Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Setelah delapan tahun menjalin hubungan, Wulan mendapati kenyataan pahit saat dirawat di rumah sakit. Ia tidak sengaja mendengar percakapan Jordan dengan kakaknya, yang mengungkap bahwa Jordan telah membohonginya. Demi menyelamatkan Maya, cinta masa kecilnya, Jordan tega mengambil sumsum tulang Wulan yang lemah dengan dalih pengobatan sakit maag. Tanpa air mata atau kemarahan, Wulan langsung menghubungi orang tuanya di luar negeri untuk menerima perjodohan dengan keluarga Lunarman.
Bab
Bagikan

Bab 6

Wulan belum sempat mencerna semuanya, sudah banyak orang di sekitarnya yang selesai menganalisis situasi lalu membawa gelas minum mendekati Maya dengan pujian berderet.

“Maya, Jordan sangat baik padamu, mobil sport super mahal itu bisa diberikan begitu saja.”

“Gaun putihmu itu cantik sekali, benar-benar membuatmu terlihat seperti putri sejati.”

“Dengar-dengar kau pembalap yang hebat, manis sekaligus keren, benar-benar pasangan yang cocok dengan Jordan!”

Semakin banyak orang yang memuji Maya, sampai mereka lupa kalau hari ini sebenarnya adalah pesta lajang Wulan.

Satu jam berlalu, suasana mulai meriah. Ada yang bernyanyi, ada yang bermain permainan.

Jordan terus duduk di samping Maya, matanya tak pernah lepas mengawasi Maya.

Maya ingin makan kepiting, Jordan dengan sabar menurunkan suaranya dan membujuk.

“Sayang, kau sedang hamil, nggak boleh makan ya. Nanti setelah kau melahirkan bayi, aku akan belikan untukmu.”

Maya yang matanya mulai merah mencoba membantah, tapi Jordan menghela napas dan mengeluarkan sebuah kartu hitam tanpa batas dari dompetnya, lalu memberikannya padanya.

Kartu hitam tanpa batas itu segera menjadi pusat perhatian dan ramai diperbincangkan.

“Jangan-jangan, Jordan masih sangat merindukan Maya, ya?”

“Ya ampun, kata orang ‘yang sekarang kalah sama mantan’, ternyata benar.”

Di tengah riuh rendah omongan itu, Wulan duduk tenang di sudut ruangan.

Dia menunduk memainkan ponsel, seolah-olah keramaian di sekitarnya tak ada sangkut pautnya dengan dirinya sama sekali.

Maya memandang sekeliling, lalu matanya tertuju pada Wulan yang duduk di sudut ruangan. Dengan langkah anggun memakai sepatu hak tinggi, dia mendekat sambil menyunggingkan senyum penuh kemenangan:

“Hari ini ini kan pesta lajangmu sama Jordan, tapi malah aku yang mencuri perhatian. Semua orang memuja dan menyenangkan aku, pasti kau kesal banget, ya?”

“Tapi mau sesal macam apa juga cuma bisa tahan gigit jari, kan? Lagipula, meskipun kau yang menemani Jordan melewati lima tahun tersulit, tapi aku cuma perlu muncul di depan Jordan, maka dialah yang paling dia cintai.”

Wulan tahu Maya ingin memancing kemarahannya, tapi air matanya sudah habis sejak hari dia keluar rumah sakit.

Melihat Wulan tak peduli, mata Maya berubah dingin.

Tatapannya tertuju pada gelang giok di pergelangan tangan Wulan, lalu dengan cepat dia meraih gelang itu.

“Gila, kau mau ngapain?”

Wulan segera mengangkat tangan hendak merebut kembali, tapi Maya malah menggenggamnya lebih erat.

Dia mengusap gelang giok itu, tatapannya penuh dengan rasa iri dan tidak rela.

“Kupikir ini hadiah dari Nyonya Elsa buatmu, sebagai calon menantu, ya?”

Wulan menatapnya dengan tajam, hendak bicara, tapi tiba-tiba Maya memasukkan gelang itu ke dalam mulutnya sendiri, hingga bibirnya robek dan mengeluarkan darah.

Darah merah segar menetes dari sudut bibirnya, Maya jatuh lemah ke lantai, gelang giok itu terlepas jatuh ke tanah.

Dia menengadah sambil menangis tersedu.

“Kakak ipar, aku cuma pikir gelang yang Nyonya Elsa kasih itu cantik, kenapa tiba-tiba kau masukkan gelang itu ke mulutku? Sakit banget, uuu…”

Wulan belum sempat bereaksi, tiba-tiba bayangan hitam melesat dan mendorongnya dengan keras.

Wulan kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur, terbentur meja besar tempat kue ulang tahun raksasa disimpan.

Luka di kepala Wulan kembali terbuka, mengeluarkan darah.

Kue ulang tahun yang besar terjatuh menimpa tubuh Wulan, terasa lengket dan basah.

Matanya memerah menahan sakit, dia menengadah melihat Jordan yang berlari mendekat.

Namun, Jordan sama sekali tak menatapnya, dengan penuh kekhawatiran ia mengangkat sapu tangan untuk mengusap darah di sudut bibir Maya, sorot matanya hitam penuh kasih sayang dan rasa sakit hati.

Wulan akhirnya mengerti, Maya sedang berakting.

Ia menghapus krim lengket dari wajahnya, lalu mengambil gelang giok yang terjatuh di lantai dan mengulurkannya kepada Maya.

