Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi

Bali, Awal Baru Ibu Melindungi

Anggita hancur saat ayahnya, Farhan, mencabut hak warisnya demi Dahlia, sang asisten. Fitnah kejam Dahlia membuat Anggita diusir dalam kondisi dihina sebagai wanita mandul. Namun, sebuah fakta terungkap: Anggita tengah mengandung anak Sagara. Demi melindungi buah hatinya dari pengkhianatan keluarga, ia memalsukan identitas dan melarikan diri ke Bali. Di sana, ia memulai lembaran baru dan bersumpah tidak akan pernah menoleh kembali ke masa lalunya yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di puncak karierku, notaris memberitahuku bahwa ayahku, Farhan Hadisaputro, telah mencabut hak warisku. Seluruh aset keluarga, termasuk bengkel batik legendaris kami, diwariskan kepada asistennya, Dahlia.

Aku hancur, terlebih saat melihat ayah merawat Dahlia yang sedang sakit dengan penuh kasih sayang, cinta yang seharusnya menjadi milikku.

Dahlia, yang ternyata hamil anak ayahku, menjebakku dua kali, membuatnya seolah-olah aku mendorongnya hingga keguguran.

Ayah murka dan mengusirku, bahkan menuduhku mandul. "Anggita tidak akan pernah bisa memberiku anak," ucapnya dingin.

Aku tidak hanya dikhianati, tapi juga dihina oleh ayah kandungku sendiri.

Di tengah keputusasaan, aku menemukan fakta yang mengejutkan: aku hamil anak kekasihku, Sagara.

Aku memutuskan untuk pergi, meninggalkan semua kepahitan di belakang. Dengan bantuan pengacara, aku mengubah identitasku dan memulai hidup baru di Bali, bersumpah untuk melindungi anakku dan tidak akan pernah kembali.

Bab 1

Anggita POV:

Kata-kata notaris itu terasa seperti palu godam yang menghancurkan seluruh duniaku dalam sekejap.

"Anggita, saya baru saja memeriksa wasiat terakhir Tuan Farhan Hadisaputro," Notaris itu menatapku dengan sorot mata yang penuh belas kasihan.

"Setahun yang lalu, beliau telah mencabut hak warismu."

Aku merasakan napas tertahan di paru-paru.

Tidak mungkin.

Ini pasti salah.

"Apa maksud, Bapak?" Suaraku serak, hampir tidak terdengar.

Notaris itu menghela napas.

"Semua aset keluarga, termasuk bengkel batik 'Hadisaputro' yang legendaris, akan diwariskan sepenuhnya kepada Nona Dahlia Pusponegoro."

Dahliá?

Asisten ayahku?

Duniaku berputar.

Aku menggelengkan kepala, mencoba mengusir kabut yang menyelimuti pikiranku.

Ini pasti mimpi buruk.

Baru saja aku kembali dari pameran internasional di Paris.

Karya-karyaku memenangkan penghargaan, dan aku berhasil mendapatkan kontrak besar yang akan membawa nama 'Hadisaputro' ke panggung dunia.

Aku ingin memberikan kejutan pada ayah.

Membuktikan padanya bahwa inovasi dan tradisi bisa berjalan beriringan.

Tapi sekarang, semua itu terasa seperti lelucon kejam.

Sebuah getaran di saku membuatku terlonjak.

Itu ponselku.

Sagara.

Kekasihku.

Ponsel itu bergetar lagi, menampilkan pesan darinya.

"Selamat, sayang. Aku bangga padamu. Kamu berhasil!"

Melihat pesan itu, hatiku terasa seperti dicabik-cabik.

Bagaimana aku bisa memberikan kejutan ini sekarang?

Kejutan yang seharusnya membahagiakan, kini terasa sangat pahit.

Dadaku sesak.

Udara di ruangan ini terasa menipasku.

Aku ingat senyum bangga ayah saat pertama kali aku menunjukkan desain batik modernku.

Aku ingat pelukannya yang hangat saat aku berhasil menjual karya pertamaku.

Apakah semua itu hanya pura-pura?

Apakah cintanya padaku hanya sebuah topeng?

Kenapa ini terjadi?

Sejak kecil, aku hidup untuk batik.

Batik adalah napasku, darahku.

Ayah mengajarkanku setiap lekuk, setiap makna di balik motif.

"Anggita, kamu adalah penerusku," kata ayah suatu kali.

"Warisan ini ada di tanganmu."

Kata-kata itu terngiang di telingaku, kini terdengar seperti ejekan.

Aku ingin percaya bahwa ini hanyalah kesalahpahaman.

Bahwa ayahku tidak akan pernah melakukan ini.

Namun, firasat buruk merayapi hatiku.

Firasat yang mengatakan bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih buruk.

Aku harus mencari ayah.

Meskipun kakiku terasa berat, aku memaksa diriku bangkit.

Aku harus mendengar langsung darinya.

Mungkin notaris itu salah.

Mungkin ada penjelasan lain.

Pikiranku berpacu, membayangkan berbagai skenario.

Aku hanya ingin melihat ayah, memeluknya, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Ketika aku tiba di rumah sakit, nafasku tercekat.

Bau antiseptik menyengat hidungku.

Di salah satu koridor yang sepi, aku melihatnya.

Farhan Hadisaputro.

Ayahku.

