
Belenggu Hasrat Tuan Yavuz
Bab 2
Rumah sakit xxxxxxx,
Pusat kota,
Ruang khusus.
"Ini di mana?." Jessica bertanya didalam hatinya, dia ingin sekali menggerakkan jemari-jemarinya tangan nya tapi apalah daya, dia tidak memiliki kemampuan sama sekali.
Tubuhnya terasa begitu berat, matanya sulit terbuka, bahkan dia ingin berteriak nyatanya tidak sanggup sama sekali. Dia pikir seolah-olah tubuhnya dilumpuhkan dengan sengaja oleh orang-orang yang menangkapnya dan dia tidak tahu kemana orang-orang itu membawanya.
ketakutan jelas menghantam dirinya tapi apalah daya Jessica sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri saat ini. Dia berbaring disebuah ruangan asing yang belum pernah dia ketahui dimana, berbagai macam alat terlihat memenuhi ruangan tersebut termasuk tubuhnya. Gadis tersebut sama sekali tidak bisa menarik kesadarannya karena dia merasa dirinya benar-benar dibius dengan sempurna.
Dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar nya tersebut, Jessica masih bisa mendengar samar-samar suara orang-orang disekitar nya.
Beberapa orang menangkap nya, mata nya di tutup dan dia dibius. Mereka menyeret nya menuju ke sebuah tempat yang tidak dia ketahui apa.
"Kamu sudah yakin dia gadis pilihan nya?." Dalam ketidakberdayaan nya, dia bisa mendengar suara seorang laki-laki yang bicara pada laki-laki lainnya.
"Perawan bukan?, sesuai dengan yang diberikan Hafsah?, tuan kita membelinya bukan dengan harga yang murah."
"Oh ya Tuhan ada apa ini?, siapa mereka?, siapa yang membeli siapa?, aku akan di apakan?." Gadis tersebut bicara di dalam hatinya sembari dia masih mendengar samar-samar pembicaraan dari orang orang yang ada di sekitarnya.
Gadis tersebut ini sekali mencoba menggerak-gerakan jemari-jemarinya namun sepertinya efek obat tidur yang diberikan kepadanya sungguh sangat luar biasa, iya benar-benar merasa bola matanya sangat mengantuk saat ini, dan dia sama sekali tidak bisa melawan keadaan.
"Tentu saja perawan, dia bener gadis pilihan Hafsah, kami bahkan terlalu memastikan jika dia belum pernah tersentuh sedikitpun." Laki-laki lainnya terdengar bicara dan menjawab dengan cepat.
"Dimana tuan?."
"Tuan besar ada di depan, dia sebentar lagi masuk kemari."
Samar-samar telinga Jessica mendengar langkah kaki yang mulai menyerang masuk ke dalam ruangan di mana dia berada, kepalanya masih menatap kebagian sisi kanannya, di mana bola matanya yang jelas sejak tadi mulai terpejam namun masih bisa terbuka mencoba melihat sosok yang datang saat ini.
Seorang laki-laki yang memiliki tubuh besar tinggi seperti kakak laki-lakinya terlihat melangkah mendekati dirinya, memperhatikan wajahnya untuk beberapa waktu di mana gadis itu sama sekali tidak bisa memperhatikan wajah laki-laki itu dengan seksama karena dia tidak mampu menggeser kepala ini bahkan dia tidak mampu menggeser posisi tatapannya. Dia hanya menatap tubuh laki-laki tersebut yang dia pikir tidak jauh berbeda dengan kakak laki-lakinya yang ada di rumah. Bahkan dia masih bisa melihat wajah blur juga samar sosok yang kini berdiri di ujung sana.
Meksipun Jessica sudah nyaris tidak bisa membuka bola matanya atas rasa berat di sekitar bola matanya, dia masih bisa melihat sosok laki-laki yang berdiri di ujung sana dan tengah bicara dengan seseorang yang lainnya.
"Anda sudah datang, sir?."
"Kenapa dia tidur?" Suara laki-laki tersebut terdengar samar-samar.
"Seperti nya dia baru mengkonsumsi obat tidur, itu bukan masalah sir, kita akan melakukan proses nya sekarang juga"
Jessica berusaha untuk melihat dengan seksama laki-laki tersebut, di mana samar-samar bisa dia lihat bola mata indah laki-laki itu untuk beberapa waktu.
Bukankah bola mata nya mirip dengan bola mata seseorang?!.
Jessica pada akhirnya memejamkan perlahan bola matanya.
"Kita akan melakukan nya sekarang, sir"
"Bukan masalah, bisa jangan terlalu lamban? aku harus segera pergi secepat nya"
"Yes sir"
Anda Mungkin Juga Suka





