
Black White Life
Bab 3
Episode Sebelumnya…
“Aissh anak ini lucu sekali… Astaga!! Rain apa yang kau pikirkan, hilangkan semua ini.” Gumam Rain dalam hati
I
I
I
I
Sampai di tempat latihan boxing, ya tujuan gadis ini adalah tempat boxing itu salah satu rutinistasnya jika ada waktu senggang, seperti sekarang dia menyempatkan untuk melakukan latihan, terbukti dengan latihan ini membentuk tubuhnya secara sempurna dengan abs yang membuat lelaki manapun menatapnya dengan kagum.
Back Rain Side
Setelah memasuki ruangan itu gadis ini mulai bersuara “Aku akan berganti baju dulu,” ucapnya beranjak untuk pergi “Iya...” balas Albert sambil melihat sekeliling.
15 menit waktu yang dibutuhkan untuk bergati baju dan bersiap untuk memulai latihan menghapiri teman sekaligus rekan boxing gadis ini
Setelah berganti pakaian gadis ini segera menghampiri rekan yang biasa gadis ini ajak untuk latihan “Hai Toni !” sapa rain sambil berjalan menuju ring di mana pria itu berada.
Yang terpanggil pun segera menoleh ke sumber suara “Yaa Rain…” balasnya kala melihat rekannya itu sedang menghampiri dirinya.
Setelah sampai disana gadis ini mulai bersuara “Aku lagi banyak banget pikiran sekarang, apa kau mau menemaniku di atas ring ?!” Tanya gadis itu memulai percakapan.
Tersenyum hangat “Tentu saja ayo, ” ajaknya dan mendapat anggukan dari Rain.
Saat mereka akan mulai ada yang memanggil gadis Zee itu “Ra – rain,” panggilnya.
Berhenti melangkah dan berbalik “Kenapa??” ucapnya sambil menoleh.
Aku tunggu di mana ?” menatap gadis Zee dengan wajah polosnya
Menatap pria itu datar “Terserah kau saja,” jawabnya santai. “Ayo Toni,” ajaknya yang mulai berjalan ke atas ring.
Albert hanya melihat gadis itu dari kejauhandan memperhatikan semua gerakannya,pria ini terlihat sangat kagum dengan gadis Zee itu, Rain latihan selama 1 jam penuh tanpa jeda dan membuat rekannya kewalahan
Melampaikan tangannya dan terengah-engah “Sudah Rain aku menyerah !” Ucap pria itu mengangkat kedua tangannya ke udara pertanda dia sudah tidak sanggup lagi.
Berhenti dan menatap pria itu kesal “Aiishh kau ini, kita baru saja memulainya, kenapa sudah menyerah sih,” sarkas gadis itu tajam bercampur kesal, karena biasanya dia latihan sampai 2 jam penuh.
Karena kelelahan pria itu terduduk lemas di lantai “Sudah aku sudah lelah” jawabnya sambil bersandar di Ring.
Menghela pafas jengah “Baiklah, aku pergi dulu.” ucapnya mulai pergi meninggalkan Toni dan menghampiri Albert.
Menghela napas lega, akhirnya gadis itu menyerah juga “Iya ... ahh… akhirnya dia pergi juga…” gumamnya merasa lega dan meneguk air minumnya. Kini gadis itu sudah berdiri di hadapan Albert “Ayo kita pulang,” ajaknya “Eoh ayo !”
Setelah urusan gadis itu selesai di tempat latihan, mereka beranjak untuk pulang. Saat di perjalanan Rain menyadari jika mobilnya dibuntuti oleh mobil yang mencurigakan dan sepertinya itu salah satu pesaing yang ingin menyingkirkan gadis Zee itu.
Melihat ke arah spion mobilnya dan bergumam kesal, “Aaiiishh jangan mulai lagi. Aku sedang tidak ingin bermain.” gumamnya merasa kesal sambil terus melirik mobil yang mencurigakan lewat kaca mobilnya, bagaimana tidak kesal, dia baru saja selesai latihan dan pasti merasa lelah dan butuh istirahat dengan segera, tapi ada saja halangannya “Kau bilang apa ? “ tanyanya saat mendengar gumaman gadis itu
Tersentak kaget dan melihat Albert sekilas “Aahh tidak,” jawabnya cepat agar pria itu tidak panik. Gadis itu segera merogoh sakunya dan mulai menelpon seseorang, setelah telpon tersambung---
In Call:
“Halo Rain…” jawab orang di seberang sana setelah telpon tersambung
“Kau di mana !!!”tanya gadis ini dingin dan datar pada bawahannya itu yang tidak lain adalah Felix-nya.
Felix adalah Kaki tangan Rain selain Kenzo.
