Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi

Bali, Awal Baru Ibu Melindungi

Anggita hancur saat ayahnya, Farhan, mencabut hak warisnya demi Dahlia, sang asisten. Fitnah kejam Dahlia membuat Anggita diusir dalam kondisi dihina sebagai wanita mandul. Namun, sebuah fakta terungkap: Anggita tengah mengandung anak Sagara. Demi melindungi buah hatinya dari pengkhianatan keluarga, ia memalsukan identitas dan melarikan diri ke Bali. Di sana, ia memulai lembaran baru dan bersumpah tidak akan pernah menoleh kembali ke masa lalunya yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Anggita POV:

Malam itu, gambar-gambar wasiat yang ditunjukkan notaris kembali berputar di benakku.

Aku ingat samar-samar, sekitar setahun yang lalu, ada beberapa dokumen yang ayah minta aku tanda tangani.

Dia bilang itu hanya formalitas, dokumen rutin perusahaan.

Aku tidak pernah melihat isinya dengan detail, terlalu percaya padanya.

Terlalu sibuk dengan impian batiku.

Aku menandatanganinya tanpa ragu.

Sebuah tanda tangan yang kini terasa seperti jebakan kematian.

Sial!

Aku mencengkeram kepalaku, merasakan nyeri berdenyut di pelipis.

Dia memalsukan tanda tanganku.

Dia berani memalsukan tanda tanganku pada surat pencabutan hak waris itu!

Amurka, amarah, dan rasa sakit yang menusuk bercampur menjadi satu, membuatku ingin berteriak.

Aku bangkit, berjalan gontai menuju kamar mandi.

Kulihat bayanganku di cermin.

Wajahku pucat, mataku bengkak.

Di mataku, aku melihat rasa sakit yang mendalam, rasa sakit yang tak terlukiskan.

Aku benci diriku yang begitu bodoh.

Aku benci diriku yang begitu mempercayai ayahku.

Aku benci diriku yang telah menyerahkan segalanya untuknya.

Aku meraih sikat gigi dan menggosok gigiku dengan kasar, seolah ingin menghilangkan rasa pahit di mulutku.

Saat itulah, pandanganku jatuh pada sebuah kotak kecil yang tersimpan di sudut lemari.

Kotak itu berisi benda-benda kenangan tentang hubunganku dengan Sagara.

Termasuk alat tes kehamilan.

Aku teringat saat-saat putus asa dulu.

Berulang kali aku mencoba.

Berulang kali aku gagal.

Sagara selalu menghiburku.

"Tidak apa-apa, sayang. Kita bisa coba lagi," katanya dengan sabar.

Tapi aku tahu, dia juga menginginkan seorang anak.

Dia ingin membangun keluarga bersamaku.

Aku ingat saat terakhir kali aku mencoba program IVF, diam-diam.

Aku tidak ingin Sagara kecewa lagi.

Aku ingin memberinya kejutan paling indah.

Sebuah harapan kecil kuberikan pada diriku sendiri.

Aku menarik napas dalam-dalam, mengambil alat tes kehamilan itu.

Tanganku bergetar saat aku mengikuti instruksi.

Menit-menit yang terasa seperti jam.

Satu garis.

Dua garis.

Dua garis merah terang.

Positif.

Aku hamil.

Darahku berdesir.

Sebuah senyum kecil muncul di bibirku, senyum yang terasa begitu asing di tengah kekacauan ini.

Aku hamil.

Anakku.

Anak Sagara.

Aku meraih ponsel, ingin segera memberitahunya.

"Sayang, aku hamil."

Sebuah kebahagiaan yang seharusnya menjadi puncak segalanya.

Kejutan yang seharusnya kubawa pulang dari Paris bersamaan dengan kabar penghargaan.

Tapi semua itu kini hancur berkeping-keping.

Ayahku telah mencabut hak warisku.

Dia memalsukan tanda tanganku.

Dia merawat wanita lain dengan cinta yang seharusnya menjadi milikku.

Dan kini, aku hamil.

Betapa ironisnya hidup ini.

Ayahku tidak hanya mengkhianatiku, dia juga merenggut kebahagiaanku.

Dia merebut impianku.

Dia menghancurkan segalanya.

Tiba-tiba, suara pintu terbuka mengagetkanku.

"Anggita? Kamu di rumah?"

Itu suara Farhan.

Ayah.

Aku buru-buru menyembunyikan alat tes kehamilan di balik punggungku.

Aku harus menyembunyikannya.

Aku tidak bisa memberitahunya sekarang.

Dia masuk ke kamar mandi, wajahnya tampak khawatir.

"Kamu baik-baik saja? Kenapa kamu tidak menjawab teleponku?"

Dia mendekat, mencoba menyentuh tanganku.

Aku menarik tanganku, menghindarinya.

Aku tidak tahan disentuh olehnya.

Sentuhannya terasa menjijikkan.

Aku teringat saat-saat dulu, ketika aku demam tinggi.

Ayah akan mencariku ke mana-mana, panik.

Dia akan menggendongku, memelukku erat.

"Jangan sakit, sayang. Ayah tidak bisa hidup tanpamu," katanya.

Apakah itu semua hanya kebohongan?

Apakah itu semua hanya bagian dari sandiwara besarnya?

Aku menatapnya, mencoba membaca sesuatu di matanya.

Maaf?

Penyesalan?

Tidak ada.

Hanya kehampaan.

