Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cantika : DESTINY OF LOVE

Cantika : DESTINY OF LOVE

Pertemuan tak terduga dengan Jaden menyeret hidup Cantika ke dalam pusaran takdir yang mencekam. Melalui ultimatum posesif bahwa tak ada orang lain yang boleh memilikinya, Jaden mengurung Cantika dalam belenggu obsesi yang menyesakkan. Kini, Cantika dihadapkan pada pilihan sulit: melarikan diri dari dominasi pria itu atau justru terjerat perasaan cinta saat identitas asli Jaden terungkap. Sebuah kisah romansa penuh aksi tentang rahasia dan ambisi.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kita petik buah jambu air!" jawab Riri riang. "Aku ingin makan rujak!"

"Tapi aku tidak bisa panjat pohon!"

"Tak masalah! Biar aku yang panjat. Serahkan masalah itu padaku!" ujar Riri semangat.

Keduanya kemudian berlari kecil menuju kebun yang tak jauh jaraknya dari rumah Cantika.

"Wah, jambu airnya sudah merah!" seru Riri setelah berdiri dibawah pohon jambu. "Jadi semangat buat panjat!"

"Hati-hati, Ri!"

Tanpa rasa takut, Riri segera memanjat naik pohon jambu air yang tidak terlalu besar tersebut. Satu petik, dua petik berhasil Riri dapatkan.

"Ri, lempar ke bawah!"

"Tangkap ya!" balas Riri. "Jangan sampai buah jambunya hancur!"

Dengan sigap, Cantika menerima buah-buah jambu air yang dilemparkan Riri dari atas pohon. Setelah merasa cukup, Cantika minta Riri turun.

"Bagaimana? Apa sudah banyak?" tanya Riri setelah turun dari atas pohon.

"Sangat banyak! Kita berdua tidak mungkin menghabiskan ini semua," jawab Cantika.

"Tak masalah. Sisanya bisa kita kasih ke tetangga."

Keduanya lalu pergi ke rumah Riri sambil menenteng kantong plastik berisi jambu air.

"Kamu cuci jambu airnya. Aku akan mengambil bahan membuat rujaknya," ucap Riri setelah keduanya sampai di rumah.

"Ok!"

Tidak lama kemudian Riri datang membawa segala macam peralatan.

"Ibu kamu ke mana?" tanya Cantika sambil memotong buah jambu air.

"Tadi pamitnya mau ke pasar, tapi lama sekali. Aku sampai jenuh menunggu ibu pulang."

"Biasalah ibu-ibu, kalau ke pasar pasti lama."

"Ngomong-ngomong, kamu tadi mau pergi ke mana?" tanya Riri.

"Mau ke toko. Ibu minta dibelikan tepung terigu."

"Aku ikut, boleh tidak?" Riri menawarkan diri.

"Boleh, aku malah senang ada teman di jalan," jawab Cantika.

Tidak ada yang bicara lagi. Keduanya sibuk menikmati rujak jambu air yang sangat menggugah selera.

"Segarnya, tapi perutku sudah kenyang," ucap Cantika menahan pedas di bibir.

"Sama, aku juga sudah kenyang!"

Puas menikmati rujak dadakan, keduanya melanjutkan tujuan yaitu pergi ke toko bahan kue. Sepanjang perjalanan tidak hentinya mereka becanda, terkadang terdengar suara gelak tawa mereka memecah kebisingan suara kendaraan yang mereka lewati.

"Tokonya yang mana?" tanya Riri melihat beberapa toko yang ada di depannya.

"Yang itu!" tunjuk Cantika pada satu toko bercat putih.

Di dalam toko nampak seorang ibu paruh baya menyambut kedatangan Cantika.

"Eh,, Neng Cantika, lama tidak pernah ke sini," sapa pemilik toko ramah. "Dengan siapa ini?" sambungnya melihat Riri.

"Teman sekolah," jawab Cantika. "Saya mau beli tepung. Hanya tepung terigu saja. Bahan kue yang lain masih ada."

"Tunggu sebentar, ibu ambilkan di belakang."

Tidak membutuhkan waktu lama, urusan membeli tepung terigu telah selesai. Cantika dan Riri segera beranjak pergi meninggalkan toko.

"Cantika, apa kita mau langsung pulang?" tanya Cantika.

Cantika mengangguk. "Iya."

"Yaelah, jangan dulu pulanglah," keluh Riri. "Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar. Mumpung kita ada di luar."

