Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CATATAN SENJA

CATATAN SENJA

Senja Abhinaya menganggap Langit Ananta sebagai sosok yang selalu ada namun pasti akan pergi. Sebaliknya, Langit melihat Senja bak keindahan sesaat yang akan kembali pada waktu yang tepat. Meski memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang, semesta justru mempertemukan mereka secara tidak sengaja. Inilah kisah perjalanan takdir antara Langit dan Senja, sebuah romansa masa muda yang disaksikan oleh semesta dalam jalinan rencana Tuhan yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bel pulang sudah berbunyi dari tadi. Tetapi, Langit dan anak-anak ekskul pramuka kelas 11 belum juga pulang. Mereka harus berlatih untuk persiapan kemah pelantikan bantara bagi kelas 10. Selain berlatih, mereka juga menyiapkan agenda dan kegiatan pada saat perkemahan.

"Lang!" panggil Levi.

"Ya?" balas Langit yang tetap fokus menyatukan tongkat-tongkat dibawahnya dengan tali.

"Gue punya saran buat kemah minggu depan," ucap Levi.

"Gimana?" tanya Langit yang sudah menyelesaikan kegiatannya.

"Gue rasa kalo minggu depan kok kecepetan," ujar Levi.

"Gue mikirnya juga gitu. Tapi mau gimana lagi, waktu yang luang ya cuma minggu depan. Lagian kan anak-anak kelas 10 udah di kasih tau jauh-jauh hari," ucap Langit panjang lebar.

"Ya gue sih punya saran. Kan yang tahun ini murid baru banyak banget tuh. Kalo dihitung-hitung sampe 20 orang. Nah saran gue, gimana kalo para murid baru itu juga ikut kemah. Tapi judulnya bukan pelantikan bantara," ujar Levi menggantungkan kalimatnya.

"Terus apaan?" tanya Langit.

"Perkemahan penegak buat peserta didik baru. Dulu gue juga diginiin. Padahal pas disekolah lama gue udah pernah ikut perpegak udah dapet bantara malah, eh pas masuk sini disuruh ikut perpegak lagi." Levi bercurhat tentang pengalaman saat awal masuk disekolah ini.

"Ya mampus sih. Tapi saran lo boleh juga," ucap Langit sambil terkekeh.

"Jadi gimana? Nanti kegiatan buat para murid baru disesuaikan aja sama kegiatan perpegak pada umumnya, biar gak ribet." tutur Levi.

"Iya, nanti gue bilang ke Pak Riswan." Fyi aja, Pak Riswan tuh salah satu pembina pramuka di SMA Diponegoro, yah walaupun kelakuan agak sinting dan tidak mencerminkan Dasa Darma.

"Woy, akang teteh. Semua kumpul di sini ayo." Panjang umur. Baru juga diomongin, Pak Riswan sudah teriak-teriak memberikan intruksi kepada semua anggota pramuka yang ada di sana untuk berkumpul di depan sanggar pramuka.

"Yah Bapak, kalau manggil jangan pake sayang atuh, saya jadi baper ini," celetuk Rina, sang pradana putri.

"Ya kamunya jangan baperan atuh," ucap Pak Riswan menanggapi celetukan Rina.

Celotehan mereka membuat anak-anak di sana tertawa.

Ketika semua sudah berkumpul dan membereskan semua peralatan yang digunakan setelah berlatih. Mereka berkumpul membuat lingkaran. Di tengah-tengah lingkaran para anggota pramuka, Pak Riswan selaku tetua di sana, memberikan beberapa masukan untuk pramuka kelas 11.

"Kalian anak kelas 11 tuh harus bisa menghormati kakak kelas kalian. Meskipun mereka itu istilahnya ya udah purna, kalian harus tetep jaga sikap sama mereka. Mengerti?"

"Siap mengerti!!"

"Terus kalau sama anak kelas 10 juga harus jaga sikap. Jangan semena-mena. Kalau ngelatih mereka jangan sampai ada bentakan. Jangan galak-galak, bikin mereka itu suka sama pramuka. Paham?"

"Siap paham!!"

"Satu lagi, kelakuannya dijaga. Jangan malu-maluin pramuka. Jangan bikin nama pramuka itu jelek. Jangan ikutin kelakuan saya, diambil yang baik-baik aja. Pokoknya jangan sampai nama pramuka di sekolah kita ini jadi jelek. Kalau saya sampai dengar ada kasus yang melibatkan nama pramuka, saya sendiri yang akan turun tangan. Ngerti kan?"

