
Bukan Gadis Simpanan
Bab 3
sepasang kekasih yang sama-sama pengidap masokis ini justru semakin merasa puas jika hubungan intim yang dilakukan semakin menimbulkan rasa sakit. Mereka berdua makin menggila di ranjang , dua tubuh bugil bergumul meluapkan birahi sex dengan saling menggigit dan mencambuki yang akhirnya membawa mereka berdua menuju puncak kenikmatan .
yang tak terlupakan.
"Ohh...nikmatnya , Adriano Santiago. Aku mau orgasme denganmu, laki binatang .!"
Desis Menchie Reagen yang hendak orgasme. Adriano Santiago menyeringai sembari mengusap peluh di keningnya...
"Ya, kita orgasme bersama...menchie cintaku... Aacchhh.."
"AAAHHH.... Adriano..."
mereka berdua merasakan sensasi orgasme yang melampaui batas , tiba-tiba...
"ADRIANO SANTIAGO, KAMU TIDAK PAKAI KONDOM... AKU JUGA TIDAK MINUM PIL. KENAPA KAMU KELUARKAN SPERMAMU DI DALAM VAGINAKU .?. BAGAIMANA JIKA AKU HAMIL.??!!"
Teriak Menchie Reagen histeris seraya mendorong dada sixpack Adriano Santiago namun kedua tangannya malah merengkuh kuat tubuh bugil gadis itu dan makin di tancapkan kuat-kuat penisnya lalu dikeluarkan semua cairan putih kental tanpa sisa ke dalam vagina kekasihnya. Di abaikan cakaran di bahunya.
"Aku mencintaimu, lebih bagus kamu hamil.! Itu yang kuinginkan darimu , Menchie Reagen.!"
Desis pemuda tampan Amerika itu dengan suara serak sembari menggulingkan tubuhnya di samping Menchie Reagen.
"TIDAAKKK...."
Teriakan Menchie Reagen menggema memenuhi kamar presidential suite.
Gadis berambut pirang panjang indah itu mendengkus kesal, ia berbalik menoleh menatap kekasihnya yang tengah tersenyum getir dan tatapan sedih padanya.
"Aku serius mencintaimu dan ingin menikahimu. Aku bukan pemuas nafsu birahimu , Menchie Reagen."
"tidak segampang itu , Adriano Santiago.!."
nyalang sekali , tatapan Menchie Reagen.
"Aku bukan laki melarat dan pastinya sangat bisa menafkahimu, menchie Reagen.!. Kekayaanku tidak kalah dengan kekayaan daddy-mu.!"
Ucap Adriano dengan tegas dan penuh penekanan namun Menchie Reagen mengabaikan semua ucapan kekasihnya. Ia malah bangkit dari ranjang dan memakai gaun mininya lalu melangkah keluar kamar.
*BRUAK*
Adriano menghela napas dengan kasar .
"Kamu kira bisa seenaknya meninggalkanku , Menchie Reagen .!. Perusahaan daddy-mu tidak pernah bisa mengalahkan perusahaanku.!"
Terdengar ucapan beraroma sakit hati yang berasal dari mulut lelaki tampan Amerika itu , tanpa membuang waktu.. Adriano Santiago langsung membersihkan dirinya karena harus secepatnya pergi ke kantornya untuk bertemu dengan beberapa kolega bisnisnya. Bergegas ia keluar dari hotel dan langsung masuk ke dalam mobilnya kemudian diluncurkan dengan kecepatan tinggi.
*BRUAK*
Mobil yang di kendarai Adriano Santiago menabrak sepeda yang berhenti saat lampu merah. Sontak, Samantha Walker dan sepedanya terjatuh. Matanya terbelalak saat melihat sebuah dus kue terpental dari keranjang sepedanya dan... Tart ulang tahun hancur berantakan.
*TIINNNNN....*
Samantha Walker menoleh ke mobil yang membunyikan klakson panjang. Kaca jendela mobil terbuka dan seorang pria tampan berkacamata hitam berteriak..
"HEI... MINGGIRLAH, AKU HARUS CEPAT KE KANTOR.!"
Seketika itu juga, meledak emosi Samantha Walker. Semua orang di jalan memperhatikan gadis cantik itu bangkit berdiri dari jalan aspal lalu berjalan menghampiri mobil yang menabrak sepedanya dan berkata dengan tegas dan amat sangat penuh penekanan.
"Keluar kamu dari mobil busukmu .. atau aku berteriak jika kamu penjahat agar semua orang mengeroyokmu dan memukulimu.!"
