Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Dua tahun setelah melarikan diri ke luar negeri akibat cinta satu malam dengan pria yang dikira model bar, Yasmin Tanoto kembali ke Kota Imperial. Siapa sangka, pria tersebut adalah Daniel Guntur, penguasa mutlak kota sekaligus anak tiri tantenya sendiri. Tanpa sepengetahuan Daniel, Yasmin telah melahirkan anak kembar tiga mereka. Saat rahasia ini mulai terkuak melalui pertemuan tak terduga anak perempuannya dengan sang miliarder dingin, takdir mereka pun berubah sepenuhnya.
Bab
Bagikan

Bab 9

Pintu kamar mandi dibuka tanpa peringatan. Yasmin pun berdiri di tempatnya dengan tegang. Dia menatap pria yang tiba-tiba muncul dengan gugup.

Tatapan mata Daniel tampak sinis saat dia berkata, "Kamu mengunci pintu di wilayahku? Siapa yang memberimu izin?"

Yasmin tidak menjawab karena tempat ini memang bukan kamarnya.

Seluruh Teluk Bulan, termasuk Yasmin sendiri, adalah milik Daniel.

Akan tetapi, Yasmin tidak boleh mengatakan alasan dia mengunci pintu.

"Aku ... aku takut ..." kata Yasmin dengan lemah.

Mata tajam Daniel tertuju pada ponsel yang berada di tangan Yasmin. "Berikan."

Yasmin paham maksud Daniel, dia pun menggenggam ponselnya makin erat.

Dia sungguh tidak menyangka pada waktu ini Daniel akan mendatangi kamarnya. Semua ini sangat tidak terduga ....

"Jangan membuatku mengulangi ucapanku!" Suara Daniel yang penuh ancaman menggemparkan satu kamar mandi.

Jantung Yasmin berdebar. Dia pun terpaksa menyerahkan ponselnya.

Setelah ponselnya berada di tangan Daniel, detak jantung Yasmin makin meningkat.

Dia takut Daniel akan mengetahui rahasianya ....

Ketika Daniel memeriksa ponsel Yasmin, Yasmin berkata dengan lemah, "Aku ... aku mimpi buruk. Aku sangat takut, jadi aku ingin menelepon Tante. Tapi, aku takut kamu marah, makanya nggak jadi. Lalu, kamu kebetulan masuk ...."

Yasmin sempat menghapus log panggilan terbarunya, jadi Daniel tidak akan menemukan apa-apa.

Daniel mengarahkan tatapan matanya yang tajam ke Yasmin saat berkata, "Kamu boleh coba."

Yasmin menatap balik Daniel dengan bingung.

"Apa kamu tahu apa yang akan terjadi padanya kalau dia membantumu melarikan diri?" tanya Daniel. Tatapan matanya penuh dengan amarah.

"Bukan seperti itu. Aku yang meminta Tante mengantarkan pasporku. Itu nggak ada hubungannya dengan Tante. Dia nggak tahu apa-apa! Aku ... aku berjanji padamu, lain kali aku nggak akan meneleponnya lagi ..." sumpah Yasmin.

Yasmin terlalu naif.

Daniel tidak boleh menyentuh Klara, jadi bagaimana mungkin Yasmin diizinkan untuk menghubungi Klara?

Demi keamanan tantenya, Yasmin tidak boleh menghubunginya ....

Daniel melangkah maju, lalu langsung mencengkeram wajah Yasmin. Dia memaksa Yasmin melihatnya sebelum berkata, "Ingat, jangan mengetes kesabaranku. Kamu nggak akan bisa menanggungnya. Paham?"

"Pa ... ham," jawab Yasmin dengan mata berkaca-kaca.

Ponsel Yasmin tiba-tiba berdering dan bergema di kamar mandi yang hening ini.

Pada saat yang sama, jantung Yasmin pun langsung berdebar.

Siapa? Siapa meneleponnya? Semoga bukan Tante Rita dan anak-anak. Jangan!

"Sepertinya kamu gemetar?" Daniel seakan-akan sedang bermain dengan mangsanya. Jemarinya yang sedang menggenggam rahang Yasmin dapat merasakan dengan jelas kalau Yasmin gemetaran.

