Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Asmara Setelah Pernikahan Paksa

Asmara Setelah Pernikahan Paksa

Fei Livi terjebak dalam pernikahan paksa dengan pria yang jauh lebih tua demi melunasi utang ibu tirinya. Ia hanya memiliki satu misi: melahirkan seorang ahli waris sebelum akhirnya mereka bercerai. Namun, perjuangan Livi kian berat karena sang suami masih terbelenggu bayang-bayang masa lalu. Di tengah pahitnya kesepakatan ini, mampukah Livi bertahan? Akankah benih cinta tumbuh di hatinya sebelum waktu perpisahan yang dijanjikan itu tiba?
Bab
Bagikan

Bab 3

BRUAK! 

Suara meja di gebrak oleh tangan mulus Min Young.

"Hei, Fei Livi! Katakan! Jika kau tidak mau mengatakan, maka aku akan menyobek mulutmu itu dan memaksamu untuk bicara saat ini juga! Apa kau mau kehilangan mulutmu itu, ha?" bentak Min Young sembari menggebrak meja. 

"Aku akan menikah!" terkejut, spontan Fei Livi mengatakan tentang pernikahan pasangan bersama dengan putra mantan majikan ibunya. 

Seketika, Min Young menjadi tercengang. Dia terus memandangi Fei Livi dengan pandangan sedih. "Apa ini karena hutang Ibumu itu?" Min Young malah mampu menebak. 

Fei Livi menunduk diam. Tidak tahu harus menjawab apa dengan temannya itu. Tapi bagaimanapun juga, memang sudah tidak ada jalan untuk Fei Livi keluar dari perjanjian pernikahan itu. 

BRUAK!

Kembali Min Young menggebrak meja. Gadis berusia 21 tahun itu tidak terima jika Fei Livi harus menikah dengan pria yang sudah tua. 

"Hei, Fei, kenapa kamu diam saja? Berapa hutang Ibumu, biarkan aku yang membayarkannya. Kenapa juga kamu harus menikah dengan pria yang tidak kamu sukai hanya karena membayar hutang Ibumu?" Min Young terbawa emosi sampai menggebrak meja lagi. 

"Ibuku hutang juga karena membiayai hidupku. Dan ini bukan masalah nominal, keluarga lintah darat itu menginginkan keturunan," jelas Fei Livi. 

"Jadi?" Min Young masih menyulut. 

"Aku harus menikah dengannya sampai bisa memberi mereka keturunan. Setelah itu, anak dari lintah darat itu akan menceraikan aku." Ucap Fei Livi dengan hati yang luka. 

Tak terima temannya di perlakukan seperti itu oleh Ibunya, Min Young pun mengepalkan tangannya. "Jadi kamu nikah kontrak? Bukankah itu--" ucapan Min Young terhenti saking tidak tahu harus bicara apa lagi. 

"Aku nikah resmi. Tolong, kamu jangan marah padaku." sela Fei Livi dengan menundukkan kepalanya. 

Ingin sekali  Min Young melunasi hutang Ibu dari sahabatnya itu. Namun, sudah terlambat karena Fei Livi sendiri tidak ingin Min Young melakukan hal itu. Jika Min Young membayarkannya, itu tidak akan menyelesaikan masalah karena yang diminta nyonya Lee adalah seorang keturunan. Bukan uang.

Kesal, Min Young pun  merobek beasiswa yang dia berikan kepada Fei Livi sebelumnya. Kemudian memeluk sahabatnya itu serta menguatkannya, juga akan mendukung apapun yang Fei Livi lakukan. 

"Hei, maafkan aku__" ucap Fei Livi dengan wajah penuh penyesalan. 

Masih dengan hanya bisa menghela napas. Ia sendiri tak mungkin mencampuri urusan Fei Livi terlalu dalam. Hanya saja, gadis berambut panjang itu sangat menyayangkan jika Fei Livi tidak melanjutkan pendidikannya lagi. 