Back Story
“Aku di kantor Rain. Kenapa? Ada yang bisa aku bantu?” sahutnya lagi "Hhmmm … ada yang mingikutiku segera selidiki siapa itu !!” perintahnya tegas
“Baik, akan aku lakukan,” balasnya tak kalah tegas
End Call
Albert yag sedari mendengar samar-samar percakapan di antara keduanya pun mulai angkat bicara “Ka-kau bilang apa? Ada yang mengikuti kita, siapa ?!” sedikit panik
Menajamkan pandangannya ke arah depan “Ahhiiss kau banyak bertanya. Bisakah kau diam !!” ketusnya tetap waspada
“I – iya… Maaf,” ujar Albert dengan gugup “Apa itu anak buah Daddy?” gumam Albert dalam hati sambil menerka nerka
Rain kembali berucap dengan tegas, “Kencangkan sabuk pengamanmu,” perintahnya tegas yang mulai menambah kecepatan mobilnya.
Rain, gadis itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan itu berhasil membuat orang yang mengikuti mereka kehilangan jejak dan juga bisa menghindar dari mobil mencurigakan itu
20 menit kemudian, mereka sudah sampai di kediaman Albert “Sudah sampai, cepatlah turun !!” perintahnya tegas dan dingin tanpa menatap lawan bicaranya.
Pria itu hanya diam karena takut dan masih shok akibat tingkah gadis itu yang membawa mobilnya seperti orang kesetanan. Merasa dirinya tidak di dengar gadis ini mulai kesal, “Apa kau dengar?Yaa!!!” teriaknya kesal karena merasa diabaikan.
Tersentak kaget. “Kenapa… kenapaa !!” ucapnya terkejut menatap gadis itu panik.
Memutar bola matanya malas, “Dasar, cepat turun atau kau mau aku membawamu ke rumahku, hah !!” kesalnya menatap pria itu tajam.
Yang ditatap hanya menggelengkan kepalanya, “Tidak… Maaf…,” ujarnya sambil turun. “Terima kasih Rain,” ucapnya setelah keluar dari mobil.
“Hhmmmm aku pergi.” mulai melajukan mobil.
“Dia sangat manis aku suka itu, hhmmm tapi siapa yang tadi mengikuti kami tadi ya? Ahh sudahlah lebih baik aku masuk. Astaga aku lupa meminta nomor ponselnya, dasar pelupa.” gumam Albert
Back Rain side
Gadis itu kembali diikuti kembali oleh mobil mencurigakan, tapi sekarang mobil itu berbeda.
Menghela napas kasar, “Aiishh apalagi ini, aku harus segera menghindar.” menancap gas penuh meninggalkan lokasi itu.
Akhirnya selah melewati drama yang pajang untuk menuju kediamannya, gadis itu berhasil sampai di rumahnya dengan selamat dan dia bisa segera beristirahat.
“Kalian !!” menunjuk penjaga. “Perketat penjagaan, aku tidak mau ada orang asing masuk ke sini, apa kalian mengerti ?!” titahnya tegas “baik nona muda,” balas penjaga itu menunduk hormat
Setelah sampai di rumah gadis itu bergegas untuk membersihkan tubuhnya
dan segera beristirahat. Sekarang waktu menunjukkan pukul 19.00 p.m dan gadis Zee itu sudah bersiap-siap untuk pergi.
Setelah kejadian sore tadi gadis itu memutuskan untuk membawa beberapa penjaga untuk menemaninya pergi nanti malam, sebenarnya dia bisa saja menghadapi mereka semua, tapi mengingat kondisi tubuh dan pikirannya, dia lebih baik mencari jalan aman bukan. Setelah bersiap gadis ini segera menghubungi sabahatnya Ketrin.
In Call
“Hallo Rain…,” sahut ketrin di seberang sana
“Apa kalian sudah di sana ?” tanyanya dengan nada dingin
“Iya, kami berada di tempat biasa.” balasnya di seberang sana
“Baiklah aku berangkat sekarang, ada hal penting yang akan aku bicarakan dengan kalian,”ucapnya dengan nada serius dan datar
“ Baiklah kami tunggu,“ balasnya mematikan telpon sepihak
End call.
Setelah gadis ini selesai bersiap-siap, dia membawa tungkainya berjalan meninggalkan kamar dan segera turun ke bawah untuk berangkat ke tempat tujuannya malam ini.
Ruang tamu
19.00 p.m
Setelah sampai di ruang tamu gadis ini menghampiri pengawalnya yang sudah berbaris rapi menanti kedatangan nona muda mereka. “Ayo kita berangkat !!” perintah gadis Zee kepada para pengawal yang akan menemani gadis ini nantinya. Pengawal itu serentak membungkuk hormat, “Mari nona… silahkan.” hormatnya.
Bersambung…
Anda Mungkin Juga Suka