"Kemana?"

Riri mengedarkan pandangan ke sekeliling. "Bagaimana kalau kita keliling pertokoan sekitar sini saja?"

"Ngapain?"

"Aku ingin melihat-lihat baju yang dipajang di etalase," jawab Riri antusias.

"Ih, enggak ada kerjaan banget! Ogah! Malu!!" tolak Cantika gegfak beranjak pergi.

"Cantika, please. Hanya sebentar saja!" rengek Riri memelas.

"Enggak!" tolak Cantika tetap pada pendiriannya.

Riri terus saja merengek sehingga mau tidak mau, akhirnya Cantika mengikuti kemauan Riri.

Senyum lebar langsung menghiasi bibir Riri. "Nah, begitu dong. Ayo!" ajaknya menarik tangan Cantika menuju ke salah satu butik ternama.

"Cukup kita melihatnya di luar saja!" ujar Cantika.

"Tapi di dalam bajunya bagus-bagus! Aku ingin masuk."

"Aku tidak mau masuk!" tolak Cantika tegas. "Jangan bikin malu!"

Akhirnya Riri hanya bisa melihat deretan gaun-gaun yang terpajang dari luar saja. Tak lama kemudian, pintu butik dibuka dari dalam. Pria berwajah blasteran, hidung mancung serta rahang tegas dan bibir tipis berisi keluar dari dalam butik.

"OMG," seru Riri tanpa sadar. Takjub dengan makhluk ciptaan Tuhan yang sangat sempurna.

Pria tersebut berjalan santai melewati Cantika dan Riri.

Deeeg!

Jantung seakan berhenti berdetak pada saat iris mata pria tersebut dan Cantika saling bertemu. Sesaat, roda dunia seakan berhenti berputar.

"Cantika ,,," bisik Riri.

Buyar, tatapan Cantika buyar oleh teguran Riri. Merah merona langsung menghiasi wajahnya. Cantika segera membuang muka melihat ke arah lain untuk menghilangkan kegugupan.

"Mata yang sangat indah," gumam pria tersebut dalam hati.

Setelah itu, pria tersebut pergi tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Langkah kakinya begitu tegas menapaki trotoar yang berdebu menuju mobil yang terparkir.

"Ck, ck, ck, pria itu bagai pangeran dari negeri dongeng. Wajahnya sangat tampan. Ya Tuhan, sempurna sekali ciptaan-Mu," puji Riri.

"Lebay," Cantika mencibir. "Biasa saja kale!"

"Mata kau buta! Pria tampan begitu dibilang lebay," sungut Riri tak terima. "Andai dia mau menjadi kekasihku, akan aku berikan jiwa ragaku untuknya."

Cantika mendengus.

"Hei, lihat! Lihat!!" Riri heboh sendiri. "Pria itu masuk ke dalam mobil sport keluaran terbaru. Waaah,, betapa sempurnanya pria itu!"

"Jangan berlebihan Riri. Di dunia ini banyak pria tampan dan kaya," tegur Cantika. "Mungkin saja, itu mobil punya temannya atau mobil yang dia sewa. Lebih baik kita pulang sekarang. Lihatlah, langit sudah terlihat mendung. Jangan sampai kita pulang kehujanan. Tepung yang ku beli bisa rusak."

"Apa tidak bisa, kita berkeliling satu kali lagi?"

"Tidak!" jawab Cantika tegas. "Kaki ku sudah pegal. Aku ingin pulang!"

Riri mendengus kesal.

"Begitu saja marah," ledek Cantika. "Kalau kamu tidak mau pulang, ya sudah ,,, aku pulang sendiri!"

Setelah itu, Cantika melanjutkan lagi langkahnya.

"Tunggu!"

Cantika semakin mempercepat langkahnya. "Kau tidak usah pulang! Tidur saja di siniii!"

Sementara itu, pria yang dikagumi Riri melajukan mobilnya membelah jalan raya. Pandangannya sangat fokus melihat ke depan. Siapa lagi kalau bukan Jaden Welingstone, CEO muda yang disegani lawan bisnisnya.

Mobil berhenti tepat di depan pagar besi yang menjulang tinggi. Beberapa penjaga rumah nampak sibuk menyambut kedatangan pemilik rumah.

"Bos Jaden pulang, cepat bukakan pintu!"

Pintu terbuka secara otomatis. Perlahan mobil Jaden masuk dengan angkuhnya melewati beberapa penjaga rumah yang berdiri menyambut kedatangannya.