"Haih, untuk apa kau meminta maaf padaku? Itu semua sudah menjadi keputusanmu untuk menikah dengan pria itu, bukan? Kamu menyetujuinya, 'kan?" kata Min Young dengan suara lirih. "Andaikan saja kemarin kamu tidak langsung menerima, pasti aku akan datang dan melawan rentenir itu untukmu." imbuhnya menyentuh bahu gadis berambut sebahu itu, Fei Livi. 

Sebenarnya, bukan hanya Min Young saja yang menyayangkan keputusan Fei Livi. Tapi Fei Livi sendiri juga menyesali keputusannya sendiri. Akan tetapi, ia harus berusaha ikhlas karena yang dilakukannya demi keluarga. 

"Jadi, kapan acara pernikahannya?" tanya Min Young bersuara lemas. "Bagaimana dengan perguruan tinggimu?" imbuhnya masih berharap jika Fei Livi bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi setelah menikah. "Dan lagi, apa kamu masih bisa kerja di cafeku? Aku takut ketika kamu sudah menikah nanti, kita tidak bisa bertemu kembali."

Fei Livi hanya diam saja. 

"Cukup tau saja. Aku masih tidak menyangka kamu akan seperti ini nasibnya," lanjut Min Young. 

"Jadi, kamu tidak meneruskan pendidikanmu, kan, ya? Apakah kita sudah tidak bisa bersama menghabiskan waktu lagi? Seperti apa sebenarnya anak dari rentenir itu?" 

Min Young masih saja terus bertanya meski tak ada satupun pertanyaannya dijawab oleh Fei Livi yang hanya bisa diam terpaku. Fei Livi kemudian memeluk kembali sahabat rasa kakak itu. Mengingat semua kebaikan Min Young kepadanya, sulit untuk dijelaskan bagaimana sulitnya melakukan pernikahan di atas keterpaksaan. 

***

Hari yang ditunggu telah tiba. Selama dua minggu, Cha Yeon Jae tidak membiarkan putri angkatnya pergi terlalu lama agar tidak terlihat buruk ketika tiba acara pernikahannya. Memang pernikahan itu terkesan sederhana. Tidak banyak orang yang datang dan mengetahuinya. Pernikahan juga hanya dilakukan di gereja setempat saja. 

"Apa ini? Orang kaya, tapi tidak mengadakan resepsi? Apa mereka begitu sayang uang?  Sehingga, untuk resepsi pernikahan saja tidak mampu?" protes Min Young kesal. 

"Kamu ini, biarkan saja seperti ini. Mereka tidak melakukan kawin kontrak saja sudah bersyukur!" tepis Cha Yeon Jae. 

Gaun putih sederhana yang dipakai Fei Livi memang tidak terlalu buruk. Postur tubuh dan wajah manisnya seolah sudah menutupi gaun sederhana itu. Min Young sedikit kesal karena keluarga dari orang kaya seperti keluarga Lee itu belum juga datang di waktu yang sudah ditentukannya. 

"Haduh Bibi, mereka tidak menipu kita, 'kan?" tanya Choi Minyo kepada Cha Yeon Jae.

Siapa Choi Minyo? Dia adalah teman Fei Livi juga. Sebelumnya, mereka pernah terlibat dalam satu kerjaan paruh waktunya dan menjalin sebuah persahabatan. Fei Livi sudah menganggap Choi Minyo sebagai kakaknya sendiri. 

"Jika menipu juga tidak apa-apa. Hutang kalian, nanti aku yang bayar!" ketus Min Young dengan memasang wajah yang cemberut. 

"Jikapun aku gagal menikah, maka itu akan jauh lebih baik. Aku bisa fokus dengan pendidikan dan karirku nanti. Daripada harus menjadi istri dan ibu yang jahat dikemudian hari." gumam Fei Livi dalam hati. 

Selang lima belas menit, akhirnya keluarga rentenir itupun datang. Masih sangat misterius karena mempelai pria belum juga turun dari mobil mewahnya. 

