
bukan Wanita SIMPANAN
Bab 3
Akibat perbuatan Jozhar, Cashe pun harus menjadi korban dalam hal ini. Tak lama kemudian, para polisi datang untuk melakukan pengamanan atas kejadian tersebut. Ketika melihat beberapa sosok yang terkenal, para polisi ini sedikit heran namun tetap menjalankan tugas dengan cukup baik.
Perkara yang dilakukan oleh Jozhar tentu saja tidak ada kaitannya dalam pertengkaran ini, semua seakan kesalahan dari si penyerang, dan mengingat semua terekam cctv jalan. Sungguh, Jozhar sangat beruntung, kebusukannya tertutupi bahkan diputihkan.
"Mansion Kediaman Keluarga Craig"
Cashe dibawa ke mansion kediaman keluarganya, dan Kings lah yang membawa Cashe ke sana.
Semua berterima kasih pada Kings, sementara posisi Jozhar terancam ditendang dari posisi sebagai calon menantu.
"Sungguh berani membuat putri kami celaka, hanya karena perbuatanmu! Apa kau tahu, perbuatanmu dapat menghancuurkan martabat keluarga yang selama ini terjaga!" Bentak Grandpa Craig yang jauh lebih emosional.
"Ampuni aku Grandpa, sungguh ini hanyalah fitnah untukku... aku tidak mengira, jika Cashe akan seperti ini."Jozhar terus memohon pada keluarga Craig. Karena di sini lain, Jozhar sudah menaruh rasa suka pada Cashe.
"Grandpa, daddy dan mommy... juga semua yang ada di sini, aku umumkan bahwa aku tidak akan dengan pria penipu dan pecundang seperti ini." tegas Cashe sembari menunjuk ke arah Jozhar.
Cashe selalu berada di dalam pembelaan Grandpa Craig.
"Aku tidak sudi cucu perempuanku harus menikah dengan pria pecundang sepertimu." Tegas Grandpa Craig.
"Maaf tuan, pernikahan tidak bisa dibatalkan begitu saja. Apa yang akan dikatakan media bahkan masyarat, jika kedua belah pihak keluarga membatalkan pernikahan secara tiba-tiba. Terlebih lagi, kita sesama keluarga bangsawan terhormat, bukan?" ucap Mrs. Ebbie, ibu dari Jozhar.
"Kau sebagai wanita, harusnya sadar, bagaimana mungkin kami menikahkan putri semata wayang kami dengan pria seperti Jozhar! Ini sangat memalukan!" Timpal Mrs. Craig, ibu dari Cashe.
Suasana pun kian memanas, ketika Jozhar mulai mengatakan hal buruk tentang Cashe.
"Hanya karena satu kesalahanku, semua menjadi hancur?bukankah, itu hanya masa laluku, dan aku tidak pernah menghamili siapapun. Sedangkan kau Cashe, kau seorang pria di club malam, kau bahkan sering berada di club demi kesenangan pribadimu. Apakah itu tidak sangat memalukan? Namun, aku masih menerimamu dan memaafkanmu, bukan?" ucap Jozhar yang mulai memprovokasi keluarga mereka.
Semua tegang dan tetapan tajam mengarah ke Cashe. Karena sudah begini, Cashe pun tidak ingin lagi menutupi segalanya.
"Cashe, katakan yang sebenarnya, jika itu salah, maka mereka akan menanggungg fitnah keji ini. namun, jika semua itu benar, kau akan menerima akibat dari tindakan memalukanmu." Tegas Mr. Craig, ayah Cashe.
"Benar. Aku memang kerap kali pergi ke club malam dan menyamar sebagai orang lain, aku berpenampilan layaknya masyarakat sipil pada umumnya dan tak ada yang tahu aku sebenarnya. Mengenai aku bersama pria, itu semua tidak benar. Karena jika ada, itu adalah klienku." Ucap Cashe setengah gemetar.
"Tapi, Jozhar juga sudah bermain gila dengan para wanita di club malam, aku melihatnya sendiri!" bentak Cashe. Lalu Jozhar dengan tampang tidak tahu malu pun melakukan pembelaan diri.
"Cukup!"
"Mengapa kau melakukan hal ini pada keluargamu Cashe! Apa kau tahu, betapa sulitnya keluarga ini menjaga martabat agar tetap baik?" Tegas Mr. Craig dan tiba-tiba tangan itu dengan ringan memukul wajah cantik Cashe.
Plak!
Mr. Craig melayangkan telapak tangannya ke wajah cantik Cashe.
"Pernikahan ini dibatalkan, apapun risikonya! Kau, kau hanyalah lintah busuk yang mencoba memporak porandakan keluarga kami. Mulai detik ini, keluarga kami menutup komunikasi dengan kalian para penipu!" Bentak Grandpa Craig.
"Baiklah, jika seperti itu! Untuk ke depannya, didiklah putri anda dengan baik, karena bisa saja putri anda sendirilah yang akan menghancurkan anda!" Tegas Mrs. Ebbie lalu melangkah pergi.
Jozhar beserta ibunya pun pergi dengan cara tidak hormat. Sementara itu, Jozhar pun tentu akan tetap berada di dalam masalahnya sendiri, dan segala tipuannya pada keluarga Craig.
.
.
Cashe masih berdiri tegak setelah tamparan dari ayahnya.