"Ng ... nggak." Yasmin memalingkan wajahnya, lalu dia buru-buru hendak mengambil ponselnya. "Aku angkat telepon dulu ...."

Perlawanan Yasmin membuat Daniel marah. Daniel pun langsung menggenggam bahu Yasmin, kemudian mendorongnya ke kaca di sebelah wastafel dengan kuat. Setelah itu, terdengar suara pecah yang jatuh ke lantai ....

"Aa!" Yasmin ketakutan sampai kedua kakinya menjadi lemas.

Daniel terlalu kuat!

"Tenanglah!" Daniel menyipitkan matanya sambil melihat nomor telepon yang tidak disimpan di layar ponsel. Setelah dia menjawab panggilan, muncul suara laki-laki.

"Yasmin?"

Saat mendengar suara itu, tubuh Yasmin gemetar sedikit sebelum dia menghela napas lega di dalam hati.

Itu adalah suara mantan pacar yang Yasmin kenal sekali.

Kenapa laki-laki itu menelepon?

Namun, saat ini, selama penelepon bukanlah Tante Rita dan anak-anak, Yasmin bisa menerimanya ....

"Yasmin, sudah lama kita nggak mengobrol. Bagaimana kabarmu? Semenjak kita putus, aku sering merindukanmu. Aku nggak bisa melupakanmu ..." kata Nico.

Yasmin tertegun, lalu melirik ke arah Daniel.

"Yasmin, aku tahu kamu belum melupakanku. Kalau nggak, kamu pasti sudah mengganti nomormu, 'kan? Dengar-dengar, dua tahun lalu kamu cuti sekolah dan sudah pulang ke negara kita. Besok aku juga pulang, jadi mari kita bertemu. Bagaimana?" tanya Nico.

"Nggak perlu."

"Yasmin, kamu nggak akan bisa menemukan pria lebih baik dariku."

"Aku ...." Sebelum Yasmin sempat menolak Nico lagi, Daniel sudah mengakhiri panggilan.

Yasmin yang sedang ditatap oleh Daniel buru-buru berkata, "Dia adalah mantan pacarku dan sudah lama kita berpisah. Karena aku patah hati, aku nggak lanjut sekolah dan ambil cuti. Aku nggak menyangka dia akan mencariku. Hubungan kami benar-benar sudah berakhir."

"Kamu kira aku peduli?" ucap Daniel sambil tersenyum sinis.

Yasmin tampak malu, lalu dia melihat ponselnya yang ada di tangan Daniel.

Itu seakan-akan Yasmin sendiri. Dia telah menjadi benda yang berada di genggaman Daniel.

Daniel mendadak berkata, "Karena besok dia sudah pulang, kamu perlu menjumpainya."

Yasmin yang tidak menginginkan itu bertanya, "Kenapa aku harus pergi menjumpainya?"

"Aku bukan sedang berdiskusi denganmu."

Yasmin tidak tahu apa yang ada di dalam benak Daniel, tapi itu pasti bukan hal baik.

Firasat buruk di hatinya pun membesar.

Namun, Yasmin tidak berani menolak Daniel. Kalau tidak, Yasmin akan mati!

...

Nico membuat janji di bar.

Setelah Yasmin masuk ke bar, dia tidak hanya melihat Nico, tapi juga sosok seseorang di kursi VIP lantai dua. Sosok itu tersembunyi di dalam kegelapan dan sedang melihat ke bawah.

"Yasmin, di sini!" Nico juga sudah melihatnya.

Yasmin memalingkan wajahnya, lalu berjalan ke arah Nico.

Meskipun Yasmin telah mendapat persetujuan Daniel, dia tetap merasa gelisah.

Karena dia tidak tahu apa yang ingin dilakukan Daniel. Bahaya yang tidak diketahui ini membuat Yasmin gugup.

"Yasmin, lama nggak bertemu. Aku benar-benar senang dapat melihatmu lagi," kata Nico dengan emosional.

Yasmin tidak membalasnya.

Nico Harvis adalah senior Yasmin di universitas luar negeri. Nico telah mengejar Yasmin selama hampir dua bulan.

Lalu, karena mereka sama-sama orang Kota Imperial, mereka pun pacaran.

