
CAUGHT IN A BAD CHARACTER
Bab 2
Kekaisaran Elda dikisahkan menganut Dewi Cahaya- Dewi Sylvit sebagai satu-satunya kepercayaan masyarakat secara turun-temurun.
Setiap bayi yang lahir diberkahi oleh Dewi Cahaya yaitu mendapatkan kekuatan sihir.
Sihir digolongkan menjadi tiga bagian;
Sihir Hitam, Sihir Cahaya, dan Sihir Medis.
Sihir Cahaya adalah berkah paling umum di kalangan bayi-bayi mungil. Setelah mendapat berkah kekuatan sihir, anak-anak perlu mengasah sihir mereka kemudian pada usia remaja mulai membangkitkan kekuatan dan membuat kontrak dengan binatang roh suci.
Namun, tidak semua anak bisa lolos seleksi menjadi seorang penyihir. Sebab selama ratusan tahun, hanya segelintir orang yang bisa membangkitkan kekuatan sihir di usia kedewasaan.
Begitu gagal membangkitkan kekuatan sihir cahaya, maka seluruh sihir di tubuhnya akan hilang dan seseorang yang telah kehilangan sihir tidak ada bedanya dengan manusia biasa lemah.
Setiap generasi menerbitkan dua hingga lima suksesor handal yang lalu akan di teruskan ke Istana Kekaisaran, ditugaskan sebagai Penasihat Negara dan Pelindung Negara di perbatasan.
Semua orang tua berharap anak mereka berhasil menjadi suksesor penyihir cahaya. Sedangkan beberapa orang tua yang mendapatkan kenyataan bahwa anak mereka mendapat berkah Sihir Hitam pun tidak bisa berbuat lebih, mereka menahan kesedihan di dalam, merawat bayi mereka sebaik mungkin.
Karena Sihir Hitam di berikan pada anak berkepribadian buruk, kejam, dan bengis di masa depan. Kekaisaran menetapkan aturan, seluruh bayi dengan berkah Sihir Hitam harus di bunuh demi menjaga masa depan Kekaisaran Elda.
Kini tersisa satu jenis sihir, yaitu Sihir Medis.
Sihir Medis ini sendiri merupakan sihir paling langka. Di katakan, setiap darahnya adalah obat, setiap nafasnya adalah kehidupan bagi semua orang, dan setiap langkahnya adalah kebaikan menuju surga.
Orang yang diberkahi Sihir Medis di agungkan dan di hargai, disebut-sebut sebagai malaikat turun ke bumi.
Nahas, Kerajaan Elda tidak pernah mendapatkan berkah untuk mempunyai bayi berkekuatan Sihir Medis langka di idamkan banyak orang.
Juwita berhenti membaca buku sejarah usang yang baru saja dia ambil dari salah satu rak lemari buku raksasa. Bibir mungilnya menghela nafas kesal, "Huh! Jadi kenapa tubuh anak ini masih hidup?!"
Sallyana Fedelian merupakan anak di berkahi Sihir Hitam.
Kelahirannya menyebabkan kematian bagi sang Ibu. Sejak kecil semua orang telah menyebut dia Iblis. Bahkan kakak kandungnya pun ikut-ikutan merundung Sallyana asli setiap hari hingga adiknya benar-benar berubah menjadi seorang Iblis sungguhan sesuai keinginan semua orang.
Usai Sallyana berubah menjadi Iblis sesuai keinginan semua orang. Kebencian pada sosoknya malah bertambah.
Dari alur novel "The Medis Girl's" yang sedang dia jalani sekarang. Sallyana tidak dibunuh meskipun di tubuhnya terdapat konstitusi sihir gelap berkat kesetiaan keluarga Fedelian dari generasi Kaisar Pertama.
Keluarga Fedelian dihormati oleh anggota kerajaan. Kesetiaan mereka tidak bisa di ukir dengan kalimat semata-mata.
