Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bos, Istri Anda Minta Cerai

Bos, Istri Anda Minta Cerai

Enam tahun Sella Wisara terjebak dalam pernikahan pilu sebelum Wildan Bramantio mengusirnya demi kembalinya Aisha. Tanpa ragu, Sella menyetujui perceraian itu dan pergi tanpa air mata. Namun, Wildan justru murka saat melihat mantan istrinya bahagia di pelukan pria lain tak lama kemudian. Meski dihina, Sella dengan tegas menolak campur tangan Wildan atas hidupnya. Melihat tatapan lembut Sella untuk pria baru, akal sehat Wildan pun seketika runtuh terbakar cemburu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dokter mengatakan kemungkinan Aisha untuk bangun sangat kecil, sehingga Wildan menyetujui permintaan yang diajukan Sella dan menikahinya.

Akan tetapi, sejak hari mereka menikah, pria itu selalu bersikap dingin padanya.

Sella mengangkat dagunya dan menatap lurus tanpa takut ke arah Wildan. "Aku ini istrimu. Kenapa aku harus pindah ketika dia kembali?"

Wildan menatapnya dan wajahnya perlahan menjadi suram. Matanya menjadi semakin menakutkan. "Kenapa? Karena Aisha bilang kamu menabraknya dengan mobilmu enam tahun lalu!"

Sella tertegun sejenak. Kemudian, dia tersenyum pahit. "Jika aku mengatakan aku tidak menabraknya, apakah kamu percaya padaku?"

Selangkah demi selangkah, Wildan mendekatinya sampai dia terjebak di sudut. Dia berkata dengan dingin, "Kamu pikir aku akan memercayaimu?"

Dia menatapnya dengan mata suram yang sekarang dipenuhi dengan rasa jijik.

"Kamu itu wanita jahat. Apakah kamu tahu apa yang kuinginkan sekarang? Aku ingin kamu merasakan apa yang Aisha rasakan, ribuan kali lipat." Saat dia berbicara, wajahnya berubah sedingin es.

Sella dikejutkan oleh kebencian dan kekejaman yang terlihat di kedua bola mata pria itu.

Enam tahun. Itu waktu yang sangat lama. Namun, jelas hatinya masih dingin padanya.

"Aku tidak menabrak Aisha," ucap Sella tegas dan mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

Wildan memandangnya dengan tatapan merendahkan dan berkata dengan dingin, "Kamu adalah wanita yang cerdas. Kamu seharusnya tahu apa yang harus dilakukan."

Kemudian dia pergi, hanya menyisakan kesunyian di ruangan itu.

Sella melihat pantulan dirinya di cermin. Wajahnya pucat dan dia tampak lelah.

Apakah ini benar-benar dirinya?

Dulunya, dia adalah wanita yang sangat bangga. Namun, hubungan ini menjadikan dirinya begitu rendah diri.

Tidakkah itu sangat konyol?

Setelah beberapa saat berlalu, dia menarik napas dalam-dalam dan berbisik pada dirinya sendiri, "Sudah waktunya untuk pergi. Bebaskan dirimu sendiri, Sella."

Keesokan paginya, Wildan pergi ke rumah sakit dan menemani Aisha untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Sebaliknya, Sella kini berdiri di depan cermin, melepas celemek yang hampir setiap hari dikenakannya hampir selama enam tahun terakhir dan menggantinya dengan gaun putih. Kemudian dia turun sambil membawa kopernya.

Ardin ada di ruang tamu. Dia duduk di sofa dengan kaki disilangkan, asyik menonton TV. Ketika dia mendongak dan melihat Sella, dia bertanya, "Hei! Kamu mau pergi ke mana?"

Akan tetapi, Sella tidak menjawab pertanyaannya. Dia hanya meliriknya dengan cuek dan berjalan menuju pintu.

Ardin memperhatikan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dia bergegas ke depan, meraih kopernya dan bertanya lagi, "Apakah kamu tuli? Apa kamu tidak mendengar aku sedang berbicara denganmu? Apakah kamu sudah membersihkan kamarku? Sudahkah kamu memasak sarapan? Kamu mau pergi ke mana pagi-pagi sekali seperti ini?"

Remaja pria berusia enam belas tahun ini tidak menunjukkan rasa hormat padanya mengingat statusnya adalah kakak iparnya. Dia bersikap begitu tidak sopan padanya.

