Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benih Lain di Kandungan Istriku

Benih Lain di Kandungan Istriku

Kian dikejutkan oleh penemuan sebuah alat uji kehamilan dengan dua garis merah di bawah meja samping ranjangnya. Temuan ini memicu kecurigaan besar terhadap sang istri, Aurelie. Namun, sebuah kenyataan pahit menghantui pikirannya; Kian menyadari bahwa dirinya mandul dan mustahil bisa memberikan keturunan. Teka-teki mengenai pemilik asli benda tersebut mulai mengusik batinnya. Benarkah Aurelie sedang mengandung benih pria lain di dalam rahimnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kian menatap wajah cantik yang begitu tenang dalam lelap itu. Pelan-pelan ia sematkan anak rambut milik istrinya di belakang telinga agar tidak terganggu tidurnya. Sampai sebuah senyum manis tercipta menghiasi wajahnya yang terpahat begitu rapi dan tampan itu. Ia melihat ketenangan yang sama di wajah Aurelie ketika tersenyum. Memang, Aurelie adalah salah satu alasan kehidupan Kian lebih berwarna.

Sampai detik ini, jujur saja Kian masih belum menyangka jika ia sudah berhasil mengikrar janji di hadapan Tuhan dan ratusan pasang mata untuk menjadikan Aurelie bagian dari hidupnya. Lebih tidak menyangka lagi, Aurelie bisa menerimanya dengan keadaan yang sebut saja segabai sebuah kecacatan permanen.

"Cantik sekali," puji Kian melihat Aurelie yang merasa tidak terganggu meski tangannya terus bermain dengan lembut di wajah natural itu. Sekali lagi, Kian hanya bisa tersenyum menyaksikan kecantikan istrinya dalam jarak sedekat itu.

Masih ingin terus menikmati pahatan cantik wajah Aurelie, tetapi sesuatu yang sudah tak aneh lagi dirasakan oleh Kian. Sontak saat itu juga Kian menyingkirkan tubuhnya perlahan dari dekat sang istri. Lalu, duduk dengan menjuntaikan kaki di bibir tempat tidur.

Sebuah ringisan pelan terdengar. Kian menoleh ke belakang, takut-takut jika istrinya dengar. Namun, semua masih aman. Aurelie masih setia dalam lelapnya.

Sebelum ia tertangkap basah oleh Aurelie, bersama sakit yang menyerbu dengan buas area perutnya Kian perlahan bangkit dengan tubuh sedikit membungkuk dan tangan yang menekan area penuh kesakitan itu. Lama sekali rasanya untuk sampai di pintu kamar.

Kian ke luar dari kamar yang sekarang bukan lagi hanya miliknya seorang. Akan tetapi, kamar yang kini sudah memiliki penghuni baru. Di depan pintu yang sudah tertutup rapat, Kian berdiri dengan menahan rasa sakit di perutnya. Belum lagi rasa mual yang tak mau kalah menyerbu. Kian menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari seseorang. Namun, nihil. Tak ada satupun dari penghuni rumah itu yang terlihat.

Seraya menahan rasa sakit itu. Kian bergerak pergi.

Di pertengahan anak tangga Kian bertemu dengan sang kakak. Kian bersyukur akan hal itu. Sebab, ia tidak akan mati konyol, karena kesakitan dan tidak ada yang menolong.

"Tolong bantu aku," pinta Kian yang tenaganya mulai terkuras perlahan. Suaranya saja sudah terdengar sangat lemah.

Sang kakak, Nara, langsung bergegas mendekat. Ia meraih tangan adiknya dan mengalungkan di lengan. "Kau mau ke mana? Harusnya ke kamarmu saja," tukas Nara dengan nada khawatir melihat kondisi adik semata wayangnya itu.

Kian langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku tidak mau jika Aurelie tahu, Mas," balas Kian seraya menahan sakitnya.

Harusnya Nara paham dengan sifat adiknya yang tidak pernah mau orang lain tahu tentang kesakitannya. Akan tetapi, tidak dengan menyembunyikan dari orang paling dekat. Terlebih Aurelie yang notabene adalah istri Kian sendiri.

