Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Arrogant vs Crazy

Arrogant vs Crazy

Mencari nafkah tak semudah kisah fiksi. Nesta, gadis lulusan SMA bertubuh mungil, harus berjuang keras demi menyambung hidup. Keajaiban datang saat PT Taruna menerimanya sebagai office girl. Namun, nasib sial menimpa ketika bos angkuh memecatnya di hari pertama kerja. Nesta tak menyerah begitu saja karena ia sangat membutuhkan uang halal. Strategi gila apa yang akan ia lancarkan agar bisa bertahan di sana dan menghadapi sang atasan yang sombong?
Bab
Bagikan

Bab 2

'Tidak! Apa yang terjadi di antara kita?'

Gadis itu terbangun dengan menyadari tubuhnya tidak mengenakan sehelai benang pun. Seorang CEO kaya raya dan tampan telah merenggut kesuciannya.

Baca ....

Baca ....

Akhirnya wanita itu menjadi istri CEO kaya raya tersebut dan dicintai sepenuh hati.

"Gila!" Nesta sampai memelotot sendiri, setelah selesai baca novel online.

Omong-Omong, alau Nesta ketahuan dengan ibunya dia asyik baca novel online bukannya sibuk cari pekerjaan atau Usaha apa biar bisa dapat uang tambahan, bisa kena marah.

Tapi, 'kan, yang namanya manusia tetap dong butuh hiburan biar jangan sampai stres ataupun frustrasi.

Nesta cuma butuh selingan dari realita yang begitu pahit. Soalnya, dia sudah berusaha untuk dapat pekerjaan. Ck! Susahnya bukan main.

Hidup perempuan dalam novel yang dia baca ini tuh idaman banget. Bisa nikah sama cowok ganteng, kaya raya, dan dicinta. Padahal awalnya tidak saling kenal.

Kalau Nesta ketemu bos ganteng begitu, tidak akan dia model-model jual mahal. Tancap gas, kalau itu bos mau.

"Kan, lumayan kalau dinikahi.

Astaghfirullah, Nesta baru sadar otaknya murahan amat. Lupa sama dosa.

Lagi pula, umur dia sebetulnya masih muda banget untuk mikirin masalah pernikahan. Harusnya, sih, sekarang dia kuliah. Sudah mulai semester pertama.

Dasar nasib buntu, baru juga kelar dijemur panas-panasan kayak ikan asin, eh bapaknya malah kecelakaan dan Nesta jadi tidak bisa lanjut kuliah.

Ditambah sama Nesta yang memang kurang niat untuk kuliah, ya, cocok.

Balik lagi soal novel. Nesta pikir perempuan tuh, seperti komoditi yang layak diperjuabelikan. Mana harganya mahal.

Bayangkan saja, biaya operasi sepuluh milyard bisa lunas hanya tidur satu malam dengan pria kaya.

Nesta butuh duit, kalau dia mau ikutan begitu. Cari CEO, di mana ya?

Secara, lingkaran pertemanannya orang miskin semua.

Yah, bukan main one night stand, sih--takut dosanya--paling jauh model dijodohkan begitu.

Tapi, cari calonnya di mana?

Minta tolong bapaknya?

Heuh! Yang ada bukan dapat jodoh bos, malah diumpanin ke juragan jengkol.

"Heh!" Ningsih menggebrak dipan tempat Nesta tiduran. "Enak banget ya, kamu, malah santai di sini. Bukannya bantu orang tua beres-beres."

Nesta bangun. Apa dia bilang, kalau ibu tirinya tahu dia sedang berbaring santai begini pasti bakalan diprotes.

"Itu, bak kamar mandi kosong. Bukannya kamu isi!"

"Loh, kok kosong?" Nesta kaget.

"Kamu lihat pakai mata. Kosong begitu, bukannya isi. Buka keran air aja males."

"Ya, bukannya begitu, Bu." Nesta mau mengelak. "Nesta baru sikatin kamar mandi, terus Ibu suruh jemur pakaian. Rebahan bentar, Bu. Biar badan nggak pegel." Nesta menjelaskan panjang lebar, itupun belum selesai juga. "Lagian, kalau soal air di bak, itu tadi udah Nesta isi."