Saat Jordan mengira Wulan hendak menantang Maya dan mulai marah,

Wulan justru memegang pergelangan tangan Maya dan memasangkan gelang giok itu di tangannya.

“Ini hadiah dari Tante Elsa Setyabudi untukku, kau suka, kan? Aku beri kau saja.”

Maya menengadah kebingungan, sampai-sampai lupa pura-pura kesakitan.

Jordan mengerutkan alis, tak mengerti maksud Wulan.

“Ini hadiah ulang tahun dari ibuku, hanya menantu Keluarga Setyabudi yang boleh memakainya.”

Wulan berdiri, dengan dingin berkata.

“Sudah pernah kena sentuhan dia, jadi kotor, aku nggak mau.”

Setelah itu, dia berbalik dan berjalan keluar dengan pincang, tak peduli ekspresi keduanya di belakangnya.

Di belakang, Jordan menatap punggung Wulan yang dingin, wajah tampannya mengeras.

Larut malam, Jordan akhirnya pulang.

Dia membersihkan diri lalu masuk ke dalam selimut, menatap Wulan yang membelakangi dirinya, dan menghela napas panjang.

“Kau jangan marah, juga jangan terus-terusan sikut Maya. Dia sangat menghormati dan menyukaimu sebagai istri kakakku.”

“Maya bilang, dia ingin aktif menjalin hubungan baik denganmu. Beberapa hari ini dia akan tinggal di sini. Jadi jangan ganggu dia lagi, ya.”

Wulan memejamkan mata, tak menjawab, hanya dengan suara datar berkata.

“Kalau... aku bilang kalau, kalau Maya bukan ‘Weldy’ (No Sound), kau masih akan baik padanya seperti itu?”

Jordan mengelus lembut kepala Wulan, suaranya serak.

“Dia adikku. Aku baik padanya karena dia Maya, bukan karena dia ‘Weldy’.”

“Hmm.”

Wulan menundukkan pandangan, pelan menjawab.

Bagaimanapun, ini tinggal satu hari lagi, dia hanya perlu bertahan di sini satu hari lagi saja!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pengganti, Aku Istri Sahmu!
9.4
Ditinggal kabur oleh Andi di hari pernikahan membuat hidup Sarah hancur seketika. Demi menutupi aib keluarga, Bayu yang merupakan kakak Andi terpaksa maju menggantikan posisi sang adik di pelaminan. Namun, kehidupan baru Sarah penuh penderitaan karena sikap Bayu yang sangat dingin dan tak acuh. Di balik kebencian itu, tersimpan misteri besar mengenai alasan hilangnya Andi. Sarah kini terjebak dalam pernikahan tanpa cinta yang penuh dengan rahasia gelap.
Sampul Novel Cinta dan Dendam Andara
9.8
Andara meninggalkan kehidupan desa untuk merantau ke kota besar. Misi utamanya adalah menemukan sosok yang bertanggung jawab atas penderitaan sang ibu di masa lalu. Saat bekerja sebagai staf pembersih, ia justru menarik perhatian seorang CEO tampan yang menjadi pimpinannya. Benih cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua di tengah perbedaan status sosial. Namun, ketika hubungan semakin dalam, berbagai rintangan besar muncul menguji kesetiaan mereka.
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka hidup bergelimang harta namun kesepian tanpa orang tua. Ia hanya ditemani para pelayan setia yang mencemaskan masa depan warisannya. Saat mengunjungi tempat penuh kenangan masa kecil, Dirka bertemu seorang gadis misterius yang berniat mengakhiri hidup. Pertemuan itu membangkitkan memori kelam masa lalunya. Meski sang gadis membisu, Dirka tak tega membiarkannya sendiri. Ia pun memutuskan membawa gadis itu pergi demi menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel Istri Mandul, Tak Pernah dicintai
9.6
Tiga tahun Alina bersabar menghadapi dinginnya sikap Rayhan dan hinaan keluarga yang melabelinya mandul. Meski merindukan kehadiran buah hati, harapan itu pupus karena sang suami tak pernah menginginkannya. Kini, Alina berada di titik jenuh setelah menyadari bahwa pernikahan mereka kosong tanpa rasa cinta. Di tengah kepedihan dan sikap abai Rayhan, ia mulai meragukan masa depannya. Haruskah Alina terus bertahan dalam ikatan yang hanya menyisakan luka?
Sampul Novel Kau Hancurkan Persahabatan Kita
8.8
Satu malam penuh kelalaian mengubah persahabatan Lysandro Wicaksana dan Callista Rayendra menjadi pernikahan terpaksa. Sebagai pewaris bisnis, Lysandro panik saat Callista hamil hingga sempat memintanya menggugurkan janin tersebut. Meski Callista menolak dan memilih pergi, Lysandro akhirnya kembali untuk menikahi sahabatnya secara rahasia. Kini Callista harus hidup dalam bayang-bayang Elowen, kekasih Lysandro yang tidak tahu suaminya telah menjadi milik wanita lain.
Sampul Novel Lima Tahun Usai Berpisah
8.0
Tiga tahun menikah tanpa buah hati membuat Lisa dihadapkan pada pilihan pahit: dipoligami atau bercerai. Meski Farhan sempat berjanji setia, pengkhianatannya terungkap melalui sebuah pertunangan rahasia. Lisa yang murka akhirnya memilih pergi. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat Farhan menjadi atasan baru Lisa. Situasi kian rumit ketika Farhan bertemu Davin, putra Lisa, dan menyadari bahwa mantan istrinya tengah mengandung saat mereka berpisah.