
Bukan Menantu Idaman
Bab 3
Bab.3
"Если вы закончили пользоваться моим носовым платком, пожалуйста, верните его мне.!"
("jika kamu sudah selesai memakai sapu tanganku , tolong kembalikan padaku.!)
Ujar Made Круто masih dengan nada rendah dan sikap yang sopan. Cepat-cepat Fransiska menjawab..
"Позволь мне взять твой платок домой и постирать, я верну его тебе завтра."
("Biarlah saputanganmu kubawa pulang dan kucuci, besok kukembalikan padamu.")
Mendengar perkataan Fransiska , Made Круто tersenyum , lalu menjawab..
"Не надо, не надо брать домой и стирать мой платок."
("Tidak perlu , kamu tidak perlu membawa pulang dan mencuci saputanganku .")
Gadis itu mengernyitkan keningnya , lalu bertanya..
"Ну и что.?"
("Memangnya kenapa.?")
Made Круто menarik nafas panjang , lalu mengambilmu saputangan miliknya dari genggaman tangan Fransiska , sembari berkata...
"Я намерен только помочь вам, но не обременять вас стиркой носового платка."
("Aku hanya berniat menolongmu tapi tidak memberatkanmu dengan mencuci saputanganku.")
Fransiska terperangah , masih ada pemuda Indonesia yang baik padanya , meski ia pemuda blasteran Russia Bali . Sedangkan Dee Shanty teman kuliahnya yang asli perempuan Indonesia saja , berlaku kurang ajar pada dirinya.
"Спасибо... "
("Terima kasih....")
Ucap Fransiska lalu terdiam sejenak, langsung Made Круто menjawab...
"Made Круто Belyaev. Мое имя Made Круто Belyaev."
("Made Круто Belyaev. Namaku Made Круто Belyaev.")
Fransiska tersenyum lalu memperkenalkan dirinya...
"я Maria Fransiska."
("Aku Maria Fransiska.")
Made Круто mengangguk lalu memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku mantelnya dan berjalan meninggalkan Fransiska.Dari kejauhan ada seseorang terpaku melihat kejadian Made Круто meminjamkan saputangan pada Maria Fransiska yang menangis . Di dalam hatinya berkata..
("Mungkin ini efek , tadi aku mengajaknya berkenalan dengan Made Круто Belyaev. Kukira dia gadis polos ternyata lihai juga , dia berpura-pura sedih dan memakai air matanya sebagai senjata agar pemuda tampan itu iba.")
Tangannya merogoh saku celananya , mengambil ponsel dan menelpon ibunya di jakarta.
#"hallo , bunda. Apa kabar .?"#
#"hallo , Dee Shanty anakku yang paling cantik sedunia. Bunda baik-baik saja di sini , meskipun jakarta lagi banjir dan agak susah mau pergi kemana-mana. Bagaimana kabarmu di Russia .?"#
#"Tadi aku bertengkar dengan Maria Fransiska . Dia menamparku dan mendorongku sampai terjatuh . Kuludahi sepatunya , bunda .!."#
Dee Shanty menceritakan kekesalan hatinya pada bundanya di telpon , sambil menghentakkan kaki dengan kesal.
#"Dee Shanty, diam Kamu .!. Kamu itu pacaran dengan papanya , jangan bar-bar kamu terhadap anaknya.!" #
bentak bundanya Dee Shanty.
#"Bundaaa...aku ini jauh-jauh di Russia dan telpon bunda di jakarta tapi kenapa malah tidak membelaku sedih pun. ?!. Siapa anaknya bunda ?. Aku atau si bangsat Maria Fransiska .?"#
Ucap Dee Shanty dengan sengit , dirinya dibakar amarah luar biasa.
#"Ya jelas , kamu anaknya bunda , bukan si burik rupa itu . Dee shanty anakku , bunda selalu mengajarimu agar selalu terlihat cantik karena pakai make up dan banyak perhiasan."#
Ucap bundanya Dee Shanty dengan nada yang di turunkan satu oktaf untuk meredamkan emosi putrinya.
#"Apa aku terlihat cantik dan menarik daripada Fransiska kalau aku memakai banyak perhiasan , bunda.?"#
Tanya Dee Shanty dengan nada kesal pada bundanya di telepon.
#"Bagusnya pertanyaanmu , Dee Shanty anakku."#
Jawab bundanya yang memang penggila perhiasan.
#"Kalau masalah perhiasan , aku punya lebih banyak dan lebih bagus dari yang Fransiska pakai , bunda.!"#
Sebelum Dee Shanty bicara lagi, cepat-cepat bundanya menjawab ..