Biasanya Adriano Santiago sangat suka ketika para perempuan datang secara tiba-tiba dan mengajaknya berkenalan, tapi tidak kali ini.
*BRUAK*
Kaki Samantha Walker menendang pintu mobil , terpaksa dengan kesal... Adriano Santiago pun keluar dari mobilnya.
"Lihat...lihat... Ini bukti ketololanmu.!"
Tangan Samantha Walker menarik dasi Adriano Santiago yang melingkar di lehernya akhirnya ia berjalan bagaikan sapi yang di tarik tali pengikat di lehernya.
"Kamu menghancurkan tart ulang tahun kakekku dan mulutmu tak bisa minta maaf .!"
Geram campur dongkol nada suara Samantha Walker seraya menunjuk Tart yang remuk di jalan. Dengan santainya dan tanpa merasa bersalah sedikit pun, Adriano Santiago mengambil dompet dari dalam saku jasnya .
"Hanya masalah tart jatuh tapi kamu berlaku tidak sopan padaku. !. Kamu menendang pintu mobilku dan menarik dasiku .!. Ambillah ini dan belilah tart agar kakekmu bisa makan .!"
Samantha Walker tidak bisa menahan emosinya melihat keangkuhan Adriano Santiago. Gadis cantik itu berkacak pinggang sambil memejamkan kedua matanya kemudian menarik nafas dalam-dalam sambil membuka matanya.
"Kuajarkan padamu , bagaimana caranya harus bersabar, keledai dungu .!"
Desis Samantha Walker mengambil sepuluh lembar uang seratus dolar yang disodorkan Adriano Santiago di depan wajahnya.
"akhirnya kamu ambil juga uangku.!. Kamu gadis miskin .!"
Hina Adriano Santiago dengan menyeringai licik,
"Benarkah demikian, keledai dungu .?"
Tanya Samantha Walker dengan ekspresi wajah tidak suka yang seimbang dengan nada sinis dan kedua tangannya meremas sepuluh lembar uang seratus dolar lalu melemparkan ke wajah Adriano Santiago
"Aku tidak butuh uangmu , keledai dungu.!."
Belum habis rasa terkejut Adriano Santiago , buru-buru Samantha Walker membungkukkan badannya dan kedua tangannya mengambil tart yang remuk kemudian..
*BLUPP..*
Samantha Walker menempelkan tart ke wajah Adriano Santiago.
"Aku dan kakekku miskin tapi kami punya harga diri , keledai dungu .!"
Melongo Adriano Santiago melihat gadis itu dengan beraninya mengotori wajahnya dengan tart lalu melap kedua tangannya yang berlumuran krim tart ke jas yang dikenakan Adriano Santiago, tidak berhenti sampai di sini. Semua orang melihat Samantha Walker mengambil sepedanya yang rusak tergeletak di jalan.
*BRUAKK..*
Melongo Adriano Santiago melihat gadis cantik itu dengan beraninya melemparkan sepedanya mengenai kaca mobilnya.
"Tidak kuijinkan seorang pun termasuk kamu berani menghina kakekku, keledai dungu.!"
Samantha Walker berucap dengan nada yang sangat menuntut dan tatapan mata tajam mengerikan. Kemudian dengan penuh percaya diri , tangannya melambai ke atas..
"TAXI...."
Taxi berhenti tepat di depan Samantha Walker yang berjalan masuk ke dalam taxi yang langsung meluncur meninggalkan Adriano Santiago yang masih berdiri mematung , semua orang yang menonton kejadian itu bertepuk tangan sambil tertawa mengejek Adriano Santiago. Sopir taxi melirik Samantha Walker dari kaca spion , hatinya terenyuh melihat gadis itu menunduk sambil mengusap kedua matanya yang berair.
"Selamat ulang tahun buat kakekmu .!"
Samantha Walker mengangkat wajahnya dan menjawab...
"Terima kasih, pak."
"Tadi aku melihat kejadian itu. Janganlah bersedih !. Pasti orang tuamu juga membelikan tart di hari ulang tahun kakekmu .!"
Sopir taxi itu berusaha menghibur Samantha Walker yang langsung menggelengkan kepalanya seraya menoleh menatap pemandangan jalan raya dari kaca jendela taxi.
"Orang tuaku sudah meninggal dan aku hidup berdua dengan kakekku ,pak."
Samantha Walker menunduk, air mata tipis jatuh di pipinya. Namun, dalam sekejap ia menghapus air matanya tapi tidak bisa menghapus kesedihannya.
Anda Mungkin Juga Suka





