Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Broken home

Broken home

Dalam balutan genre romansa modern yang menyentuh, kisah ini menyoroti dinamika pahit sebuah keluarga yang mengalami keretakan. Di tengah konflik internal dan luka emosional yang mendalam akibat kondisi broken home, para karakter berjuang menemukan arti cinta dan kedamaian. Narasi ini mengeksplorasi bagaimana hubungan antarmanusia diuji saat fondasi rumah tangga mulai hancur, memaksa setiap individu untuk menghadapi kenyataan sulit dalam pencarian kebahagiaan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di sekolah yang baru aku dipaksa adaptasi, aku dipaksa menyesuaikan dengan keadaan yang baru. Teman pertamaku di sd yang baru pernah bercerita tentang ibunya, dia bilang, ‘Kamu pernah gak dimarahi?.’

‘Maksutnya?’ tanyaku.

‘Iya gitu, kayak misal kita berbuat nakal terus dimarahi, pernah gak?’ jawab dia.

‘Engga deh, gak pernah’ jawabku, singkat.

Memang aku tidak pernah berbuat nakal kalau di depan ayahku, tapi mungkin pernah sih kalau tidak ada ayahku. Ayahku mendidik aku cukup keras, jadi aku selalu takut ayahku.

Ada yang pernah bilang juga sama aku, dia bilang gini, ‘Kamu pernah gak tidur bareng orangtua?.’

Aku jawab jujur, ‘Pernah, tapi itu dulu’

Dia menjawab, ‘Enak ya, coba aja aku jadi kamu’

‘Yakin mau jadi kayak aku?’ tanyaku.

‘Iyalah, enak jadi kamu,’ jawab dia. ‘Coba bayangin aku, aku nih, yang udah besar masih aja tidur sekamar bareng ayah-ibuku.’

‘Bersyukur aja kali, lah coba, kamu masih mending, aku?’ sahutku. ‘Udah lama gak tidur bareng, kedua orangtuaku cerai sedari aku kecil’

‘Yang bener?’ tanya dia, kaget.

‘Iyaalah, masa aku bohong’ kataku.

Lanjut ke masa smp, dimana lagi-lagi aku harus bertemu orang baru, bagiku pengalaman ini tidak cukup asing. Aku selalu ngelakuin ini dari kecil.

Ketika kelas 3 smp, salah temanku bertanya, ‘Gimana sih rasanya broken home?’

Aku menjawab, ‘Ya gitu, enak sih kalau dipikir’

Temanku bingung, aku juga bingung. ‘Kok enak? Apanya yang enak?’

‘Gatau, asal keluar di kepala aja’ jawabku.

‘Tapi jujur, broken home membuatku semakin dewasa, aku jadi tau kalau tidak semua cinta itu baik, tapi sebagian dari cinta itu seram’ sambungku.

Dari kecil aku dibentuk oleh rasa takut, hanya ada satu pertanyaan yang selalu aku ingat ketika aku lagi sendiri, ‘Untuk apa aku dilahirkan, kalau pada akhirnya aku ditinggalkan.’

Tumbuh tanpa kasih sayang membuat aku menjadi pendiam, aku sering kehilangan emosi. Aku lebih senang ketika melihat kejadian brutal, apa aku tumbuh menjadi psikopat?. Tidak, aku bukan psikopat, tapi aku hanya orang yang kehilangan emosinya. Karena aku, kehilangan segalanya.

Keluargaku meninggal 2 minggu yang lalu, para polisi mengatakan kalau mereka dibunuh oleh seseorang. Dan lebih kejamnya pembunuhan ini direncana, seakan pembunuh ini punya dendam terhadap keluargaku.

‘Udah selesai ceritanya?’ kata temanku.

Ada keheningan sesaat.

‘Berikan ini kepada keluargaku, bilang ke mereka aku sudah bahagia’ kataku.

‘Ini apa?’ tanya dia.

‘Cuma secarik kertas yang isinya mungkin bisa membuat mereka tenang’ kataku.

Dia mengambil secarik kertas, lalu memasukkan ke katong yang ada di dadanya.

‘Pasti aku sampaikan’ katanya. ‘Kamu sudah siap? Kalau sudah, ayo kita pergi’

‘Aku selalu siap, aku tau konsekuensinya. Aku tau apa yang kuperbuat’ kataku.

Kami berdua jalan di sebuah lorong, gelap, pengap, tidak ada jendela sekalipun selama kami berdua berjalan. Kalau kalian tidak tau, temanku bekerja di kepolisian.

3 menit kami berjalan, dengan keadaan tanganku terikat borgol. Pada akhirnya kami sampai di depan khalayak orang, hakim, serta puluhan polisi.

Aku berdiri di depan mereka semua, dengan tiang setinggi 4 meter di sebelahku.

‘Suadara Toto, anda dinyatakan bersalah, atas pembunuhan berantai yang menyebabkan 13 orang meninggal. Dan tragisnya anda melakukan itu dalam waktu 3 bulan dan 13 orang itu juga termasuk keluarga anda. Maka sesuai hukum yang berlaku anda akan digantung. Apa anda siap menanggung itu semua?’ kata hakim.

‘Saya selalu siap’ jawabku, singkat.

‘Apa ada kata terakhir?’ tanya hakim.

‘Mana yang lebih buruk? Hidup sebagai monster atau mati sebagai orang baik?.’

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
9.5
Kania Halim, jurnalis pemberontak, terjebak dalam hubungan rahasia dengan CEO Elang Solehudin. Ternyata, ia hanyalah alat bagi Elang untuk melindungi Clara. Pengkhianatan Elang mencapai puncaknya saat ia membiarkan Kania dipenjara hingga membiarkannya terluka dalam kecelakaan demi menyelamatkan Clara. Sadar hanya menjadi beban yang dikorbankan, Kania bangkit dari kehancuran. Ia menghancurkan dunia Elang dan memulai hidup baru melalui pernikahan dengan miliarder lain.
Sampul Novel KETUA OSIS
8.6
Budaya diskriminasi terhadap siswa beasiswa di sekolah elit Taruna Bangsa membuat Eva Nur Shafaah, sang ketua OSIS, kehilangan harga diri di mata murid lain. Hidupnya kian pelik saat ia berselisih dengan Artanabil Hibrizi, pemimpin geng Kompeni sekaligus cucu pemilik sekolah yang sangat berkuasa. Arta memaksa Eva menjadi babunya tanpa perlawanan. Di tengah hubungan toxic ini, ketulusan Eva diuji oleh sikap brengsek Arta dalam dinamika remaja yang keras.
Sampul Novel Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu
9.3
Niar terjebak dalam depresi berat saat suaminya, Deni, bekerja di luar kota. Tinggal bersama mertua dan ipar yang kejam, uang belanja tujuh juta miliknya dirampas hingga hanya tersisa 500 ribu rupiah. Meski Niar berusaha menutupi penderitaannya dengan bungkam, Deni akhirnya menyadari perubahan sikap sang istri. Ia pun bertekad menyelamatkan Niar dari tekanan keluarganya. Akankah Deni mampu membebaskan Niar dari penderitaan batin ini?
Sampul Novel Pancaroba
8.8
Dunia Aretha yang awalnya tenang dan sederhana mendadak berubah drastis setelah ia bersinggungan dengan seorang pemuda yang dianggap aneh oleh teman-teman sekolahnya. Sosok misterius ini memiliki pola pikir yang sulit dipahami dan menyimpan banyak rahasia tentang kehidupannya yang tak terduga. Pertemuan tersebut membawa Aretha ke dalam situasi penuh tanda tanya, saat ia mencoba menyelami sisi lain dari lelaki yang sulit ditebak tersebut.
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, bos pemilik hotel. Untuk melepas penat, ia pergi ke lounge dan justru menolong Tibra yang terlibat perkelahian dengan bantuan Jo. Meski sempat ditawari kembali bekerja, Hanum menolak karena sudah menjalin kasih dengan Jo. Namun, pengkhianatan Jo dan sahabatnya membuat Hanum hancur. Di masa sulit itu, Tibra hadir mendukungnya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka berdua.