#"Sebetulnya bukan perhiasan yang kita bicarakan , tapi bunda hanya mengingatkan dirimu jika mamanya maria Fransiska pernah dengan sengaja datang di kehidupan kita tanpa dia minta minta pada kita , langsung merampas ayahmu dari kehidupan kita berdua , Dee Shanty anakku."#
Dee Shanty langsung terdiam , perih.. perih... Sangat perih hatinya .. mendengar perkataan bundanya.
#"Apa yang harus kulakukan , bunda .?"#
Tanya Dee Shanty dengan nada bergetar menahan tangis.
#"Bunda mau janganlah kamu bersikap bar-bar seperti perempuan kampungan tidak berpendidikan . Jangan kamu berkelahi dengan Maria Fransiska si burik ingusan karena dia tak sepandan denganmu , dia bukan tandinganmu , Dee Shanty anakku.!"#
Kata bundanya dengan nada datar pada Dee Shanty putrinya semata wayang.
#"Tapi aku muak dengan Fransiska , bunda.!"#
Tegas Dee Shanty , sambil menahan sesak di dadanya.
#"Mamanya pernah merebut ayahmu dari kita berdua dan sekarang waktunya kamu merebut papanya dari mereka berdua. Agar mereka berdua merasakan seperti yang pernah kita rasakan , Dee Shanty.!"#
Tandas bundanya lebih tegas , Dee Shanty memejamkan kedua matanya dan lirih mengucapkan..
#"aku sayang bunda."#
#"bunda juga amat sangat menyayangimu , Dee Shanty. Semua orang menuduh bunda jahat tapi mereka tidak tahu hancurnya hati bunda dengan semua perbuatan mamanya Maria Fransiska. Hati bunda mana yang tidak hancur melihat anak perempuannya yang masih berusia sembilan tahun selalu menangis merindukan ayahnya yang pergi dengan perempuan lain. Apakah kamu lupa jika bunda pernah menggendongmu menemui ayahmu tapi ayahmu dan mamanya Maria Fransiska mengusir kita berdua , anakku.!?. Siapa saja boleh menghancurkan hati dan hidup bunda tapi janganlah menghancurkan hati dan hidup anak perempuan kesayangan bunda. Apakah salah jika sekarang bunda ingin kamu membalas perlakuan keji mereka pada kita , nak .?"#
Ucap bundanya dengan lirih sambil menangis.
#"bunda...bunda... Janganlah menangis , bunda .!. Aku pasti membalas perlakuan mamanya Fransiska."#
Dee Shanty berusaha menenangkan hati bundanya meskipun hatinya sendiri berkolaborasi dengan rasa perih dan sakit hati. tatapannya nanar melihat hujan salju.
#"Bunda mau kamu jaga diri baik-baik di Russia , Dee Shanty anakku."#
#"iya bunda. Aku juga mau bunda selalu sehat di jakarta. Aku harus kuliah dulu , sebentar lagi..dosennya datang."#
Pamit Dee Shanty lalu mematikan hubungan telepon seluler. Di usapnya air mata di pipinya , kakinya melangkah pasti menuju ruang kuliah. Hatinya berkata..
("Boleh semua orang memojokkan aku sebagai gadis bejad tapi aku tidak pernah bisa menerima hancurnya hati bundaku karena perlakuan nyonya kaya yang merampas ayahku dari kehidupan bundaku.")
Dee Shanty memasuki ruang kuliah , Maria Fransiska menatapnya tajam penuh amarah. Dengan sengaja Dee Shanty berjalan dan berhenti tepat di samping kursi Fransiska.
*PLAAKK..*
Tamparan keras di pipi mulus Fransiska dan..
*BRUAAKK..*
Fransiska jatuh bersama kursi yang di dudukinya. Suasana ruang kuliah yang hingar bingar langsung hening , semua mata tertuju pada Maria Fransiska dan Dee Shanty.
"Разве ты только что не дал мне пощечину и не толкнул меня в парке , Maria Fransiska.?"
("Bukankah tadi kamu menamparku dan mendorongku di taman , Maria Fransiska.?")
Ucap Dee Shanty dengan sangat dingin , sedingin tatapannya. Lalu dia melangkah ke kursi kosong dan duduk. Beberapa mahasiswi menolong Maria Fransiska bangkit berdiri. Lima menit kemudian , dosen masuk ke dalam ruang kuliah.
Anda Mungkin Juga Suka





