Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Buku Harian TKW

Buku Harian TKW

Rendra Pradhana dan Maya Septa bermimpi membangun rumah tangga indah, namun masa lalu kelam menghantui mereka. Kematian Lastri melibatkan ayah Rendra dan memicu kebencian keluarga Maya. Meski berhasil menikah, badai ekonomi dan konflik terus menguji kesetiaan mereka. Demi bertahan hidup, Maya terpaksa menjadi TKW di Malaysia. Benarkah kutukan leluhur Mbah Karso yang menentang persatuan dua keluarga ini menjadi nyata? Akankah cinta mereka sanggup melawan takdir?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Gila! Ide gila macam apa yang kau berikan, Bro? Aku tidak akan pernah menyentuh apalagi mengotori hubunganku dengan Maya!" Rendra tampak kesal dengan ide yang diberikan oleh sahabatnya.

"Hahaha ... Siapa suruh kamu mengotori hubunganmu dengan Maya?" Anton malah tertawa terbahak-bahak.

"Terus bagaimana ceritanya Maya hamil kalau aku tidak menyentuhnya?" Rendra semakin kesal dengan pikirannya sendiri. Dalam pikirannya, jika dia tidak menyentuh Maya, berati orang lain yang akan menyentuh Maya agar Maya hamil.

"Hahaha ... Pasti kamu sedang berpikir jika aku akan menyuruhmu mencari orang untuk menyentuh Maya 'kan? Hahaha ...." Anton melanjutkan tertawanya.

Maya tampak sangat malu dengan pembahasan sensitif seperti ini.

"Kamu memang gila, Mas. Masa iya kamu kasih saran seperti itu sama sahabatmu sendiri!" Sari ikut kesal dengan ide yang diberikan suaminya.

"Sudah May, jangan pikirkan ide bodoh itu!" tambah Sari menenangkan sahabatnya.

"Hahaha ... Kalian sebenarnya mikir apa sih? Mana mungkin aku menjerumuskan sahabatku sendiri! Hahaha ...." Anton masih tertawa terpingkal-pingkal dengan pikirannya sendiri.

"Please, Bro. Kita kasih saran yang realistis. Saran yang tidak merugikan siapapun, terutama Maya." Rendra memegang tangan sang kekasih.

"Tidak ada yang dirugikan, Bro. Hahaha ...." Anton masih saja tertawa melihat Rendra, Maya, dan Sari yang sedang kesal.

"Sudah, Mas! Hentikan ide konyolmu itu. Aku sangat tidak setuju dengan ide itu!" Sari malu dengan ide yang diberikan oleh sang suami.

"Skip ide konyolmu!" tambah Sari memarahi suaminya.

"Oke sekarang kita serius. Dengarkan penjelasanku selengkapnya. Jadi Maya cukup pura-pura hamil anak Rendra saja. Tidak perlu benar-benar hamil." Anton meneguk minuman ditangannya tampak santai.

"Apa maksudnya? Aku tidak paham." Rendra serius mendengarkan ide Anton.

"Ceritanya Rendra berpura-pura dan mengaku kepada orang tua kalian bahwa Rendra telah menghamili Maya. Apapun yang terjadi Rendra ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya. Katamu tadi 'kan ayahmu merasa bersalah sama Lastri, kita lihat apa yang terjadi jika anaknya mengaku melakukan kesalahan yang sama dia lakukan di masa lalu," terang Anton.

"Bagaimana kalau mereka masih menolak hubungan kami? Orang tuaku pasti akan sangat kecewa kepadaku," Maya menatap sendu wajah Rendra.

"Pasti. Itu pasti! Mereka akan kecewa, itu sudah pasti. Tapi mereka akan berpikir ulang dengan kejadian silam yang sudah lama terkubur. Jika orang tua kalian adalah orang tua bijak, maka mereka akan belajar dari kesalahan masa lalu. Tetapi jika mereka orang tua yang tidak bijak, mereka akan melakukannya hal sama kepada anak-anak mereka. Dan ... Damn it! Aku tidak mau mengatakannya, untuk memikirkan hal itu pun aku sudah kesal jika kisah Burhan dan Lastri yang terpisah di masa lalu akan terulang lagi. Di sini bedanya adalah Maya tidak benar-benar hamil." Anton menerangkan dengan serius.

