Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bos Posesifku

Bos Posesifku

Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Leooooo ... k-kamu!”

Viola membelalakkan matanya tidak percaya akan apa yang sedang dilihatnya saat ini. Kekasih yang ia cintai setahun belakangan sedang bercinta dengan wanita lain.

Leo terkejut bukan main melihat Viola memergoki dirinya sedang bercinta dengan Selly. Ia tidak menduga Vio akan ke apartemennya.

"V-viola, i-ini ...” Leo tergagap. Belum sempat berkata apa-apa, tiba-tiba sebuah

tamparan telah melayang di pipinya.

"Apa-apaan ini, Leo? Kenapa kau menghianatiku?” jerit Vio sambil memukul-mukul dada Leo.

Sementara Selly buru-buru memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai.

"Viola, dengarkan dulu penjelasanku!"  jawab

Leo disela-sela pukulan yang dilayangkan Viola di dadanya.

Viola yang sedang emosi, tidak mau mendengarkan penjelasan Leo. Ia terus saja melampiaskan kekesalannya pada kekasihnya itu.

Selly yang telah berhasil memakai pakaiannya kembali, dengan santainya berjalan mendekati

Leo yang sibuk menenangkan Vio.

"Apa-apaan ini, Honey? Siapa dia sebenarnya?” tanya Selly sambil menunjuk Vio yang masih

mengamuk.

Belum sempat Leo menjawab pertanyaan selingkuhannya itu, Viola langsung menarik rambut wanita itu dan menjambaknya dengan keras. Dirinya benar-benar emosi melihat

wanita tidak tahu diri itu.

"Aku kekasih Leo, kalau kamu mau tau? Dasar jalang sialan!”

Vio terus menjambak rambut Selly untuk melampiaskan amarahnya. Sebenarnya ia ingin

menangis, tapi harga dirinya terlalu tinggi, hingga ia melakukan hal impulsif, yaitu memukul jalang tersebut untuk melampiaskan emosinya.

"Lepaskan aku, wanita sialan! Lepaskan rambutku! Honey, tolong aku!" Selly berteriak

histeris karena kesakitan.

Sementara Vio yang sangat marah dan sakit hati, tak menghiraukan teriakan wanita itu lagi. Gadis itu terus saja menarik rambut dan memukul wanita pelakor perebut kekasihnya

itu.

"Lepaskan dia, Vio! Kamu ini apa-apaan, sih? Barbar sekali kamu!"

Leo yang sudah berhasil memakai boxer-nya kembali, berusaha melerai Vio dan teman

kencannya tersebut.

"Apa? Barbar katamu?”

Tangan Vio pun akhirnya kembali mendarat di pipi Leo. Sungguh dirinya tidak percaya, Leo malah membela wanita itu daripada dirinya. Dia bahkan tega menyebut dirinya bar-bar.

Wanita mana yang tidak akan marah jika berada di posisinya sekarang?

"Kamu bilang aku barbar. Lalu ini apa, hah? Kamu tega menghianatiku, Leo. Kamu

sungguh jahat, teganya kamu melakukan ini padaku," mata Vio pun memerah,

sekuat tenaga ia menahan tangisnya agar tidak pecah di hadapan lelaki berengsek

itu.

Sungguh ia tidak menyangka, orang yang ia kasihi dan selalu perhatian serta menyayanginya setahun belakangan, tega-teganya tidur dengan wanita lain. Yang membuatnya tambah emosi adalah melihat raut wajah kekasihnya yang tampaknya sama sekali

tidak merasa bersalah terhadapnya.

Leo yang tersulut emosi karena ditampar Vio, akhirnya menjawab dengan lantangnya. “Tega

katamu? Ya, aku tega, Vio. Apa yang kudapatkan darimu selama setahun ini selain

ciuman dan pelukan, hah? Aku ini lelaki normal, Vio. Kebutuhanku juga harus disalurkan. Kamu tidak pernah mau kuajak tidur selama ini, kan? Jangan salahkan aku mencari pelampiasan!" jawab Leo tak mau kalah.

Vio sungguh panas hati mendengar ucapan Leo. Jadi selama ini, hanya tubuhnya yang diinginkan Leo, bukan cinta suci seperti yang ia rasakan pada Leo selama ini.

"Dasar berengsek!” Viola menampar Leo sekali lagi dengan keras. "Aku

bukannya tidak mau tidur denganmu. Aku hanya ingin mempersembahkan kehormatanku untuk suamiku kelak. Kalau kau menginginkanku, kau bisa menikahiku, bukan tidur

dengan jalang ini,” jawab Vio menahan tangisnya.

