Sampul Novel BERKAH SECANTING BERAS

BERKAH SECANTING BERAS

9.6 / 10.0
Dalam novel modern BERKAH SECANTING BERAS, Mira berjuang di tengah keterbatasan ekonomi demi menolong Abah Karjo yang sebatang kara. Simak kisah penuh rintangan ini di webnovel kami, sebuah romance novel inspiratif tentang ketulusan dan pilihan hidup yang sulit bagi pembaca setia.
Ringkasan BERKAH SECANTING BERAS
Mira merupakan sosok ibu rumah tangga yang memiliki hati sangat mulia meski hidup dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Di tengah himpitan kesulitan tersebut, ia tetap tulus mengulurkan tangan bagi sesama, terutama kepada Abah Karjo, seorang pria tua yang kini hidup sendirian. Akankah keikhlasan Mira mampu membantunya melewati berbagai rintangan hidup yang menghadang? Simak perjuangan penuh kasih dan keteguhan hati Mira dalam menghadapi lika-liku takdirnya.
Baca Selengkapnya

BERKAH SECANTING BERAS Bab 1

Angin sore berhembus pelan menerpa dedaunan layu yang berserakan di tanah gersang. Suara kicauan burung yang berterbangan terdengar saling bersahutan. 

Di ujung jalan setapak, tampak pria renta sedang berjalan tertatih-tatih dengan menggunakan tongkat kayu. Tubuhnya pun sudah sedikit bungkuk. Maklum usianya sudah menginjak Delapan puluh tahun lebih.

Namanya adalah Karjo. Biasa dipanggil abah Karjo. Keseharian abah hanya bekerja sebagai pemulung barang bekas. Kadang jika tubuh ringkihnya kelelahan, abah hanya bisa berdiam dan berbaring dalam rumahnya. 

Hidup seorang diri di daerah perantauan membuatnya tidak banyak dikenal warga sekitar. Hanya sebagian yang mengenalnya dengan baik bahkan ada juga sebagian warga yang mau mengasihinya.

Hasil memulung tidaklah seberapa. Jika kesehatan tubuhnya mendukung, abah pergi bekerja mencari barang bekas di sekitar. Ia kumpul hasil memulung itu selama tiga hari lalu ia jual pada orang pengumpul barang bekas. 

Hasil penjualan terkadang hanya dapat lima belas ribu. Abah akan selalu bersyukur berapapun uang yang ia dapatkan. Terpenting baginya adalah dapat membeli beras.

Jika tubuhnya sedang tak enak, abah pun terpaksa tidak mencari. Terkadang ia terpaksa menahan lapar karena stok kebutuhannya sudah habis. Jika sudah begitu, abah hanya mampu meminum air putih untuk mengganjal perutnya.

Kaki kurus tanpa mengenakan sandal itu terlihat masih kuat berjalan. Hanya beberapa langkah lagi ia tiba di sebuah  rumah yang dituju.

Akhirnya, ia tiba di halaman sebuah rumah yang sederhana.  Sejak sebelum sore tadi ia sudah berniat mendatangi rumah tersebut. Tujuannya tidak lain hanya ingin meminta tolong dan ia yakini hanya pemilik rumah inilah yang mau menolongnya.

Abah melangkah pelan memasuki teras depan rumah tersebut. Ia mengangkat tangannya yang terlihat gemetar kemudian mencoba mengetuk pintu dan memberi salam.

Tok tok tok 

 "Assalamualaikum, Nduk!" ucapnya sambil mengetuk pintu.

Sembari menunggu pintu dibuka, abah mencoba duduk di kursi untuk mengurangi rasa lelahnya. Ia letakkan tongkat kesayangan di samping kursi tempatnya duduk.

"Waalaikumsalam." terdengar sahutan si empunya rumah dari dalam.

Seorang wanita muda beranjak dari kamarnya dan bergegas ke depan untuk membukakan pintu. Pekerjaannya melipat baju di kamar itu pun ia tinggalkan sebentar. 

Nama wanita itu adalah Mira. Rumahnya memang tidak begitu jauh dari rumah abah. Mira merupakan seorang ibu rumah tangga. Keseharian ia hanya di rumah merawat rumah, suami dan kedua anaknya.

Krek

Pintu berbentuk persegi itu pun terbuka lebar. Mira melihat pria tua yang menggunakan tongkat duduk di kursi teras rumahnya. Ternyata yang mengetuk pintu rumahnya adalah Abah Karjo

"Eh, Abah. ada apa, Bah?"  tanyanya menghampiri Abah. 

Mira langsung duduk di samping pria tua itu. Ia memandangnya sambil tersenyum. Di lihatnya, wajah keriput itu  pun ikut tersenyum ke arahnya.

Tampak di sebelah mata kanan abah ada kotoran mata yang menempel. Mira tahu, mata abah sudah sangat rabun. Akhirnya ia mengambil handuk kecil yang sedikit usang yang tergantung di leher abah kemudian mengelap kotoran mata tersebut.

"Nggak apa-apa, Nduk. Abah kesini cuma mau minta tolong kalau kamu berkenan." Ucap Abah langsung ke intinya. Kedua tangannya terlihat saling meremas merasa tidak enak dengan apa yang barusan diucapkan pada Mira.

"Minta tolong apa, Bah? InsyaAllah Mira selalu berkenan," jawab Mira kembali sambil tersenyum. Ia akan menolong semampunya, siapa pun yang membutuhkan pertolongannya. termasuk abah, pria tua di hadapannya itu.

Abah karjo tampak mengangguk. Mengambil nafas kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Sejujurnya ia merasa ragu untuk meminta tolong pada Mira. Sebab, dirinya bukan siapa-siapanya bagi wanita itu.

Akan tetapi, karena tak ada pilihan lain, abah pun terpaksa meminta pertolongan. Sebab tubuhnya sungguh tidak mampu lagi untuk berusaha. Akhirnya, dengan pelan dan hati-hati, abah pun mengatakan tujuannya pada wanita tersebut.

"Abah mau minjem beras, Nduk. kalau ada, secanting saja. Dari tadi pagi abah belum makan. karena beras abah habis. InsyaAllah kalau ada rejeki nanti, abah pasti kembalikan." Jelas abah kemudian sambil memandang Mira penuh harap.

Mira tertegun mendengar ucapan abah Karjo. Sekarang hari sudah pukul empat sore. Dari tadi pagi abah belum makan. Hatinya terasa teriris melihat pria renta di hadapannya. "Ya Allah, kasihan Abah," batinnya dalam hati.

"Iya, tunggu sebentar ya, Bah. Mira ambilkan beras dulu," ucapnya tersenyum. 

Mira beranjak dari duduknya kemudian pergi kembali ke dalam. Tujuannya mengambil beras di dapur dan memberikannya pada abah Karjo.

Saat tiba di dapur, Mira bergegas mengambil sepiring nasi beserta lauk tumis kangkung dan sambal. Tak lupa ia mengambil beras di dalam wadah tempat ia menyimpan beras.

Saat membuka wadah beras, Mira terdiam.Ternyata beras-nya juga tinggal sedikit cuma secanting. Itupun untuk jatah makan esok hari.

Lama Mira terdiam sambil berpikir. Ia merasa bingung. Suaminya pun belum pulang dari kerja. Jika beras secanting ini ia berikan pada abah Karjo, bagaimana keluarga kecilnya makan esok hari. Ia takut suaminya nanti akan marah. karena mengingat hari ini suaminya pun belum gajian.

Suami Mira hanya bekerja jadi kenek mobil angkutan umum kota. Itu pun tak selalu dapat uang. kadang tiga hari kedepan ia baru mendapatkan uang. Itupun tergantung keberuntungan. 

Bila angkot sedang ramai penumpang, dalam satu hari suaminya bisa membawa uang sebesar seratus ribu Rupiah. Terkadang bila lagi sepi, suaminya hanya bisa membawa uang sebesar dua puluh ribu Rupiah. Terkadang pulang suaminya tidak  membawa uang sama sekali.

Dengan niat dan Bismillah, akhirnya Mira berniat menyedekahkan satu-satunya harta secanting beras pada abah Karjo. 

Soal esok hari, ia akan mencari. Apapun dan bagaimanapun ia harus berusaha. Yang penting baginya anak-anaknya bisa makan.

Mira lantas membungkus beras secanting tersebut dengan plastik kemudian bergegas beranjak pergi ke luar menemui abah Karjo kembali. 

Sambil tersenyum, Mira memberikan sepiring nasi tadi serta beras dalam plastik tersebut pada abah karjo. 

"Ini Bah, berasnya. nggak usah dikembalikan, Bah. Mira ikhlas. Dan juga ini  ada nasi beserta lauk untuk makan Abah nanti malam," ucap Mira sambil memberikan kantong plastik dan sepiring nasi. 

Mata abah Karjo berkaca-kaca menahan rasa haru dan syukur. Hatinya senang dan merasa sangat berterimakasih pada wanita di hadapannya.

"Terimakasih, Nduk. Mudah-mudahan rejeki nduk melimpah dan barokah." 

"Amin, Bah," sahut Mira mengaminkan ucapan abah Karjo. 

" Kalau begitu abah pulang dulu, Nduk! Bentar lagi hari mau malam." Ucapnya lagi mohon pamit untuk pulang. 

"Iya, Bah. hati-hati di jalan." Balas Mira sambil menganggukkan kepala.

Abah karjo pun pulang. Sambil memegang kantong plastik dan sepiring nasi, abah tersenyum kemudian berlalu pergi berjalan mengenakan tongkatnya menuju pulang ke rumahnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi BERKAH SECANTING BERAS

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Istri kedua tuan Salman
8.5
Aisyah Sholehatun Nisa, gadis rupawan yang terjebak dalam belenggu utang orang tuanya, terpaksa menerima perjodohan rumit. Ia harus menjadi istri kedua bagi Salman Alfarizki, pria dari keluarga konglomerat yang statusnya hanyalah putra seorang selir. Di tengah pernikahan Salman yang sudah ada, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka? Ikuti perjuangan Aisyah menghadapi takdir dan konflik perasaan dalam dinamika rumah tangga yang penuh tekanan ini.
Sampul Novel Kembaran Tunanganku, Muslihat Kejam
8.0
Setahun lamanya Farah ditipu oleh kembaran tunangannya sendiri. Brama, sang kekasih, ternyata sudah menikahi Kirana dan berencana mencuri kornea mata Farah melalui kecelakaan palsu. Penderitaan Farah memuncak saat ia difitnah membunuh kakek Brama hingga dijebloskan ke RSJ. Namun, mereka tidak tahu bahwa Farah adalah Aurora Suryakancana, pewaris takhta bisnis raksasa. Setelah memalsukan kematian, ia bangkit dari kehancuran untuk membalas dendam dan mengambil kembali hidupnya.
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Stenly Sebastian Miller hancur saat Kimberly memutuskan hubungan dua tahun mereka akibat isu kebangkrutan. Bertekad bangkit, Stenly bersumpah mencari pengganti yang lebih baik. Di tengah luka, ia menyelamatkan Seruni dari serangan Dante yang obsesif. Meski berakhir babak belur demi melindungi Seruni, insiden ini justru memicu ketertarikan Stenly padanya. Kini ia harus memilih: terus meratapi masa lalu atau memulai lembaran baru yang bahagia bersama Seruni.
Sampul Novel Pria yang Menguntitku
9.1
Seorang wanita menyadari bahwa rumahnya telah disusupi. Seorang pria misterius kerap berbaring di ranjangnya dan meninggalkan jejak di pakaiannya. Melalui kamera tersembunyi di mata boneka, pria itu terus mengawasinya. Namun, alih-alih melarikan diri, ia justru sengaja beraksi intim di depan boneka tersebut. Saat sang pengamat mengira korbannya gemetar ketakutan di sudut ruangan, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu telah lama menantikan kehadirannya.
Sampul Novel Sienna's story
8.4
Dunia Sienna terasa hampa dan kehilangan warna sejak perceraian orang tuanya menghancurkan kebahagiaannya. Ia terbiasa menghabiskan malam dalam kesendirian yang kelam sampai sosok CEO penuh intrik muncul di hidupnya. Meski pria itu melakukan berbagai cara mesum dan nakal demi mencuri perhatian, Sienna tetap membentengi diri dengan sikap yang sangat dingin. Akankah kegigihan sang miliarder mampu mencairkan hati Sienna yang sudah terlanjur membeku?
Sampul Novel Withered
9.5
Arini tak kuasa menahan tangis meski Rexy melontarkan ancaman keras untuk merobek pakaiannya. Di bawah kucuran air shower yang dingin, ia terus terisak sambil memeluk erat tubuh pria itu sebagai satu-satunya tumpuan. Rexy yang diliputi amarah besar tampak menyesali keputusannya karena tidak menghabisi nyawa semua orang yang terlibat. Ketegangan dan emosi yang memuncak menyelimuti pertemuan mereka di tengah kemelut konflik yang membahayakan nyawa.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan