Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Istri Idaman

Bukan Istri Idaman

Terus-menerus direndahkan oleh keluarga mertua membuat Karmila bertransformasi. Ia tak lagi pasrah menanti belas kasihan sang suami, melainkan bangkit demi masa depan anak-anaknya. Bertekad membuktikan kekuatannya, ia menyulap barang bekas menjadi kerajinan bernilai tinggi. Di tengah tekanan batin, Karmila memilih jalannya sendiri untuk meraih sukses dan kemandirian. Akankah kreativitas dan kerja kerasnya mampu membungkam semua hinaan yang selama ini ia terima?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ini jatah uang bulananmu," ucap Mas Haikal. Dia memberikan 10 lembar uang seratus ribuan padaku. Sebelumnya dia sudah menghitung uangnya lebih dulu.

"Tidak mas, kamu saja yang mengatur uangnya. Seperti yang kamu bilang, aku ini boros, tidak bisa mengatur keuangan, jadi lebih baik kamu saja yang mengatur semuanya, yang penting semua kebutuhanku dan anak-anak terpenuhi," tukasku.

Ya, aku bertekad lebih baik tidak menerima uang suami dari pada terus menerus jadi bahan cacian. Aku percaya Allah akan memberikan rezeki pada kami walau dari jalan yang tak terduga.

Mas Haikal memandangku dengan tatapan heran. "Kenapa? Kamu sudah tidak butuh uang, hah?"

Aku berlalu begitu saja. Malas sekali menanggapi ocehannya. Aku sudah lelah, Mas. Lelah. Berdebat denganmu dengan masalah yang sama, dan aku selalu kalah karena hanya kamu yang punya kuasa.

"Dasar istri belagu! Dikasih uang belanja sok-sokan gak mau! Awas saja kau minta uang ini lagi! Gak bakalan kukasih sepeserpun!" umpatnya lagi.

Aku tersenyum getir.

"Ada apa sih kamu ribut-ribut, Kal? Gara-gara Mila lagi?" Suara ibu terdengar lantang menuduhku.

"Ya iyalah Bu, siapa lagi kalau bukan dia! Dasar istri tidak berguna! Hanya numpang hidup saja belagu."

"Heleeh, istrimu emang begitu Kal, bisanya cuma ngurus anak! Mana tahu dia capeknya cari duit! Kerja juga kagak!"

Aku memilih tak peduli. Sudah sering begitu, telingaku sudah kebal mendengarnya.

Ah kalian tidak tahu saja, kalau aku punya uang sendiri dari hasil ngecraft. Ya, aku membuat beberapa kerajinan tangan dari barang-barang bekas, lalu menitipkannya ke toko-toko besar. Hasilnya selama ini sudah lumayan. Apalagi akhir-akhir ini banyak permintaan dari konsumen, jadi barang yang kutitipkan selalu habis. Meskipun jika tak sengaja kepergok, Mas Haikal selalu mencibirku kalau aku seperti pemulung. Lalu dia akan marah-marah tak jelas.

Hasil konsinyasi itu aku simpan, meskipun terkadang kuambil untuk menambal kebutuhan. Selama ini aku memang belum merambah dunia online, karena waktu produksi ku terbatas hanya siang hari saja saat Mas Haikal ada di kantor. Itupun harus sembunyi-sembunyi di kamar si kecil sembari melihatnya main bersama.

Terkadang juga ibu selalu tiba-tiba datang ke rumah tanpa permisi. Kalau tidak minta uang pada Mas Haikal, dia akan meminta makanan. Membuatku makin tak nyaman kalau ada ibu di rumah.

***

"Mil, buatkan kopi, gulanya dikit saja," ujar Mas Haikal sembari menyesap rokoknya.

Aku hanya meliriknya sekilas, sambil terus berselancar di dunia maya. Ya, aku ingin sekali hasil karyaku dijual secara online. Jadi aku harus belajar dari nol mengenai hal ini.

"Kopi ada tinggal sedikit, paling satu kali seduh lagi tapi gulanya habis mas. Silahkan beli gula ke warung dulu kalau mau ngopi."

