Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bangkit dari Kematian Palsuku

Bangkit dari Kematian Palsuku

Sepuluh tahun pernikahan dikhianati saat Mahendra berselingkuh dengan Kiana. Setelah disiksa hingga cacat permanen akibat ulah mereka, aku dibiarkan sekarat dalam kecelakaan tragis. Dibantu Prakoso, aku memalsukan kematian di sebuah kebakaran demi memulai hidup baru sebagai pelatih balap legendaris di luar negeri. Tiga tahun berlalu, aku telah sukses dan berada di puncak karier. Tiba-tiba, Mahendra muncul dengan penuh penyesalan dan memohon kesempatan kedua.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pernikahan sepuluh tahunku ternyata palsu. Aku menemukan suamiku, Mahendra, berselingkuh dengan adik angkatnya, Kiana, dan mereka bahkan sudah punya anak.

Dia memaksaku menerima pernikahan palsu mereka, mengurungku, dan menyiksaku. Saat aku mencoba kabur, Kiana dengan sengaja menabrakku hingga kakiku cacat permanen.

Mahendra bahkan membelanya, "Jika kamu tidak mencoba merebut kemudi, kecelakaan itu mungkin tidak akan terjadi."

Aku ditinggalkan sekarat di dalam mobil yang hancur, sementara dia membawa Kiana pergi. Rasa sakit di hatiku jauh lebih parah daripada luka di kakiku. Aku tahu, aku harus pergi dari neraka ini.

Dengan bantuan seniorku, Prakoso, aku memalsukan kematianku dalam sebuah kebakaran dan menghilang tanpa jejak, memulai hidup baru sebagai pelatih balap legendaris di luar negeri.

Tiga tahun kemudian, di puncak karierku, seorang pria kurus dengan mata penuh penyesalan muncul di hadapanku, memohon kesempatan untuk menebus dosanya. Dia adalah Mahendra.

Bab 1

Adelia POV:

Ponselku terlepas dari genggaman, jatuh ke lantai dengan bunyi gedebuk pelan. Layarnya masih menyala, menampilkan foto seorang pria yang kukenal begitu dekat. Pria itu adalah Mahendra, suamiku. Dia memeluk seorang wanita yang tersenyum manis, memegang bayi di gendongannya. Bayi itu mirip Mahendra.

Dunia seolah berhenti berputar. Udara di sekitarku menipis. Aku berusaha menarik napas, tapi paru-paruku terasa kosong. Foto itu, senyum mereka, bayi itu. Semua berputar di kepalaku, membentuk labirin yang menyesakkan.

Wanita itu. Kiana. Adik angkat Mahendra. Kenapa dia ada di foto itu? Kenapa mereka terlihat begitu akrab? Kenapa ada bayi? Pertanyaan-pertanyaan itu seperti ribuan jarum, menusuk-nusuk otakku.

Aku merasakan mual, perutku bergejolak. Aku mencengkeram kepalaku, mencoba mengusir gambar itu, tapi gagal. Foto Kiana, Mahendra, dan bayi itu terus muncul, berulang-ulang, menghancurkan kewarasanku.

Aku harus tahu. Aku harus tahu apa ini semua. Aku harus mendengar penjelasannya. Kakiku bergerak sendiri, melangkah keluar ruangan. Tujuan utamaku adalah lantai dasar, tempat aku tahu Mahendra sering bertemu dengan Kiana.

Aku menaiki lift, membenamkan diriku di sudut, mencoba tidak menarik perhatian. Aku mengenakan topi dan kacamata hitam. Aku hanya ingin menjadi bayangan.

Lift berdenting ketika berhenti di lantai tiga. Pintu terbuka. Aku mendengar dua suara yang sangat kukenal. Suara Mahendra, dan suara Kiana. Perasaanku mencelos.

"Kenapa kamu bersikeras meminta Adelia pergi duluan, Mas?" Suara Kiana terdengar manja, tapi ada nada ketidakpuasan di dalamnya.

Mahendra menjawab dengan dingin, "Bukan urusanmu. Jangan banyak bicara."

"Tapi, Mas..." Kiana merajuk. "Aku kan sudah menunggumu sejak kecil. Dari dulu, dia yang dijodohkan denganmu. Tapi kenapa kamu tidak melihatku?"

Dunia seolah terhenti. Jantungku berdetak kencang, memukul-mukul dadaku. Aku mendengar kata 'dijodohkan'.

"Apa kamu benar-benar mencintainya?" tanya Kiana, suaranya pelan dan penuh keraguan.

Ada keheningan panjang. Aku menunggu. Setiap detik terasa seperti berjam-jam.

Akhirnya, Mahendra menjawab. Suaranya terdengar berat, "Aku mencintai kalian berdua."

Aku terkesiap, tapi tidak ada yang menyadarinya.

"Adelia adalah istriku, yang memberiku status di depan publik. Sedangkan kamu..." Mahendra melanjutkan, "...kamu adalah ibu dari anakku. Kamu memberiku masa depan."

Kata-kata itu menghantamku seperti godam. Aku adalah orang ketiga. Tanpa sepengetahuanku. Sepuluh tahun pernikahan ini, akta nikah palsu. Aku tersentak. Semua yang selama ini kupercayai, hancur berkeping-keping.

"Bagaimana jika nanti Adelia punya anak, Mas?" Kiana bertanya, suaranya sedikit mencibir.

Tepat saat itu, lift berdenting, mengumumkan bahwa kami telah tiba di lantai dasar.

"Tidak akan," jawab Mahendra, suaranya datar.

