
Black White Life
Bab 2
Episode sebelumnya…
“Pergi sana !!” usir gadis Zee sambil menepuk nepuk tangannya.“Dasar wanita tidak punya hati,” gumam gadis itu dan berbalik menghampiri anak baru yang dibully tadi. “Apa kau baik-baik saja ??” tanyanya datar dan dingin sambil mengulurkan tangan.
I
I
I
“I – iya…terima kasih” ucap Al sambil menerima uluran tangan gadis Zee itu dengan gugup.
“Hmmm…,” jawabnya dingin. “Karna kau selera makanku jadi hilang,” gumamnya dan akan beranjak pergi.
“Ma – maaf,” ucap pria itu menunduk merasa bersalah “Sudahlah aku masuk kelas dulu dan yaaa ketika kau dibully kau harus melawan, kau itu laki-laki,” jelas Rain dan menatapnya datarAiishh yang benar saja, kenapa dialemah sekali,” gumam gadis itu kesal sambil berjalan pergi meninggalkan Albert.
“Jika bukan karena daddy, aku tidak mau seperti ini,” gumamnya kesal. Haiiiss badanku jadi sakit - sakit semua, Sial!!! Akan aku balas mereka nanti lihat saja nanti." ujar Albert geram
“Aku harus menelpon Ketrin,” gumam Rain mengeluarkan Hanphone yang berada disakunya sambil berjalan menuju kelas
In Call
“Hallo .,” sahutnya diseberang sana
“Rin aku tidak jadi makan, aku langsung ke kelas saja,” dingin
“Loh Kenapa ??” Tanya Ketrin yang bingung di seberang sana
gadis Zee hanya bisa menghela napas sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu. “Nanti aku ceritakan di kelas, aku tutup dulu, bilang juga pada Ken, oh jangan lupa belikan aku makanan juga.” pesannya
“Oh Ok…” balas nya dan menutup sambungan telpon mereka.
End Call
Setelah urusan dengan nyamuk itu gadis Zee ini bergegas menuju kelasnya, saat sedang asik membaca buku,Ketrin tiba–tiba datang membawakanmakanan yang gadis ini pesan tadi.
Rain ini makanan kamu,” ucap ketrin setelah gadis itu masuk dan berjalan menuju meja Rain dan meletakkan beberapa makanan dan minuman di meja gadis Zee itu
“Hmmm… terima kasih,” balas gadis Zee ini dingin dan mulai memakan makanan yang diberikan sahabatnya itu
“Hhmm, oh ya, tadi kata kamu mau ceritakan ?!” Tanyanya penasaran dengan wajah keponya itu.
“Eoh itu, tadi aku habis berkelahi dengan Smith bersaudara, mangkanya aku tidak jadi balik lagi ke kantin,” jelasnya santai sambil memakan makanannya
“What !!! Beneran ?!” membulatkan mata karena kaget “Iyaa, ucapan kamu tadi pagi benar, anak baru itu pasti akan dibully oleh mereka,” sambil melirik Al sekilas dan melanjutkan makannya kembali sebelum bel berbunyi
“Jadi siapa yang menang ??!!” tanyanya antusias sekaligus penasaran meski gadis itu tahu siapa yang akan menang
“Menurut kamu ?!” menaikkan sebelah alis menatap Ketrin Smirk. “Sudahlah jangan dibahas lagi aku sibuk,” membuka bukunya setelah ritual makannya selesai
“Iya-iya,” pasrahnya dengan wajah cemberut dan kembali ke tempat duduknya semula.
Tanpa gadis itu sadari Albert memperhatikannya sedari pelajaran dimulai dan Albert masih memperhatikan gadis Zee dan Ketrin menyadari akan hal itu
“Rain !! ssuutt… Raiiinn !!” panggilnya sambil berbisik.
“Hmmm ?!” jawab gadis Zee itu santai sambil fokus memperhatikan pelajaran.
“Kau tau anak baru itu memperhatikan kamu sedari tadi,” bisiknya lagi
“Biarkan saja,” jawabnya acuh dan ketus
“Haaiiss kau ini, Baiklah,” cumberut.
Setelah 4 jam lamanya pelajaran telah selesai dan bel berbunyi menandakan jam pulang
telah tiba, gadis Zee itu bergegas membereskan semua peralatan yang digunakannya tadi saat belajar.