"Ayo, segera masuk!" ketus nyonya Lee tanpa meminta maaf untuk kesalahannya yang terlambat hampir tiga puluh menit. 

"What? Anda tidak minta maaf dan malah mengucapkan kata itu dengan sinis, nyonya?" protes Min Young. "Where's the attitude of a big madam?"

"Hei, sudahlah!" tegur Cha Yeon Jae. "Mari, nyonya. Kami yang datang lebih awal, jadi masih menunggu terlalu lama." Cha Yeon Jae begitu tunduk kepada nyonya Lee. 

Nyonya besar  Lee menghampiri Fei Livi dan memujinya cantik. Nyonya besar Lee masih berhati baik, jadi beliau tidak akan memasang wajah jutek maupun acuh kepada calon cucu menantunya. 

"Maaf jika saya lancang. Dimana calon suami, adik saya?" tanya Choi Minyo menoleh ke arah mobil.

Kemudian dengan ramah, Nyonya besar  Lee meminta nyonya Lee untuk memanggil putranya keluar dari mobilnya.

Nama putranya itu adalah Lee Seung Jo. Berusia 29 tahun dan sudah menyandang status duda karena istrinya meninggal akibat kecelakaan satu tahun lalu. Beliau memang paling malas untuk membahas pernikahan karena memang baginya, mendiang istrinya tidak akan pernah tergantikan. 

"Ck, merepotkan sekali!" sulut nyonya Lee. 

Di bukalah pintu mobil dan nyonya Lee meminta Lee Seung Jo untuk turun. "Turun, cepat!" perintah nyonya Lee dengan tegas.

"Aku sedang menyelesaikan pekerjaan, Bu. Untuk apa diadakan pernikahan ini? Aku sudah katakan, bukan? Aku sudah tidak mau menikah lagi!" tegas Lee Seung Jo. 

"Jangan mengacaukan segalanya, nak. Ibu hanya mau yang terbaik saja dikemudian hari. Hanya setelah dia melahirkan, kamu boleh berpisah dengannya nanti." bisik nyonya Lee. 

Tak percaya ibunya akan mengatakan itu, Lee Seung Jo memutar bola matanya. Merasa jika Ibunya benar-benar sudah gila karena memaksanya segera menikah. "Astaga, belum saja menikah sudah memikirkan perpisahan. Apakah Ibu anggap pernikahan itu hanya main-main?" protesnya. 

Meski dirinya juga enggan menikah, Lee Seung Jo tetap akan menikah demi Ibunya. Ia pun turun dari mobilnya dengan kaki jenjangnya itu. Lalu, berjalan menuju gereja dengan badan yang tegap. Tanpa melihat sama sekali wajah Fei Livi, Lee Seung Jo memintanya untuk segera selesaikan urusan pernikahan itu tanpa menunda waktu lagi. 

"Apa? Dia bahkan tidak memandangku?" gumam Fei Livi dalam hati. "Pria ini ... aku ingin sekali menendang bokongnya itu!" sambungnya kesal, meski dalam hati. 

"Apa ini? Dia calon suaminya, Fei? Sungguh tidak berakhlak. Aku harus hentikan pernikahan ini!" ketus Min Young. 

Aksi Min Young dihentikan oleh Choi Minyo. Bagaimanapun juga, itu adalah keinginan sahabatnya untuk menikah. Choi Minyo hanya tidak ingin Min Young terlalu ikut campur dalam masalah pribadi Fei Livi. 

"Hei, Minyo, kau tau? Pria itu, sangat tidak cocok untuk sahabatku. Aku harus menghentikan pernikahan ini!" ketus Min Young. 

"Aku rasa … kita tak seharusnya ikut campur dalam masalahnya. Sudahlah, ayo kita masuk dan menjadi saksi untuk pernikahan sahabat kita." ajak Choi Minyo dengan lembut. 