Aku mengerti. Aku mengerti segalanya sekarang. Aku mengerti mengapa Mahendra selalu memberiku pil KB, mengapa dia selalu mengatakan dia tidak siap punya anak. Aku mengerti mengapa dia selalu bersikeras bahwa kita tidak perlu terburu-buru.

Kakiku terasa dingin, seolah aku jatuh ke dalam sumur es yang tak berdasar. Aku merasakan seluruh tubuhku mati rasa.

Lift terbuka. Aku merasa seperti tenggelam, tapi aku harus bernapas. Aku terbatuk-batuk, seperti orang yang hampir mati lemas.

Ponselku bergetar. Sebuah notifikasi dari Mahendra. Dia mengirimiku tangkapan layar tiket pesawat ke Bali. "Sayang, istirahatlah di sana. Kamu butuh waktu sendiri."

Aku tertawa, tapi yang keluar adalah isak tangis. Air mataku mengalir deras. Mengapa? Mengapa dia begitu baik padaku? Mengapa dia begitu perhatian?

Aku mengingat kembali semua kebaikan Mahendra. Dia selalu mendukungku, selalu ada di sisiku. Bahkan ketika aku memulai bisnis desain interior, dia yang pertama mendukungku. Dia memanjakanku di depan semua orang.

Bagaimana bisa seorang pria yang begitu penuh kasih, melakukan hal keji ini padaku? Bagaimana bisa dia membangun kehidupan ganda, dengan anak dan istri rahasia, sementara aku hidup dalam kebohongan selama sepuluh tahun?

Semua potongan teka-teki mulai menyatu. Mahendra yang sering menghilang tiba-tiba. Ponselnya yang selalu terkunci. Perubahan suasana hatinya yang drastis. Aku tidak menyadarinya. Aku terlalu mencintainya untuk melihat kebenaran.

Aku bukan istrinya. Aku adalah orang ketiga. Aku.

Ponselku bergetar lagi. Pesan dari Kiana. "Adelia, kamu tidak pantas untuk Mas Mahendra. Tinggalkan dia."

Dia mengirimiku beberapa foto. Foto-foto Mahendra, Kiana, dan bayi mereka. Mereka semua tertawa. Mereka semua bahagia. Aku adalah penghalang. Aku adalah orang ketiga.

Aku harus pergi. Aku tidak bisa tinggal di sini lagi. Tapi Mahendra tidak akan melepaskanku begitu saja. Dia terlalu terikat padaku, mungkin karena dia merasa bersalah.

Aku membuka daftar kontak di ponselku. Aku melihat sebuah nama. Prakoso Hutasoit. Senior kampusku. Orang yang selalu ada untukku.

Aku mengirim pesan singkat. "Prakoso, apakah tawaranmu dulu masih berlaku?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel DENDAM CINTA
9.8
Fanila tewas mengenaskan akibat pengkhianatan kekasihnya dalam sebuah misi berbahaya. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua melalui reinkarnasi ke tubuh Ziana, gadis yang dibenci keluarganya sendiri. Di kehidupan baru ini, Fanila kembali bertemu sang mantan yang ingin ia hancurkan. Masalah rumit muncul karena pria itu adalah kakak dari kekasihnya saat ini. Kini ia terjebak pilihan sulit: menuntaskan dendam lama atau menjaga cinta barunya.
Sampul Novel Indra, Reinkarnasi Tiga Dewa
9.6
Nobel adalah dunia sihir yang menjadi medan perang antara manusia dan iblis. Saat populasi manusia melonjak, Raja Iblis menyebarkan virus mematikan. Indra, pemuda yatim piatu yang dibesarkan ras Triton, kehilangan desanya akibat monster terinfeksi. Ia berkelana melawan kegelapan bersama Aruna yang penuh rahasia dan Rai, pendekar yang ingin memulihkan kerajaannya. Akankah Indra mengungkap asal-usulnya dan menghentikan teror iblis dalam petualangan epik ini?
Sampul Novel Ketua Geng Itu Suamiku
8.0
Ayu, siswi beasiswa berprestasi di SMA Garuda, harus menjalani pernikahan dini dengan Arbinata alias Bin, pemimpin geng motor Garuda Steel yang bermasalah. Hidupnya berubah drastis setelah menyaksikan konfrontasi maut sang suami. Di tengah perjuangan lulus sekolah, Ayu terjebak dilema karena perhatian Iky, sahabat Bin. Mereka harus menghadapi musuh bersama serta kerumitan cinta segitiga demi meraih masa depan yang tenang di tengah kekacauan dunia geng motor.
Sampul Novel Occidens
9.7
Tumbuh dalam kebencian akibat keserakahan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran harus memikul kutukan berat. Namun, kehadiran Selena, si gadis pencari kayu yang ceria, mulai meluluhkan hatinya yang beku. Saat cinta mulai bersemi, takdir kejam menghalangi. Edgar terpilih menjadi pemimpin kaum immortal dan penguasa klan demon. Sebagai raja, ia dilarang memiliki pendamping atau ratu. Mampukah cinta mereka bertahan melawan hukum dunia immortal yang mutlak?
Sampul Novel Pejuang Restu
8.5
Basti berusaha keras melindungi ibunya dari ancaman Aldri, pria yang tega menyudutkan Helen demi harta kekuasaan. Meski Aldri bersikeras mengungkit rencana masa lalu mereka untuk menguras kekayaan Jonas, Helen kini justru menunjukkan sikap yang berbeda. Di tengah tekanan fisik dan intimidasi mental, Helen tetap bungkam seraya terus meronta. Aldri yang terbakar amarah dan nafsu mencoba memaksa Helen kembali ke sisinya demi ambisi pribadi yang licik.