"Jika mereka meminta bukti kehamilan Maya, bagaimana?" Rendra mengeratkan genggaman tangannya untuk sang kekasih.

"Aku ada ide! Pakai testpack ku! Aku baru positif hamil 2minggu lalu. Aku punya tiga testpack untuk kau bawa yang hasilnya positif garis dua," Sari bersemangat memberikan ide.

"Orang tuaku pasti kecewa dan marah besar padaku, karena aku merusak nama baik keluarga!" Maya menundukan wajah.

"Saat mengaku kehamilan Maya, kalian berdua harus bersama. Jangan gentar dengan apa pun yang terjadi. Kalian harus saling menguatkan cinta kalian. Toh, sebenarnya kalian tidak melakukan hal buruk kok!" tambah Anton.

"Baiklah, aku akan memakai ide darimu. Terima kasih, bro! Kau terbaik!" Rendra memeluk Anton sebagai ucapan terima kasih.

-----------------

Rendra dan Maya kini sedikit merasa lega karena mendapat ide dari sahabatnya, walau mereka juga sadar masalah baru akan siap menanti mereka di depan sana.

Sari memberikan testpack miliknya kepada Maya untuk bukti kehamilan palsu Maya ketika Maya dan Rendra berpamitan pulang.

Kini rencana pertama mereka adalah datang ke rumah Maya untuk menemui Yanti dan Handoko, orang tua Maya.

Di depan halaman rumah Maya, sepasang kekasih itu turun dari kendaraan masing-masing.

"Mas, aku takut!" Maya tampak cemas.

"Jangan takut. Ada aku di sampingmu. Apa pun yang terjadi aku nggak akan pernah mundur walau semua orang tidak merestui cinta kita. Ingat jika Tuhan merestui, manusia tidak akan bisa berbuat apapun." Rendra menggandeng tangan Maya dan mengajaknya melangkah ke depan pintu rumah Maya.

Tok ... tok ... tok ...

Rendra mengetuk pintu walau pintu rumah itu saat ini tengah terbuka.

"Assalamu'alaikum ...." Rendra mengucap salam.

"Wassalamu'alaikum ...." Sahut Yanti membalas salam sambil berjalan dari arah dapur. Langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melihat pemandangan di hadapannya saat ini. Iya benar, Yanti melihat Rendra dan Maya berdiri ditengah pintu sambil bergandengan tangan.

"Yah ... Ayah keluarlah! Lihat siapa yang datang!" ucap Yanti masih berdiri mematung sambil memanggil suaminya.

"Siapa yang datang, Bu?" Handoko keluar dari kamarnya dan langsung melihat ke pintu rumahnya. Amarah langsung memuncak ketika ia melihat Rendra.

"Hey, anak muda! Silahkan pergi dari rumah kami! Tidak ada tempat untukmu." Handoko hendak kembali ke kamarnya tapi terhenti oleh ucapan Rendra.

"Aku datang ke sini untuk melamar Maya dan mempertanggung jawabkan perbuatanku!" sahut Rendra yang masih berdiri di ambang pintu bersama sang kekasih.

"Apa maksudmu mempertanggung jawabkan?" Handoko langsung berbalik dan melangkahkan kakinya untuk mendekati Rendra dan Maya, disusul oleh Yanti di belakang Handoko.

"Maafkan saya, Om. Maya telah hamil anak saya usia kandungannya saat ini sudah 2bulan," jawab Rendra.

"Apa kau bilang!" Handoko meraih kerah baju Rendra dan langsung melesatkan pukulannya Beberapa kali tepat di wajah Rendra hingga Rendra terjatuh di depan teras rumah, tentunya Rendra sengaja tidak melakukan perlawanan.

"Ayah ... Hentikan! Tolong, Yah! Hentikan!" Maya merangkul kaki sang ayah dengan ditemani air mata tak kunjung berhenti.

