Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU

BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU

8.6 / 10.0
Dalam novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU, kecurigaan muncul saat Mas Yusuf menyembunyikan rahasia di kamar terkunci. Mengusung genre mystery romance, kisah dalam modern novel ini mengungkap misteri di balik perilaku aneh sang suami. Baca mystery story ini untuk mengungkap kebenarannya.
Ringkasan BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kediaman Mas Yusuf, kecurigaan mulai menghantui benakku. Suamiku itu menyimpan rahasia besar di balik sebuah pintu kamar yang selalu terkunci rapat. Keganjilan semakin terasa saat aku memergokinya mengendap-endap setiap malam, membawa baki makanan serta minuman ke dalam ruangan misterius tersebut. Apa sebenarnya yang sedang disembunyikan Yusuf dariku? Misteri di balik bilik terlarang itu kini mengancam ketenanganku.
Baca Selengkapnya

BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU Bab 1

Akad nikahku dan Mas Yusuf digelar di rumah kami. Pernikahan yang terjadi tanpa pacaran. Bahkan hanya taaruf sebulan, aku langsung setuju untuk menikah dengannya.

Mataku menyipit, menajamkan penglihatan kala tampak luka seperti bekas cakaran di tangan suamiku. Bekas yang merah kecoklatan itu sebagian tertutup lengan tuxedo yang dikenakannya.

"Dik Hanna," panggil Mas Yusuf yang membuatku terhenyak.

"Ah, ya." Segera kucium punggung tangan lelaki tampanku itu. Saat melihat senyumnya yang menawan segala pertanyaan mengenai bekas cakaran itu menghilang dari pikiran.

Usai acara yang dilangsungkan, Mas Yusuf pamit pada keluarga, akan memboyongku ke rumahnya.

Sepanjang jalan aku tersipu setiap kali melihat ke arah Mas Yusuf dan ternyata pria itu juga menatap ke arahku. Mungkinkah debar jantung yang kurasa Mas Yusuf juga merasakannya?

Sampai di sebuah rumah besar, mobil yang mengantar kami berbelok. Rumah ini tampak sepi. Di depan pintu pria itu mengeluarkan kunci. Apa iya di rumah sebesar ini Mas Yusuf tidak menyewa pembantu? Atau orang bantu-bantu. Hem. Entahlah, barang kali karena sudah malam, para pekerja sudah pulang.

"Em. Maaf, kunci rumah Mas masih manual. Belum sempat mengurus ini, belakangan memang sibuk sekali," ucap pria itu sambil sibuk memasukkan anak kunci.

"Hem. Santai saja, Mas. Aku biasa hidup susah," kelakarku. Pria itu tertawa renyah.

Ya, aku sudah mandiri sejak SMP. Sejak masuk Pesantren segala hal kuurus sendiri, aku bahkan yang mengurus keperluan sebagian santri setelah menjadi senior dan dipercaya ustazah untuk ikut andil di Pesantren.

"Masuklah." Mas Yusuf tersenyum. Wajahnya makin bersinar saat kuamati lengkungan di bibir itu untuk kali pertama.

Ini juga pertama kali aku menjejakkan kaki di rumah pria yang baru menghalalkanku.

Satu-persatu ruangan di lantai satu diperlihatkan padaku hingga kami naik ke lantai dua. Pria itu memperlihatkan kamar kami yang besar. Namun, sebelum masuk mataku tak sengaja menangkap bayangan pintu di ujung lorong. Gelap. Tak ada jendela atau penerangan di sana.

"Itu ... juga kamar?" tanyaku ragu.

Seketika Mas Yusuf menoleh melihat ruang yang kutunjuk.

"Ehm. Itu hanya gudang," jawabnya tampak gelagapan.

Gudang? Kenapa letaknya di lantai dua? Tak masuk akal. Dan yang membuatku heran ada apa dengan ekspresi itu? Apa dia menyimpan seorang gundik di sana? Apa dia menyimpan monster?

"Sudah, masuklah. Ini malam pertama kita jadi ...."

Aku yang sebelumnya sempat curiga, sontak tersenyum melihat ekspresi malu-malu di wajahnya. Kami canggung. Karena sedari awal perkenalan, ta'aruf sebulan tanpa pertemuan dan interaksi intens, akad segera digelar.

Kami pun masuk. Hatiku semakin berdebar karena ini kali pertama memasuki kamar seorang pria dan melakukan hal yang memang hanya boleh dilakukan pria dan wanita yang telah halal.

"Kita sholat taubat dulu, ya?"

"Hem, sholat taubat?" Mataku melebar.

"Hem, bisa jadi banyak sekali dosa yang sudah kita perbuat sebelum pernikahan ini."

"Ah, ya." Aku menuruti kemauan Mas Yusuf. Tak salah keluargaku menyetujuinya sebagai imamku. Dia pria sholeh dan teliti terhadap amaliyahnya.

Mas Yusuf mengajak sholat dan mendoakanku.

Lelaki itu memuji kecantikanku. Mas Yusuf bertindak seolah sangat menginginkanku sebagai seorang wanita, akan tetapi pria itu memutuskan di tengah-tengah. Saat di mana aku sangat menginginkan menjadi wanita seutuhnya lantaran bisa melayani suaminya.

"Maaf, Dik. Mas letih. Kita kerjakan lain kali saja, ya," ucapnya sambil memijit tengkuk.

Aku yang kecewa mengangguk lemah. Tentu saja tak mungkin sebagai seorang wanita aku menyerangnya duluan. Itu memalukan. Kami pun akhirnya tertidur. Dengan perasaanku yang penuh kedongkolan tentunya.

