
Bukan Ipar Penggoda
Bab 2
Karena lelah terus berpikir dan menangis,gadis malang itu mencoba kembali berbaring dan meringkuk,ia pejamkan mata,namun tak kunjung juga berhasil menyelami alam mimpi. Bayang bayang dimana kakak iparnya mengukung dan memaksa menyetubuhinya terus menari di benaknya.
Gadis itu kembali membuka mata,ia menoleh ke arah pria yang telah merampas kesuciannya tersebut. Di tatapnya wajah damai sang ipar yang terpejam begitu lelapnya,air mata nya kembali mengalir dengan derasnya tanpa bisa di bendung.
"Aku harus bagaimana mas??hiks...aku tidak mungkin merusak hubunganmu dengan kak Mauli,tapi sekarang aku hancur,,hiks..siapa yang mau menerima gadis kotor dan tak suci lagi sepertiku??hiks..hiks.." Maura kembali terisak.
Ia kembali memiringkan tubuhnya dan meringkuk memeluk tubuhnya sendiri. Ia biarkan tubuhnya polos tak tertutup kain sehelai pun,rasanya ia tak sanggup hanya sekedar untuk menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
Maura terus menangis hingga merasa lelah,bahkan kepalanya mulai terasa pening karena terus menerus menangis semalaman. Ia terus berusaha untuk memejamkan mata,berharap esok pagi ia merasa lebih baik dan menemukan solusi yang terbaik.
Dengan berbantalkan lengannya sendiri,gadis itu meringkuk,tubuhnya terasa seakan remuk redam akibat pertempuran yang di iringi pemaksaan oleh sang ipar.
Pagi harinya,Dewa terbangun dengan kepala yang teramat pening. Lelaki itu memijit kepalanya sembari mengedarkan pandangannya. Ia terbelalak saat pandangan nya menangkap sosok yang tak asing baginya. Maura,adik iparnya itu meringkuk di ranjangnya tanpa sehelai benang pun dengan tubuhnya yang penuh dengan bekas merah hasil karyanya....
Gadis itu meringkuk semalaman menangisi nasibnya yang tragis di tangan kakak iparnya sendiri. Belum selesai keterkejutan Dewa,lelaki itu di buat semakin terkejut dengan noda merah di bawah area pinggul Maura....
"Apa yang kulakukan padanya??" Dewa menyugar rambutnya dengan kasar.
"Apa aku sudah menodainya??tidak..!!ini tidak mungkin!!" Dewa terus menggeleng,lelaki itu seakan tak percaya dengan apa yang terjadi sebenarnya....
Dewa beranjak dari ranjang,ia meraih boxer di lemari lalu memakainya. Setelah itu ia mengambil kemeja baru dari lemari dan menutupkan ke tubuh Maura....
"Dek..!!bangun..!!Maura..!!are you oke??" Dewa menepuk nepuk pipi Maura.
"Astaga..!!kamu demam dek!!"gumam Dewa.
Lelaki itu meletakkan punggung tangannya di kening Maura,panas. Kening gadis itu terasa panas.
"Apa aku terlalu kasar padanya semalam??"gumam Dewa lagi.
Lelaki itu bingung,ia segera memakaikan kemejanya pada Maura dan langsung mengangkat tubuh gadis itu lalu di bawa ke kamar tamu.
"Sakitt ...hiks...mas Dewa jahat."lirih Maura.
Gadis itu mengigau saat Dewa mulai menidurkannya di kamar tamu.
Mendengar igauan gadis itu,Dewa benar -benar di landa rasa bersalah. Ia sangat menyayangi Maura seperti adiknya sendiri,tapi justru ia juga yang merusak masa depannya....
Dewa yang masih mengenakan boxer itu lalu keluar kamar tamu dan menuju dapur. ia mengambil alat kompres untuk Merawat Maura yang demam....
"Dasar b*doh..!!kenapa kamu jadi br*ngs*k seperti ini Dewa??"umpat lelaki itu merutuki kebodohannya.
Lelaki itu kembali ke dalam kamar tamu di mana Maura tengah meringkuk di atas ranjang tersebut.
"Maura,maafin mas ya!!"gumam Dewa.
Lelaki itu mulai mengompres kening Maura.
Dengan telaten Dewa merawat adik iparnya tersebut. Perasaan bersalah menggelayuti pikirannya. Ia benar benar tak sadar melakukan hal segila itu dengan iparnya sendiri....
Setelah di rasa kondisi Maura mulai membaik,Dewa pun keluar dari kamar itu menuju kamarnya. Ketika memasuki kamar,bertepatan dengan itu ponselnya berdering.
"Mauli..??"gumam Dewa.
Dengan perasaan berdebar Dewa menjawab panggilan,apa yang akan terjadi jika Mauli melihat keadaan sang adik seperti ini karena ulahnya?? Dewa cemas karena sudah hampir seminggu ini Mauli tidak pulang,bisa saja teleponnya kali ini karena minta di jemput di bandara....
Menghela nafas dalam sebelum akhirnya Dewa menggeser tombol hijau dalam ponselnya yang menyala.
"Halo sayang!"
'Kenapa lama sekali sih mas jawabnya??' Mauli langsung mengomel.
"Iya maaf sayang,aku lagi di kamar mandi tadi." Dewa berkilah.
"Ada apa sayang??mau di jemput??kapan??sekarang??"tanya Dewa. pertanyaan itulah yang selalu Dewa lontarkan setiap kali Mauli menghubunginya.
"Aduh..maaf mas,aku belum bisa pulang. Jadwal photo shoot ku di tambah. Kayaknya dua atau tiga hari lagi baru bisa pulang."
Lega,itulah yang di rasakan oleh Dewa karena sang istri tak jadi pulang hari ini. Meskipun ada rasa kecewa juga karena ia sudah rindu pada sang istri,namun ia lega karena mengingat kondisi Maura saat ini. Ia belum mempersiapkan diri untuk memberi penjelasan pada sang istri tentang perbuatannya ke Maura....
Belum lagi ia tak tau seperti apa reaksi Maura nanti setelah pulih dari demamnya. Apakah gadis yang sudah ia renggut kesuciannya tersebut akan mengamuk kepadanya??atau akan meminta pertanggung jawabannya??...
Dewa pusing dengan hanya memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini dalam rumah tangganya.
Lelaki itu memilih menyegarkan diri agar pikirannya sedikit fresh.
Usai menyegarkan diri dan berpakaian biasa,Dewa kembali ke kamar tamu. Ia ingin mengecek kondisi Maura apakah demamnya sudah membaik....
Kebetulan ini akhir pekan,Dewa libur dari aktivitasnya di kantor sehingga lelaki itu memiliki waktu penuh untuk mengurusi Maura.
Dewa memasuki kamar Maura tanpa mengetuk pintu karena takut mengganggu jika gadis itu masih terlelap.
"Astaga...!!Mauraa..!!!" pekik Dewa saat pintu kamar berhasil terbuka.
Lelakinya itu terkejut melihat kondisi adik iparnya.
Bersambung....
Anda Mungkin Juga Suka