"Dipakai Yato, kosong lagi."

"Ya, berarti Yato yang suruh isi lagi."

"Yato, 'kan, mau sekolah. Wajar kalau dia buru-buru. Kamu yang nganggur di rumah kerjain semua sendiri, dong."

Nesta bangun, pergi ke kamar mandi. Kalau dibiarkan ibunya akan bisa mengoceh sampai besok tidak selesai.

Dia membuka keran. Sembari menggerutu. Urusan sederhana begini saja, ibunya bisa protes. Dan, lagi kenala cuma Nesta yang jadi sasaran untuk diomeli sementara Yato selalu selamat. Mentang-mentang cuma Yato yang anak kandung.

Bapaknya yang kurang kerjaan malah tanya kenapa Nesta ada di kamar mandi lagi.

Ya jelas dong, di kamar Mandi lagi. Kan ibunya yang paksa. Kalau bukan begitu, mah, buat apa? Nesta bukan keturunan jentik nyamuk yang betah di bak.

Setelah melewati masa-masa yang menjengkelkan itu, Nesta akhirnya bisa balas dendam ke Yato ketika bocah tengik satu itu baru pulang sekolah.

Sepak bokongnya, waktu dia di kamar.

"Aku baru pulang main disepak sembarangan, bilangin ibu, loh!"

Nesta jewer dia. "Kamu anak laki tukang ngadu. Nggak malu sama burung!"

Yato memelotot matanya. "Aku salah apa, sih?"

"Kamu yang pakai air kenapa nggak isi lagi?"

"Air apa?"

"Air di bak!" Masa iya, Nesta mau bahas air zam-zam.

"Lupa. Aku habis BAB terus ingat kalau ada tugas."

Nesta jewer lagi dia. "Ini, gara-gara kelakuan kamu, Kak Nesta yang kena imbasnya. Diomelin ibu!"

Yato, sok polos. "Ya, ibu, 'kan, emang gitu. Tiap hari ngomel. Tapi, ngomelnya ke Kak Nesta aja." Dia kegirangan bisa meledek Nesta.

"Besok kalau kamu pakai air, isi lagi yang benar. Kalau nggak, semua celana dalam kamu Kakak buang!"

***

"Kamu belum dapet kerjaan, Nes?"

Ganggu, nih, si bapak. Anak perawan lagi nonton serial azab malah ditanya masalah ekonomi.

"Belum, Pak."

"Yang kemarin kamu taruh lamaran, enggak ada yang terima?"

Nesta geleng-geleng.

"Loh, kenapa?" Sarwani berjengit heran. "'Kan, nilai ijazah kamu lumayan bagus, udah gitu kamu cantik juga. Masa enggak ada yang nerima."

"Enggak tau." Nesta mengangkat bahu. "Terakhir, Nesta langsung ditolak gara-gara kurang tinggi. Katanya nanti ketutupan etalase."

Sedih hati Sarwani. Gara-gara kecelakaan motor membuatnya jadi harus pensiun dini. Mana kebutuhan keluarga makim besar.

"Gimana ini kehidupan kita ke depan, Pak?" Ningsih beres dari dapur datang-datang mencerocos. Remote yang ada di meja diambil, terus dia ganti acara konser dangdut.

Hih, 'kan, serial azabnya belum kelar.

"Sabar, Bu. Nanti juga ada rezeki."

"Sabar terus, kapan kita bisa maju kalau modal sabar."

Yah, 'kan, ribut. Mana di TV lagi nyanyi gubuk derita. Cocok.

"Kamu itu usaha, Nes!" Ningsih memarahi Nesta. "Cari kerja apa aja, kita ini butuh uang. Kita butuh makan, Yato belum beres sekolahnya."

Yato yang baru selesai kerjakan tugas sekolah, ke belakang ambil singkong goreng.

Any way, itu bocah biar kata tengil dan kupret habis, urusan sekolah dia tidak main-main. Dari SD rangkin satu terus dia. Mujur amat dia.

"Kalau enggak ada kerjaan, kamu mending kawim aja sama Mang Uya."

Uya di sini, bukan Uya Kuya selebritis yang kaya raya. Dia kenalannya Ningsih juragan laundry yang sudah berumur uzur menjelang akhir hayat.