"Iya, Pak. Ngerti." Kali ini sahutan mereka sudah melemah.

"Oke, saya kira cukup. Ada yang mau nambahin?" tanya Pak Riswan.

Tidak ada yang menyahut.

"Langit?" tanya Pak Riswan. Langit menatap teman-temannya yang juga menatapnya dengan tatapan memohon untuk tidak menambahkan masukan ataupun usulan.

Tapi Langit tetap bangkit untuk berdiri. Samar-samar, ia mendengar keluh kesah dari teman-temannya.

"Saya disini ingin menambahkan sesuatu," ucap Langit.

"Pertama, besok kita adakan rapat, jam 8 pagi. Tempatnya seperti biasa di sanggar pramuka. Pakaian bebas pantas," lanjutnya.

"Lang, besok kan tanggal merah!" protes Rina yang mewakili protes teman-temannya.

"Rapat tetap dilaksanakan!" tegas Langit. Akhir-akhir ini, pramuka memang sering mengadakan rapat. Bukan apa-apa, tapi supaya persiapan perkemahan bisa matang sehingga perkemahan dapat berjalan dengan baik.

Anak-anak semakin mengeluh. Jika sudah berhadapan dengan cewek, Langit akan lebih tegas dan bersikap dingin. Hal itu membuat anak-anak tidak berani melawan.

"Yang kedua," Langit menghentikan ucapannya karena diprotes oleh teman-temannya.

"Lang, udah sore ini. Buruan napa, toh besok masih rapat."

"Iya Lang, udahan dong."

Namun Langit malah tersenyum tipis menikmati kejahilannya. Tidak ada yang menyadari senyumannya, kecuali Rina.

"Lo kalo senyum ternyata ganteng juga Lang," batin Rina.

"Gue lanjutin," ucapnya. Keluh kesah semakin terdengar oleh telinga Langit.

"Kedua, untuk mengakhiri pertemuan hari ini. Berdoa mulai," lanjutnya. Wajah-wajah temannya berubah menjadi sumringah. Mereka bahagia karena bisa pulang. Sesederhana itukah bahagia mereka? Dan Langit senang bisa membuat teman-temannya bahagia, walaupun pada awalnya mereka kesal sama Langit.

"Selesai," ucapnya.

Setelah itu mereka bersalaman untuk menguatkan tali persaudaraan, dan akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

♠♠♠

Langit melaju keluar dari area parkir sekolahnya, namun ia melihat cewek di depan gerbang sekolahnya. Dia menebak itu adalah Naya, terlihat dari tas dan postur tubuhnya yang persis. Tapi kenapa dia belum pulang, padahal jam sekolah sudah berakhir dari tadi. Ia juga sempat berkumpul dengan anak pramuka cukup lama, sekitar satu setengah jam. Saat sampai di depan Naya, dia menghentikan motornya.

"Nay, lo belum pulang?" tanya Langit.

"Kalo udah gue gak bakalan di sini," jawab Naya.

"Tapi, kok lo belum pulang?" tanya Langit.

"Gue nunggu dijemput," jawab Naya.

"Rumah lo di mana?" tanya Langit.

"Lo nanya mulu daritadi. Anterin kek, daripada nanya mulu," bukannya menjawab, Naya malah ngomel.

"Yah maunya nganter sih. Tapi kasihan Ratu," ucap Langit.

"Siapa Ratu?" tanya Naya.

"Ini nih," jawab Langit sambil menepuk-nepuk motor CB nya.

"Gak nyangka. Ternyata lo bisa se-alay itu," cibir Naya.

"Nggak alay, cuma menghargai pemberian mama," balas Langit.

"Yaudah bodo amat. Trus sekarang gue mau pulang sama siapa?" rengek Naya.

"Bentar," ucap Langit sambil celingak-celinguk ke berbagai arah. Dia tersenyum saat melihat Levi di belakang yang sedang mengendarai motor ninjanya ke arah mereka.

"Hoi Lev!" panggil Langit dengan melambaikan tangannya pada Levi.

Levi segera menghampiri mereka.

"Apaan Lang?" tanya Levi ketika sudah sampai ditempat Langit.

"Eh ada Naya juga," sambungnya, lalu tersenyum ke arah Naya dan dibalas senyum oleh Naya.

"Ini, gue minta tolong buat anterin Naya ke rumahnya," ucap Langit.

"Oke," sahut Levi singkat.