Tak disangka, kurang dari enam bulan, Yasmin malah melihat Nico bersama wanita lain di atas tempat tidur.

"Aku sudah memesankan jus beralkohol rendah untukmu. Kamu nggak pandai minum, 'kan?" Nico bertingkah seperti pacar yang perhatian.

"Ada apa kamu mencariku?" Yasmin dapat melihat kalau Nico hanya berbasa-basi dan dia juga tidak ingin menerima kebaikan apa pun dari Nico.

"Yasmin, nggak peduli aku bersama siapa, aku nggak bisa melupakanmu. Aku benar-benar menyesal. Yasmin, jadi pacarku lagi, ya. Aku janji nggak akan melakukan kesalahan itu lagi!"

"Kamu tahu kalau aku adalah orang yang nggak memberi kesempatan kedua."

"Kalau memang seperti itu, kenapa kamu mau bertemu denganku lagi? Kamu juga pasti belum bisa melupakanku!" Nico pun hendak meraih tangan Yasmin.

Namun, Yasmin segera menarik tangannya.

Matanya tertuju ke atas. Tidak peduli seberapa jauh Yasmin, dia tidak bisa mengabaikan tatapan mata yang tajam itu.

Yasmin ingin pergi!

Namun, dia tidak tahu kapan dia boleh pergi.

Kalau Yasmin belum bisa melakukan hal yang membuat Daniel puas, dia tidak bisa membantah perintah Daniel!

Sebelum Yasmin sempat mengatakan apa-apa, terdengar suara seseorang.

"Loh? Yasmin Tanoto? Aku hampir nggak bisa mengenalimu karena pakaianmu." Seorang pria berambut rapi mendekat untuk ikut mengobrol. Dia bertingkah seperti telah berpapasan dengan teman lama.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor
8.7
Via memiliki segalanya dalam diri Jason, namun ia justru berpaling demi kemewahan dari Dimas, seorang miliarder beristri. Meski mengaku terikat perjodohan tanpa cinta, Dimas terdesak saat Via menuntut kepastian status. Di tengah dilema besar tersebut, sebuah rahasia kelam terungkap bahwa Dimas sebenarnya adalah kakak ipar Via sendiri. Kini, cinta terlarang ini memicu konflik batin yang menghancurkan saat identitas asli mereka saling bersilangan.
Sampul Novel Derita Seorang Gadis Desa
9.4
Alya, gadis yatim piatu lulusan SMP, nekat merantau ke kota demi membiayai neneknya yang sakit. Nasib membawanya bekerja di kediaman Ibu Ratna yang baik hati. Namun, hidupnya hancur saat Arka, putra majikannya, pulang dan merenggut kehormatannya secara paksa. Bukannya bertanggung jawab, Arka justru menghina dan mengusir Alya dengan kejam. Di tengah luka batin yang mendalam, Alya harus berjuang bangkit menghadapi kenyataan pahit demi kelangsungan hidupnya.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Penuh Luka Penderitaan
7.8
Valeria terpaksa bekerja lembur demi menghindari perundungan rekan kerjanya. Saat sedang membersihkan meja di ruang CEO baru, seorang pria asing yang perkasa tiba-tiba menariknya ke sebuah kamar rahasia yang mewah. Valeria terhempas ke atas tempat tidur besar di bawah kungkungan tubuh kekar pria tersebut. Tanpa daya, ia kini terjebak dalam cengkeraman sosok misterius dari dunia yang berbeda, yang secara paksa menuntutnya untuk menjadi bagian dari hidupnya.
Sampul Novel SHEILA, GAIRAH LIAR BERSELIMUT DENDAM
8.6
Demi biaya pengobatan ibunya, Sheila Damaris terjebak dalam pilihan sulit: penjara atau menyerahkan kehormatannya pada Revian, bosnya yang angkuh. Sheila menuntut pernikahan sebagai syarat, namun status istri kontrak justru menjadi awal penderitaan. Saat identitas mantan kekasih Sheila terungkap, Revian berubah menjadi kejam dan menjadikannya sekadar pemuas nafsu. Mampukah Sheila bertahan dan membalas dendam atas segala perlakuan buruk sang direktur?