“Rin, hari ini kamu pulang dengan Ken saja ya, aku ada urusan,” ucap Rain sambil memberaskan alat tulisnya “Baiklah, ” balasnya singkat
“Rin, Rain ayo kita pulang,” ajak kenzo yang baru sampai di kelas “Eoh kau sudah datang, kau pulanglah dulu bersama Ketrin, aku ada urusan sebentar.” beranjak melangkah keluar kelas
“Ok !!! Tapi nanti malam jadikan kita ke club ?” Teriak Ken pada Rain yang mulai menjauh
“Pastinya, setelah urusanku selesai aku akan kabari kalian” balas gadis berteriak karena jarak mereka hampir jauh.
Saat akan menuju parkiran,gadis itu kembali melihattukang bully yang ingin menghampiri anak baru itu, “apa mereka akan buat ulah lagi ? itulah yang ada di dalam benak gadis Zee itu”.
“Aiishhh mereka kembali lagi,” gumamnya muak karena mereka tidak hentinya membuat ulah.
“Hai !! anak cupu kemari kau !!!” panggil Alice dari kejauhan.
“Eoh iya,” sahutnya yang hendak menghampiri geng bully.
Gadis Zee yang melihat itu dengan segera menghampiri Albert, sebelum dia sampai
Di tempat geng sialan itu.
Saat Albert akan melangkah mendekati Alice tiba tiba---
“Kau… cepat masuk !!!” teriaknya dari dalam mobil setelah gadis Zee itu berhenti tepat di depan Albert
Membulatkan matanya kaget. “Eoh ...?!” menatap Rain bingung “Aaiiiss… cepat masuk, kau ingin dibully lagi ?!!” kesalnya dan menatap Al dengan tajam
Mulai tersadar “Ahhh tidak. Aku tidak mau !!” balas pria itu menggelengkan kepalanya.
“Mangkanya cepat masuk !!!” sarkas gadis itu tajam
“I – iya,” segera masuk ke dalam mobil.
Sementara Alice yang melihat Rain membwa mangsanya langsung berteriak kesal. “Yak!! Rain !!!” teriaknya. Dasar gadis sialan !!!” umpatnya kesal.
Rain pun melajukan mobilnya untuk segera menjauhi area kampus, di perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka, hingga Albert mulai berbicara untuk memecahkan keheningan tersebut.
Selama perjalanan hanya ada keheningan dan canggung, Albert mencoba memecah keheningan antara mereka. “Te - terima kasih.” sahutnya ragu menatap sekilas gadis Zee itu
“Apa tidak ada selain terimakasih eoh ?” sarkas gadis itu dingin tanpa meliriknya “Eoh ??!” menatapnya bingung
Memutar bola matanya malas. “Aiiishh sudah lupakan saja, di mana alamat kamu biar aku yang mengantarkan kamu pulang ” ucapnya mengalihkan pembicaraan
Masih mode bingung tapi pria itu tetap menjawab pertanyaan yang diajukan rain. “iya, aku tinggal di jalan Bronzeville” jawabnya
Melirik pria itu sekilas “Baiklah,” mulai melajukan mobilnya ke alamat yang pria itu sebutkan tadi
Keheningan tercipta lagi di antara keduanya, tiba tiba albert teringat sesuatu, ya percakapan rain dan sahabatnya di kelas tadi, rupanya pria ini menguping pembicaraan mereka, Albert mulai angkat suara lagi. “A – a – apa aku boleh bertanya ??” tanyanya dengan gugup
“Hhmmm…,” balasnya dingin dan datar “Setelah ini, Kau mau ke mana ?” tanyanya pura-pura tidak tahu dan mencoba sok akrab dengan gadis itu
“Aku ingin latihan, kenapa??” tanya acuh “Apakah aku boleh ikut ?” tanyanya menatap gadis itu dengan mata bulatnya
“Apa !!! Kau mau ikutt ?!” tanya kembali memastikan “Iya, apakah boleh ?” menatap gadis itu ragu-ragu, rain nampak berpikir sejenak. “Hhmmm gimana yaa, baiklah.” jawabnya pasrah entah kenapa gadis ini tidak bisa menolak, rasanya sedikit aneh tapi gadis ini tidak tahu itu apa
“Benarkah boleh ??!!” tanyanya sekali lagi.
“Iya… jangan bawel.” sarkasnya dingin melirik pria itu sekilas.
“Makasih.” tersenyum lebar.
“Aissh anak ini lucu sekali… Astaga!! Rain apa yang kau pikirkan, hilangkan semua ini.” Gumam Rain dalam hati
Bersambung...
Anda Mungkin Juga Suka