"Cih,

mimpi kamu! Aku masih ingin bebas, Vio. Kamu terlalu tinggi menilai dirimu,” ejek Leo sinis sambil berjalan mendekati selingkuhannya, kemudian memeluknya mesra di depan mata Vio.

"Mending

kamu pulang saja sana! Gangguin orang aja,” cibir Selly sinis mengejek Viola sambil bergelayut mesra di pelukan Leo.

Dengan geram Viola berlari mendekati Leo, menendang pangkal pahanya lalu mendorong wanita itu. Sungguh hatinya begitu panas mendengar ucapan Leo dan jalangnya itu.

"Berengsek kamu!” jerit Leo kesakitan sambil memegangi pangkal pahanya.

"Kalian yang berengsek? Mulai sekarang kita putus ....”

Vio bergegas meninggalkan tempat laknat itu. Ia terus berlari meninggalkan apartemen mantan kekasihnya dengan air mata yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Ia masuk ke

dalam mobilnya lalu menangis sekencang-kencangnya di sana. Sungguh hari ini terasa bagai mimpi buruk baginya.

Niatnya untuk merayakan anniversary satu tahun hubungannya bersama Leo, kini kandas

tak berbekas. Betapa teganya Leo mengkhianatinya. Apa salahnya selama ini? Ia

sudah berusaha menjadi kekasih yang baik untuk Leo.

“Leo sialan! Leo berengsek!” umpatnya disela-sela isak tangisnya.

"Bahkan

dia tidak mengejarku. Dia lebih memilih jalang itu. Dasar kurang ajar!” tangis

Vio pun semakin deras.

Butuh keberanian besar bagi seorang wanita ketika mendapati kekasihnya selingkuh

untuk terlihat tetap tegar seperti Vio. Setidaknya di depan dua manusia jahat itu, Vio berusaha terlihat tegar, walaupun sebenarnya ia sedih dan sakit hati.

Ia hanya tidak mau terlihat lemah di mata orang lain. Ia akan selalu

menampakkan sisi garangnya untuk melindungi dirinya dan hatinya dari kejamnya manusia di sekelilingnya. Setelah puas meluapkan kesedihannya. Ia pun melajukan kendaraannya menuju kafe Romero milik temannya yang bernama Tommy untuk

melupakan kesedihannya.

"Minta minuman yang dingin dan segar, Tom!" Vio menyeka air matanya sambil memesan minuman pada sahabat karibnya.

"Kenapa lo nangis, Vio? Lo ada masalah?" tanya Tommy mendekati Vio, lalu menepuk-nepuk punggungnya pelan, menenangkan sahabatnya.

Nora yang juga merupakan sahabat Vio, datang membawa minuman dingin menghampiri meja Vio.

"Nih, diminum dulu! Ada apa? Kok nangis, sih? Pagi tadi ceria banget mau ngerayain anniversary sampai gak pamit lagi,” tanya Nora penasaran. Nora heran melihat Vio yang

selalu ceria, tiba-tiba menangis seperti ini. Ada apa gerangan?

"Leo menghianatiku. Dia tidur dengan wanita lain di apartemennya,” ucap Vio sembari

menyeka air matanya. Air mata yang hanya bisa dilihat Tommy dan Nora sahabat

karibnya.

"Berengsek si Leo!” Tommy mengepalkan tangannya geram mendengar curahan hati sahabatnya.

"Jahat banget, sih. Gue nggak nyangka kalo Leo bisa menghianati lo, Vio. Perhatiannya

selama ini begitu besar sama lo. Malah kita aja sebagai sahabat lo, nggak kebagian waktu karena direbut sama pacar lo itu. Dasar buaya kurang ajar!” geram Nora ikutan kesal.

"Iya, gue aja nggak nyangka jadi begini. Tadinya gue pengen ngasih kejutan buat dia, karena

hari ini first anniversary kami. Gue diam-diam ke apartemennya. Namun, akhirnya bukan dia yg terkejut, tapi gue sendiri yang terkejut jadinya,

Ra," lanjut Vio masih menyeka air matanya yang masih terus mengalir.

"Sudah, lupain aja cowok itu, Vio! Sayang banget air mata lo dibuang-buang buat cowok

berengsek macem dia. Lo yang tegar, ya, Vio!" Kedua sahabat Vio berusaha menenangkan.

