
Belenggu Hasrat Tuan Yavuz
Bab 3
Keesokan harinya,
Sebelum matahari terbit,
Rumah sakit xxxxxxx.
Jessica tersentak dari tidur nya untuk beberapa waktu, di mana dia merasa perut nya tiba-tiba terasa keram dan tidak nyaman.
Dia berusaha untuk menggerakkan jemari-jemari indah nya ketika dia merasa mendengar beberapa suara berisik disekitar nya, gadis tersebut berusaha untuk menyadarkan dirinya hingga 100% hingga pada akhirnya dia benar-benar sadar dari dalam kondisinya saat ini.
"Ini buruk." Satu suara samar-samar terdengar.
Gadis tersebut mencoba untuk menahan nafasnya dan tidak mengeluarkan suaranya sama sekali, mengabaikan keram di perut nya yang terasa luar biasa dan mencoba untuk mendengarkan apa yang dibicarakan oleh orang-orang yang ada di samping sana.
"Bagaimana ini?," Suara panik kembali terdengar.
"Dia bukan gadis pilihan Hafsah, oh ya Tuhan, kita salah mendapatkan anak perawan orang" satu suara lagi terdengar di balik ruangan dimana Jessica berada, sekat kaca yang membatasi mereka yang tertutup gorden mendominasi berwarna hijau mampu membuat Jessica sedikit mengintip siapa saja yang ada di sana.
"Kita menanam benih pada gadis perawan baik-baik, ini benar-benar kacau, jika tuan tahu aku yakin dia akan menghancurkan semua nya" Lagi terdengar suara orang yang berbeda.
Jessica sejenak menegang saat mendengar apa yang diucapkan oleh beberapa orang diluar sana.
"Apa?, menanam benih?, pada gadis perawan?, apa itu...?" Jantung nya menjadi tidak baik-baik saja.
"Tuan dalam perjalanan kemari, kita harus bagaimana?."
"Oh ya Tuhan, kembali ke ruangan gadis itu, pastikan dia baik-baik saja, kita tunggu tuan dan biarkan tuan yang memutuskan apa yang akan tuan lakukan pada nya, membiarkan nya atau melenyapkan nya."
"Hahhhh?." Jessica ternganga.
Dia menutup mulutnya dengan cepat, tubuhnya gemetaran dan dia cukup ketakutan mendengar pembicaraan di sebelah ruangan tersebut.
Jessica buru-buru menggerakkan tubuhnya, menatap jarum infus di lengan kirinya untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya gadis tersebut mencabut selang infus itu dengan sedikit memaksa, terdapat darah di sana di mana dia memaksa untuk mencabutnya dari bagian tangan nya.
Dengan keadaan bersusah payah dia berusaha untuk beranjak dari sana, tidak dia dapatkan sandal untuk dia gunakan saat ini, alih-alih peduli soal sandal, dia lebih peduli soal bagaimana cara nya melarikan diri dari tempat itu. sebenarnya dia belum tahu di mana dirinya saat ini, apakah dia bisa keluar dari sana atau tidak tapi setidaknya dia punya sedikit bakat untuk melarikan diri dalam kondisi darurat atau di tempat tergelap sekalipun. dulu kak Khan nya beberapa kali mencoba untuk mengajarinya soal itu semua.
Dalam banyak perjuangan gadis tersebut berusaha untuk melarikan diri dari sana, dan nyata nya memang tidak mudah, dia harus melakukan beberapa trik bahkan untuk mencoba mencongkel pintu seperti seorang pencuri handal dengan menggunakan ujung jepit rambut kecil milik nya.
"Oh ya ampun". Jessica merasa menegang, seolah-olah dia baru saja berada pada episode film pencurian kelas kakap dilayar televisi.
kletakkkkk.
Bayangkan bagaimana riang nya Jessica saat dia berhasil membuka pintu tersebut.
Tanpa memikirkan hal apapun secepat kilat gadis tersebut kabur dari sana, memperhatikan orang-orang di sekitarnya siapa tahu ada yang mengetahui keberadaannya dan menangkapnya kembali. Begitu dia yakin tidak ada orang yang melihatnya gadis tersebut secepat kilat langsung kabur dari sana saat ini juga.
*****
Hotel xxxxxxx.
Begitu dia membuka pintu kamar mandi, Noura terkejut setengah mati menatap penampilan Jessica yang cukup kacau balau.
"Oh my god?." Noura menahan suaranya, menatap sahabat baik nya untuk beberapa waktu.
Sejak semalam dia tidak tahu ke mana rupanya gadis tersebut pergi dan kini saat pagi tiba, Jessica kembali begitu saja. Dan bayangkan saat dia datang bagaimana bisa dia melihat Jessica ada di dalam kamar mandi dalam keadaan kacau balau seperti saat ini.
Rambut berantakan, pakaian berantakan, penampilan berantakan dan ah entahlah.
"Kamu seperti habis di aniaya." Ucap Noura tertahan.
Jessica tiba-tiba saja menghubungi nya dan meminta nya segera menemuinya di kamar hotel yang seharusnya menjadi tempat menginap mereka, kini gadis dihadapannya tersebut ada di dalam kamar mandi dengan kondisi mengenaskan.
"Kamu membuat ku takut. Jess, kamu terlihat berantakan?," tanya Noura bingung dan sedikit panik.
Jessica terlihat duduk menahan tubuhnya dengan kedua kakinya, dia memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu sambil menahan perutnya yang keram sejak tadi. Dia pikir apakah ada sesuatu yang disuntikkan ke perutnya?, rasanya sakit dan keram, membuat dia tidak enak, ada efek mual dan pusing yang menghantam secara bersamaan.
"Perut ku sakit dan keram, apa aku akan datang bulan Noura?." Jessica bicara cepat, masih menjongkokkan dirinya dan mencoba untuk menahan sakit yang ada di dalam perutnya.
"Aku juga ingin muntah rasanya." Keluh nya lagi.
"Kamu minum semalam dan menghilang?." Noura jelas langsung meluncurkan pertanyaan penuh curiganya pada gadis tersebut.
"Ishhh menjijikkan, aku mana pernah menyentuh minuman." Jessica jelas saja langsung menyahut dengan cepat, mana pernah dia menyentuh minuman haram seperti itu. Bisa-bisa mommy Ayana dan daddy Gao membunuh nya.
"Aku cukup kelabakan memindahkan Tiffany dan Sean, membuat mereka tidak bersama dan-," belum selesai bicara namun buru-buru Jessica berkata.
"Katakan di mana Sean?, kamu cepat hubungi daddy Gao, aku akan tidur di samping nya dengan cepat, semalam kamu bilang dia bersama seorang perempuan bayaran bukan?, masih tidur hingga saat ini?." Gadis tersebut tidak mempedulikan apapun ucapan dari Noura, dia lebih peduli soal Sean dan mereka harus meneruskan rencana mereka saat ini.
Yah dia harus menggagalkan pernikahan saudara perempuan dengan laki-laki sialan yang hanya ingin memanfaatkan Tiffany. Dia tidak sudi saudara kesayangan nya menikah dengan baji_ngan tersebut nanti. Penikahan mereka tinggal menghitung waktu, dia ingin semua berjalan sesuai harapan nya.
"Ah...itu dia di kamar xxxxxxx." Noura terlihat bingung, menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Mendengar jawaban dari Noura membuat dia cukup puas, dia mengangguk kan kepalanya dengan cepat. Jessica perlahan mencengkram pinggiran kamar mandi dan berusaha untuk berdiri.
"Akhhh Kamu terluka Jess?, oh ya Tuhan apa yang terjadi pada tangan mu?." Dan kembali gadis tersebut panik, Noura berusaha untuk melihat tangan Jessica dan meraih tubuh gadis itu dengan cepat.
"Oh ayolah katakan pada ku yang sebenarnya terjadi Jess?." Dia benar-benar panik.
lengan Jessica berdarah dan seperti terdapat luka disana.
"Ini diluar rencana, aku merasa kepala ku masih pusing, seseorang menangkap ku dan salah mengenali ku. Entahlah aku dirumah sakit dan-," Jessica tidak melanjutkan ceritanya, dia enggan untuk bicara terlalu panjang lebar dengan Noura.
"Aku akan menggunakan nya sebagai darah perawan, sekarang bawa aku kesana" Jessica bicara, menyeret langkah Noura dengan cepat.
"Tapi, Jess."
"Di mana dia?."
Anda Mungkin Juga Suka