"Kau sangat mengecewakan kepercayaan kami padamu, Cashe... kau tidak perlu lagi menjadi asisten pengacara itu! Karena alasan pekerjaan, kau mulai pintar berbohong!" Bentak Mr. Craig.
"Maafkan aku daddy, mommy, grandpa dan semuanya... aku hanya ingin menjalani kehidupan normalku. Kumohon, jangan berhentikan aku dari pekerjaanku..." ucap Cashe sembari tersungkur di hadapan seluruh anggota keluarganya.
"Kau tidak perlu mendikte daddy, kau sebaiknya renungkan tindakan bodohmu itu. Kembali ke kamarmu!" Bentak Mr. Craig.
Cashe pun melangkah pergi dengan perasaan hancurnya. Hanya karena hal ini saja semua sudah rusak. Lalu, bagaimana jika keluarganya mengetahui kenyataan cinta satu malam Cashe bersama Kings itu...
***
Meski sedang berada di dalam pengawasan ketat,Cashe akhirnya kembali diijinkan untuk tetap bekerja. Semua berkat kebaikan hati Grandpa Craig yang berusaha membujuk Mr. Craig.
Semua media pun mulai memberitakan tentang batalnya pernikakan Cashe bersama Jozhar. Semua cukup heboh namun tetap kembali normal, dan hal itu tidak berselang lama. Cashe pun harus tebal wajah, dalam menghadapi segala pandangan miring orang-orang pada dirinya.
Mulai sejak itu, Kings kerap kali bertemu dengan Cashe, dengan alasan untuk urusan pekerjaan. Semua berjalan dengan cukup baik, dan cara Kings pun cukup sopan. Hingga suatu ketika, Kings akhirnya bicara terus terang akan kebenaran sebenarnya.
Kebenaran apakah itu...
Tepatnya di area sisi kota A.
"Kurasa, kita sudah cukup aman untuk saling bicara." Ucap Kings yang terlihat serius.
"Ah, ya." Balas Cashe.
"Nona, bisakah aku mengenalmu lebih dekat lagi?" tany Kings yang terlihat sangat serius.
"Apa maksud ucapan Tuan Kings? Apakah serius dalam hal pekerjaan kita?" balas Cashe dengan senyuman lembut.
"Kumohon, ijinkan aku untuk menyukai Nona dan rasa suka ini tidaklah biasa." Ucap Kings terus terang.
Cashe terdiam sejenak, apakah ini terlalu cepat baginya.
"Bukankah tuan sendiri sudah mengetahui, jika aku tidak lama ini baru saja batal menikah?" Tanya Cashe gugup.

"Aku tahu semua itu, bahkan aku sudah tahu semua hal yang sebenarnya tidak dapat kau ungkapkan pada semua orang." Ucap Kings.
Tatapan Cashe pada Kings berubah tegang, dan seakan ucapan Kings mengarah ke kejadian malam itu.
"AKu ingin bicara di dalam mobil." Kings meraih tangan Cashe menuju ke arah mobil. Mereka hanya pergi berdua tanpa ada pengawalan khusus, namun Kings kini mulai terpengaruh kebiasaan unik Cashe. Yaitu suka menyamarkan penampilannya ketika berada di lingkungan luar.

***
Keduanya pun pergi dan kini berada di dalam mobil dan di area lapangan nan luas.
"Apa kau sungguh tidak mengingatku?" Tanya Kings serius. Cashe pun menggeleng.
"Nona Cashelie Craig, apakah benar-benar sudah melupakan pria yang bercinta denganmu di club' malam, pada malam itu?" Tanya Kings lagi.
Seluruh tubuh Cashe seakan tegang dania merasa gemetar hebat, seluruh aliran darahnya mengalir tak biasa.
Kings pun menunjukan sebuah video singkat ketika Cashe sedang berada di dalam pengaruh alcohol. Hingga akhirnya, Cashe benar-benar mengingat segalanya. Setelah sekian lama bersama dan saling mengenal. Akhirnya Cashe baru mengetahui, bahwa Kings ialah pria yang bercinta dengannya dan juga telah merenggut keperawanannya.
"Tidak mungkin itu tuan..." ucap Cashe menggeleng tak percaya. Mendengar hal itu Kings menjadi sangat marah.
"Kaulah yang sudah menyeretku sejauh ini, lalu kau ingin aku terus berpura-pura lupa?" Ucap Kings, kemudian meraih tengkuk leher Cashe.
"Akan kubuat kau mengingatnya!" Ucap Kings dan terus mencumbu CAshe dengan penuh gairah yang sudah membuatnya pening.
Cashe berusaha melawan, namun Kings juga ialah seorang mantan altit bela diri dan hingga kini masih aktiv berlatih.
"Lepaskan! Lupakan semua itu! Mulai detik ini, anggap semua hanyalah masa lalu dan jangan pernah usik kehidupanku lagi!" Tegas Cashe sembari menyentuh bibirnya. Sementara itu, Kings terlihat terluka di bagian bibirnya, akibat gigitan dari Cashe.
"Aku mencintaimu." Ucap Kings tiba-tiba, dan tentu saja CAshe tidak secepat itu percaya.
"Apakah, kau ingin mengatakanku pembual, huh! Ingat, kau yang sudah menodaiku terlebih dahulu." Ucap Kings mengejek. Hal itu membuat Cashe kian marah.
****
Anda Mungkin Juga Suka





