
Boy and Secret
Bab 3
Kenzo mendesah pelan begitu ia sampai di ruang latihan. Laki-laki tersebut meletakkan tas ranselnya pada kursi samping ia duduk kemudian menyandarkan tubuh ke belakang. Sekarang, masih pagi. Namun, sudah terasa melelahkan untuknya.
Kejadian semalam benar-benar masih membuatnya kepikiran. Kenzo memang mabuk, tetapi ia ingat separuh dari apa saja yang ia lakukan. Terlebih saat bersama Alesha dan laki-laki itu tidak bisa menahan hasratnya.
Biasanya, jika sedang kesal, Kenzo memilih memukul sesuatu atau menghibur otak dengan berlatih, mendengarkan musik dan bernyanyi atau iseng mengerjakan tugas kampus.
Namun, kini ia memilih merenung. Seolah, Kenzo adalah laki-laki lemah. Tak heran sebab bisa saja semua orang menjauhinya karena ia berbohong tentang sesuatu yang bukan main-main.
Young Jae menepuk pundaknya. Kenzo hanya melirik ia sebentar kemudian kembali pada pikirannya. Semangat ia untuk latihan hari ini turun drastis.
"Mr. Zeon memanggilmu, pergilah menemuinya. Setelah itu, kita akan melanjutkan video trailer kemarin yang belum selesai. Kalau bisa, besok mulai full MV," ujar Young Jae.
Kenzo mengangguk. Ia beranjak dari duduk. Tidak terlalu berat menemui Mr. Zeon meskipun laki-laki itu akan memarahi ia habis-habisan ketika mengetahui hal yang ia lakukan bersama Alesha tadi malam.
"Kau baik-baik saja, Kenzo?" tanya Young Jae saat Kenzo akan melangkah ke ambang pintu.
Tersenyum, Kenzo berbalik badan. "Ya, aku tidak apa-apa. Pergilah makan dengan yang lain lalu sisakan untukku. Aku akan segera kembali."
Usai mengatakan kalimat tersebut, Kenzo pun meninggalkan tempat ini. Ia harus profesional, ia laki-laki dan ia akan siap jika dikeluarkan dari group band itu dalam waktu dekat. Toh, Kenzo pasti menemukan pekerjaan lain nantinya.
Ruangan dengan pintu hitam ini dibuka oleh Kenzo kala beberapa bodyguard yang menjaga di depannya sudah mempersilakan ia masuk. Dengan menarik napas, laki-laki itu mendekati Mr. Zeon—sang pemilik perusahaan industri hiburan ini.
"Pagi, Mr. Zeon," sapa Kenzo menundukkan kepala sekilas.
"Pagi, Kenzo. Silakan duduk, ada yang ingin saya tanyakan padamu," suruh Mr. Zeon sembari menunjuk kursi tamu.
Kenzo pun mengangguk. "Ada apa? Tentang Reviger?"
"Ya, beberapa waktu lalu ada yang memberitahu saya bahwa salah satu penggemar mengetahui letak rumahmu. Saya takutnya, ia adalah salah satu penggemar fanatik atau admin akun fanbase. Ia bisa saja memasang CCTV di rumahmu, Kenzo." Mr. Zeon menjeda kalimatnya.
"Bagaimana jika kau pindah rumah saja atau apartemen agar kejadian tidak terguda di suatu hari nanti bisa dicegah sejak sekarang," usul Mr. Zeon.
"Saya bisa membantu kau untuk perpindahan itu. Akan saya tanggung sebagian biaya beli tanah tempat barumu," lanjutnya.
Kenzo berpikir sejenak. "Ada baiknya, tetapi saya harus meminta izin kakak-kakak saya terlebih dahulu, Mr. Meskipun selama ini saya tinggal sendiri, tetapi keputusan mereka berpengaruh dalam hidup saya."
"Iya, silakan. Kalau bisa dalam waktu cepat. Penggemar ini tidak main-main. Mereka bisa menyebar rekaman CCTV itu jika ada ke grup yang mereka buat dan akan membuat ricuh social media."
"Tentu, kau memiliki privasi yang tidak harus diumbar, bukan? Demi ketenanganmu," sambungnya.
"Baik, saya akan pikirkan hal ini. Oh, iya, saya ada titipan lagu milik Alesha. Semoga Mr. Zeon suka." Kenzo mengambil secarik kertas di saku bajunya lalu memberikan benda itu pada Mr. Zeon.
"Ngomong-ngomong, Kenzo. Sedekat apa kau dengan musisi muda itu? Ia memang terkenal karena bakatnya berakting dan membuat lagu, tetapi kau tidak berhubungan dengannya, bukan?" tanya Mr. Zeon.
Kenzo menggeleng cepat. "Tidak, saya dan Alesha hanya sebatas rekan bisnis antara pembuat lagu dan penyanyi. Tidak lebih dari apa pun."
"Baiklah, kau tentu sudah tahu peraturan saat tanda tangan kontrak dulu." Mr. Zeon tersenyum lantas menyuruh Kenzo untuk kembali keluar.
Ditutupnya pintu tinggi tersebut dengan pergerakan lesu. Sungguh, Kenzo seolah ingin melakukan sesuatu untuk menyakiti tubuhnya lagi. Ia terbiasa melakukan hal itu kala sedang ada masalah.
Kenzo bukan menuju ke ruang latihan guna mengambil pesanan makanan yang ia katakan pada Young Jae tadi, melainkan ke dapur. Ya, tempat ini sekarang masih pagi dan Kenzo rasa tak akan ada yang mencegahnya.
Sebuah pisau diambil Kenzo secara diam-diam. Laki-laki tersebut beralih ke area wastafel. Di sana, ia menyayat lengan kirinya beberapa kali. Tak peduli ada bekas goresan. Kenzo butuh pelampiasan.
Ia tersenyum, hal ini menyenangkan untuk Kenzo. Setelah darah itu mengalir perlahan, Kenzo cepat-cepat membilasnya hingga ia dapat merasakan perih di sana. Tak lupa membersihkan pisau tersebut lalu mengembalikan di tempat semula.
Tidak ada yang mengetahui kebiasaan buruknya ini dan Kenzo berjanji akan menyimpannya sendiri. Tak semua harus diketahui orang lain, menurutnya.
"Good boy," pungkas Kenzo sembari menatap bekas sayatan tersebut lalu menurunkan jaketnya.
***
"Mengapa CCTV-nya harus rusak? Memangnya tidak ada staff yang bertugas memperbaiki? Mempersulit saja," kesal Yondan sembari mengusap wajahnya kasar.
"Selama ini, tempat itu selalu aman-aman saja sehingga yang selalu dicek hanyalah ruangan lain," sahut Young Jae.
"Ada apa?"
Kenzo yang baru dari ruang rekaman mengernyit. Obrolan sahabat-sahabatnya ini tampak serius sehingga ia tertarik untuk tahu. Kenzo menepuk pundak Niko di sampingnya sebab belum ada yang menjawab pertanyaan ia.
"Ada bercak darah di pinggiran wastafel dapur. Kameramen menemukannya saat akan mencuci tangan, tetapi mereka tidak bisa menemukan itu penyebabnya apa karena CCTV rusak," jelas Niko.
Raut Kenzo tidak terkejut. Laki-laki itu pandai menetralkan ekspresi. Ia hanya mengangguk-angguk seolah tak tahu apa-apa. "Oh, begitu. Biarlah, bukan urusan kita."
"Jika itu tindak kejahatan akan merugikan perusahaan, Kenzo," tambah Reon.
"Daripada pusing? Lebih baik kita pikirkan tentang promosi lagu baru itu. Mr. Zeon menyetujui lirik dari Alesha yang aku beri padanya tadi pagi. Jadi, ada dua lagu yang harus kita kuasai," jelas Kenzo merubah suasana.
"Baiklah, kuyakin masalah ini segera diketahui. Mr. Zeon pun pasti sudah mendengarnya dan ia akan bertindak segera." Yondan mengajak berdiri usai mengatakannya.
"Kita harus memantapkan koreografi. Bukan hanya suara yang terpenting," sambungnya.
"Akan tetapi, juga rupa."
Timpalan kalimat dari Young Jae membuat telapak tangan Yondan melayang begitu saja di bokong laki-laki keturunan luar itu hingga ia meringis sakit. Kenzo juga yang lain dibuat tertawa karenanya.
Young Jae itu paling tampan sementara Yondan, beberapa orang menyebutnya cantik. Kenzo sendiri memiliki nilai tambah dari perawakannya yang kekar dan tinggi. Sementara Niko, laki-laki itu penguasa koreografi tarian.
Reviger, nama group band mereka memang diisi oleh member dengan keunggulan masing-masing. Kenzo yang sudah tak perlu diragukan meraup semuanya terutama rap, Young Jae menarik penggemar dengan wajah rupawannya, Yondan sang vokal bersuara emas dan terakhir Niko terlalu pintar dalam melakukan dance bahkan dijuluki laki-laki tanpa tulang sebagai pembentuk tubuhnya.
"Sudahlah, lebih baik kita lanjut latihan. Katanya, Alesha akan kemari hari ini guna menandatangani kontrak dengan Mr. Zeon. Kita harus menunjukkan padanya bahwa layak bekerja sama dengan ia," pungkas Niko.
Anda Mungkin Juga Suka





