
Budak Nafsu
Bab 3
Hari lamaran pun tiba, hanya mengundang keluarga dekat dan teman dekat kami saja. Kami sepakat semuanya dilakukan sederhana.
Rumah kediaman Ayu hanya dipasang tenda didepan saja.
Bu Yuni ibunya Ayu Sangat bersemangat menghadapai acara lamaran putrinya ini.
Bu Yuni yang biasanya hanya berbaring dikamarnya,hari ini Bu Yuni terlihat segar dan terus tersenyum bahagia.
Ayu mendandani mamanya dengan gamis putih dan kerudung putih senada dan berenda.
Ayu juga memoles halus wajah mamanya yang masih terlihat cantik.
Mamanya sering kali tertawa saat Ayu menggodanya. Tapi kebahagianya melihat Putri kesayangannya akan menikah.
Bu Yuni ibunya Ayu sangatlah menunggu momen ini, dimana Ayu dilamar dan menikah dengan mas Yanto. Dari sejak mas Yanto datang pertama kali ke rumah mereka lima tahun lalu, mama sudah jatuh sayang seperti layaknya anak sendiri.
Mas Yanto jugalah yang menggerakkan hati Ayu untuk tidak lagi menunggu cinta monyetnya yang menghilang bak ditelan bumi.
Mas Yanto yang sopan dan Soleh telah merebut hati mereka sekeluarga.
Ayu sendiri baru sekali bertemu ibunya mas yanto, itupun saat mas Yanto wisuda, Ayu hanya bertemu ibu dan tiga adik mas Yanto. Saat itu bapaknya mas Yanto sedang melakukan perjalanan dinas ke luar negri.
Perjalan cinta mereka yang selalu berjauhan, Awal mereka jadian Ayu dijakarta dan Yani di Singapura, lalu Yanto pindah tugas ke Bali mereka bertemu paling cepat dua bulan sekali.
Dan saat aku diundang makan malam , Ayu berhalangan hadir karena mamanya tiba- tiba terkena serangan jantung.
Namun begitu keluarga mas Yanto tetap merestui pilihan putranya.
"Kamu cepat dandan Ayu?" Bu Yuni menyuruh putri nya segera bersiap.
"Tinggal pakai kebaya mam," jawab Ayu yang hanya memakai kebaya putih dan rok batik yang dibelikan mas Yanto.
"Kak...Keluarga mas Yanto sudah datang!" Bagas memanggil kakaknya yang sedang berias didepan cermin.
Bagus segera menggendong mama ke kursi roda dan mendorong keluar kamar.
Paman Ayu sudah beramah tamah dengan keluarga mas Yanto.
Dan saatnya perkenalan keluarga,
Deg
Kok ada pak Ghofar...? Ayu tertegun bingung.
"Izinkan kami memperkenalkan seluruh anggota keluarga kami yang hadir disini,," ujar paman mas Yanto yang mewakili keluarga sebagai juru bicara.
"Ananda Pujo Eko Haryanto, " mas Yanto berdiri dan membungkuk kan badan.
Ayahanda dari mas Yanto , bapak haji Ghofar Ismail Pujo," pak Ghofar pun berdiri menyalami dengan mentangkup tangan di dada sambil tersenyum.
Rasanya Ayu lemas dengan lutut gemetar.
Jadi selama ini aku selingkuh dari mas Yanto dengan bapaknya..? batin Ayu.
Wajah Ayu langsung pucat, mual dan pening tiba- tiba Ayu terhuyung. Bagas menahan kakaknya agar tidak tersungkur.
"Kenapa kak?" Tanya Bagas.
"Kak," Bagas memegang bahu Ayu erat.
"Kenapa,?" Sakit,?" Cecar a Bagas.
"Badan Kaka kenapa dingin sekali?"
Bagus meraih tubuh Ayu dalam dekapannya dengan rasa khawatir.
"Ga apa apa de,mungkin Kaka kurang tidur dan belum makan tadi,, "jawab Ayu sekenanya.
Tante Tiara menghampiri Ayu.
"Segitu gugupnya ayu,?" Tante Tiara menggoda Ayu dan menggenggam tangan keponakannya..
"Keponakan Tante sudah dewasa, selangkah lagi sudah jadi istri orang nih."
Tante tau kamu pasti khawatir kan ibumu kan?" Tante Tiara memeluk bahu Ayu.
"Ibumu akan sangat bahagia dengan pernikahan ini,tuh liat Ibumu terus tersenyum...!"
Ayu menguatkan hati, dan melirik pak Ghofar.
Dan..
Pak Ghofar mengangguk tersenyum.
Tatapannya tidak berubah,tak ada kebencian disana.
Duh, bagaimana ini.? Ayu terus merujuk ,tak ada yang bisa aku pintar pendapat.. ini rahasiaku.... Batin Ayu.