"Aku... aku tidak apa-apa," kataku, mencoba membuat suaraku terdengar normal.

"Aku hanya kurang enak badan."

Dia memelukku erat, dan aku merasakan tubuhku menegang.

Aku ingin mendorongnya, tapi aku tidak punya kekuatan.

"Maafkan ayah, sayang," bisiknya.

"Ayah tahu ayah telah mengecewakanmu."

Kecewa?

Dia bilang mengecewakan?

Mengkhianatiku, memalsukan tanda tanganku, memberikan seluruh warisan kepada wanita lain, itu hanya 'mengecewakan'?

Aku hanya bisa menatap kosong ke dinding.

Ponselnya berdering.

Dia melepaskan pelukannya, melihat layar ponselnya.

Wajahnya berubah.

Ada sedikit kepanikan di matanya.

Dia berjalan keluar dari kamar mandi, menjawab telepon.

"Halo, sayang. Ada apa?"

Suaranya terdengar lembut, penuh perhatian.

Aku tahu siapa yang menelepon.

Dahlia.

Dia kembali masuk, buru-buru mengambil kunci mobilnya.

"Ayah harus pergi sekarang," katanya.

"Dahlia... dia tidak enak badan."

Aku tidak mengatakan apa-apa.

Dia menatapku sebentar, seolah menunggu reaksku.

Tapi aku hanya diam, membiarkan dia pergi.

Dia menghilang dari pandanganku.

Aku menjatuhkan alat tes kehamilan itu ke lantai.

Garis merah terang itu kini terlihat begitu menyakitkan.

Anakku.

Aku akan melindungimu.

Aku akan membesarkanmu sendirian.

Tanpa dia.

Tanpa nama 'Hadisaputro'.

Aku akan menunjukkan pada mereka, bahwa aku bisa bersinar lebih terang.

Aku mulai mengemasi barang-barangku.

Sudah waktunya aku pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Arkan Ravendra kehilangan pengantinnya, Nayara, yang terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya akibat penebusan utang. Arkan bersumpah merebutnya kembali, sementara istri sah Darryl, Laras, merasa dikhianati hingga terjebak hubungan gelap dengan pria lain. Nayara kini terhimpit di antara keluarga Arkan yang obsesif dan keluarga Darryl yang merendahkannya. Akankah cinta tumbuh dari keterpaksaan ini, atau semua hancur saat masa lalu menuntut balas?
Sampul Novel Jodoh yang ditakdirkan
9.3
Terpisah sejak kecil akibat perceraian, si kembar Yunara dan Lunara bertemu kembali di hari pernikahan Yunara. Lunara hadir mencari sang ayah, namun takdir justru berubah drastis bagi keduanya. Yunara terjerat dengan pria asing yang obsesif, sementara Lunara terjebak situasi rumit bersama suami kakaknya sendiri. Pernikahan Lunara yang sudah di depan mata pun hancur karena kesalahpahaman. Kini, mereka harus memilih: pasrah pada nasib atau berjuang demi cinta sejati.
Sampul Novel Kehancuran Yang Direncanakan
8.9
Nayla hancur saat memergoki tunangannya berselingkuh dengan sepupunya sendiri. Di hari yang sama, orang tuanya tewas dibunuh secara keji. Sebagai saksi kunci yang kini diburu, ia melarikan diri hingga nyaris tertabrak mobil milik pria asing bernama Reza. Demi bertahan hidup, Nayla menyembunyikan identitas aslinya dari Reza saat berlindung bersamanya. Namun, ia tak menyadari bahwa pria penolongnya itu juga menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan
8.9
Demi menyelamatkan Noah dari kecelakaan sebelum pernikahan mereka, Ashley harus merelakan wajah dan tubuhnya hancur akibat hantaman mobil. Di tengah kemalangan itu, Noah membuktikan kesetiaannya dengan tetap menikahi Ashley dan merawatnya tanpa pamrih. Semua orang memuji ketulusan cinta Noah yang melampaui penampilan fisik, dan Ashley pun memercayainya sepenuhnya. Namun, keyakinan itu runtuh seketika saat Ashley memergoki suaminya berselingkuh dengan asisten rumah tangga mereka sendiri.
Sampul Novel Perangkap Tuan CEO
8.1
Dalam jeratan obsesi sang CEO, tidak ada jalan untuk melarikan diri. Baginya, memiliki dirimu bukanlah pilihan melainkan sebuah keharusan yang mutlak. Ia menuntut pengabdian penuh atas tubuh, jiwa, hingga setiap jengkal kulitmu tanpa sisa. Di bawah kendalinya yang dominan, kamu terkunci dalam kepemilikan eksklusif yang tidak membiarkan siapa pun mendekat. Setiap napasmu kini menjadi milik sang penguasa yang hanya menginginkan dirimu seorang diri.
Sampul Novel Purwoko Family: Selipan Utara
8.8
Pasca kebangkrutan, Pak Purwoko memboyong keluarganya pulang ke kampung demi ketenangan. Namun, kenyataan pahit menanti karena dalang kehancuran bisnisnya ternyata berada di sana. Mereka terjebak dalam konflik lama terkait perebutan usaha penggilingan padi antara orang tua Purwoko dan rivalnya. Teror mencekam langsung menyambut kedatangan mereka, mengancam keselamatan seluruh anggota keluarga. Mampukah Pak Purwoko menghadapi masa lalu dan keluar dari kemelut ini?