Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan

Bukan Gadis Simpanan

Sejak kecil, Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker dengan mendudukkannya di meja tinggi hingga ia menangis ketakutan. Kebiasaan unik ini terus berlanjut hingga mereka dewasa. Carl kini menjadi miliuner otomotif sukses yang tetap melakukan hal serupa, namun ia akan membawa Samantha dari meja ke ranjangnya. Meski dunia melabeli Samantha sebagai gadis simpanan, mampukah ia meraih kehormatan dan melangkah ke pelaminan bersama Carl di tengah stigma tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

Pagi ini, saat cuaca mulai mendung dan gerimis turun di Houston tidak menghalangi langkah seorang gadis cantik berusia dua puluh satu untuk keluar dari flat sederhana dan meletakkan beberapa bungkusan di dalam keranjang sepedanya . Matanya melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan..

"Ehmm .. masih jam setengah enam pagi . sebelum kakek bangun lebih baik aku pergi."

Ia mengayuh sepedanya ke tiga toko kue di tempat berbeda yang jaraknya tidak terlalu jauh dari flat sederhana yang di tinggali . Sesekali ia melirik arlojinya , hatinya di penuhi kecemasan dan bayangan kakeknya menari-nari di pikirannya . Setelah mengantarkan kue-kue dagangannya ke tiga toko kue tersebut dan menerima uang hasil penjualan kue minggu lalu , langsung kakinya mengayuh sepeda pulang ke flat .

"SAMANTHA WALKER... SAMANTHA WALKER..."

Teriak seorang pria tua dari dalam flat,

"Iya kakek Johnson..."

Sahut Samantha Walker sembari membuka pintu depan flat.

"Darimana saja kamu , Samantha Walker .?. Apa kamu mau membuang kakekmu yang tua renta ini ke panti jompo .?"

Samantha Walker tersenyum mendengar omelan kakeknya,

"Yuhuuyyy... Tiada hari tanpa omelan kakekku tersayang ini .!. Ayo kumandikan kakek lalu kita sarapan berdua.!""

Samantha Walker berjalan dengan langkah pasti menuju ke kamar tidur kakeknya. Dengan penuh kesabaran , gadis cantik itu merawat kakeknya. Ya, Samantha Walker tinggal berdua dengan Johnson Walker kakeknya , semenjak ia masih berusia sepuluh tahun karena kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil beruntun di Houston. Jika dulu, kakeknya yang merawatnya, sekarang berbalik.. ia yang merawat kakeknya .

*KNOCK..KNOCK*

"Ya tunggulah sebentar .!"

Seru Samantha Walker yang sedang menuntun kakeknya ke ruang ke ruang keluarga.

"Kakek duduklah dulu !. Aku mau membuka pintu .!"

Bergegas Samantha Walker membuka pintu ruang tamu. Matanya terbelalak melihat...

"Carl Davidson..,"

serunya dengan nada yang terdengar kaget yang seimbang dengan ekspresi wajahnya yang rumit pula.

"Kamu kaget melihatku , Samantha Walker.?"

Tanya pemuda bertubuh tinggi besar dengan nada yang terdengar familiar, ia langsung memeluk dan mengecup bibir gadis cantik Houston.

"SIAPA YANG DATANG , SAMANTHA WALKER CUCUKU .?"

Teriak kakek Johnson Walker dari ruang keluarga, belum sempat Samantha Walker menjawab pertanyaan kakeknya , pemuda itu sudah melangkah masuk ke dalam , suara detak sepatunya menggema memenuhi ruangan.

"Aku Carl Davidson. apa kamu masih mengingatku , kakek Johnson Walker .,?"

Ucapan ramah Carl Davidson membuat kakek Jonson Walker menoleh dan berseru bahagia...

"Carl Davidson ..!"

Kebahagiaan terpancar di wajah kakek Johnson Walker yang berseri-seri.

"Kubawakan sarapan untuk kita bertiga, kek . Kita harus sarapan sambil menonton siaran langsung pertandingan sepak bola di tv.!"