"Idih, Yato aja sana Ibu jodohin sama dia." Nesta marah.

"Mana ada!" Habis ambil singkong, Yato ke ruang tengah untuk membalas ucapan kakaknya. "Yah kali, malam pertama main anggar."

"Ya terserah, pokoknya yang penting kawin!" Nesta mendengus.

Ningsih masih mengomel soal Nesta yang harus daoat kerja. Tidak peduli apa pun caranya, dia harus dapat kerja.

Oke deh, iya. Besok Nesta cari kerja.

*

Demi modal hidup, Nesta terpaksa harus jual satu-satunya perhiasan miliknya. Lumayan dapat uang bisa dipakai untuk modal hidup sambil tunggu dapat kerja.

Nesta mau tinggal di daerah yang lebih memiliki peluang untuk dapat kerja.

Meski bapaknya sedih harus ditinggal anak gadis, pokoknya Nesta sudah bertekad. Percuma dia di rumah kalau harus rebutan remote TV.

Dia juga sedih meninggalkan partner membacot dan bertengkar terbaik--Yato.

Semua demi uang dan demi kehidupan yang lebih baik, Nesta harus pergi.

Setelah beberapa hari mencari, akhirnya Nesta dapat tempat kost.

Oke, waktunya dia cari kerja.

Lamar sana sini, kepentok tidak dapat juga. Sudah satu minggu berjuang belum ada. Putus asa rasanya.

Tapi, ingat kata Ipin, putus asa tak apa asal jangan putus makan.

Selama masih ada makanan, selama itu dia akan bertahan sampai dapat kerja.

Malam, di saat rebahan di lantai kamar kost hanya beralaskan karpet, Nesta melihat iklan yang menarik.

Ada pekerjaan, dengan gaji lumayan besar.

Tapi, posisinya office girl.

Masa iya, gadis muda yang baru menjajaki hidup ini, harus bekerja seperti itu. Padahal, khayalannya, bisa jadi SPG minimal.

Gajinya besar. Terakhir pendaftaran besok. Boleh apply lewat email untuk dipanggil test.

Lamar, jangan?

Ah, masa bodoh soal posisi yang penting dapat kerja.

Buka portalnya, Nesta isi data yang diminta lalu submit.

Kalau memamg rezeki, tidak akan ke mana.

*

PT Gold Taruna.

Tiga hari setelah isi form lamaran, Nesta dipangil untuk ikut tes lamaran kerja.

Kalau mau jadi OG, kira test-nya apa, ya?

Apa itu semacam bertanya merk cairan pel terampuh?

Atau ada pertanyaan lain?

Tidak tahunya, waktu Nesta buka lembar soal pertanyaan malah agak aneh.

Dia cuma suruh jawab;

Apakah Anda siap bekerja?

Apakah Anda tahan dengan segala bentuk tekanan?

Apakah Anda tahan dengan tantangan?

Dan sederet pertanyaan aneh lainnya. Nesta jawab dengan jujur.

Omong-omong, hari ini yang ikut test lumayan banyak. Dilihat dari ukuran kantornya yang besar, kelihatannya ini perusahaan bonafit.

Nesta harus dapat pekerjaan ini! Minimal, dia tidak perlu ditolak lantaran tingginya.

Satu hari setelah test tertulis, Nesta dipanggil untuk ikut test wawancara.

Begitu sampai di kantor sekitar jam tujuh pagi, Nesta diminta untuk langsung menemui manajer SDM di ruang wawancara.

Nesta cuma membatin soal sistem mereka yang cukup ketat, soal penerimaan perusahaan padahal cuma untuk OG.

Masuk ke ruangan, Nesa dipersilakan duduk sama laki-laki yang masih lumayan muda.

Dia memperkenalkan diri dengan nama Ivan.

Basa-basi sebentar, Ivan tanya-tanya soal kehidupan Nesta dan motivasi kerja.

Ya, sudah pasti demi duit motivasinya.

"Kerja di sini lumayan berat, loh, kamu sanggup?" Ivan kasih gambaran suram dulu.

Seberat apa pun itu, Nesta akan tetap terima. "Saya butuh kerjaan, Pak."