"Alhamdulillah sepakat ya," akad nikah hari Jumat Minggu depan!"
Duer..
Minggu depan?" Aku shock , secepat inikah.?
Rombongan keluarga mas Yanto berpamitan,,
"Nak Ayu,, yang sehat ya!" Ibu mas Yanto memeluk Ayu hangat.
Dan pak Ghofar, menggenggam tangan Ayu sambil tersenyum.
"Wuah pantesan Eko pengen cepat nikah, wong calon bojone tenan Ayu..!"
Pak Ghofar menggoda mas Yanto ,di iringi tawa seluruh keluarga.
"Dirumah kami memanggilnya Eko, karena putra pertama," ujar pak Ghofar seolah menjelaskan pada Ayu kalau Eko yang selalu dia sebut putranya itu Yanto kekasih Ayu.
"Kami pamit,"ucap pak Ghofar sembari menepuk tanga Ayu lembut.
Senyum dan sikap pak Ghofar tak ada yang berubah, tak ada kebencian ataupun kemarahan.
Persiapan pernikahan yang sepenuhnya diurus oleh mas Yanto, aku mengambil cuti satu Minggu dari hari Kamis dan di izinkan Mr Park.
Akad nikah pun berjalan khidmat, mas Yanto memberiku mahar 330 gram emas dan lima puluh juta uang tunai serta seperangkat alat sholat.
Pesta pernikahan kami yang sederhana tapi hangat dan akrab, keluarga mas Yanto sangat suka berkelakar, ,
Mama sering tertawa sampai keluar air mata, adik mas Yanto ,dik Yanti sangat suka menggoda mama.
Bahagia rasanya berada diantara keluarga besar kami.
Pak Ghofar memberika ticket bulan madu ke Thailand,, ke hotel dimana kami pernah bercinta dengan panas disana. Entah apa maksud mertuaku itu.
"Pulang bawa cucu ya!"pak Ghofar kembali menggoda kami.
Setelah semua tamu pulang, hanya beberapa keluarga masih ada untuk membereskan sisa pesta.
Mas Yanto mengajakku bersih - bersih dan sholat.
Kami sholat berjamaah, tak kuasa menahan air mata. Betapa aku bersyukur dengan semua ini.
Mas Yanto duduk disisi ranjang, menyentuh lembut tanganku.
"Izinkan mas jadi imammu Ayu!" Mas Yanto mengecup lembut keningku. Kecupan pertama sejak perkenalan kami.
Aku menunduk, mas Yanto membimbingku berbaring dan kami bertatapan,,
Lalu..
Bismillahirrahmanirrahim ucap mas Yanto mengucap doa..
Malam pertama yang indah, syahdu .. akan lebih indah lagi seandainya ini yang pertama buatku.
Maafkan aku mas.. kesucian ku telah kuserahkan pada ayahmu..
Mas Yanto mulai mencium lembut bibir ku, agak kaku. Aku berusaha mengimbangi ke kekakuan mas Yanto, aku ga mau mas Yanto mencurigai ku.
Aku hanya diam saja saat mas Yanto mulai menciumi leherku dan tangannya bergerak ke dadaku dan meremas payudara ku tanpa membuka bra.
Aku merasakan milik mas Yanto mulai menegang.
Mas Yanto mulai membuka lingerie dan menciumi setiap inci tubuhku.
Hangat bibirnya membuat ku terangsang,lolos juga desahan ku.
Mas yanto terus menerus bermain di area dadaku , aku berusaha memancing nya dengan menggesekkan paha ku pada sesuatu dibalik piayamanya.
"Mas ... " Aku sudah gemas rasanya ingin segera menuntaskan malam yang menegangkan ini.
"Sayang, mas masukin ya..." Bisik mas Yanto sambil menciumi telinga dan leherku dan meninggalkan tanda kepemilikan disana.
Aku angkat bokongku dan menekan keatas dan mas Yanto menekan tubuhnya.
Rasanya ada yang robek perih sekali
Mas Yanto diam sesaat sepertinya merasakan denyutan didalam.
" Ahk Ayu, nikmat sekali" desisnya.
Aku mulai menggoyangkan tubuh bagian bawahku dan menekan keatas.
Aku tarik bokong mas Yanto supaya lebih menekan.
Aku membuka kakiku berharap rasa perihnya berkurang.
Sepertinya mas yanto mengerti ,lalu diam sejenak dimana mata kami bertatapan.
" Ayu... Ahk ...hmmm" sepertinya mas Yanto sudah hampir klimaks.
Gerakan kami semakin cepat.
"Ayuuuuuu. Aaaaaa....' mas Yanto menekan kuat membuat aku terpekik nikmat.
Kami berpelukan saling menatap..
" Terimakasih sayang" bisik mas Yanto.
Kamipun berpelukan dengan peluh.
Anda Mungkin Juga Suka





