Sampul Novel Cahaya Pelangi dari Surga

Cahaya Pelangi dari Surga

8.0 / 10.0
Dalam Cahaya Pelangi dari Surga, Rubby terjebak antara janji Rain dan pesona Halilintar yang penuh niat buruk. Di tengah siksaan ibu tiri, ia harus memilih pendamping hidup. Baca romance novel ini di platform web novel kami untuk mengikuti kisah modern penuh pilihan sulit.
Ringkasan Cahaya Pelangi dari Surga
Hidup Rubby dipenuhi derita akibat siksaan ibu tirinya. Di tengah luka itu, Rain hadir menawarkan cinta tulus sebagai sahabat setia. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, Rubby justru dipaksa menikah dengan Halilintar yang menyimpan niat jahat. Meski berbahaya, pesona Halilintar tetap menggetarkan hati Rubby. Kini ia terjebak dalam dilema besar. Antara janji setia Rain dan daya tarik Halilintar, siapakah yang akhirnya Rubby pilih untuk sisa hidupnya?
Baca Selengkapnya

Cahaya Pelangi dari Surga Bab 1

Pecahan gelas membentur lantai marmer, serpihannya menyebar, berbunyi begitu nyaring. Gadis bersurai hitam tersentak kaget. Anak berumur sepuluh tahun itu, hanya diam mematung menyaksikan pertengkaran hebat kedua orang tua.

"Jangan kau pikir aku tidak tahu, kau berselingkuh dengan pria itu!" Suara bariton memecah kebisuan malam.

"Astaghfirullah, Mas. Kau jangan membalikan fakta. Jelas-jelas aku melihat kau bersama dengan tetangga kita!" sahutnya dengan mata yang menyala.

"Berhenti menuduhku, Sharena!" bentaknya.

Tamparan keras melayang menyentuh pipi mulus istrinya. Wanita berambut hitam panjang tersungkur ke lantai dengan memegangi bibirnya yang berdarah.

"Mamah!" pekik anak kecil berumur sepuluh tahun. Ia berlari menuruni tangga, hendak menghampiri ibunya. Namun, urung dilakukan.

"Kau dekati ibumu, aku pastikan kau akan bermalam di gudang bawah tanah!" ancam pria paruh baya itu.

"Kau tidak pernah berubah, Mas. Kau akan menyesal jika terus seperti ini!"

"Ya, aku menyesal karena telah menikahimu, Sharena! Aku semakin yakin, bahwa anak itu bukan anakku!" Pria itu mengacungkan jari telunjuk, mengarahkan pada gadis yang sedang menangis tergugu, di anak tangga ke tiga.

"Cukup, Mas. Cukup!" jerit Sherena. Bulir suci membasahi pipi, tetesannya menunjukan rasa perih yang mendalam.

"Pergilah, kau bebas sekarang! Silahkan, kau bersenang-senang bersama selingkuhan berkedok sahabat itu!"

"Demi Tuhan, aku tidak pernah selingkuh. Percayalah, dia anakmu!"

"Cukup, Sherena! Pergi!" Brahma menendang tubuh istrinya, hingga meringkuk di lantai.

Sherena kembali bangkit dan menatap suaminya dengan mata yang menyala dan basah oleh air mata.

"Jika benar dia bukan anakmu kau boleh buang kami, tapi aku mohon jangan menuduh tanpa bukti. Aku ingin kau tes DNA!" tekan Sherena menggoyang kaki Brahma.

"Tidak!" Brahma menepis tangan Sherena.

"Kenapa kau begitu egois, Mas!?"

"Kau yang egois, sekarang enyahlah dari hadapanku, Sherena. Aku sudah jijik melihat wajahmu!" usir Brahma tanpa ampun.

Brahma pergi meninggalkan Sherena yang masih bercucuran air mata. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu, menangis dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Dia menutup wajah dengan kedua tangan. Sherena batuk hingga mengeluarkan darah. Dia menatap tangannya yang penuh darah dengan nanar.

Sherena merahasiakan penyakit kanker yang diderita dari suami dan anak. Dia tidak ingin mereka tahu, selama ini Brahma menuduh dia berselingkuh. Padahal pria yang dituduh adalah sahabat yang setia, menemani dan membiayai pengobatan penyakit Sherena. Brahma terlalu pelit mengeluarkan uang untuk pengobatan.

Anak kecil yang sedari berdiri memaku itu berjalan menghampiri, Sherena segera mengusapkan tangannya yang dipenuhi darah pada celana Kulot yang dikenakan.

"Mamah," panggilnya. Dia ikut duduk di samping ibunya. "Apa benar aku bukan anak papah?" Wajahnya terlihat sendu.

Sherena memeluknya dengan erat. Mencium beberapa kali pucuk kepala putrinya. Sherena melepas pelukan, memegang kedua bahu putrinya dan berkata.

"Anakku, Rubby," ucapnya. Ya, anak kecil berumur sepuluh tahun itu, bernama Pelangi Mekka Rubby.