"Sudah, Yah! Sudah! Wajah dia sudah berlumur darah, Yah!" Yanti menarik tangan sang suami.

"Bajingan! Kelakuanmu sama bejatnya dengan ayahmu! Laki-laki sialan!" Handoko tampak sangat kacau.

"Saya akan mempertanggung jawabkan semua perbuatanku kepada Maya, Om!" kata Rendra dengan kondisi wajah memar dan hidungnya mengeluarkan darah akibat pukulan Handoko.

"Brengsek! Itu juga yang dikatakan Burhan kepada Lastri! Tapi kenyataannya berbeda! Lastri mengakhiri hidupnya karena ulah Burhan!" Handoko mengambil posisi akan memukul Rendra kembali, tetapi ditahan oleh Yanti.

"Sudah, Yah! Sudah! Tenangkan diri Ayah! May ajak Rendra masuk dan ambilkan kotak P3K, kamu obati wajah Rendra!" ucap Yanti.

"Baik, Bu!" Maya membantu Rendra berdiri dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.

"Kenapa Ibu malah menyuruh brengsek itu masuk rumah kita?" Handoko masih dipenuhi emosi.

"Yah, tolong Ayah tenangkan diri Ayah terlebih dahulu. Malu sama tetangga jika ribut di depan rumah," Yanti menenangkan suaminya.

"Persetan dengan tetangga, rasanya Ayah ingin menghabisi Burhan dan anaknya saat ini!" Handoko mengambil gunting rumput dan melangkahkan kaki ke dalam rumah dengan dipenuhi emosi.

"Yah ... Ayah! Ayah mau ngapain? Yah, berhenti!" Yanti mengejar sang suami.

=======00000=======

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel Cinta Balas Dendam
8.0
Pasca kematian orang tuanya, Alena Geraldine terjebak dalam pernikahan paksa dengan CEO kejam, Azam Dirgantara, akibat ulah paman dan bibinya. Alena diperlakukan layaknya tawanan tanpa cinta, karena Azam hanya memanfaatkannya demi membalas dendam pada Jonatan. Namun, benih cinta justru tumbuh di hati Alena bagi Azam. Ironisnya, Azam masih terobsesi pada cinta pertamanya. Sanggupkah Alena bertahan saat suaminya sendiri mendambakan wanita lain?
Sampul Novel Cinta Rahasia Berakhir Api Dendam
8.3
Hidupku hancur setelah menyadari bahwa Raja, CEO yang kucintai, hanya memanfaatkanku sebagai pion balas dendam. Pria dingin itu menjebakku ke penjara, merekam momen intim kami, dan membiarkan kekasihnya merusak warisan ayahku. Setelah menderita siksaan kejam di balik jeruji besi atas perintahnya, aku kini telah bebas. Aku kembali ke hadapannya bukan untuk mengemis cinta, melainkan membawa amarah membara demi menghancurkan hidup sang iblis yang telah memusnahkan segalanya.
Sampul Novel Dilema
8.5
Insiden kecelakaan yang menimpa Doni Damara mengungkap rahasia besar yang memicu konflik batin mendalam. Kini ia terjebak dalam pilihan sulit antara tetap bersama Rina, penolongnya, dan Romeo yang sudah menganggapnya ayah, atau kembali pada masa lalunya. Di sisi lain, ada Ibu Marmi, Aida sang istri setia, serta Ajeng yang merindukannya. Akankah Doni meninggalkan keluarga barunya demi mereka? Bagaimana reaksi Rina saat mengetahui kebenaran tentang identitas Doni?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Misi; Mengandung Benih Tuan Vince
9.3
Qiara Selena Odelia mendambakan pernikahan tulus yang dipenuhi kebahagiaan. Namun, ia justru terikat kontrak dengan Vincenzo Nick Emyr, pria dingin yang menutup pintu hatinya akibat luka masa lalu dari cinta pertama. Berawal dari sebuah misi rahasia, keduanya terjebak dalam komitmen formal yang mereka sepakati bersama. Di tengah kepahitan dan trauma Vince, mampukah hubungan sandiwara ini berubah menjadi cinta sejati yang nyata bagi mereka berdua?