Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel ARFESO

ARFESO

Seorang gadis kurang kasih sayang mendapati hidupnya kian kelam setelah dikhianati lelaki yang ia puja. Kabar kehamilan di usia muda memicu murka keluarga hingga ia dituduh sebagai wanita murahan. Meski sang lelaki menolak bertanggung jawab dan menuduhnya menjebak, ia tetap melahirkan bayi yang memiliki tatapan mirip ayahnya. Kini, di tengah keraguan antara melindungi atau mengungkap kebenaran, rahasia besar lain telah menanti di babak baru hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sekolah telah sepi banyak murid, guru, penjaga kantin sudah pulang hanya tersisa 1 satpam saja. Felicia bertanya-tanya tumben sekali mamanya terlambat menjemputnya, bahkan biasanya Felicia belum keluar kelas pun mamanya sudah menunggu di tempat parkir.

Apa Feli minta tolong pak satpam minta anterin pulang ke toko ya?

Minta tolong nggak ya? Batin Felicia menimbang-nimbang keputusannya.

Karena jam yang menunjukkan semakin hampir sore dia pun akhirnya minta tolong kepada satpam SMP N 1 Samudera.

"Pak, boleh minta tolong nggak?" ucap Felicia sopan.

"Minta tolong apa non?" tanya pak satpam karena tumben sekali murid yang terkenal most wanted, tetapi dinginnya melebihi kutub ini belum pulang jam segini.

"Minta tolong anterin Felicia ke toko mama." ucap Felicia setengah ragu bagaimana kalau pak satpam sekolah tidak mau. Tidak mungkin kan dia harus menginap di sekolah bersama para penjaga legend sekolahnya.

"Ayo non, mari saya antar." ucap pak satpam sambil mengambil jaket dan kunci motor miliknya. Felicia menyunggingkan sedikit senyum sembari mengucapkan terima kasih.

Dikarenakan jarak antara toko milik mama Felicia dengan sekolah yang lumayan dekat sehingga perlu waktu 15 menit untuk sampai. Dia membuka pintu toko roti mamanya yang seketika langsung berhadapan dengan kasir. Kedatangan Felicia membuat banyak tatapan pembeli yang langsung mengarah pada dia. Dia terus berjalan menuju kasir dan menanyakan di mana keberadaan mamanya.

"Mama di mana ya, kak?" tanya Felicia kepada laki-laki yang menjadi kasir di toko.

"Nyonya Tesa sedang keluar sejak jam 11 tadi nona." ucap laki-laki kasir tadi sembari melayani pelanggan toko.

"Terima kasih kak, kalau begitu biar saya tunggu saja." ucap Felicia sembari duduk diujung paling belakang sambil membaca buku.

Setelah hampir 30 menit Felicia menunggu dia mendadak ingin ke kamar mandi. Saat ingin menuju ke kamar mandi dia melihat mamanya dengan seorang pria sedang bermesraan di depan toko dengan mobil merah milik mamanya. Felicia yang penasaran pun memutuskan untuk keluar dari toko dengan tas disalah satu bahunya dan buku di tangan satunya.

"Mam." panggil Felicia yang seketika membuat sepasang kekasih yang sedang mabuk asmara itu menengok.

"Fel, mama bisa jelasin." ucap mama Felicia sambil melepas tangan pria yang dia gandeng.

"Jelasin apa mam? Tenang mam tenang, saya hanya ingin meminta kunci rumah." ucap Felicia berpura-pura tidak tau apa yang terjadi dan hanya meminta kunci rumah karena dia tidak mau terlalu lama menjadi pusat perhatian dan ingin segera beristirahat dengan tenang lalu makan. Mama Felicia seketika membuka dompet dan memberikan kunci rumah kepada Felicia.

"Ini Fel, kamu mau mama anterin? Atau biar mama suruh pegawai mama temanin?" tanya mama Felicia.

"Terima kasih mam. Nggak perlu mam Felicia bisa pulang sendiri." ucap Felicia datar lalu berjalan meninggalkan dua sejoli yang merupakan mamanya dengan pria asing entah siapa pun itu.

Felicia jalan menyusuri jalan raya yang begitu ramai namun dia masih bertanya-tanya siapa pria yang bersama mamanya tadi.

Mengapa mereka melakukan itu?

Tidak mungkin apabila itu rekan kerja mamanya?

Setibanya di halte dia menunggu bus yang rutenya sejalan dengan rumahnya. Bus pun tiba setelah 10 menit dia sampai. Dia duduk sendiri di samping jendela menikmati angin yang setidaknya mampu meringankan kepalanya.

Tak terasa 15 menit kemudian giliran Felicia yang turun. Felicia turun dan berjalan menuju rumahnya sendirian. Begitu sampai rumah dia langsung membersihkan dirinya,berganti baju, meletakkan tas didalam kamar, menyiapkan buku untuknya belajar di meja ruang tamu lalu membuat mie instan untuknya makan.

Ding... Dong... Ding... Dong...

Felicia terus menikmati makanannya hingga tak sadar bel rumah terus berbunyi dia berharap bahwa mamanya yang pulang ternyata harapannya pupus begitu melihat ketiga sahabat setianya. Sahabatnya sebenarnya banyak hanya saja mereka berubah membenci, mencaci maki, membully, berubah total karena banyak rumor tidak enak tentang Felicia dan hanya tersisa 3 permen loli milkita yang sekarang didepan rumahnya. Felicia mencuci piring secepat kilat lalu bergegas membukakan pintu.

"Ujung buset loe cuma pakai tanktop transparan sama hotpants nih nyambut kita?" ucap Ashima melihat penampilan Felicia dari atas sampai bawah.