Bisik Carl Davidson pada kakek Johnson Walker yang langsung terkekeh sembari menepuk-nepuk pundak pemuda itu,

meskipun mereka berdua bukan kakek dan cucu kandung tapi sudah akrab sekali. Pemuda bertubuh tinggi besar itu mengangkat wajahnya menatap Samantha Walker gadis cantik yang masih melongo menatapnya , Carl Davidson melangkah mendekati Samantha Walker yang masih berdiri mematung melihatnya,

"Sampai kapan kamu menatapku dan pintu tidak di tutup , Samantha Walker .?"

Carl Davidson mengulurkan tangannya memegang knop daun pintu dan menutupnya kemudian tangan kanannya menggandeng Samantha Walker berjalan menuju ke dapur namun saat mereka berdua melewati kamar tidur gadis itu yang pintunya terbuka sedikit , langsung Carl Davidson menariknya masuk ke dalam kamar .

"Mau apa kita ke.."

Bibir Carl Davidson langsung membungkam bibir Samantha Walker yang belum sempat selesai bicara.

Carl Davidson memeluk lembut pinggang Samantha Walker sambil menciumi bibirnya.

"Berhentilah menciumiku , Carl Davidson !. Aku harus menyiapkan sarapan buat kakekku !."

Samantha Walker berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Carl Davidson di pinggangnya.

"Aku merindukanmu , Samantha Walker."

Carl Davidson enggan untuk melepaskan.

"Apa kamu tidak mencintaiku, Samantha Walker .?. Apakah sudah ada laki lain yang menggantikan diriku .?"

Ia bertanya dengan nada tidak suka, Samantha Walker mendekatkan wajahnya...

"Aku mencintaimu dan selalu menunggumu datang , Carl Davidson. Tapi hari ini kamu datang bagaikan hantu yang tiba-tiba berdiri di depan pintu dan aku masih tidak yakin Jika itu dirimu, jangan-jangan itu hantu yang menyerupai Carl Davidson kekasihku."

Samantha Walker berucap dengan membulatkan matanya dengan sempurna yang membuat Carl Davidson tertawa. Mereka berdua keluar dari kamar langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

"Samantha Walker , hari ini aku menginap di sini dan sebaiknya besok kamu dan kakekmu pindah ke rumah baru ."

Ucap Carl Davidson sembari membantu Samantha Walker yang tengah membereskan semua makanan yang di dapur untuk disajikan di meja makan.

"Bicaralah pada kakekku , Carl Davidson.!"

ketika Carl Davidson menoleh , sebuah ciuman lembut mendarat di pipinya. Samantha Walker tidak mau mengambil keputusan karena sudah terbiasa dari kecil jika ia selalu memprioritaskan semua keputusan harus dari kakeknya yang sudah mengasuh dirinya semenjak kecil dengan limpahan kasih sayang.

"Kamu benar-benar menggemaskan , Samantha Walker."

Ia menatap Samantha Walker yang tengah tersenyum manis padanya. Senyuman manis inilah yang membuat Carl Davidson pengusaha muda itu makin mencintainya. Sebuah rumah minimalis minimalis khusus dibelikan Carl Davidson untuk Samantha Walker kekasihnya . Awalnya mereka berdua hanyalah teman sepermainan semasa kecil , akhirnya Samantha Walker menjadi kekasihnya Carl Davidson yang sekarang telah menjadi seorang pengusaha sukses di bidang otomotif , tak heran jika ia memiliki koleksi mobil mewahnya seperti Bugtti Chiron, Bugatti Veyron, McLaren Senna, Ferrari F12 TDF, Rolls Royce Ghost, Rolls Royce Phantom, Rolls Royce Cullinan dan masih banyak lagi. Jika Samantha Walker berusia dua puluh satu tahun , Carl Davidson sekarang berusia dua puluh lima tahun. Perbedaan usia yang hanya empat tahun tidak bisa menjadi penghalang bagi hubungan asmara mereka yang sudah berjalan setahun dan memang mereka berdua merahasiakan hubungan ini atas kehendak Carl Davidson.