"Ck!"

Dia berdecak kesal, lalu bangkit sembari mengambil uang di dompet.

"Tunggu, mas!"

"Apalagi?"

"Sekalian belanja sembako buat sehari-hari."

"Hah? Kenapa gak kamu aja sih yang belanja!"

"Kan sudah kubilang mas, atur sendiri uangmu, yang terpenting kebutuhanku dan anak-anak terpenuhi. Selama ini kamu selalu bilang kalau aku boros."

"Ya iyalah, dikasih uang satu juta tidak cukup!"

"Iya, makanya kamu sendiri yang belanja. Agar tahu seberapa banyak kebutuhan kita."

"Ya sudah, apa aja yang mau dibeli?"

"Sebentar mas, aku catat dulu."

Dengan cekatan, aku langsung menulis kebutuhan pokok kami sekeluarga. Mumpung Mas Haikal yang akan belanja, aku tulis dengan lengkap dari mulai bahan makanan pokok, beras, minyak, dan lain-lain hingga home care, sabun, odol, shampo serta kebutuhan anak-anak susu dan pampers.

Selama ini, aku selalu menutup kekurangannya dengan uangku. Tapi sekarang tidak lagi, aku tak ingin pusing sendirian.

"Sebanyak ini?" tanya Mas Haikal heran. "Jangan-jangan kamu nambah-nambahin dengan kebutuhanmu ya?"

"Apanya yang ditambah-tambah? Baca aja semuanya mas, apa ada kebutuhan pribadiku disitu? Tidak ada kan? Semua kebutuhan keluarga dan anak-anak. Itu baru kebutuhan pokok bulanan mas, belum yang lain belanja sayur dan lauk, tagihan air, tagihan listrik, uang kebersihan serta keamanan kompleks."

"Ck! Harusnya kamu bisa berhemat!"

"Itu sudah yang paling hemat mas, harus dikurangi apalagi? Berasnya? Silahkan kalau kamu gak makan gak apa-apa. Kalau aku dan anak-anak sih sudah terbiasa berpuasa. Kamu saja yang tidak menyadari kalau selama ini kami kekurangan."

Mas Haikal berlalu begitu saja. Sedangkan aku kembali melanjutkan cara belajar jualan dan berbisnis secara online. Untung saja anak-anak sudah tertidur dengan pulas.

Aku memeriksa ke dalam kamar si kembar. Dalam kamar ini ada tiga kardus yang berisi harta karunku, Mas Haikal tak pernah menginjakkan kakinya ke kamar Daffa-Daffi jadi aman. Kardus itu berisi alat dan bahan craftku, kain-kain perca yang kudapatkan dari tukang jahit serta barang rongsokan lain yang kudapatkan dari mengumpulkan sampah sekitar. Lalu alat dan bahan yang kubeli dulu dari sisa uang belanja. Aku membuat beberapa aksesoris seperti bros dari kain perca, kalung, bando, gantungan kunci, hiasan gorden lalu celengan hias dari kardus bekas yang dibentuk menyerupai rumah. Semua kukerjakan sendiri kalau ada waktu luang.

Deru mobil memasuki halaman, tak lama ia membunyikan klakson. Mas Haikal pulang. Sebenarnya belanja dimana dia sampai lama sekali, padahal warung terdekat saja ada.

Aku membukakan pintu saat mendengar bel. Dengan wajah ditekuk masam Mas Haikal berlalu ke dalam, sambil membawa beberapa gembolan di tangannya.

"Tekor, tekor kalau kayak gini!" umpatnya.

"Ada apa, Mas?"

Mas Haikal memberikan nota belanja itu padaku. Tak tanggung-tanggung, ia habiskan sekitar delapan ratus ribu rupiah dalam sekali belanja. Kedua sudut bibirku tertarik ke atas. Emang enak! Makanya jangan sekali-kali menghinaku. Dasar suami pelit.

Ah tidak, kamu kan tidak mau dibilang pelit tapi maunya dibilang suami baik, ibu mertua baik dan biar aku saja yang jahat.