Kaisar mengampuni nyawa Sallyana, di lanjutkan mengampuni semua perilaku buruk Sallyana pun karena alasan kesetiaan keluarga Fedelian kepada Keluarga Kerajaan sejak Kerajaan Elda di bangun.
Kekuatan militer di bawah keluarga Fedelian tidak kalah kuat dengan keluarga Kerajaan. Kaisar harus banyak mempertimbangkan poin-poin penting jika berani menyinggung perasaan Baron atau konflik internal bisa memicu keruntuhan Kekaisaran Elda.
"Nona Sallyana, anda belum makan makan apapun sejak pagi. Saya membawa makanan kesukaan Nona, bolehkah saya masuk?"
Juwita mendongak menatap pintu raksasa tertutup. Wajah mungilnya ini mirip dengan wajah miliknya di kehidupan sebelum meninggal dunia. Paras cantik menawan, hidung bangir terpahat indah, sepasang mata bundar jernih, setiap bagian dari wajahnya di pastikan ; sempurna.
Buruknya. Wajah Sallyana Fedelian rusak setengah, mengharuskan Sally selalu menggunakan perban agar tidak terlihat orang. Pemilik tubuh ini marah karena di berkahi wajah buruk, sisi kiri wajahnya terdapat luka bekas seolah pernah terbakar oleh api.
Gen dari mendiang Ibu Sally tidak dapat di ragukan, Ibunya berasal dari Wilayah Timur. Di kenal cantik, lembut, dan penyayang. Lalu Baron Fedelian, di masa muda, Ayahnya ini termasuk jajaran tiga pemuda tampan Kekaisaran Elda.
Kakak laki-lakinya Zeron Fedelian, di anugerahi paras rupawan. Mampu menarik tali kewarasan anak-anak perempuan. Satu lirikan darinya termasuk bencana yang meriuhkan gerombolan betina buas.
Zeron membenci Sallyana. Kehadiran adiknya mengakibatkan Ibu meninggal dunia. Zeron juga tidak ingin mempunyai adik Iblis jahat, sudah jahat, jelek lagi.
Beruntung Sally mewarisi mata merah Baron, salah satu ciri khas keturunan Fedelian selain rambut hitam segelap tinta. Di Kekaisaran Elda, orang berambut hitam dengan kornea mata merah tidak bisa di temukan kecuali keturunan Fedelian.
Sana mengetuk pintu sekali lagi. Cemas tak kunjung mendengar suara Sally dari dalam ruangan. Kecelakaan kemarin siang membekas di hati Sana, hati Sana sering gelisah ketika tidak melihat Sally berada di sekitarnya. "Nona?"
"Masuk, Sana."
Pintu berlapis emas terbuka, Sana berjalan ceria mendekati rak lemari paling pojok. Duduk di atas lantai, meletakkan nampan berisi makanan di atas pangkuannya. "Nona ingin makan sendiri atau saya suapi?"
Juwita-ah bukan, sekarang dia harus membiasakan menyebut dirinya sendiri Sallyana. "Aku mau makan sendiri saja."
"Baik." Sana menuruti perintah. Memindahkan nampan ke atas pangkuan Sally. Ia membenarkan posisi duduk, menunggu seperti anak anjing sedang melihat majikannya makan.
Sana adalah pelayan pribadi dari Sallyana asli, penulis membentuk karakter Sana sebagai perempuan baik hati, penyayang, setia, pemaaf. Pokoknya semua hal baik di masukan ke dalam karakter Sana.
Di akhir hayat Sally, Sana meminum racun untuk menyusul Nona Muda. Gadis bodoh yang lugu ini, benar-benar buta karena sebaik itu pada perempuan sejahat Sallyana asli.
"Sana," Sally memanggil nyaris mencicit.
Jika ingin hidup aman di masa depan, dia harus mengumpulkan anak buah setia! Walaupun Sana tidak akan berkhianat dengan karakter malaikatnya, tetap saja, dia khawatir!
