
Barter libido yuk, say !
Bab 2
Bleiz menahan nafas mendengar cekikikan genit yang keluar dari bibir sensual Gracia.
"Jangan sampai jam 4 sore ya, sayang ! Karena aku harus make-up !"
Rajuk Gracia manja, sembari menciumi dada bidang pemuda tersebut.
"Ya, Gracia cantik !"
Tangan kekar masuk ke dalam baju Gracia dan meremas lembut payudaranya.
"Aahh.. nakalnya tanganmu !"
Pelan-pelan tersulut juga gairah Gracia.
"Nikmat kan, Gracia !"
"Ya, sayangku !"
Di saat Gracia sedang fokus mengumbar nafsu sex-nya di ruang ganti baju, di saat itu pula rombongan Kenny Reagen tiba di di gedung megah, tempat acara pertunangan dirayakan. Para tamu undangan berdecak kagum melihat pemuda kaya bersama keluarga melangkah memasuki ballroom. Suara musik romantis mengalun memenuhi ruangan.
"Sudah jam setengah 4 sore tapi Gracia belum juga datang."
Ujarnya lirih seraya melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan. pemuda tampan dengan netra mata biru, merogoh saku jasnya.
"Lebih baik aku telpon Gracia."
Berulangkali ia menelpon ke ponsel calon tunangannya tapi selalu mailbox.
"Ya Tuhan, ada apa dengan Gracia ? Lebih baik aku susul ke rumahnya !"
Desisnya dengan suara pelan bergetar penuh kekalutan yang amat sangat. Kakinya melangkah lebar dan pikirannya dipenuhi dengan kekalutan, kekhawatiran, ketakutan jika calon tunangannya sakit atau ada kesulitan hingga berhalangan datang tepat waktu. Tamu-tamu undangan pun makin banyak berdatangan. Kenny berjalan lewat pintu belakang, untuk menghindari banyak pertanyaan dari keluarganya dan para tamu undangan. Langkah kakinya terhenti saat melewati ruang ganti.
"Tuan kenny ?"
Dengan sedikit terkejut ia menoleh pada seorang pelayan yang membungkukkan badannya dengan sopan.
"Ada yang perlu saya bantu, tuan ?"
"Tolong panggilkan taxi, aku harus menjemput Gracia karena acara pertunangan kami harus di mulai, pak !"
Sahut kenny dengan ramah walau kekhawatiran tampak jelas di raut wajahnya.
"Nona Gracia sudah datang terlebih dulu sebelum anda datang, tuan."
Pelayan itu langsung menutup mulutnya sendiri karena kelepasan bicara.
"Ohya ? Mana dia ?"
Kenny menyipitkan matanya melihat pelayan tersebut. Jujurnya, kenny tidak percaya dengan jawaban pelayan tersebut.
"Ma-ma-maaf, tuan Kenny. Saya tidak tahu dan harus kembali ke dapur !"
Kenny tahu pelayan itu sepertinya menyembunyikan sesuatu.
"Kamu mau isi kepalamu berceceran di lantai ?!"
Pelayan tersebut langsung berhenti melangkah, saat kedua matanya melihat pemuda tampan kaya raya itu mengeluarkan pistol dari saku jas, yang langsung diarahkan ke kepalanya.
"Nona Gracia ada di ruang ganti baju, tuan."
Keringat dingin membasahi sekujur tubuh pelayan yang makin gemetar ketakutan.
"Ruang ganti di kunci dan nona Gracia melarang siapapun masuk ke ruang ganti baju, tuan kenny".
Kenny heran dengan ucapan pelayan, bagaimana bisa dirinya mendapat peringatan saat tangannya terulur hendak memegang knop pintu.
"Aku calon tunangannya dan sekarang berikan kunci pintu ini, cepat !!"
Tegas kenny yang berhasil membuat pelayan gemetar ketakutan itu terburu-buru mengambil kunci dari saku celananya.
"Ini kuncinya, tuan."
Masih dengan tangan gemetaran pelayan tersebut memberikan kunci pada Kenny.
"Terima kasih. Ambillah !"
Kenny menyelipkan selembar kartu nama dan beberapa lembar uang dollar ke saku pelayan.
"Kamu harus bekerja padaku ! Rahasiakan ini !"
"I-i-iya, tuan Kenny."
Sahut pelayan tersebut sebelum bertanya..
"Apa tuan hendak masuk ke ruang ganti ?"
Anda Mungkin Juga Suka