"Yaudah gue pamit dulu. Anterin sampe rumahnya," ucap Langit lalu kembali menjalankan motornya.

"Naik Nay!" perintah Levi. Naya pun menurutinya.

"Kasih tau jalannya ya," pinta Levi, Naya mengangguk

Sepanjang perjalanan, Naya memberi arah jalan pulang ke rumahnya.

Saat memasuki kawasan kompleks, Levi memperlambat jalan motornya.

"Udah sampe Lev," ucap Naya mengintruksi.

Levi segera menghentikan motornya. Sedangkan Naya turun dari motor Levi.

"Makasih ya Lev," ucap Naya.

"Iya sama-sama," balas Levi.

"Mampir dulu gih." Naya menawarkan.

"Nggak usah. Udah kesorean ini," ucap Levi.

"Yaudah, hati-hati," pesan Naya.

"Iya. Duluan Nay," pamit Levi lalu kembali menjalankan motornya.

Naya membuka pintu rumahnya, benar-benar sepi. Tidak ada siapapun di sini. Orang tuanya pasti belum pulang bekerja. Pembantu lamanya yang juga ikutan pindah ke Bandung sedang pulang kampung, dan orang tuanya tidak menyewa pembantu sementara.

Setelah menutup pintunya kembali, ia berjalan ke arah saklar lampu, dan menghidupkan lampu dirumahnya. Rumahnya menjadi sangat terang, namun tetap sepi. Setelah itu, ia memutuskan untuk mandi lalu tidur di kamar barunya. Dia berjanji akan marah pada mamanya besok.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Birahi Anak Tiri
8.4
Nikmati keseruan tanpa tanding dalam kisah romansa modern yang penuh dengan dinamika tak terduga. Narasi ini menjanjikan berbagai kejutan menarik yang mungkin belum pernah Anda temukan dalam karya fiksi lainnya. Setiap bab dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang unik, membawa pembaca menelusuri alur cerita yang segar dan penuh intrik. Jangan lewatkan setiap momen mengejutkan yang tersaji dalam jalinan hubungan yang kompleks dan penuh gairah.
Sampul Novel Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam
8.5
Kehidupan sempurna aku bersama Gavin Suryadiningrat hancur saat bank mengungkap rahasia akta kelahiran anak kembar kami. Ternyata, ibu sah mereka adalah Iliana, cinta pertama suamiku. Aku hanyalah ibu pengganti yang disewa karena kemiripan fisik. Tragisnya, anak-anak yang aku besarkan justru menghinaku hingga aku terluka parah. Saat aku bersimbah darah, mereka malah pergi merayakan kembalinya Iliana. Kini, pengabdianku selama enam tahun berakhir dalam pengkhianatan.
Sampul Novel Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
9.0
Hidup Ara hancur saat Revan menjatuhkan talak akibat fitnah kejam. Revan menuduh Ara mencoba membunuh Mayang yang sedang hamil hingga pendarahan, meski Ara tak tahu asal obat di kamarnya. Revan yang murka lebih memilih menceraikan Ara dan mengancam melaporkannya ke polisi. Di balik kebencian Revan, ada misteri besar tentang siapa dalang sebenarnya di balik keguguran Mayang. Akankah kebenaran terungkap saat pengorbanan Ara justru dibalas penghinaan?
Sampul Novel Menghamili Istri sang Pewaris
8.4
Demi ambisinya, Fayre nekat menjebak Bramasta, cinta pertamanya, ke dalam sebuah pernikahan tanpa rasa. Namun, obsesi itu justru dibalas dengan rasa jijik dan kebencian mendalam dari sang suami. Di tengah keputusasaan karena diabaikan, Fayre bertemu Aliando Xavier yang kemudian merenggut kesuciannya. Kini, Fayre terjepit dalam dilema besar: mempertahankan rumah tangganya saat Bramasta mencintai wanita lain dan dirinya menyimpan rahasia kelam.
Sampul Novel Mysterious Love
8.0
Chen Qianqian adalah bos CyberTech sekaligus pewaris tunggal kerajaan bisnis internet di China. Meski hidupnya sempurna, tekanan keluarga memaksanya segera menikah di usia tiga puluh tahun. Takdir mempertemukannya dengan Bai Chou Fei, putra pemilik jaringan rumah sakit ternama, saat berada di rumah sakit. Meski awalnya sulit, Chou Fei akhirnya menerima lamaran Qianqian. Namun, pernikahan ini justru penuh rintangan emosional. Akankah sandiwara mereka berujung luka atau cinta?