"Bos di sini enggak ada baik-baiknya, dia galak, perfeksionist, dan kadang agak rewel. Kamu siap, hadapi kondisi kayak gini?"

"Asal Bapak tahu, saya sudah biasa digituin sama ibu tiri saya."

Ivan membulatkan mata. "Kamu punya ibu tiri?"

"Iya, Pak. Ibu kandung saya meninggal setelah melahirkan saya."

Suasana jadi hening. Kalau membahas soal ibu, kadang Nesta sedih Tapi, biarpun galak, Ningsih bukan ibu tiri yang 'cinta pada ayahku saja'. Dia mau mengurus Nesta, tidak ada KDRT. Cuma mulutnya saja yang kayak terompet kalau marah.

Ivan manggut-manggut setelah mendengar penjelasn Nesta.

"Jadi, kamu yakin mau kerja di sini?"

Nesta menatap Ivan dengan yakin. Demi duit, walau harus satu kantor dengan singa, Nesta lakoni.

"Asalkan saya digaji sesuai, saya terima untuk kerja di sini."

Ivan anggap ini kesepakatan akhir. "Ok, deal!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Nadia menghabiskan malam bersama pria asing setelah dikhianati orang terdekatnya. Meski sempat menyesal, ketampanan pria itu justru membuatnya malu hingga ia nekat meninggalkan uang sebelum pergi. Kresna, sang pria misterius, merasa sangat terhina karena dianggap sebagai pria bayaran. Dengan amarah yang meluap, ia segera memerintahkan asistennya melacak identitas Nadia melalui rekaman CCTV hotel demi membalas perbuatan wanita tersebut.
Sampul Novel Brave Heart
8.7
Hidup Seruni Arkadewi hancur setelah kecelakaan membuatnya timpang. Ia dikhianati kekasih dan sahabatnya, lalu dipaksa ayah tirinya menikahi pria tua demi harta. Seruni pun kabur demi membuktikan kemandiriannya meski fisik terbatas. Di sisi lain, Antonio Brata Kesuma adalah pria kaya yang membenci segala bentuk kecacatan. Bagi Antonio, tekad Seruni hanyalah misi bunuh diri, namun Seruni tetap teguh berjuang menggapai mimpinya tanpa mau dikasihani.
Sampul Novel Dari Istri Tercampakkan Menjadi Pewaris Berkuasa
9.3
Dunia Kirana runtuh saat suaminya, Bima Nugraha, memamerkan kehamilan selingkuhannya di depan publik. Demi kelancaran bisnis, Bima dan keluarga angkat Kirana bersekongkol menjadikannya tahanan di rumah sendiri. Kirana difitnah gila dan dipaksa menggugurkan kandungannya. Namun, mereka tidak tahu identitas asli Kirana. Dengan satu panggilan, ia menghubungi ayah kandungnya, Antony Suryoatmodjo, konglomerat kuat yang siap menghancurkan Bima hingga tak bersisa.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra dari mantan kekasih ibunya yang sering menghinanya tidak berotak. Altan, seorang konglomerat angkuh, menganggap Vanilla hanya mengandalkan nama besar keluarganya. Konflik memuncak saat Vanilla harus magang di kantor Altan selama empat bulan. Sejak sesi wawancara yang penuh drama dan jawaban nyeleneh, Vanilla harus berjuang menghadapi tekanan kerja di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia adalah Wedding Organizer sukses yang nasib cintanya berakhir tragis. Tepat semalam sebelum menikah, ia memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya sendiri. Hancur karena dihina, Sefia yang kalap menawarkan dirinya kepada pria asing di dalam lift. Namun, candaan itu berujung petaka saat pria setinggi 180 cm tersebut benar-benar membawanya ke ranjang. Kini Sefia terjebak dalam konsekuensi satu malam yang mengancam masa depannya tepat di hari pernikahan.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dahulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membangunnya menjadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Namun, ia mengkhianatiku dengan menyebutku beban dan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menyalahkan ambisiku atas kematian anak kami, berusaha menghapus jejak masa lalu kami sepenuhnya. Ia pikir ia telah menang, namun undangan pernikahannya justru menjadi awal kehancurannya yang akan aku eksekusi tepat di hari bahagianya.