"Bos," pria brewokan kepala plontos segera membukakan pintu begitu mobil berhenti.

Jaden turun. Wajah blasterannya sangat dingin melihat anak buahnya yang datang menyambut.

"Tumben bos sudah pulang," ucap pria kepala plontos.

"Apa ada orang yang mencariku?!"

"Tidak ada, tuan," jawab Rohid sopan.

Jaden melangkah masuk. Kaki panjang yang terbalut sepatu bermerk menapaki marmer mengkilap sehingga menghasilkan irama mengisi setiap udara di dalam mansion.

Rohid, orang yang dipercayakan Jaden untuk mengurus semua keperluannya nampak tergesa-gesa berjalan ke dapur.

"Ada apa, Pak Rohid?" tanya Rani, wanita paruh baya yang sudah cukup lama bekerja di tempat Jaden.

"Tuan Jaden sudah pulang. Tolong buatkan kopi seperti biasa untuk tuan," pinta Rohid.

"Tumben tuan sudah pulang."

"Cepatlah!" pinta Rohid.

Rani mendengus. "Iya!"

Di dalam kamar, Jaden melepas semua yang melekat di tubuhnya, tanpa risih sedikitpun langsung melenggang masuk ke dalam kamar mandi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU
8.4
Virgolin Asteria, ahli bedah plastik masa depan, diculik ke dimensi asing oleh sosok misterius. Di bawah ancaman maut, ia dipaksa mengerahkan seluruh keahlian medisnya demi menyelamatkan nyawa sang Ratu. Namun, saat gerbang menuju dunia asalnya terbuka, Virgolin justru terjebak dilema batin yang hebat. Cintanya telah tumbuh untuk sang penculik, Pangeran Pisceso Helios. Kini ia harus memilih antara pulang ke keluarganya atau menetap di dunia asing demi sang pujaan hati.
Sampul Novel Comeback With You
8.1
Terjebak utang dan perdagangan manusia di Nepal sejak SMP, Laluna bertransformasi menjadi kriminal tangguh demi bertahan hidup. Sepuluh tahun berlalu, gadis asal desa kecil di Indonesia ini memilih menjadi pencuri alih-alih pelacur untuk membiayai keluarga dan menyelamatkan teman-temannya. Takdir mempertemukannya dengan tentara Indonesia yang menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama, mereka berjuang melawan sindikat kejam demi pulang ke tanah air.
Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Aliya kehilangan segalanya saat kekayaan orang tuanya memicu tragedi berdarah. Gadis lembut ini bertransformasi menjadi dewi kematian yang haus balas dendam demi mengungkap dalang pembunuhan keluarganya. Di tengah teka-teki rumit di sekolah, ia harus mencari Samudra, pangeran bermata biru yang kini tak lagi mengenalinya. Meski penolakan terasa menyakitkan, Aliya tetap mengejar jawaban di balik badai rahasia yang mengancam nyawanya. Darah harus dibayar darah.
Sampul Novel DENDAM CINTA
9.8
Fanila tewas mengenaskan akibat pengkhianatan kekasihnya dalam sebuah misi berbahaya. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua melalui reinkarnasi ke tubuh Ziana, gadis yang dibenci keluarganya sendiri. Di kehidupan baru ini, Fanila kembali bertemu sang mantan yang ingin ia hancurkan. Masalah rumit muncul karena pria itu adalah kakak dari kekasihnya saat ini. Kini ia terjebak pilihan sulit: menuntaskan dendam lama atau menjaga cinta barunya.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan bahwa wanita yang tersakiti mampu menjadi sosok yang sangat tangguh. Demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya, ia bergabung dengan Agency The Angel sebagai wanita panggilan kelas atas. Bersama sang adik, Shasya, Felisha rela terjun ke dunia prostitusi elite demi melacak sang pembunuh. Mereka mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini demi mengungkap kebenaran dan membalas rasa sakit hati yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)
9.4
Pesta ulang tahun Thania berubah menjadi petaka saat ia diculik dan menyaksikan kedua orang tuanya dihabisi. Kini, ia terperangkap sebagai tawanan pemuas nafsu seorang bos mafia yang sangat sadis. Di tengah penderitaannya, Thania harus memutar otak untuk menaklukkan hati pria kejam tersebut. Akankah ia berhasil memikat sang mafia agar membantunya mengungkap konspirasi besar di balik kehancuran keluarganya, atau justru terjebak selamanya?