Sella melepaskan jari-jari Ardin dari kopernya dan berkata dengan dingin, "Dasar kurang ajar! Mulai sekarang, aku tidak akan melayanimu lagi."

Dia tidak menggunakan banyak tenaga, tetapi Ardin bereaksi dengan sengaja berteriak, "Bu! Ibu, cepatlah kemari! Wanita ini menindasku."

"Ardin, kenapa kamu berteriak? Ada apa?"

Begitu Sophia turun dan melihat pemandangan tersebut, dia langsung marah. Dia meraih kemoceng dan memukul Sella menggunakan itu. "Astaga! Beraninya kamu menindas putraku! Aku akan memukulimu sampai mati!"

Sophia selalu memukuli Sella sebelumnya dan demi Wildan, Sella bersedia menanggung semuanya.

Namun, kali ini, dia tidak harus diam dan menerima diperlakukan seperti ini lagi.

Sella meraih kemoceng itu dan melemparkannya ke lantai. Lalu dia berkata dengan dingin, "Jika kamu terus memukuliku, aku akan melawan balik."

Ini membuat Sophia tertegun. Jelas, dia tidak menyangka Sella akan membantah ucapannya.

Ketika dia kembali sadar, dia berteriak, "Beraninya kamu! Aku akan memberi tahu putraku untuk menceraikanmu."

Dulu, Sella selalu menghindari konflik dengan Sophia demi Atika Bunaya, nenek Wildan. Selain itu, dia tidak ingin Wildan tidak menyukainya.

Dulu, dia takut bertengkar dengan Sophia. Akan tetapi, sekarang, dia tidak peduli lagi.

Jadi dia berkata dengan datar, "Lakukan saja sesuka hatimu."

Kemudian dia menyeret kopernya dan meninggalkan rumah Keluarga Bramantio, mengabaikan omelan Sophia di belakangnya.

Sebuah Ferrari merah diparkir di gerbang luar, menunggu Sella. Ada seorang pria tampan di dalam mobil. Dia melambai padanya dan berkata, "Sayang, masuklah ke mobil."

Sella masuk ke dalam mobil dan mereka pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Megan White, seorang penulis naskah ternama, mengalami kecelakaan tragis yang menjungkirbalikkan hidupnya dalam semalam. Saat terbangun, ia mendapati dirinya berada di kediaman mewah milik miliarder Riley Charles. Tanpa peringatan, pria berwajah dingin itu mengklaim bahwa Megan adalah istrinya. Kini, kedamaian hidup Megan lenyap sepenuhnya saat ia terperangkap dalam status baru sebagai nyonya di istana Riley yang penuh misteri dan kemegahan.
Sampul Novel Suamiku Pura-Pura Buta Demi Menyembunyikan Kebohongan Besar
8.7
Selena Atmadja diceraikan Davin Hartanto tepat setelah akad karena skandal kehamilan wanita lain. Demi menjaga martabat, Madame Ratih memaksa Selena menikahi putra keduanya, Leonard Hartanto, pria dingin yang penuh misteri. Meski awalnya menolak, Selena akhirnya terjebak dalam pernikahan hampa bersama pria yang terasa asing. Keadaan berbalik saat Selena mengungkap rahasia besar bahwa Leonard hanya berpura-pura buta. Apa motif di balik sandiwara ini dan mampukah Selena bertahan?
Sampul Novel Jangan Hancurkan Hatiku
8.2
Evelyn Carter dianggap wanita paling beruntung saat dipersunting Victor Blake, pewaris aristokrat Beaumont yang berjanji melindunginya meski ia memiliki kekurangan fisik. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Evelyn mengungkap fakta kelam bahwa suaminya sendiri yang menyebabkan cacat pada kakinya. Merasa dikhianati oleh pria yang sangat ia percayai, Evelyn kini bertekad bangkit dari keterpurukan dan memulai lembaran hidup baru demi membalas semua kepedihannya.
Sampul Novel Keluarga Sewaan
8.0
Prima Jayashree, CEO muda Jayashree Company, menghadapi tekanan besar untuk segera menikah demi kelangsungan takhta perusahaan. Dalam keputusasaan, ia berlibur ke Tokyo dan menemukan jasa sewa keluarga. Prima memutuskan menyewa seorang istri serta anak untuk menemaninya. Namun, saat masa sewa berakhir, muncul ide nekat untuk membawa mereka ke Indonesia. Mampukah Prima mengubah sandiwara ini menjadi kenyataan tanpa terbongkar oleh sang ayah?