💃

DUA HARI KEMUDIAN,

"SAMANTHA WALKER... SAMANTHA WALKER.."

Teriak Carl Davidson sambil keluar dari mobil mewahnya ,, kakinya melangkah lebar memasuki halaman rumah. Tidak terdengar suara sahutan dari kekasihnya , malah terdengar tangisan kakek Johnson Walker dari dalam rumah.

"Pintu rumah terkunci , kemana Samantha Walker.?"

Guman Carl Davidson yang berusaha masuk ke dalam rumah tapi pintu terkunci rapat, tangannya merogoh saku jaketnya , mengambil kunci duplikat dan bergegas membuka pintu..

"Kakek.. kakek Jonson Walker.."

Panggil Carl Walker pada pria tua yang sedang menangis di dalam kamarnya.

"Mana Samantha Walker cucuku .?

Tanya kakek Johnson Walker lemah, suaranya nyaris tak terdengar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dalam Skandal
9.3
Bitna, aktris berbakat asal Korea Selatan, terjerat skandal besar setelah menghadiri pesta di Indonesia. Reputasinya terancam hancur akibat insiden dengan Kenzo, bos besar penyelenggara acara tersebut. Demi menyelamatkan karier, Bitna sepakat melakukan klarifikasi publik. Namun, Kenzo justru mengejutkan dunia dengan mengumumkan pertunangan palsu tanpa persetujuannya. Mengapa Kenzo nekat berbohong? Akankah sandiwara ini menyelamatkan atau justru menghancurkan hidup Bitna?
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel Istri Kampungan Kesayangan Presdir
9.1
Santi hanyalah seorang gadis desa yang nekat merantau ke kota besar demi menyambung hidup adik-adiknya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Bima, seorang CEO tampan sekaligus Casanova yang kerap bergonta-ganti pasangan. Meski terbiasa dengan kehidupan glamor, Bima justru mulai merasa luluh setelah mengenal ketulusan dan kepolosan yang dimiliki Santi. Perbedaan dunia mereka menjadi awal dari kisah romansa yang tak terduga di tengah hiruk pikuk kota.
Sampul Novel MENANTU KONTRAK
9.2
Pasca diusir ibu tirinya, Anindya yang hidup sulit terpaksa menerima kontrak pernikahan dengan Reivan, miliarder yang menutup diri akibat masa lalu kelam. Nyonya Nadia menjodohkan mereka demi memenuhi permintaan terakhir Nenek Zylvana yang sedang sakit. Meski awalnya terpaksa, sikap manja sang nenek justru mendekatkan mereka. Namun, ego Reivan memicu konflik besar hingga Anindya harus mempertaruhkan nyawa demi cinta di tengah rahasia yang mulai terkuak.
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya
8.3
Pernikahan Jennifer dan suaminya dahulu hanyalah transaksi bisnis tanpa rasa cinta hingga berakhir pada perceraian. Namun, Jennifer memilih kabur saat mengandung sebelum surat resmi selesai. Lima tahun berlalu, sang miliarder menggunakan tekanan bisnis agar Jennifer pulang membawa putra mereka. Saat publik merasa iba karena mengira pria itu akan menikahi wanita lain, mereka tak sadar bahwa Jennifer sendirilah yang akan kembali menjadi pengantinnya.
Sampul Novel MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
8.2
Lavendra hancur saat menyadari pernikahannya dengan Daza, sang CEO angkuh, hanyalah alat demi warisan sang kakek. Luka hatinya kian dalam karena Daza masih mencintai kekasihnya, Lora. Meski begitu, Lavendra sempat bertekad berjuang memenangkan hati suaminya demi impian pernikahan bahagia. Namun, gangguan Lora dan sikap dingin Daza menguras tenaga serta batinnya. Kini, Lavendra terjebak dalam keputusasaan dan merasa naif telah mengharapkan cinta sejati.