Sana menegang, spontan menggelung lengan bajunya sampai batas siku. Menyodorkan lengan putih kurus ke depan, "Nona, silahkan pukul. Jangan memendam kemarahan, itu tidak baik."
Betul. Sallyana asli sering melampiaskan amarah pada Sana. Cara melampiaskan amarah Sallyana asli biasanya mencambuk lengan Sana atau menggores kulit Sana menggunakan pisau dapur.
Hati Sally mendingin. Mana mungkin dia pernah menyukai karakter Sallyana asli ketika dia membaca novel? Entahlah. Sally memeluk lengan Sana, wajah mungilnya merengut sedih, "Aku merasa asing setelah bangun dari pingsan kemarin. Kamu orang yang sangat baik padaku. Jika aku mempunyai salah di masa lalu, bisakah kamu memaafkan aku?"
Sana mengangkat tangan kanannya, menutup mulut terkejut. Mata hitamnya berair, "Nona ... Tidak, saya tidak apa-apa. Nona adalah orang yang baik. Semua orang di luar sana adalah orang jahat, mereka mendorong Nona sampai di kondisi terburuk. Saya tidak akan pernah marah pada Nona, saya selalu memaafkan anda selama ini tanpa anda memintanya."
Bagus! Anjing kecilnya memang mudah di bujuk!
Sally menitikkan air mata sebening kristal, "Terima kasih. Tolong jaga aku di masa depan, aku ingin selalu bersama Sana." Imbuhnya. Memperdalam akting mendramatisir.
Oh, ngomong-ngomong, Sally belum memberitahu darimana dia sadar kalau dia masuk ke dalam dunia novel berjudul The Medis Girl's, kan?
Sally tahu hal itu tepat di saat Zeron datang ke kamar untuk menjenguk. Mengecek apakah adiknya masih hidup atau sudah mati.
Kata-kata Zeron membekas di dalam Ingatannya. "Sallyana Fedelian. Aku jijik harus mengakuimu sebagai adik, tapi sebagai penerus keluarga Fedelian. Nama keluarga penting bagiku, berhenti berbuat ulah atau aku tidak akan segan mengulurkan tangan mencekik lehermu."
Demi Tuhan!
Dari semua novel koleksinya sebelum meninggal, mengapa The Medis Girl's tempat dia hidup kembali?!
Apalagi dia berada di tubuh antagonis bengis yang akan mati di mutilasi lima tokoh utama pria karena membunuh Gadis Medis- Archina Marshmell.
Tunangan Sallyana mencintai Gadis Medis- si Archi. Raimon Arazil jatuh cinta pada kebaikan hati Archina. Semua hal berkaitan tentang Archi tidak bisa di bandingkan dengan sampah tidak tahu diri Sallyana Fedelian.
Dalam novel The Medis Girl's, terdapat lima tokoh utama pria a.k.a budak cinta. Mulai dari Zeron, Raimon, Putra Mahkota, Penasihat Kekaisaran, dan terakhir adalah kakak angkat Sallyana.
Semua tokoh utama pria jatuh cinta pada tokoh utama wanita. Archina bagaikan bidadari cantik menyilaukan di antara semua gadis yang ada di dunia.
Mungkin upilnya lebih berharga daripada kehadiran Sallyana di mata lima tokoh utama pria.
Sally menerima pelukan Sana secara terbuka. Memeluk tubuh kurus ringkih, alisnya mengerut tidak nyaman. Dia harus membesarkan anak anjing kecil ini dengan benar di masa depan.
Tunggulah dunia novel! Mari kita lihat, bisakah takdir kematian dari penulis berlaku untuknya yang bukan jiwa asli Sallyana?
Sally ingin berjuang demi hidupnya! Dia akan menendang semua bokong tokoh utama pria, menjadi kaya, lalu hidup bahagia bersama Sana!
Anda Mungkin Juga Suka