"Dengarkan Ibu, Nak. Kau itu anak papahmu. Percayalah, Mamah tidak pernah selingkuh." Mata Sherena Kembali berkabut, hujan turun dari kelompok mata.

"Mamah, jangan nangis." Bibir Ruby bergetar menahan sesak, ibu jarinya yang lentik mengusap wajah ibunya. "Rubby percaya pada Mamah," ucap Rubby.

Sherena kembali memeluk anaknya dengan erat. Menumpahkan rasa sesak, yang menguasai hati selama dua belas tahun. Sherena kembali melepas pelukan, menatap lekat darah dagingnya yang terlihat cantik dan manis.

"Nak, dengarkan ibu baik-baik," serunya. Rubby pun mengangguk.

"Jika ibu tidak ada, tolong jaga papahmu. Jangan tinggalkan dia apapun yang terjadi. Kau mengerti, Nak?"

"Memang, Mamah mau kemana?" Rubby bertanya dengan wajah yang polos.

"Mamah harus pergi, jadi berjanjilah padaku, agar Mamah bisa tenang." Sherena mengacungkan jari kelingking ke udara. "Janji!" Wanita ini tersenyum dipaksakan.

"Aku, janji, Mah." Rubby melingkarkan jarinya.

"Anak pintar." Sherena mengacak rambut hitam putrinya.

"Jaga dirimu baik-baik, Nak. Mamah pergi dulu ya." Sherena beranjak dari duduk. Dia berdiri. Rubby menahan tangan wanita ini. Namun, dengan kasar Sherena menepisnya.

"Maafkan Mamah, Nak. Mamah harus pergi." Sherena berlari dengan menangis, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Mamah jangan pergi!" Rubby berteriak mengejar Sherena. Namun Sherena sama sekali tidak berbalik.

"Mamah!"

"Biarkan dia pergi, Rubby! Dia bukan ibu yang baik!" Brahma berteriak menahan langkah Rubby.

Sherena menghentikan langkahnya saat suaminya mengatakan kata yang menyakitkan. Sherena menggelengkan kepala dan meninggalkan rumah ini dengan membawa segudang luka. Rubby terus menangis, melihat kepergian ibunya dengan bersandar di daun pintu.

"Mamah." Rubby bergumam lirih.

"Rubby, masuk!" bentak Brahma.

*

Mentari datang menyapa bumi, sinar keemasan mulai menembus ranting-ranting pohon. Kicauan burung terdengar syahdu, pagi yang indah. Pintu rumah Rubby digedor dengan sangat kencang. Rubby tersentak dari lamunan, sejak semalam dia tidak dapat memejamkan mata—menangisi kepergian Sherena.

Rubby menyibakan selimut yang menutupi tubuh. Dia beranjak dari tempat tidur. Menuruni tangga dengan tergesa. Dia melihat Brahma sedang berdiri di ambang pintu, berhadapan dengan pria asing. Rubby menghentikan langkah, tubuhnya ambruk. Dia bersimpuh di anak tangga saat mendengar pria asing itu, mengatakan ibunya ditemukan di tepi pantai dengan sudah tidak bernyawa. Mendengar itu, Rubby berlari menghampiri sang ayah dan memeluknya. Menumpahkan rasa sedih. Namun, dengan cepat Brahma menjauhkan tubuh Rubby. Berlalu meninggalkan Rubby tanpa sepatah katapun.

Rubby duduk di lantai, menangis sendiri dengan memeluk lutut dan membenamkan wajah di antaranya. Tidak ada lagi tempat bersandar dan berbagi, Sherena kini telah pergi dan tak akan kembali.

Seorang anak kecil seusianya berdiri di belakang Rubby, mengusap lembut pucuk kepalanya. Gadis kecil ini mendongak, matanya yang berair menangkap sosok pria yang sangat dikenal.

"Rain?" gumamnya.

Ya, anak lelaki berusia sepuluh tahun itu, bernama Rain Suryadharma—sahabat Rubby.

"Apa kau tidak berniat pergi ke pantai, melihat ibumu?" Rain memiringkan wajah ke satu sisi. Ibu jari mengusap sudut mata Rubby yang masih dipenuhi air mata.

Rubby memeluk tubuh Rain dengan erat. Menumpahkan kesedihan di bahu Rain.

"Mamah udah tidak ada, aku harus bagaimana?" lirih Rubby, suaranya bergetar.

"Jangan takut, kan, ada aku." Rain mengusap lembut pucuk kepala Rubby.

"Aku tidak akan pergi, Rubby. Aku berjanji," ucap Rain. Melepaskan pelukan dan tersenyum manis menatap wajah Rubby yang berair.

"Ayo kita lihat ibumu."

Rubby mengangguk cepat.

Mereka pergi ke Pantai yang tidak jauh dari rumah. Rain tahu kabar duka itu dari ayahnya—Dharma.

*

Pusara Sherena masih basah. Belum genap satu bulan, Sherena meninggal. Brahma sudah menikah dengan janda beranak satu. Rubby tidak terima semua ini. Dia mengacaukan pesta pernikahan Brahma. Rubby membanting apa saja yang ada di lantai dua. Hal itu membuat Brahma marah dan murka.