Kuperiksa semua daftar belanjaannya. Lengkap. Sesuai yang kutulis, bahkan ada yang tidak tertulis masuk dalam belanjaan. Apalagi kalau bukan kebutuhannya sendiri.

"Kok bisa sih belanjaannya sebanyak ini?" tukas Mas Haikal kesal.

"Kan sudah kubilang, itu belum semuanya, Mas. Lauk, sayur, bumbu dapur belum kau beli."

"Ckck!"

"Dah capek ngurusin kerjaan di kantor, capek juga di rumah disuruh belanja ini itu. Kamu aja nih yang atur uangnya lagi!"

"Gak mau, Mas. Kamu kan yang bilang sendiri, aku gak becus jadi istri. Tak apa aku tak dikasih uang darimu dari pada terus-menerus dimaki. Yang penting kebutuhan pokok terpenuhi."

Kubawa belanjaan itu ke dapur. Kusimpan pada tempatnya.

"Aku udah capek-capek kerja. Masih harus ngurusin kayak ginian. Kamu yang di rumah aja tinggal okang-okang kaki sambil menikmati uangku!" umpat Mas Haikal kembali. Ia masih belum terima.

"Siapa yang menikmati uangmu, Mas? Yang jelas bukan aku ya! Kamu aja hanya memberiku jatah satu juta! Gimana ceritanya menikmati uangmu?!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Mantan Suami Ingin Aku Kembali
8.6
Tiga tahun Kirana mengabdi sebagai istri Reza meski hanya dibalas hinaan. Saat cinta lama suaminya kembali, Kirana memilih cerai demi mencari pria yang lebih menghargainya. Reza yang sombong bertaruh bahwa Kirana akan memohon untuk kembali. Namun, ia justru mendapati Kirana merayakan kebebasan di bar dan didekati banyak pria. Menyadari Kirana tak lagi peduli, Reza mulai panik kehilangan wanita yang dulu sangat mencintainya. Kini, ia harus berjuang mendapatkannya lagi.
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan putrinya, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen berdarah campuran yang terpaut usia lima belas tahun lebih tua. Alzena terjebak dilema karena ia telah memiliki kekasih bernama Jody. Di balik sosoknya yang tegas, Emilio ternyata seorang CEO pewaris takhta kekayaan yang menyembunyikan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang tak pernah jujur?
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian
8.6
Intan Malika, yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan, harus menelan pahitnya dikhianati oleh Zayn Alarik. Saat Intan hamil, Zayn menolak bertanggung jawab dan justru pergi ke luar negeri. Bertahun-tahun berlalu, Intan bangkit menjadi sosok sukses berjuluk Ratu Berlian. Kini ia kembali untuk membalas dendam pada keluarga Pradipta. Namun, kehadiran putra mereka yang merindukan sosok ayah membuat Intan bimbang antara dendam atau memaafkan masa lalu.
Sampul Novel Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
8.4
Dua tahun terpuruk dalam duka, Reno Adiprana mencoba menata hidup melalui mutasi kerja ke Yogyakarta. Di lereng Merapi, ia menetap di rumah Bude Ratna demi mencari ketenangan. Tak disangka, rutinitas pagi membawanya bertemu Mira Pradipta, sarjana gizi yang memilih berjualan bubur demi merawat ayahnya yang demensia. Pertemuan ini menyatukan dua jiwa yang terluka, menumbuhkan benih cinta tak terduga, dan memberi makna baru tentang arti rumah di tengah kesederhanaan.
Sampul Novel Kontrak Cinta Terlarang
8.8
Dua tahun membina rumah tangga, Celine harus menelan kenyataan pahit bahwa Alister, suaminya, adalah seorang penyuka sesama jenis. Tekanan keluarga untuk segera memiliki keturunan membuat Alister nekat menyewa pria bernama Jonathan demi menghamili istrinya melalui pernikahan kontrak. Terjebak dalam rencana gila sang suami, Celine kini menghadapi dilema moral yang hebat. Mampukah ia menjalani skenario terlarang ini demi sebuah ekspektasi keluarga yang semu?