Di sisi lain, Choi Minyo ini adalah sahabat dari Min Young sejak kecil. Choi Minyo sendiri baru saja lulus kuliah dari jurusan sastra dan hendak masuk ke perusahaan milik ayahnya yang lumayan besar di ibu kota jika Choi Minyo berniat. 

Hubungan antara Choi Minyo dan Min Young memang terkesan sederhana seperti persahabatan pada umumnya. Tapi, kebersamaan mereka juga bukan sederhana, Choi Minyo sudah mulai menyukai Min Young sejak mereka masuk di sekolah menengah pertama. 

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FAT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FAT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Tersisih
8.4
Sarinah melarikan diri dari rumah karena ketidakadilan orang tuanya. Insiden kecelakaan mobil justru membawanya ke kehidupan baru sebagai Rully setelah ia diadopsi. Dari gadis buta huruf, ia bertransformasi menjadi dokter sukses. Namun, konflik besar muncul saat seorang pria melamarnya tanpa mengetahui asal-usul Rully yang sebenarnya dari keluarga miskin. Kini, ia harus memilih antara jujur atau terus bersembunyi demi menjaga cinta dan statusnya.
Sampul Novel Cewek lugu perlahan jadi liar
9.7
Hubungan asmara antara Laura dan Ardhy terjebak dalam dinamika yang tidak lazim. Di balik kisah cinta mereka, tersimpan fantasi seksual menyimpang yang mendominasi interaksi keduanya. Ardhy terus memberikan tekanan besar kepada Laura, memaksanya untuk berhubungan intim dengan orang lain demi memuaskan hasrat liarnya sendiri. Laura yang awalnya lugu kini harus menghadapi kenyataan pahit saat dirinya dipaksa memenuhi ambisi fantasi pasangannya yang ekstrem.
Sampul Novel Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
8.5
Terikat perjodohan keluarga, pernikahan enam bulan ini terasa bagai neraka. Dito, sang suami, justru terang-terangan menjalin asmara dengan mantan kekasihnya, Luna. Kehadiranku sama sekali tak dianggap, bahkan ia enggan menyentuhku dan selalu bersikap muak. Kesabaran pun mencapai batasnya saat perselingkuhan itu makin menjadi. Karena ia tak mampu adil, aku memilih mundur. Di tengah luka, takdir mempertemukan aku dengan pria dingin, Arya Pratama.
Sampul Novel Hasrat Istriku
8.4
Naya terjebak dalam dilema besar antara karier impian dan kehidupan rumah tangganya. Demi menjaga posisi di perusahaan, ia terpaksa merahasiakan status pernikahannya dari rekan kerja. Meski sangat mencintai Ghiyas, ambisi profesional Naya terus menguji kesetiaannya. Kini, di tengah usia pernikahan yang masih sangat muda, ia dipaksa keadaan untuk menentukan pilihan sulit. Akankah Naya mempertahankan pekerjaannya atau justru memilih keutuhan cintanya?
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio
8.5
Demi menyelamatkan ibu dan anaknya yang sakit, Liana terpaksa memohon bantuan finansial kepada Rafael. Namun, pria berkuasa itu memberikan penawaran yang mengejutkan. Rafael bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan dengan syarat Liana harus bersedia menjadi istri keduanya. Terjepit dalam situasi sulit, Liana harus menghadapi kenyataan pahit dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Akankah ini menjadi awal kebahagiaan atau justru luka yang lebih dalam?
Sampul Novel Lelaki Kedua
9.5
Dunia Arimbi Maulida hancur saat Nina, sepupunya, mengungkap pernikahan rahasia dengan Seno, tunangan Arimbi. Pengkhianatan ini terungkap tepat sebelum hari besar mereka akibat kehamilan Nina. Demi menutupi aib keluarga, ayah Arimbi menuntut Ganesha, kakak Seno yang dingin dan gila kerja, untuk menggantikan posisi mempelai pria. Meski Arimbi takut dan membenci Ganesha, ia terpaksa menikah. Kini, ia terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta sementara Seno mencoba mengejarnya kembali.