Maestro batik yang kuagumi.

Rambutnya yang beruban kini terlihat lebih berantakan.

Wajahnya tampak lelah, namun sorot matanya…

Sorot matanya menunjukkan kasih sayang yang tak terbatas.

Tapi bukan untukku.

Ayah sedang duduk di samping ranjang rumah sakit, menggenggam tangan seorang wanita.

Dahlia.

Asisten ayahku.

Tubuh Dahlia tampak lemah, wajahnya pucat pasi, namun senyum tipis tersungging di bibirnya saat ayah mengusap lembut keningnya.

Ayah membisikkan sesuatu, dan Dahlia terkekeh pelan.

Pemandangan itu menusukku lebih dalam dari pisau manapun.

Asisten yang telah bekerja dengan kami selama bertahun-tahun.

Wanita yang selalu tampak kalem dan patuh.

Wanita yang kini menerima seluruh warisanku.

Aku merasakan jantungku berdebar tak karuan.

Darahku mendidih.

Kepalaku mulai pusing.

Badanku bergetar hebat.

Aku ingin berteriak, ingin menghancurkan apa pun di dekatku.

Namun, suaraku tercekat di tenggorokanku.

Aku hanya bisa berdiri di sana, seperti patung, menyaksikan pengkhianatan ini terkuak di depan mataku.

Ayah, yang selalu kudambakan cintanya.

Ayah, yang selalu kujadikan panutan.

Dia merawat wanita lain dengan kasih sayang yang seharusnya menjadi milikku.

Selama ini, aku telah mencurahkan seluruh hidupku untuknya, untuk nama 'Hadisaputro'.

Dua puluh delapan tahun.

Dua puluh delapan tahun aku percaya pada warisan itu.

Dua puluh delapan tahun aku percaya pada cintanya.

Betapa bodohnya aku.

Kini aku tahu.

Cinta itu hanyalah sebuah ilusi yang manis.

Sebuah kebohongan yang kejam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pelakor.
9.3
Hidup Nada hancur seketika saat hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi petaka. Kehadiran sosok wanita yang mengaku sebagai istri sah calon suaminya membongkar rahasia kelam di hadapan semua tamu, meninggalkan rasa malu mendalam bagi keluarganya. Kini, Nada terjebak dalam dilema batin yang menyakitkan. Di tengah rasa kecewa dan pengkhianatan itu, ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung benih dari pria tersebut.
Sampul Novel Dibenci Keluarga Mertua
8.1
Ayu selama ini tegar menghadapi kebencian ibu mertua dan adik iparnya. Namun, kesabarannya runtuh saat Wahyu, suaminya, terbukti berselingkuh. Meski Wahyu menyesal dalam diam, sang ibu justru mendesaknya menceraikan Ayu demi wanita lain bernama Vina. Merasa dikhianati dan terus dihina sebagai wanita kampungan, Ayu akhirnya memilih pergi. Ia pun meluapkan kemarahan besar dan bersumpah bahwa hidup keluarga yang menyakitinya tidak akan pernah tenang lagi.
Sampul Novel Gadis Imigran
8.8
Iris Barcova terpaksa menjalani kehidupan kelam sebagai PSK demi membiayai ayah dan adiknya. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius keturunan mafia menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi medis bagi ayahnya. Meski ada dokter tulus yang mencintainya, Iris justru terjebak dalam dilema hati. Namun, kenyataan pahit mulai terungkap bahwa pria yang ia anggap penyelamat mungkin adalah dalang di balik segala tragedi dan kesialan yang menimpa hidupnya selama ini.
Sampul Novel Ipar Posesifku
8.3
Terjebak dalam takdir yang tak terduga, aku terpaksa menikahi adik dari suamiku sendiri. Pria itu selalu bersikap dingin dan menunjukkan kebencian yang mendalam terhadap kehadiranku selama ini. Namun, saat perjodohan ini direncanakan, ia justru tidak memberikan penolakan sama sekali. Apa sebenarnya alasan di balik sikap diamnya? Mengapa ia bersedia terikat denganku dalam pernikahan ini meskipun hubungan kami penuh dengan ketegangan yang misterius?
Sampul Novel Kau Menebar Dusta di Hatiku
9.3
Liyana bekerja sebagai ART di rumah Rafly dan Nadya yang dilanda krisis. Setelah memergoki Nadya selingkuh, ia dijebak misi rahasia oleh Alvin untuk menggoda Rafly demi uang pelunasan hutang keluarga. Meski awalnya terpaksa, keluguan Liyana justru menjerat Rafly dalam gairah tersembunyi. Kini, hidupnya penuh ketegangan saat rahasia mulai terkuak. Di tengah dominasi Rafly yang misterius, Liyana harus berjuang menahan perasaan agar tidak hancur dalam dunia pria itu.
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Masa depan Mayang hancur saat hamil di usia remaja dan ditinggalkan Mahesa. Ia terpaksa menolak lamaran Sena dengan kasar sebelum akhirnya terjebak dalam lembah hitam di ibu kota. Sembilan tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sena telah bertransformasi menjadi pengusaha kaya yang menyimpan dendam, sementara Mayang sedang berjuang keras memperbaiki hidupnya. Di tengah penghinaan Sena yang ingin membeli harga dirinya, Mayang tetap teguh mempertahankan haknya untuk bertaubat.