"Loe kagak chat gue kagak tau." ucap Felicia santai sambil menutup pintu rumahnya.

"Gue kira loe mau ngedate Fel." ucap Angel yang tidak sadar dengan penampilan Felicia.

"Sama saha hah? Noh ngedate sama buku matematika Feli." ucap Dina sambil menunjuk buku-buku Felicia dimeja tamu.

"Ya kali gue ngedate pakai tanktop sama hotpants doang mau cari pangkalan atau gimana?" ucap Felicia lalu menuju dapur mengambilkan minum untuk mereka berempat.

"Fel, loe kagak cari anu lagi gitu?" ucap Ashima sambil meletakkan gelas minum yang telah habis sekali teguk.

ANU?!" pekik kaget Felicia, Angel, Dina tepat pada kedua telinga dan diatas kepala Ashima.

"Telinga gue asw." ucap Ashima emosi bercampur gemas dengan ketiga sahabatnya.

"Ashi kagak jamet kan?" ucap Felicia.

"Ashi bukan ASI utuh? Sehat? Kagak geserkan?" sambung Dina.

"Kayanya itu yang kampret bukan gue lagi deh tapi ada Ashima juga." ujar Angel menimpali ucapan kedua temannya yang sukses mendapat pukulan indah dari Ashima.

Mereka terus bersenda gurau hingga tak sadar apabila jam telah menunjukkan pukul setengah 6 sore. Ashima, Dina, dan Angel berpamitan pulang dari rumah Felicia. Dia kembali merasakan kesepian yang selalu dia rasakan setelah papanya tiada dan hanya bertemu mamanya saat pagi itupun jika beruntung karena mamanya tidak berangkat terlebih dahulu bahkan saat sebelum tidur tidak pernah bertemu.

Dia menuju kembali ke ruang tamu membersihkan sampah yang berserak dilantai bekas teman-temannya tadi. Setelah dia membersihkan lalu dia belajar untuk materi besok sambil menunggu mamanya yang belum pulang.

Mendadak dia kembali kepikiran, siapakah pria tadi?

Apakah itu alasan dia jarang bertemu mamanya?

Apa yang mereka lakukan setelah Felicia pulang?

Mengapa mereka melakukan tadi?

Karena Felicia tidak ingin terlalu larut dalam pikirannya dia memutuskan belajar di kamarnya saja. Dia begitu masuk kamarnya langsung mengambil meja lipat kecil, lalu dia belajar sambil duduk bersandar. Dia terus belajar hingga ketiduran di atas tempat tidurnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95EWJ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95EWJ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Saat Ara mengungkap kehamilannya, Aldrich justru menyambutnya dengan senyum bahagia yang luar biasa. Ara pun tak menduga bahwa Aldrich memilih langkah besar ini demi menebus segala kesalahan di masa lalu mereka. Meski tetap setia mendukung keputusan sang pria, Ara perlahan menyadari bahwa momen ini bukanlah akhir dari penderitaan. Kehamilan tersebut justru menjadi gerbang pembuka bagi badai konflik baru yang siap menerjang kehidupan mereka berdua secara lebih hebat.
Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Dokter Charlotte Swift Sterling diizinkan Kylen Brown menempuh spesialis kandungan di Jepang dengan janji pernikahan saat kembali. Namun, rencana indah itu hancur seketika saat adiknya, Jessamine, mengaku telah mengandung anak Kylen akibat hubungan terlarang. Di tengah pengkhianatan ini, Charlotte terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap menikahi tunangannya atau merelakan pria itu demi masa depan adik kandung yang sangat ia sayangi?
Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Dahulu pewaris manja, Evelyn jatuh miskin setelah dijebak putri asli dan diusir orang tua angkatnya. Namun, ia bangkit dengan mengungkap identitas rahasianya sebagai peretas, desainer, dan dokter jenius. Saat orang tua angkatnya menuntut hartanya, Evelyn menolak dengan tegas. Ia pun mencemooh mantan tunangannya yang memohon kembali. Di tengah kemenangannya, seorang pria berkuasa datang melamar, menawarkan masa depan baru yang tak terduga bagi sang berlian.
Sampul Novel Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar
8.9
Demi mewujudkan masa depan yang bahagia bersama Alex Simina, sang protagonis memutuskan untuk menjalani pengobatan medis demi menyembuhkan penyakit stenosis kongenital yang dideritanya. Namun, situasi menjadi canggung ketika dokter yang menangani perawatannya ternyata adalah teman dekat Alex sendiri. Prosedur terapi yang diusulkan pun sangat tidak biasa, menuntut adanya kontak fisik intim yang tidak bisa dihindari, mulai dari sentuhan hingga ciuman, yang memicu rasa malu sekaligus dilema besar.
Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella terjebak dalam situasi yang sangat mencekam saat ia berusaha keras menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Meski Bella berteriak menentang takdir yang dipaksakan kepadanya, pria berkuasa itu dengan tegas menyatakan bahwa Bella kini menjadi miliknya sepenuhnya. Xavier tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Bella untuk melarikan diri atau memberikan bantahan. Kini, Bella harus menghadapi obsesi liar sang tuan yang tidak mengenal kata penolakan.
Sampul Novel Kehebatan Ayah Mertua ku
9.6
Kehidupan pernikahan dalam novel modern Kehebatan Ayah Mertua ku berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan fatal. Di tengah kesunyian malam, sang istri sering menangis meratapi nasib dan kesepiannya. Didorong rasa iba, ayah mertuanya nekat mendekati ranjangnya di tengah malam. Ia menawarkan bantuan fisik untuk menggantikan mainan intim menantunya, lalu melangkahi batas hubungan keluarga dengan tindakan yang sangat berani dan kasar.