
Benih Rahasia sang Fuckboy
Bab 2
Sisil dan Vania duduk di sebuah kursi panjang yang ada di pojok ruangan. Mereka begitu bahagia saat memperhatikan keramaian yang ada di sana. Pesta berlangsung dengan begitu meriah dan penuh suka cita.
Vania nampak mencari-cari seuatu. Dan setelah beberapa saat memperhatikan sekelilingnya, akhirnya ia menemukan yang ia cari.
Edgar Emiliano, sosok pria tampan dan berkharisma di sekolah, merupakan salah seorang pria yang dijuluki 'Playboy' di SMA PELITA BANGSA.
"Ehm ...!"
Deheman dari Sisilia menyadarkan Vania dari kekaguman dirinya terhadap Edgar. Karena Sesilia selalu sahabatnya, ialah satu-satunya orang yang tau bahwa Vania menyimpan perasaan suka terhadap Edgar Emiliano sang playboy sekolah.
Vania hanya bisa tersenyum malu karena merasa ke-gep saat memperhatikan Edgar. Hingga akhirnya ia berkata, "Entah setelah ini, apa gue bisa ketemu lagi sama Edgar atau tidak. Kita masih sama-sama tidak tahu akan melanjutkan kuliah di mana dan jurusan apa."
Sesilia membenarkan perkataan temannya itu. Karena ia sendiri pun masih bingung harus kuliah di mana dan jurusan apa.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.45 malam. Vania dan Sesilia semakin terhanyut dengan kemeriahan pesta hingga mereka tanpa sadar terpisah saat sama-sama sedang asik berjoget di antara kerumunan teman-teman mereka yang lainnya. Mereka begitu bersemangat hingga saat mereka jingkrak-jingkrak mengikuti hentakan musik yang dimainkan oleh seorang DJ yang sengaja mereka panggil untuk menambah semarak kemeriahan pesta itu.
Saat sedang asik bergoyang dan melompat-lompat, tiba-tiba Vania merasa ada seseorang yang terhuyung dan langsung memeluk dirinya. Sempat ingin menghindar dan melepaskan pelukan orang tersebut. Namun, gerakan Vania terhenti saat mendengar racauan dari mulut orang yang sedang memeluk dirinya.
"Lo cantik malam ini, dan pasti akan lebih mengasyikkan jika kita bisa berkencan berdua saja." Suara parau orang itu menghentikan tangan Vania yang hendak mendorong tubuh lemah itu. Karena Vania sangat mengenal suara itu.
Edgar Emiliano, laki-laki tampan yang menarik perhatian dirinya selama beberapa bulan terakhir ini.
"Astaga, Edgar! Baru minum sedikit udah teler aja." Celetuk Mike-salah satu teman Edgar.
"Iya nih anak! Biasanya juga bisa tahan sampe pagi," seloroh Briyan.
Vania yang mendengar perkataan kedua sahabat Edgar itu akhirnya menoleh ke arah mereka meski dengan kepayahan. Ia sempat merasa sebal karena mereka bukannya membantunya untuk menopang tubuh Edgar, justru malah meledek temannya yang sudah tidak sadarkan diri itu.
"Vania, lo bisa 'kan tolongin kita buat ngantar Edgar balik? Karena jika dibiarkan di sini pun percuma karena udah nggak sadarkan diri juga ni anak!" Terang Anthony kepada Vania.
"Tapi, gue ...,"
"Tenang, Edgar malam ini nggak pulang ke rumahnya. Ia sudah memesan sebuah kamar hotel."
Ucapan Vania terpotong karena Anthony terlebih dahulu menjelaskan. Lalu Anthony merogoh saku celana Edgar dan mengambil hand phone yang ada di dalamnya.
Anthony nampak mengutak-atik hand phone tersebut, dan setelah mendapatkan apa yang ia cari, ia menunjukkan layar handphone yang sedang menyala itu kepada Vania. "Ini! Tadi dia sudah booking kamar di hotel X. Kamu bisa bawa dia ke sana, dan nanti tunjukkan saja ini kepada petugas hotelnya. Bisa 'kan?"
Vania nampak berpikir beberapa saat, tetapi karena ini merupakan kesempatan langka bagi dirinya, akhirnya Vania pun nekat membawa Edgar ke alamat yang ada di handphone tersebut dengan berbekalkan sandi ponsel Edgar.
Anthony memesankan taksi online untuk mereka dan ikut membantu Vania membawa Edgar masuk ke dalam mobil tersebut.
"Hati-hati. Gue percayakan Edgar aman sama lo." ujar Anthony sebelum mobil yang ditumpangi oleh Vania dan Edgar melaju membelah jalanan kota malam itu.
Anda Mungkin Juga Suka





