
Bukan Supir Biasa
Bab 2
Setelah sampai dirumah Ellia, Deni menunggu sejenak dan wanita yang ditunggu sudah siap untuk urusannya.
"Wah, Rapi ya mas Deni malam ini." sambil tersenyum tipis Ellia menyapa.
"Dengan senyuman Deni menjawab " Eh, iya "
"Mau diantar kemana Ellia," tanya Deni
"Ke Potato head, nanti ikut masuk ya mas, saya ketemu sama teman, mas Deni santai aja, kalau mau makan sama minum pesan aja," ucap Ellia dengan santai.
Sesampai ditempat tujuan, Ellia bertemu beberapa temannya.
Deni memesan minuman dan cemilan sambil menunggu yang diantar selesai urusan.
Pesan Wa masuk dari Ellia, "Mas Deni bisa kesini?"
"Siap." balas Deni singkat.
Lalu Ellia mengenal kan Deni kebeberapa temannya, ya sebagai supir online dan offline,
Dan beberapa teman Ellia meminta nomor Deni, Deni senang walaupun dikenalkan sebagai driver online dan bisa offline.
Menambah pelanggan, padahal hati pengen di kenalin jadi gigooollooo gitu hahahahaha gak gess belum sampe sana, Setelah acara ketemua Ellia selesai, Deni melajukan mobilnya lagi ke tempat tujuan kedua Ellia,.
Deni sambil mengucapkan terimakasih,
"Makasih ya Ellia dah dikenalkan keteman-temannya"
"Makin banyak pelanggan offline malahan makin banyak rejeki," ucap Deni ke Ellia
"Owh iya mas, tadi aku di tanya sama siapa, aku jawab, mungkin mereka mau kemana bisa langsung hubungi mas Deni sendiri , aku ceritain kok, mas Deni enak di ajak ngobrol , wawasan bagus dan mantan pengusaha lho." ucap Ellia.
"Sekalian promosiin mana tahu butuh ya kan mas," tambah Ellia.
"Iya Ellia. makasih ya." ucap Deni sembari senyum
"Iya mas Deni semoga bisa sukses kembali dan banyak rejeki ya mas, semangat" Ellia menyemangati.
sesampai ditempat tujuan kedua, terlihat Ellia memasuki Cafe dan bertemu seseorang, dan Deni diminta bebas mau ngapain disitu, nanti klo dah selesai di hubungi.
Sambil menunggu, Deni melihat ada seorang wanita muda yang sedang bersama 2 pria asing, melayani mereka menuangkan minuman, dan ngobrol seru, sepertinya wanita itu ya bekerja disitu untuk melayani tamu,
Deni sering memandang ke arah gadis itu, Deni melihat wajah yang manis dan tidak terlihat ada rona kenakalan diwajah itu. tetapi bekerja melayani tamu. hati Deni tertarik untuk mengenal wanita itu, sembari menunggu dan memperhatikan wanita itu Ellia mengirim pesan sudah selesai dan Deni pun sudah bersiap .
Terlihat Ellia keluar dengan 2 pria bule, dan Ellia memberi tahu Deni untuk di antar kerumah nya, di dalam mobil Ellia memberi tahukan deni "Yang duduk disampingnya mantan suaminya dan didepan disamping deni, adik mantan suaminya, sedang berkunjung ke Bali."
Terdengar percakapan mereka, walaupun berbahasa asing Deni juga mengerti, Bule itu menanyakan Perihal anaknya, ternyata Ellia memiliki anak dengan Bule itu, dan bule itu kangen mau bertemu anaknya,.
Sesampai dirumah Ellia. Deni sudah menyelesaikan pekerjaannya malam itu Ellia memberikan 3 lembar uang dan tips 100us@3lbr
"Kebanyakan Ellia " ucap Deni tersenyum.
"Gak apa-apa, Rejeki mas Deni, makasih ya udah ngantarin saya dan nungguin," ucap Ellia
"Saya yang terima kasih " ucap Deni dengan senyuman lebar.
Dan setelah itu Deni melanjutkan perjalanan, ingin kembali ketempat dia melihat gadis di cafe yang melayani tamu tadi, di tengah perjalanan ada telpon masuk dari teman Ellia yang di tempat tujuan pertama
(Hallo) ucap Deni di telpon.
(Halo, mas deni bisa jemput saya di tempat tadi), ucap wanita yang menelpon.
(Tadi saya baru wa Ellia katanya udah sampe rumah dan mas Deni diperjalanan) ucap wanita itu lagi.
(Baik saya kesana sekarang) balas deni mengakhiri panggilan telp tadi.
Akhirnya Deni batal untuk melihat wanita yang mencuri perhatiannya tadi, angsung menuju tempat dimana pelanggan kedua menelpon.
Sesampai ditempat tujuan, Deni mengabarkan bahwa dirinya telah sampai.
Terlihatlah seorang wanita yg kira-kira berusia hampir 40th tetapi tetap terlihat menarik.
"Mas deni, makasih ya sudah mau jemput" ucap wanita.
"Iya bu, ini tugas saya, emang saya cari rejeki Bu," balas Deni lagi,
"Jangan panggil Bu donk mas deni," ucap wanita itu.
Dalam hati Deni, apakah wanita sekarang gak mau di panggil ibu,
"Owh iya, saya manggilnya apa. kak atau mba ?" tanya Deni.
"Hhmmmm panggil Lisa aja, nama saya Lisa, " ucap wanita bernama lisa itu.
"Aduh apa saya sopan manggil nama, mba aja ya,, mba lisa, " ucap Deni lagi.
"Iya deeh mas. " jawab wanita itu.
"Kita mau kemana mba?"
"Temanin saya ngobrol mau mas Deni?, saya lagi bosan mau balik kerumah " ucap wanita itu.
"Boleh Mba, kita kemana,? "
"Terserah mas Deni, cari tempat yang enak buat ngobrol " pinta mba Lisa ke Deni.
"Siyap, laksanakan" tegas Deni sambil tersenyum.
Deni sangat ramah dengan pelanggannya dan tak terlihat lelah saat bekerja, Deni semangat mencari rejeki agar bangkit kembali, Deni tipe penyayang keluarga, walaupun tidak setia, dia sangat penyayang itu inti nya :D hehehe
Deni mengarahkan mobil ke sebuah cafe, yang tenang, dan hanya suara musik yang romantis. tidak ketempat yang sangat berisik, Deni bertujuan mendengarkan cerita wanita yang mengajaknya Ngobrol ini, "Kita dah sampai mba. yuk " ucap Deni dengan senyuman.
Mereka memasuki cafe dan memesan makanan ringan dan minuman sesuai selera, dan Deni mendengarkan curhatan dari mba lisa yang panjang dan lebar. kali tinggi dan luas, hehehe
Deni tipe pria yang bisa diajak cerita dalam suasana apa saja, romance, olahraga apa aja, dia tipe yang bisa menyesuaikan, dan rata rata teman ngobrol senang padanya.
Mendengar curhatan Mba Lisa, yang menceritakan kisahnya yang panjang x lebar + tinggi itu deni menyikapi secara dewasa dan bijaksana. dan mba Lisa sangat nyaman berbicara dengan deni.
"Kamu disini, hanya kerja jadi supir ya mas deni," tanya mba Lisa.
"Iya mba sementara hanya itu yang bisa saya lakukan" jawab Deni.
"Mobil sendiri?" tanya mba Lisa lagi.
"Bukan mba, saya sewa bulanan, saya datang kesini bawa uang pas pasan aja"
Jam menunjukkan pukul 3 dan mereka masih asik bercerita, Deni enggan menanyakan apakah mba Lisa belum ngantuk, Diai terus menemani dan mendegarkan cerita dari mba Lisa.
Mbak Lisa juga seorang janda, suaminya dulu Bule dan anak-anaknya ikut ayahnya, memilih tinggal di luar negeri. mba Lisa tinggal di Bali sendirian, kesepian dan sering pulang hampir pagi , ya mencari ketenangan dan menurut Deni ketenangan gak akan didapatkan dengan cara seperti itu.
Belum ada pembicaraan ke arah aneh aneh, semua masih berjalan normal, dan mbak Lisa mengajak Deni untuk istirahat dirumahnya dan besok minta diantarkan keluar lagi, Deni dengan sopan menjawab,
"Gimana kalau saya antar mba Lisa pulang, Besok saya jemput lagi."
"Apa gak capek mas Deni bolak balik, kan jauh kost nya sama Rumah saya " pinta mbak Lisa
"Gpp mbak, gak jauh kok, kan emang kerjaan saya." jawab deni dengan senyuman tipis.
"Oke lah kalau gitu, yuk kita jalan sudah hampir pagi,"
Deni melajukan kendaraannya ke rumah dimana mbak Lisa tinggal, terlihat dari rumah yang ditempati mbak Lisa.
Mba Lisa wanita mapan, sesampainya mba Lisa memberikan uang yang lumayan banyak ke Deni $300 sama seperti yang Ellia berikan,.
Dan Deni melanjutkan perjalanan pulang ke kostnya, Diai bersyukur malam ini dapat rejeki yang lumayan banyak dalam kondisinya seperti saat ini, Deni terlihat bahagia dan senang besok bisa mengirimkan uang buat anak istri tercinta, lumayan cukup untuk mereka disana.
Sesampai di kost Deni terlihat langsung merebahkan diri dan tertidur pulas.
Alarm yang di setel deni berbunyi jam 11.00 wib
Deni berdiri kekamar mandi. dan bersiap siap lagi. sebelum pergi Deni bertemu dengan Ja'i dan Emil.
"Om, pulang pagi ya?" tanya mereka,
Iya semalam ada ngantarin pelanggan, sekalian nungguin sampe pagi, owh iya ini ada rejeki buat makan siang, Deni mengeluarkan uang 200rb buat teman kostnya, yang awalnya membantu Deni saat datang di Bali.
"Makasih om," ucap mereka.
"Sama-sama, om jalan lagi ya, ada ngantari pelanggan lagi. " ucap Deni ke 2 teman kost nya
"Siap om, hati-hati semoga banyak rejeki" Doa mereka buat Deni.
Aamiin
Deni melajukan mobilnya menuju penukaran uang dan mengirimkan uang ke Istrinya, sambil menelpon.
"Ma, ini ada rejeki, mudahan kalau lancar papa kirim tiap hari ya, di tabung mana tau bisa beli rumah kecil. kalau dah ada rumah dan modal papa pulang," ucap Deni ke istrinya dengan nada ceria dan bahagia.
"Alhamdulillah pa, semoga lancar ya, hati-hati dan jaga kesehatan, kami rindu papa" ucap dan Doa istri.
"Papa juga ma, lopyu sayang."
Dan Deni melanjutkan perjalanannya kerumah Mbak Lisa yang minta diantarkan kebeberapa tempat,
Mbak Lisa bisa saja punya supir pribadi, tetapi dia tidak melakukan hal itu, mungkin dia ingin merasakan kebebasan, pikir Deni diotaknya
Sesampai di rumah mbak Lisa, Deni menunggu dan di buatkan kopi oleh ART mbak Lisa.
Setelah Mba Lisa siap Deni mengantarkan mbak Lisa ke tempat yang hendak di kunjungi.
Beda dengan Ellia, mbak Lisa mengaggap Deni lebih dari supir, kemana pun mbak Lisa, Deni diajak ikut bersama.
Makan berdua dan belanja pun Deni ikut menemani, batin deni menganggap, karena usia mbak Lisa lebih tua, jadi lebih menghargai saja tidak ada maksud lain, batinnya berkata.
Tak terasa sudah jam 7 malam. dan Mba Lisa minta Deni menemaninya cerita-cerita lagi.
Dan Deni pejuang yang sedang mencari Nafkah selalu mengiyakan.
Tapi kali ini mbak Lisa mengajak Deni ke villa miliknya, Dia memiliki vila kecil yang disewakan, dan malam ini mbak Lisa ingin memakai sendiri Villa miliknya.
Kami mengobrol disana, di Villa mewah milik Mbak Lisa.
Mbak Lisa bertanya serius pada Deni,
"Mas Deni, saya pakai jasa mas Deni Seminggu ya. Nemani saya, nganterin kemana saya pergi dan teman ngobrol saya,"
Deni terdiam, dan reflek dari mulutnya, "Baik mbak."
"Jangan sungkan ya disini, ada beberapa kamar, mas Deni kalo mau istirahat silahkan. saya mau mandi dulu."
Deni terdiam sejenak dan di otaknya mulai berpikir yang aneh-aneh. ini bisa bahaya. mungkin akan terjadi hal yang seharusnya gak terjadi, mana Mbak Lisa masih segar karena dia wanita yang kaya, badannya terawat. huuuuh tarikan nafas Deni terdengar,
Deni melangkah ke kamar dan membawa tas yang tadi dibelikan beberapa stel pakaian oleh mbak Lisa, dan Deni gak ngerti sebelumnya, maksud pakaian tadi, owh jadi ini, pikir nya.
Karena seharian belum mandi, Deni pun membasahi diri dan membuatnya terlihat segar, tak lupa minyak wangi iya semprotkan.
Deni keluar kamar dan melihat mba Lisa sedang rebahan di samping kolam renang dan minuman sudah tersedia di meja yang ada di sampingnya,
Tubuh Mbak Lisa yang berusia hampir 40th masih terlihat sangat bagus dan jantung Deni berdegab degub Gak karuan.
"Eh mas Deni, sini duduk sambil ngobrol" dengan pakaian tipis dan seadanya tetapi tetap terlihat elegan mbak Lisa terlihat sangat Sexy dan membuat hasrat laki-laki yg jauh dari istri Deni muncul. dan Deni membuang jauh-jauh hal itu. karena dia dipakai untuk antar jemput dan mengobrol saja, harus bisa menahan diri, tolak Deni setan yang menggoda di pikirannya.
Anda Mungkin Juga Suka