____________

Tengah malam aku terbangun seperti biasa. Untuk buang air dan membasahi kerongkongan karena haus. Entah, apa sebabnya aku tak bisa jauh-jauh dari air putih. Barangkali hanya karena aktifitas yang kujadikan rutinitas, hingga tak sadar jadi kebiasaan dan merasa aneh jika tidak melakukannya.

Itu juga yang membuatku bisa terbangun beberapa kali saat malam, guna mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dalam bentuk air seni.

Kuraih botol yang kusiapkan di nakas. Setelah minum, aku baru sadar Mas Yusuf tak ada di sampingku.

Ke mana dia? Kamar mandi? Tak mungkin. Karena pintu kamar mandi terbuka dan tak ada suara apa pun dari sana.

Kupegangi perut karena tak tahan lagi menahan pipis. Padahal ada keinginan mencari Mas Yusuf, tapi biarlah kubuang dulu hal yang sangat mengganggu ini.

Begitu keluar dari kamar mandi, Mas Yusuf masih belum kembali ke ranjangnya. Penasaran aku pun memutuskan untuk keluar. Barangkali dia sedang kelaparan dan tengah berada di dapur. Atau sedang menonton bola? Apa dia seorang bola maniak? Ah entah. Lebih baik aku langsung memeriksa sendiri.

Namun, baru membuka pintu langkahku terhenti kala melihat sesosok bayangan masuk ke dalam ruangan di ujung koridor yang gelap.

Dari kejauhan aku bisa melihat dia tengah membawa nampan dengan gelas dan piring di atasnya.

Mataku semakin menyipit. Menajamkan pandangan untuk memindai keberadaan sosok itu. Apa itu Mas Yusuf suamiku? Jika iya, apa yang dilakukan tengah malam begini di dalam ruangan yang katanya adalah gudang? Apa ini ada kaitannya dengan penolakannya tadi? Jangan-jangan dia penganut ilmi hitam dan aku adalah tumbal pengantinnya?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
9.6
Hampir setahun Alika bertahan dalam pernikahan yang menyakitkan, hingga akhirnya ia membulatkan tekad untuk menyerah. Dengan suara lantang, ia meminta perpisahan yang selama ini dipendamnya, membuat Daffa Ardhana terdiam membeku. Keheningan panjang menyelimuti mereka, mempertanyakan apakah Daffa akan melepaskan Alika dari belenggu ini atau justru berjuang mempertahankan rumah tangga mereka di saat hati sang istri sudah terlanjur lelah menanggung semuanya.
Sampul Novel Damn! Dia Bosku
8.1
Alexandre Geraldo kembali dari Amerika demi mengejar cinta lamanya, Dara. Namun, Dara yang sekarang telah berubah dan bersikap dingin meskipun mereka dahulu sangat dekat. Di tengah penolakan itu, Alex menghadapi tekanan orang tua untuk menikahi wanita pilihan mereka. Terdesak oleh situasi, Alex mengambil keputusan nekat yang tak terduga. Mampukah Alex mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Dara dan memenangkan kembali hatinya di tengah konflik ini?
Sampul Novel RAHASIA DI BALIK KEBAHAGIAAN
9.3
Kehidupan pernikahan yang terlihat harmonis ternyata menyimpan kepalsuan besar saat sang suami menjalin hubungan gelap dengan rekan sekantornya. Kecurigaan yang muncul mendorong sang istri untuk melakukan penyelidikan mandiri demi mengungkap kebenaran. Namun, pencariannya justru menyingkap rahasia kelam yang jauh lebih mengerikan hingga mengancam seluruh dunianya. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit di balik topeng kebahagiaan semu mereka.
Sampul Novel SERPIHAN DENDAM MASA LALU
8.4
Hidup damai Rianna Lopez hancur seketika saat menyaksikan kakak laki-lakinya dibunuh oleh Alexander, pria kejam yang pernah ia tolong. Dikhianati kekasih dan sahabatnya, Rianna berubah menjadi sosok yang dingin. Ia menjual seluruh hartanya dan pergi demi mempersiapkan pembalasan dendam. Kini, ia kembali untuk menuntut nyawa Alexander serta penyesalan Orion. Akankah Rianna mampu menuntaskan janjinya untuk menghabisi mereka yang telah menghancurkan dunianya?
Sampul Novel Simfoni Pembalasan
8.4
Hidup pianis berbakat Athena hancur seketika saat kecelakaan misterius melumpuhkan tangannya. Di tengah keputusasaan, ia justru menghadapi kenyataan pahit berupa pengkhianatan keji dari suami dan sahabatnya sendiri. Saat terpuruk, muncul Arthur, pria penuh misteri yang menawarkan bantuan untuk menuntut balas. Kini, Athena harus meniti jalan pembalasan yang penuh risiko. Akankah simfoni ini berakhir dengan keadilan, atau ia justru tenggelam dalam kelicikan?
Sampul Novel Tak Ada Obat Penyesalan
9.3
Setelah tewas akibat racun kronis dari Axel, suaminya yang berselingkuh dengan sang adik di kehidupan lalu, sang protagonis mendapat kesempatan kedua. Saat diminta memilih calon suami dari deretan cucu pria terkaya kawan kakeknya, ia mengabaikan Axel dan langsung memilih Jeremy Anderson. Keputusan mengejutkan ini memicu kepanikan, terutama karena semua orang tahu ia dulu mengejar Axel. Namun, saat ia memilih melepaskan masa lalu dan bertunangan dengan Jeremy, Axel justru menjadi gila.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan