tertunduk. Gurat pasrah di wajah wanita itu membuat sebelah ujung bibir Mahesa tertarik.

Athalia datang? Bukankah dia sudah dipecat? Mahesa tersenyum miring dalam hati. Ia sudah bisa menduga apa niat kedatangan Athalia ke ruangannya.

“Kemarin kau bilang tidak akan sudi lagi menginjakkan kaki di perusahaanku. Tapi sekarang kau datang. Lucu sekali, Athalia. Ternyata wanita pemberani sepertimu pandai menarik ucapannya sendiri.” Mahesa meletakan bolpoin yang tadi dipegangnya ke atas meja.

Menatap Athalia, ia menautkan kedua tangannya di bawah dagu, sementara siku tangannya tertumpu di tepi meja. Kedua bola mata abunya sempurna melekat pada wajah Athalia yang tampak memerah.

Athalia pun menaikan pandangan, membuat mata hazel berwarna cokelat muda miliknya, dapat melihat wajah Mahesa yang menampilkan raut jumawa. Athalia sadar, Mahesa pasti telah menebak niat kedatangannya.

“Kau akan bicara atau hanya tetap diam saja? Katakan, Athalia! Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggumu membuka mulut.” Mahesa mendesak.

Cepat Athalia menarik napasnya dalam, membuangnya kasar sebelum kemudian ia meremas tangan, memejamkan mata dan berkata.

“Aku mau menerima tawaran Anda yang kemarin, Tuan.”

Meski sudah menebaknya, Mahesa tetap saja merasa terkejut. Netranya semakin lamat memperhatikan gerak bibir bawah Athalia yang bergetar pelan, lalu pandangannya turun pada kedua tangan Athalia yang mengepal erat.

“Tawaranku yang mana? Aku tidak ingat.” dengan sengaja Mahesa mempermainkan Athalia, membuat Athalia sempurna membuka matanya, menatap Mahesa tak percaya.

“Jawab Athalia! Memangnya aku pernah memberi tawaran apa padamu?”

Athalia menelan ludahnya berat. Ia sadar, Mahesa hanya ingin membuatnya semakin merasa malu dan terhina.

“Tawaran Anda yang mengatakan akan membiayai seluruh biaya pengobatan adikku sampai sembuh, dan aku harus membayarnya dengan menjadi teman tidurmu selama satu bulan.”

Kini senyum miring tercetak jelas di bibir Mahesa. Athalia menahan sesak yang berkumpul di dadanya.

“Sudah kubilang, bukan? Aku terbiasa mendapatkan apa yang kuinginkan, Athalia.” Mahesa bangkit berdiri.

Jika berkenan, mampir ke novelku yang lainnya yuk! Siapa tahu ada yang kalian suka.

Judulnya:

1. Mantan Istri CEO Tampa

2. Gadis yang Ternoda

3. Salah Pilih Pengantin.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah Dengan Seorang Miliarder Berkondisi Vegetatif?!
7.9
Valerie dijebak oleh kekasih dan adiknya hingga terjebak dalam skandal semalam dengan pria misterius. Fitnah perselingkuhan membuatnya dibuang, lalu dipaksa ayah kandungnya menikahi miliarder yang sedang koma demi kepentingan keluarga. Valerie bangkit melawan ketidakadilan dan memutus semua ikatan masa lalunya. Saat sang suami akhirnya sadar dan mengejarnya untuk meminta pertanggungjawaban, Valerie memilih untuk pergi demi memulai hidup yang baru tanpa beban.
Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam
9.2
Alice Morrigan terpaksa menggantikan posisi kakak kembarnya, Berenice, yang menghilang saat pernikahan dengan Nicholas Chevalier. Sebagai istri pengganti, Alice diperlakukan layaknya pelayan oleh Nicholas yang kejam. Ia kerap menerima kekerasan fisik dan cambukan menyakitkan saat berhubungan intim. Nicholas yang posesif terus mengekang tubuh serta kebebasan Alice tanpa ampun. Di tengah penderitaan ini, mampukah Alice bertahan atau justru berhasil melarikan diri?
Sampul Novel Istri Penebus Hutang
9.8
Elara, gadis penuh harapan di tengah kemiskinan, harus menghadapi kenyataan pahit akibat ulah ayahnya, Hasan. Demi melunasi utang keluarga yang menumpuk, Hasan memaksa Elara menikahi Raka, konglomerat misterius yang menguasai dunia bisnis namun tak pernah muncul di publik. Meski hatinya hancur dan air mata tertahan, Elara tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan sang ayah. Kini, nasibnya terikat pada sosok pria berkuasa yang tidak ia kenal.
Sampul Novel Kembaran Obsesinya
8.5
Baskara Adinata menyewaku sebagai pendamping, namun cinta tulusku dibalas pengkhianatan keji. Ternyata, dia memakai teknologi deepfake untuk mengganti wajahku dengan Karininia, kakak tiriku yang ia puja. Saat Karininia memfitnahku, Baskara membiarkanku disiksa hingga tanganku hancur dan memenjarakanku. Demi warisan ibu, aku menerima tawaran ayah tiri untuk menikahi pria asing, Keenan Adiwijaya. Aku pergi menjauh demi memulihkan hidup dari pria yang menganggapku mainan.
Sampul Novel Mantan Suami yang Gigih: Tetaplah Bersamaku
9.0
Linsey tak menyangka pertemuan pertama dengan suaminya, Bryson, setelah tiga tahun menikah justru terjadi dalam situasi memalukan. Bryson bahkan tak mengenalinya dan menganggapnya wanita rendah. Pasca cerai, takdir mempertemukan mereka kembali saat Linsey bekerja sebagai penasihat hukum di kantor Bryson. Kini, Bryson yang jatuh cinta memohon Linsey tetap tinggal. Akankah Bryson mampu membuang harga dirinya demi mengejar cinta Linsey yang dulu ia sia-siakan?
Sampul Novel Perjanjian Cinta
8.2
Mila Prameswari terpaksa masuk ke dunia Rafin Adi Wijaya setelah pamannya menjualnya seharga lima ratus juta. Sang pengusaha kaya itu kemudian mengajukan kontrak pernikahan demi menguasai perusahaan. Syaratnya, Mila harus melahirkan pewaris laki-laki untuknya. Sebagai imbalan, Rafin berjanji akan melacak ayah Mila yang sudah lama hilang. Mampukah Mila menjaga hatinya di tengah ambisi Rafin? Akankah misi pencarian sang ayah berujung sesuai harapan mereka?