"Aku tahu kau tidak mau membuat susah siapapun. Tapi, kali ini aku tidak habis pikir jika istrimu sendiri tidak mau kau beritahu," ucap Nara. Ia hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap adiknya.

"Jika kau tidak mau membantuku. Tolong jangan ajak aku untuk berdebat, Mas," tegas Kian. Bicara dengan Nara dengan topik yang sama tidak akan pernah selesai jika ia tak mengalah. Nara pasti akan memaksa dan menceramahinya panjang lebar.

Helaan napas panjang Nara terdengar sangat jelas. Ia tidak tahu lagi bagaimana harus menasihati adiknya.

Baiklah. Sekarang tugas Nara membantu Kian terlepas adiknya itu masih belum mau mendengarnya.

°°°°°

Tubuh di atas tempat tidur itu bergerak perlahan seiring terdengarnya lenguhan lembut. Sepasang bola mata yang tadinya terkatup rapat pelan-pelan terbuka. Dalam beberapa saat Aurelie terdiam dan menelisik langit-langit ruang di mana ia berteduh kini. Lalu, Aurelie tersadar bahwa sekarang ia sudah tidak lagi berada di kamarnya. Akan tetapi, di kamar seorang laki-laki yang baru mempersuntingnya. Beruntung Aurelie cepat tersadar. Jika tidak, ia pasti sudah berteriak karena berada di tempat yang asing.

Aurelie menelisik setiap inci ruang yang sekarang akan menjadi kamarnya bersama Kian. Ia juga tidak lupa mencari sosok Kian yang tadinya juga tidur di sampingnya. Namun, saat terbangun ia tak mendapati laki-laki itu.

"Ini sudah jam berapa?" monolog Aurelie setelah merubah posisinya yang semula berbaring dan kini bersila. Ia mengangkat pandangan dan melihat jam dinding. "Hampir jam enam," gumamnya.

Aurelie masih mencoba mencari keberadaan Kian. "Kian di mana, ya? Kenapa nggak bangunin aku dari tadi," ucapnya lagi. Ia melangkah ke arah kamar mandi untuk mencari Kian. Namun, tidak ada tanda-tanda Kian ada di dalam.

Masih dengan muka bantal dan rambut sedikit berantakan diikat asal. Aurelie ke luar dari kamar. Ketika ia berada di depan pintu. Tak sengaja ia melihat Nara berjalan hendak menuruni anak tangga. Awalnya, Aurelie malu menyapa kakak iparnya itu. Namun, Nara adalah satu-satunya orang yang pertama ia temukan dan bisa ia tanya tentang keberadaan Kian.

"Mas Nara!" panggil Aurelie dengan suara lebih keras.

Langkah Nara terhenti. Ia menoleh ke arah sumber suara. Dan seketika itu juga Nara terpaku di tempat melihat Aurelie yang berdiri di depan pintu kamar. Ia seperti tengah melihat sosok perempuan yang belum tergantikan di dalam hatinya. Aurelie benar-benar terlihat seperti mantan istrinya.

"Hm, Mas," panggil Aurelie dengan ragu-ragu ketika Nara tidak merespons panggilannya. Bahkan, laki-laki itu seperti tidak menyadari keberadaannya yang sangat dekat.

"Oh, iya, kenapa?" Nara terbata. Ia bahkan sedikit tersentak ketika melihat Aurelie yang sudah berdiri di hadapannya. Ia tidak menyadari perempuan itu bergerak mengikis jarak dengannya. Ia sibuk dengan isi kepalanya yang seketika bergerilya mengingat perempuan manis di masa lalunya itu.

"Hm, lihat Kian, tidak?" tanya Aurelie masih dengan perasaan ragu dan tidak enak. Ia takut jika menyinggung Nara atau membuat Nara merasa tidak dihormati sebagai orang yang lebih tua.

"Kian," ulang Nara menyebutkan nama adiknya. Nara sebenarnya ingin memberitahu di mana keberadaan Kian pada Aurelie. Akan tetapi, ia juga tidak mau jika nanti Kian akan marah padanya.

"Tidak tahu, Rel. Mungkin di bawah," ucap Nara. Ia tak sepenuhnya berbohong. Sebab, Kian memang berada di lantai bawah rumah bertingkat itu. Akan tetapi, Nara hanya tidak memberitahu di mana ruangan pasti keberadaan Kian.

"Oh, baik, Mas. Terima kasih, ya," ujar Aurelie dengan sopan. Seolah ia tengah berbicara dengan senior atau bahkan dosennya. Lalu, sikap yang Aurelie tunjukkan benar-benar seperti seorang junior penakut.

"Kalau begitu aku ke bawah dulu, Mas. Permisi," ujar Aurelie lagi dengan bahasa yang terdengar formal dah kaku. Ia mendahului langkah Nara dan meninggalkan kakak iparnya itu.

Selepas kepergian Aurelie, Nara masih berdiri menatap punggung perempuan itu. Jantungnya berdegup kencang, persis seperti yang ia rasakan ketika bertemu mantan istrinya dulu. "Apa kau yang sengaja mengirim perempuan yang mirip denganmu ke sini, Ta?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bergairah Setelah Disakiti
9.1
Kisah drama rumah tangga ini membuktikan bahwa cinta tak selalu mampu mempertahankan ikatan pernikahan. Saat mahligai indah harus berakhir, perpisahan mungkin berdampak pada mental anak, namun terkadang menjadi solusi terbaik demi masa depan. Jangan biarkan kegagalan hubungan menghentikan langkah Anda. Anak bukanlah beban atau penghalang untuk tetap maju. Masih ada banyak peluang untuk bangkit dan mengejar kebahagiaan baru setelah disakiti oleh kenyataan pahit.
Sampul Novel Gairah Masa Remaja
9.2
Dalam momen yang penuh gejolak, Billy perlahan melepas rok yang kukenakan. Aku hanya bisa menggerakkan kaki untuk membantunya hingga pakaian itu terlepas, menyisakan celana pendek di balik kainnya. Saat Billy menyingkirkan celana tersebut, ia terpaku menatap kakiku yang mulus tanpa cela. Jemarinya mulai menelusuri kulitku dengan perlahan, membuatku terhanyut dalam sensasi yang ia berikan. Aku hanya bisa terdiam dan menikmati setiap sentuhan Billy padaku.
Sampul Novel I`m Holding You
8.0
Insiden satu malam di masa lalu Bima meninggalkan jejak berupa janin di rahim Levina, wanita yang tak ia kenali. Bertahun-tahun kemudian, Levina muncul di klinik Bima membawa Anetta, putri kecil mereka yang menderita penyakit langka. Bima terguncang menyadari Anetta adalah darah dagingnya, sementara ia telah menikah empat tahun tanpa anak. Haruskah ia jujur pada Levina soal perbuatan bejatnya dulu? Bagaimana nasib rumah tangganya dan kesembuhan Anetta?
Sampul Novel Lupakan Aku
8.0
Sita terjebak dalam romansa indah bersama Raka, pria yang menjadi cinta pertamanya sejak masa kuliah. Hubungan mereka awalnya terasa sempurna dan penuh kebahagiaan. Namun, kenyataan pahit mulai muncul saat Sita menyadari jurang status sosial di antara mereka. Sebagai gadis dari keluarga sederhana, ia merasa terancam oleh posisi Raka sebagai putra pengusaha ternama. Akankah restu berpihak pada mereka, ataukah perbedaan kasta ini mengakhiri segalanya?
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters berubah menjadi dilema besar saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Di sisi lain, sang suami, Julian Ryder, telah menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahan mereka. Terjepit di antara cinta pada janinnya dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras ide untuk menggugurkan kandungannya. Kini, ia harus menyusun rencana rahasia demi melindungi sang buah hati dari pengetahuan Julian.
Sampul Novel Menikahi Pria Lumpuh
9.3
Kehidupan Gea Athena hancur seketika saat dikhianati oleh suaminya sendiri. Tanpa belas kasihan, ia dijual seharga tiga miliar rupiah kepada seorang pria yang menderita kelumpuhan. Tragedi memilukan ini memaksa Gea memasuki babak baru yang gelap dalam hidupnya. Terjebak dalam kesepakatan bisnis yang kejam, ia kini harus menghadapi takdir bersama sosok asing yang menjadi pemilik barunya. Sebuah kisah romansa modern tentang pengkhianatan dan perjuangan.