"Makasih, ya. Kalian selalu ada buat gue saat senang atau pun susah. Jujur, gue benar-benar kecewa. Gue ga nyangka dia bisa tega sama gue. Selama setahun bersamanya, dia selalu memberikan kasih sayang dan perhatiannya hingga gue benar-benar merasa dicintai. Gue malah anggap dia cowok paling sempurna. Ternyata, gue salah. Cinta yang tulus bagi pria itu tidak ada, yang ada cuman nafsu.”

"Suatu saat, lo pasti nemuin cowok lain yang tulus, Vio,” hibur Tommy tulus.

“Nggak, Tom. Gue nggak bakal percaya lagi sama cowok. Cowok semuanya berengsek,” ucap Vio penuh dendam.

Ia bertekad dalam hatinya, tak akan mempercayai laki-laki lagi. Ia tak ingin dikhianati

lagi. Sakit, perihnya ketika kekasih hati bercinta dengan wanita lain akan ia bawa sampai mati. Laki-laki semuanya bajingan.

Tommy dan Nora saling berpandangan dalam diam. Tak ada gunanya menasehati Vio sekarang. Wanita itu sedang terluka. Hanya waktu yang bisa menyembuhkan lukanya.

“Ya, udah, jangan galau-galau lagi! Mendingan kita hang-out aja. Gimana?” ajak Nora

berusaha menghibur Vio.

Sementara di ujung meja sana, seorang lelaki mengamati interaksi Vio dan Tommy sambil

bergumam sendiri.

"Cantik, tapi bodoh. Menangis karena pria, dasar bodoh!" gumamnya dingin.

"Siapa yang bodoh, Bos?” tanya asisten Tio sambil celingak-celinguk melihat sekitar.

Namun Richard hanya berlalu tanpa menjawab apa-apa.

"Tinggal jawab doang apa susahnya, sih, Bos!” gumam Tio merasa kesal tidak ditanggapi bosnya. Tio pun menyusul Richard meninggalkan kafe Romero menuju kantornya.

Bersambung....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR
9.2
Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Niat Miranda untuk sekadar bersenang-senang berakhir petaka setelah ia terjebak dalam malam panas bersama Athes Russel. Situasi kian pelik karena pria itu ternyata rekan bisnis ayahnya sendiri. Meski Miranda berusaha keras menjauh dan menolak kehadirannya, Athes justru terus mengejar karena terobsesi dengan memori pertemuan mereka. Kini, Miranda terjepit di antara skandal terlarang dan bayang-bayang pria yang seharusnya tidak pernah ia sentuh.
Sampul Novel Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
8.0
Aldric dan Keira terikat pernikahan kontrak demi kepentingan finansial keluarga. Setelah dua tahun penuh kepura-puraan, Aldric memilih bercerai demi mantan kekasihnya, tanpa tahu Keira pergi dalam keadaan mengandung. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah kota kecil. Aldric terkejut melihat anak laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, ia harus memilih antara menebus kesalahan masa lalu atau kehilangan keluarga kecilnya selamanya.
Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Asmi sering dihina oleh keluarga suaminya karena penampilannya yang gemuk dan asal-usulnya dari desa. Bahkan, sang ibu mertua menolak kehadirannya karena menganggapnya miskin serta tidak memiliki ayah. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terungkap. Sang suami baru menyadari bahwa istrinya sebenarnya adalah pengusaha kaya raya dengan aset di mana-mana. Kini, saat identitas aslinya terbongkar, mampukah keluarga tersebut berhenti merendahkan sosok Asmi?
Sampul Novel ISTRI KONTRAK SANG CEO
8.0
Masa berlaku pernikahan kontrak antara Rehan dan Merry hampir usai, namun benih cinta justru mulai tumbuh di hati sang CEO. Meski Rehan enggan jujur, Merry tetap bersikeras mengakhiri ikatan perjodohan orang tua mereka. Di tengah ketegangan itu, seorang model cantik hadir menggoda Rehan saat isu perceraian merebak luas. Merry berusaha ikhlas melepaskan segalanya, sementara Rehan terjebak dilema antara mengungkap perasaan atau membiarkan Merry pergi selamanya.
Sampul Novel Mr. Reagan
8.2
Reagan Adam dikenal sebagai miliarder rupawan yang dipuja banyak wanita. Namun, di balik pesonanya, ia adalah dalang pembunuhan berantai yang mencekam London. Hidupnya berubah saat bertemu Clara, gadis toko bunga yang ceria. Awalnya Clara adalah target buruan, namun Reagan justru terobsesi memilikinya. Kini, Clara terjebak dalam dekapan monster tampan yang mengklaim seluruh hidupnya. Akankah ia pasrah menjadi milik pria berbahaya yang bisa menghabisinya kapan saja?