Brahma naik ke lantai dua dengan langkah cepat. Menyeret Rubby masuk ke dalam kamar. Membanting tubuh mungil itu ke lantai hingga tersungkur.

"Apa kau sudah gila, hah!" bentak Brahma. Rubby semakin menangis tergugu saat tamparan mendarat di pipinya yang basah oleh air mata.

"Rubby tidak mau ayah menikah lagi, aku mohon." Rubby bersimpuh di kaki Brahma.

"Lepaskan!" Brahma menendang perut Rubby hingga tersungkur.

"Suka atau tidak, aku akan tetap menikah!" Brahma berbalik hendak meninggalkan Rubby.

"Aku mohon." Rubby menahan kaki Brahma dengan kedua tangan.

"Rubby lepaskan!" Tangan Brahma terangkat di udara siap melayang ke pipi Rubby.

"Mas, jangan!" Wanita calon pengantin itu menahan tangan Brahma. Perlahan tangan itu turun.

"Kau lihat Rubby. Calon ibumu sangat baik," ucap Brahma dengan berlalu.

Wanita bergaun putih itu tersenyum menyeringai saat Brahma pergi. Dia berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke arah Rubby.

"Rubby sayang, sebaiknya kau menurut padaku atau aku bisa saja membuat, ayahmu sangat membenci dirimu, kau paham?" ancamnya dengan mencengkram dagu Rubby.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cahaya Pelangi dari Surga

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Hot Love - Gairah cinta sesama wanita
7.8
Kara, mantan karyuki yang kini kaya raya, menjadi incaran FBI setelah suaminya tewas dalam kecelakaan pesawat di New York. Pimpinan FBI, Carlos, mencurigai Kara sebagai dalang teror tersebut. Di tengah penyelidikan, Kara menjalin cinta terlarang dengan notarisnya, Rose, dan mengaku telah menyabotase pesawat itu karena dendam. Rose meminta bantuan pengacara hebat, Rebeca, yang justru turut jatuh hati pada Kara. Kini, mampukah Rebeca melindungi kekasihnya dari ancaman hukuman mati?
Sampul Novel Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas
8.9
Dikhianati Callan karena dianggap mandul, Amy memilih bercerai dan menghabiskan malam panas bersama seorang gigolo sebelum mengasingkan diri. Enam tahun berlalu, ia kembali membawa kejutan: enam anak kembar yang menggemaskan. Namun, Amy terkejut saat mengetahui bos barunya di NorthHill adalah pria dari masa lalunya itu. Di tengah perbedaan status, mampukah Amy menyembunyikan rahasia besar ini dari sang CEO berkuasa yang selama ini juga dikira tidak bisa memiliki keturunan?
Sampul Novel Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
8.9
Setelah dikhianati sahabat masa kecilnya, Monica menemukan kebahagiaan baru saat Simon, seorang miliarder terpandang, menikahinya. Lima tahun berlalu dalam limpahan kasih sayang, hingga Monica tidak sengaja mengungkap kebenaran pahit. Simon rupanya hanya memanfaatkan pernikahan mereka demi melindungi Cita, wanita yang dicintainya secara rahasia. Menyadari seluruh hidupnya hanyalah kepura-puraan, Monica memutuskan untuk merencanakan kematian palsunya sendiri melalui sebuah insiden tenggelam agar bisa menghilang selamanya.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan secara tradisional di desa meski kehamilannya sangat berisiko. Saat aku memaksanya ke rumah sakit demi keselamatan, dia justru menuduhku sebagai penyebab bayinya lahir prematur dan lemah. Kebenciannya memuncak hingga dia meracuniku. Namun, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu tepat saat dia meminta saran. Kali ini, aku memilih diam dan tidak akan ikut campur. Aku ingin melihat nasibnya tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Pesona Ibu Angkat
8.2
Dewi memilih bungkam seraya merapikan pakaiannya di tepi ranjang meski tubuhnya masih terasa letih. Melihat kondisi itu, Anang berkeras menggendong Dewi kembali ke kamarnya walau sempat ada penolakan. Setelah mengecup kening Dewi sebagai tanda maaf, Anang pun pergi. Pagi harinya, suasana rumah terasa sunyi tanpa hidangan sarapan karena Dewi tak kunjung keluar. Meski masih menyimpan amarah, Tante Lina akhirnya mendatangi kamar Dewi untuk mencari tahu penyebabnya.
Sampul Novel Setelah Kita Bercerai
9.4
Vina harus menghadapi pahitnya perceraian di usia 22 tahun. Perkawinannya dengan Radit hancur karena pengaruh buruk sang ibu mertua yang sejak awal tidak merestui mereka. Merasa dikhianati oleh sikap lemah mantan suaminya, Vina memutuskan untuk membalas dendam. Selama ini ia dianggap rendah sebagai anak janda miskin, namun Vina memilih momen pernikahan baru Radit untuk membongkar identitas aslinya yang mengejutkan di hadapan semua orang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan