Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal

Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal

Sheny tewas bersama janin di kandungannya setelah dipaksa sang suami mendonorkan sumsum tulang demi menyelamatkan kekasih lamanya. Tujuh hari pascakematiannya, sang suami justru membawa wanita itu ke ranjang pernikahan mereka dengan penuh kepuasan. Namun, kelegaan itu segera berubah menjadi duka mendalam. Pria itu kini menangis histeris memeluk barang peninggalan Sheny, memohonnya untuk pulang, seolah lupa bahwa kekejamannya sendirilah yang telah merenggut nyawa istri dan calon anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Mungkin aku salah melihat. Mana mungkin Ronald merasa bahagia karena aku?

"Kak Ronald, sebaiknya aku pergi saja. Jangan sampai Kak Sheny salah paham melihat kita," kata Willianti. Melihat Ronald tidak merespons, dia kembali memberikan tekanan pada Ronald.

Mata Ronald bergerak sedikit, lalu dia merangkul Willianti dengan lebih erat dan mencium keningnya dengan lembut.

"Tenang saja, dia nggak akan berani ngelakuin apa pun."

Melihat ekspresi percaya diri Ronald membuatku geram. Tiba-tiba, terdengar suara pintu terbuka dan aku pun terpaku.

Rumah ini dibeli oleh ayahku pada tahun pertama pernikahan kami. Dia takut aku dipandang rendah oleh keluarga mertuaku, jadi dia menghabiskan sebagian besar tabungannya untuk membelikan kami rumah ini. Selain aku dan Ronald, hanya ayahku yang punya kunci rumah.

Sekarang aku sudah tiada, jadi satu-satunya yang mungkin datang adalah ayahku!

Aku mencoba untuk mendorong Ronald, tapi tentu saja usahaku itu sia-sia. Aku tidak peduli bagaimana dia memperlakukanku. Namun, aku tidak ingin ayahku yang sudah tua melihat pemandangan yang menyakitkan ini.

....

"Ngapain kamu ke sini?" tanya Ronald dengan kecewa dan tidak menunjukkan rasa hormat sedikit pun pada ayahku.

Napas ayahku terengah-engah dan tangannya gemetaran saat menunjuk ke arah Ronald dan Willianti. "Di mana Sheny? Di mana Sheny! Aku mau bawa dia pergi! Berani-beraninya kamu buat dia menderita!" katanya dengan marah.

Aku berlutut di samping kaki ayahku. Baru saat itulah, aku menyadari betapa besarnya kesalahanku selama bertahun-tahun ini. Aku telah mengecewakan ayahku. Sekarang ketika aku tidak bisa lagi membalas kebaikannya, aku malah membuatnya khawatir.

"Putrimu nggak pulang saja aku nggak ngomong apa pun." Ronald sudah terbiasa dengan posisinya yang tinggi sehingga tidak bisa menerima kritikan sedikit pun.

Willianti juga ikut memprovokasi, "Paman, Kak Sheny sudah lama nggak pulang, bahkan nggak peduli sama Ronald yang lagi sakit lambung. Gimana cara didikan Paman selama ini?"

Aku ingin sekali menamparnya. Menyakitiku mungkin masih bisa kuterima, tapi berani-beraninya dia mengkritik ayahku. Ayahku menatap Ronald dengan intens. Sorot matanya menyiratkan kesedihan yang menusuk hatiku.

"Justru karena aku mendidiknya terlalu baik hati, akhirnya malah ditindas sama kalian!"

Ronald berusaha terlihat tidak peduli, tetapi tangannya mengepal erat.

Tiba-tiba, dering telepon memecah ketegangan di ruangan itu. Ronald meliriknya sekilas dan buru-buru mengangkat telepon.

"Apa kamu bilang? Sheny sudah dimakamkan? Kuperingatkan ya, jangan ikut-ikutan sama trik rendahannya ini!" bentaknya dengan marah, lalu melemparkan ponsel ke dinding dengan keras.

Dia melepaskan tangan Willianti yang bertengger di lengannya dengan napas terengah-engah karena marah.

Ayahku membungkukkan tubuhnya yang sudah renta sambil berusaha keras untuk mengambil ponsel yang dibuang oleh Ronald. Ketika mendengar suara dari ujung telepon itu, air mata ayahku perlahan menggenang di matanya.

"Bajingan! Kau benar-benar bajingan!" Ayahku memukul Ronald sekuat tenaga. Namun, dengan tubuhnya yang sudah tua, mana mungkin dia bisa menang melawan Ronald? Ronald menghindari serangan ayahku dengan mudah, lalu mendengus dingin.

"Kamu sudah pikun, ya? Kamu percaya sama omong kosong beginian?"

Ronald menolak pergi ke rumah sakit untuk mengambil abu jenazahku. Dia yakin bahwa semua ini hanyalah tipu muslihatku untuk menarik perhatiannya. Aku mulai bertanya-tanya apa yang telah kulakukan selama ini hingga Ronald bisa berpikir seperti itu tentang diriku.

Akhirnya, ayahku pergi sendirian ke rumah sakit untuk mengambil abu jenazahku dengan penampilan yang tampak lebih ringkih dari sebelumnya.

"Anakku sayang, kenapa kamu jadi kurus begini?" Ayahku memeluk erat kotak abu jenazahku di dadanya. Dia menepuk-nepuk kotak itu dengan lembut, seolah-olah sedang menenangkanku seperti saat aku masih kecil.

Tak lama kemudian, tetesan air mata menggenang di atas kotak abu itu dan memantulkan bayangan wajah ayahku yang sudah tua.

....

Perusahaan Ronald kembali terjebak dalam skandal. Ayahku berdiri di depan gedung perusahaannya sambil mengangkat papan yang menuntut keadilan atas kematianku. Media datang setiap hari untuk melaporkan kejadian ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK KETIGA
9.7
Sebuah mahakarya seni rupa menyimpan rahasia kelam yang terkubur dalam sapuan kuasnya. Lukisan misterius ini bukan sekadar benda mati, melainkan saksi bisu dari sejarah panjang yang penuh intrik dan lika-liku mengerikan. Seiring berjalannya waktu, asal-usul kanvas tersebut mulai terkuak, membawa kengerian dari masa lalu yang menghantui siapa pun yang melihatnya. Inilah kisah tentang jejak kelam yang tersembunyi di balik keindahan yang tampak semu.
Sampul Novel Asmara Mendendam
9.5
Nezza menempati kos angker demi pekerjaan. Di sana, ia terpikat pada Ari, putra pemilik kos yang dingin. Meski penghuni lain seperti Adelina dan Putri agresif mengejar Ari, Nezza tetap kagum padanya. Namun, teror mistis mulai menghantui semua orang. Ari yakin ada manusia di balik kekacauan ini. Saat situasi memuncak, Rahma menuduh Jessy sebagai dalang teror sekaligus pembunuh mahasiswi dua tahun lalu. Akankah misteri berdarah di kos ini akhirnya terungkap?
Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya terobsesi mencari reinkarnasi Fino dari buku kuno kakeknya, namun pencarian itu justru mengancam hubungan dengan sahabat dan cinta sejatinya. Di tengah kemelut, muncul sosok hantu laki-laki yang ternyata memegang kunci atas segala teka-teki hidupnya. Mengandalkan kemampuan telepati unik yang ia miliki, Hyura harus berjuang menuntaskan misteri besar ini. Mampukah ia menyelesaikan masalahnya saat telepati itu terasa tak berguna untuk urusan cinta?
Sampul Novel Cinta yang Menghanyutkan
9.4
Dalam novel modern bergenre misteri horor ini, sebuah hukuman kejam berujung maut. Sang suami yang murka karena kekasih lamanya terjebak di lift, tega mengunci istrinya sendiri di dalam koper sempit dan menyimpannya di lemari. Meski sang istri menangis dan memohon ampun hingga kehabisan napas, jeritannya diabaikan. Setelah lima hari berlalu, sang suami akhirnya memutuskan untuk membuka kunci koper tersebut demi memberi pengampunan. Namun, ia tidak menyadari bahwa di dalam sana, tubuh istrinya telah membusuk dan hancur tak bersisa.
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas adalah pembunuh bayaran yang beralih menjadi pelindung desa saat teror makhluk aneh melanda. Di tengah misteri hilangnya manusia setiap bulan purnama, Rodolfo berjuang sendirian menghalau pasukan serigala berkat kemampuan tempurnya yang luar biasa. Namun, nasibnya berubah drastis ketika pasukan elite werewolf menculiknya dan mengubahnya menjadi monster mengerikan. Kini, ia harus menghadapi kenyataan baru sebagai bagian dari kaum yang ia lawan.
Sampul Novel Jeritan yang Tak Terdengar
9.1
Dalam novel modern bergenre horor misteri berjudul Jeritan yang Tak Terdengar, nasib tragis menimpa Yolanda di hari ulang tahunnya. Dituduh mendorong sepupunya hingga cedera, Yolanda harus menerima kemarahan brutal sang ayah yang memukulinya hingga sekarat. Demi memberi pelajaran, ia dikurung di ruang bawah tanah yang gelap. Namun, saat pintu akhirnya dibuka kembali, sang ayah hanya mendapati tubuh putri kandungnya yang telah hancur dan membusuk dalam kesunyian.