Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cahaya Pelangi dari Surga

Cahaya Pelangi dari Surga

Hidup Rubby dipenuhi derita akibat siksaan ibu tirinya. Di tengah luka itu, Rain hadir menawarkan cinta tulus sebagai sahabat setia. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, Rubby justru dipaksa menikah dengan Halilintar yang menyimpan niat jahat. Meski berbahaya, pesona Halilintar tetap menggetarkan hati Rubby. Kini ia terjebak dalam dilema besar. Antara janji setia Rain dan daya tarik Halilintar, siapakah yang akhirnya Rubby pilih untuk sisa hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Karang bolong, Banten.

Deburan ombak membentur karang, suaranya terdengar menakutkan. Angin di pantai menerpa wajah gadis bersurai hitam, rambutnya menari-nari di udara diterpa angin nakal. Gadis pemilik hazel coklat ini duduk memeluk lutut, menatap laut yang luas. Bayangan satu bulan silam masih membekas dalam ingatan. Ketika dia melihat sang ibu terkapar di tepi pantai dengan tubuh beku tak bernyawa. Dia hanya bisa memeluk jasad ibunya, disaksikan banyak orang.

Air mata meleleh tanpa seizin sang empunya. Hidungnya memerah dan pipi sudah basah oleh air mata. Seorang pria datang menuntun sepeda ontel membawa dua buah ice cream Cornetto dalam kresek yang bergelantungan di stang sepeda. Dia menghentikan langkah tepat dibelakang gadis ini. Menstandarkan sepeda dan ikut duduk disamping gadis bersurai panjang dan hitam.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun ia menyodorkan ice cream rasa strawberry. Gadis ini menoleh dan menerima ice cream. Kembali menatap laut yang luas dengan tangan membuka bungkus Cornetto. Anak lelaki ini duduk tepat di samping temannya yang masih menangis.

"Satu bulan sudah aku menjalani kehidupan yang hampa," ucapnya dengan tersenyum getir.

Pria ini mengangguk dan tersenyum tipis.

"Dan, tujuh tahun sudah aku kehilangan sosok seorang ibu," keluhnya.

Gadis ini menoleh dengan menikmati ice creamnya. "Kita sama."

Pria ini mengangguk. "Kau tak sendirian. Aku akan selalu ada untukmu, Pelangi Mekka Rubby," ucap Rain.

"Mungkin aku sudah mengakhiri hidup jika tidak ada kau," balas Rubby dengan terkekeh.

"Dasar bodoh! Jangan bicara seperti itu, mati tidak enak." Rain mencubit hidung mancung Rubby.

Riak ombak terdengar begitu indah, bagai alunan musik yang menyejukan. Air di laut melambai, membuat Rubby tergoda untuk masuk dan bergabung. Rubby beranjak dari duduk, berdiri dan berjalan ke tengah laut. Menaburkan bunga seraya berkata. "Mah, Rubby, kangen," ucapnya.

Rubby duduk diantara air laut. Membiarkan celana jeans yang dikenakan basah. "Maafkan, Rubby, Mah. Mungkin, Rubby tidak lagi sering datang ke tempat kesayangan Mamah.

Pantai, adalah tempat yang menyimpan berjuta kenangan antara Rubby dan Sherena. Namun, dia harus pergi meninggalkan tempat penuh kenangan ini. Rubby dan keluarga harus berpindah ke Jakarta.

"Rubby pamit, Mah." Dia beranjak, berbalik dan kembali menemui Rain.

Rain membuka jaket dan memakaikan pada Rubby. Rain membonceng Rubby dengan sepeda ontel, mengajak Rubby bersepeda mengelilingi pantai.

"Rain apa kita akan sedekat ini, jika kita tidak tinggal di kota yang sama?" tanya Rubby dengan melingkarkan tangan di pinggang Rain.

"Aku sudah bilang padamu, Rain dan Pelangi Mekka Rubby tidak akan bisa dipisahkan."

"Maksudnya?"

"Akan ada pelangi setelah hujan turun."

"Eh, kalau ada petir gimana?" Rubby bertanya asal.

Rain menghentikan laju sepedanya. Dia merengut. "Tidak akan ada petir saat Rain—hujan turun," ucap Rain tegas. "Dan, setelah itu pelangi akan hadir."

"Tidak jelas!" Rudy mencebik. Dia menyandarkan kepada di punggung Rain.

Rain dan Ruby, mereka bersahabat sejak kecil. Tetangga rumah dan selalu menghabiskan waktu bersama. Mereka saling terikat, memberi manfaat dan keindahan. Seperti halnya hujan dan pelangi.

Pulang ke rumah disambut dengan wajah tidak ramah Nani sang ibu tiri. Rubby berjalan masuk melewati Nani tanpa sepatah katapun.

"Hey, mau kemana kau, hah!?" Nani menjambak rambut Rubby.

"Lepaskan, Mah!" Rubby memberontak.

"Tante!" teriak Rain yang masih berada di depan gerbang rumah Rubby. Dia menjatuhkan sepeda ontel dan berlari menghampiri Rubby.

"Apa kau, hah!? Berani padaku!?" Nani memelototi Rain.

"Aku tidak takut padamu, lepaskan Rubby penyihir!" bentak Rain. Dia mencoba melepaskan rambut Rubby dari cengkraman Nani.

"Kau salah besar, Rain. Dengan kau menentangku, aku akan membuat Rubby lebih penderita!" ancamnya.

"Rain, pulanglah. Aku tidak apa," ucap Rubby dengan menangis merasakan sakit bekas Jambakan Nani.

"Nah, kau dengar itu anak sok pahlawan!" berangnya.

"Rubby," lirih Rain.

Nany kembali menjambak rambut Rubby dan menyeretnya masuk ke dalam rumah. Menurut pintu dengan keras, membuat Rain tersentak.

"Astaghfirullah," pekik Rain mengusap dada. Wajahnya terlihat sangat khawatir. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Rain mengusap wajah dengan kasar, berbalik dan meninggalkan rumah Rubby.

"Cepat kau bersihkan rumah!" titahnya, Nani mendorong Rubby hingga kepalanya membentur kaki sofa.

"Sudah kubersihkan, Mah. Aku lelah, ingin istirahat."

"Beraninya kau membangkang, Rubby!"

"Aku memang sudah mengerjakan semua, Mah."

"Lancang kamu, Rubby!" Tangan Nani melesat indah di pipi kiri Rubby.

Rubby hanya bisa meratapi nasib yang menimpanya. Kebahagiaan itu telah sirna, ketika Nani mulai hadir dalam kehidupan mereka. Sejak saat itu, Sherena sering bertengkar dengan Brahma. Hingga ibunya mati mengenaskan. Dan, kini Rubby menjalani hidup penuh penderitaan. Sejak pulang dari pantai hingga Brahma akan pulang, Rubby terus mengerjakan pekerjaan rumah.

Malam hari, sayup Rubby mendengar Nani mengadu pada Brahma ketika makan malam. Rubby yang sedang berada di depan pintu dapur pun menghentikan langkah.

"Sayang," rengek Nani pada Brahma.

"Ada apa?" Brahma menoleh.

"Rubby itu lho, tadi marah dan membuang semua beras ke got. Aku pusing dengan tingkah anakmu."

"Apa!?" Mata Brahma membulat.

"Astaghfirullah, fitnah Dajjal," gumam Rubby.

"Mana Rubby, biar aku hajar dia!" Brahma beranjak.

"Jangan, Mas. Kasihan, namanya juga anak-anak. Mas, mau kan memberiku tambahkan uang belanja," bujuknya.

"Kamu masih saja baik pada anak itu. Padahal, dia selalu membuat onar."

"Tidak apa, Mas. Lalu, bagaimana dengan uang belanja?"

"Iya, aku tambahin tapi ingat di awet-awet ya!"

"Iya, Mas."

Rubby hanya mendesis, dia berbalik dan enggan untuk makan malam. Lebih baik dia segera berkemas untuk hari esok. Semoga saja Jakarta tidak seseram yang ada di pikirannya.

*

Jakarta, kata itu mengawali kehidupan di ibu kota. Jauh dari Rain—sahabat yang selalu ada untuknya. Namun siapa sangka, satu bulan Rubby pindah ke Jakarta Rain pun ikut pindah. Dan, dia kembali menjadi tetangga Rubby. Tidak sulit bagi Dharma untuk membuat anaknya senang. Dia bahkan rela kerja bolak-balik hanya untuk memenuhi keinginan anaknya Rain. Meski begitu, Rain tidak pernah suka dengan Dharma. Karena Rain menganggap kematian ibunya disebabkan oleh Dharma. Kehadiran Rain memberikan nyawa kembali bagi Rubby.

***

Waktu bergulir cepat dan tujuh tahun sudah, waktu berputar menyimpan kenangan.

Perdebatan sengit di kolong langit Amerika. Tepat hari ulang tahun yang ke tujuh belas, seorang remaja tampan telah melempar kue ulang tahun ke kolam renang. Setelah ia membaca surat wasiat peninggalan ayahnya—Emanuel.

Wanita paruh baya berambut pirang itu hanya duduk manis dengan mengangkat satu kaki. Menikmati pemandangan indah—anak kandungnya yang marah-marah. Beruntung para tamu undangan sudah pulang.

"Aku tidak mau menikah dengan wanita kampung!"

"Tidak masalah, berarti semua harta warisan papamu jatuh ke panti asuhan," ucapnya enteng dengan meneguk wine di tangan.

"Oh, shit!" Anak remaja itu mengumpat dan melempar gelas yang berada di atas meja.

"Bersiaplah, bulan depan kita akan tinggal di Indonesia!"

"Indonesia? No!"

"Terserah, kau mau tinggal di sini bersama Eliza?" Wanita yang dipanggil mamah itu, beranjak dari duduk dengan mengangkat gaunnya yang panjang.

"Tidak! Adakah pilihan lain? Eliza itu cerewet dan eksentrik," sahut anak remaja itu. Namun, ibunya acuh tak acuh berjalan menjauh.

"Indonesia, I'm Coming." Ibunya menurunkan gaun, mengangkat kedua tangan di udara dengan segelas wine masih dalam cengkeraman tangan kanannya.

"Ibu gila!" umpatnya.

Anak remaja itu adalah Halilintar Mahaputra Emanuel, anak yang lahir dari rahim seorang ibu yang bernama—inggrid.

Halilintar meneguk wine dalam botol, hingga habis dan membuangnya sembarang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Wanita Malam
9.8
Sania memulai hari dengan terburu-buru saat Gevan, kakak kelas populer, menjemputnya di kos. Kedatangan mereka di SMA Brawijaya memicu kehebohan, membuat Sania merasa jadi pusat perhatian. Namun, suasana tenang di kelas XI IPS 2 terusik oleh Bara, murid baru pindahan yang dingin dan misterius. Pertemuan pertama mereka diawali ketegangan saat Bara membongkar kebohongan Sania di depan guru. Di antara pesona Gevan dan sikap sinis Bara, kehidupan sekolah Sania kini tak lagi sama.
Sampul Novel Dibenci Keluarga Mertua
8.1
Ayu selama ini tegar menghadapi kebencian ibu mertua dan adik iparnya. Namun, kesabarannya runtuh saat Wahyu, suaminya, terbukti berselingkuh. Meski Wahyu menyesal dalam diam, sang ibu justru mendesaknya menceraikan Ayu demi wanita lain bernama Vina. Merasa dikhianati dan terus dihina sebagai wanita kampungan, Ayu akhirnya memilih pergi. Ia pun meluapkan kemarahan besar dan bersumpah bahwa hidup keluarga yang menyakitinya tidak akan pernah tenang lagi.
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Citta Buwana menghadapi masa magang yang berat sebagai sekretaris William Rustenburg. Bagi William, Citta hanyalah bawahan tidak kompeten yang selalu menjadi pelampiasan emosinya. Ketegangan memuncak saat William mengetahui rencana perjodohan mereka yang diatur sang ayah, Johan. Meski William terus memberontak dan mempermalukan Citta, Johan tetap teguh pada pilihannya. Mampukah pengabdian dan pengorbanan mengubah kebencian menjadi cinta dalam ikatan paksa ini?
Sampul Novel Jodoh Terpilih
8.4
Mentari yang memiliki keterbatasan terpaksa menanggung beban kesalahan saudarinya, Bulan. Setelah tertangkap basah oleh warga saat bermesraan dengan Arjuna, Bulan justru menghindar dari pernikahan dengan menunjuk Mentari sebagai pengantin pengganti. Padahal, Bulan dan Arjuna sebenarnya saling mencintai namun belum siap berumah tangga demi mengejar karier. Akankah Mentari menemukan kebahagiaan dengan pria asing tersebut saat cinta Bulan dan Arjuna teruji?
Sampul Novel Ketulusan Cinta Amira
7.9
Demi kesembuhan ibunya, Amira berjuang keras mencari biaya hingga takdir mempertemukannya dengan Ziyan. Setelah menyelamatkan putri pria duda tersebut, Amira pun dipercaya menjadi pengasuh sang anak. Namun, ketenangan hidupnya terusik saat Dimas muncul. Ternyata, adik kandung Ziyan itu adalah mantan kekasih Amira yang dulu pernah ia sakiti. Rahasia masa lalu mereka kini mengancam posisi Amira di tengah keluarga besar Ziyan yang baru ia kenal.
Sampul Novel Mas, aku lelah
9.0
Kayara Adeluwis terpaksa menikahi Steven Alexander demi menggantikan kakaknya, Kalisa, yang kabur sebelum pernikahan. Dua tahun hidup dalam ikatan tanpa cinta, Kayara gagal meluluhkan hati dingin suaminya hingga ia merasa sangat lelah. Namun, Steven menolak bercerai sebelum Kalisa ditemukan kembali. Terjebak dalam pernikahan penuh konflik dan gairah, mampukah Kayara lepas dari jeratan Steven, atau justru ia akan selamanya terperangkap dalam hubungan menyakitkan ini?