Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Cintanya dan Hartaku

Antara Cintanya dan Hartaku

Saat hendak menyetor uang ke bank, sebuah unggahan media sosial menarik perhatianku. Di sana, seorang netizen mengaku telah diam-diam menikahi cinta pertamanya, sementara kekasihnya yang bodoh terus mengisi rekening bersama mereka yang kini berisi 1,3 miliar rupiah. Sang netizen berencana membawa kabur uang itu setelah mencapai 1,6 miliar. Terkejut, aku langsung memeriksa saldo tabunganku. Angkanya tepat 1,3 miliar rupiah. Kenyataan pahit menghantamku: kekasihku telah mengkhianatiku demi cinta pertamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Lalu dikurangi biaya bulanan kita sepuluh juta. Nah, semua sisanya bisa kamu setorkan ke tabungan kita."

Seharusnya Candra tidak menyebutkan hal itu.

Sekarang setelah mendengar semua ucapannya, tiba-tiba saja aku sadar bahwa akulah yang membayar hampir semua biaya hidup kami setiap bulan!

Selain dua puluh juta yang dia setorkan ke rekening bersama setiap bulan, Candra hampir tidak mengeluarkan uang apa pun lagi.

Aku menatap bibirnya yang bergerak naik turun, dan langsung berkata padanya.

"Sayang, ayo kita menikah sekarang."

Suasana tiba-tiba menjadi hening.

Saking heningnya, aku bahkan bisa mendengar suaranya menelan ludah dengan panik.

Suara Candra seperti tersangkut di tenggorokan sehingga dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Sambil menyeka air mata yang jatuh di pipi, aku tersenyum.

"Uang yang kita tabung sudah cukup untuk membayar DP rumah, lagipula kita sudah tidak muda lagi, jadi kita harus menikah sesegera mungkin.”

"Dulu kamu pernah melamarku, kan? Aku setuju sekarang."

Dari matanya, aku tidak dapat melihat rasa antusias dan bahagia.

Bahkan sebaliknya, aku melihat rona keputusasaan di sana.

Setelah beberapa lama berpikir, akhirnya dia setengah berlutut di kakiku.

"Sayang, kita kan sudah sepakat menabung sampai terkumpul satu koma enam miliar dulu sebelum menikah. Kenapa kamu mendadak mau menikah?”

"Kalau kita menikah sekarang, rencana kita bisa kacau."

Dia menatapku dengan gugup, khawatir jika aku benar-benar serius ingin menikah.

Aku mengeluarkan dari laci cincin pertunangan yang dia berikan dulu dan memasangkannya di jari manisku.

Sikapku sangat tegas.

"Aku khawatir kalau kita tidak menikah sekarang, kamu akan menikah dengan orang lain."

Mendengar lelucon itu, Candra tampak kaget setengah mati.

Kakinya terasa lemas dan akhirnya dia terjatuh ke lantai.

"Sayang, pernikahan itu hal besar, kita harus pikirkan semuanya baik-baik.”

"Mamamu kemarin juga jatuh sakit, kan? Sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk bicara tentang pernikahan kita."

Ketika Candra bicara, dia tidak berani menatap mataku dan terus menghindar.

Aku memegang bahunya dengan kuat-kuat seakan sedang mempercayakan tugas penting kepadanya dan berkata dengan serius:

"Karena Mamaku sakit, jadi aku ingin kita segera menikah dan membuatnya bahagia.”

"Ini semua demi Mamaku, kamu tidak mungkin tolak, ‘kan?"

Hanya dengan beberapa kalimat sederhana, aku bisa menjawab semua alasannya tadi.

Candra terdiam dan menggaruk rambutnya dengan cemas.

Dia bangkit dan berkata akan menelepon orang tuanya untuk memberitahu mereka.

Aku tidak menghentikannya dan membiarkan dia menyelinap ke ruang kerja.

Tidak sampai dua menit, suara Candra terdengar dari ruangan sebelah.

Tapi sayang, ruangan itu kedap suara.

Aku mengambil gelas kaca dan menempelkannya ke dinding lalu mendekatkan telingaku ke sana.

Suara yang tadinya samar-samar, tiba-tiba berubah menjadi lebih jelas.

Candra terdengar menekan pita suaranya, dan bicara dengan suara yang agak berbeda.

“Sayang, setelah kamu kembali kerja di sini, kita akan bisa bertemu setiap hari.”

"Kamu jaga dirimu di sana ya, kalau tidak aku akan merasa khawatir."

Mendengar hal itu, hatiku akhirnya mati.

Benih keraguan di hatiku akhirnya berakar dan tumbuh besar menjadi pohon yang menjulang tinggi.

Cabang-cabangnya kemudian menyusup ke dalam hatiku dan menggoresnya hingga berdarah.

Sementara di ruangan sebelah, Candra masih bicara dengan suara rendah.

"Sayangku, saat kamu kembali nanti, aku akan membelikanmu sebuah rumah besar.”

"Jangan khawatir, suamimu ini punya banyak uang!"

Aku tertawa terbahak-bahak dan tak dapat berkata apa-apa.

‘Dia punya banyak uang? Lucu sekali!’

‘Dari jumlah total uang tabungan bersama kami di bank, sembilan puluh persennya adalah uangku!’

Keesokan paginya, aku benar-benar mengajak Candra ke Kantor Catatan Sipil.

Kali ini, dia benar-benar sangat panik.

Dia tetap meringkuk di tempat tidurnya dan menolak untuk pergi dengan alasan apapun.

"Sayang, ini mendadak banget, aku jadi takut nikah.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARE YOU DONE, MY DEAR?
8.4
Dahulu, Kinara egois merebut suaminya dari wanita lain demi kepuasannya sendiri. Kini, ia harus menelan pil pahit karma saat rahasia kelam terungkap. Kehadiran seorang anak yang mengaku sebagai darah daging suaminya dari masa lalu menghancurkan segalanya. Merasa dikhianati dan tidak sanggup menerima kenyataan tersebut, Kinara akhirnya memutuskan untuk bercerai. Ia pun memulai langkah baru demi menuntut keadilan dan melancarkan aksi balas dendam.
Sampul Novel Collateral Fate
9.5
Letnan Arya Pradipta dari pasukan khusus mengemban misi berisiko tinggi demi menyelamatkan Alana Weston, relawan yang diculik teroris internasional. Namun, operasi rahasia ini berubah menjadi perjuangan hidup mati saat mereka terjebak di zona musuh yang berbahaya. Arya segera menyadari bahwa penculikan Alana bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan bagian dari konspirasi politik besar yang mengancam keselamatan mereka di tengah pelarian.
Sampul Novel Gadis Pengantar Tidur
8.5
Richard tersenyum puas setelah berhasil menjual seorang wanita demi uang. Maria, wanita malang yang menjadi korban penipuannya, kini terjebak dalam situasi pelik di kamar dua kosong satu. Ia terpaksa mengemban peran sebagai gadis pengantar tidur bagi seorang pria bernama Mark. Di balik kemewahan yang ada, Mark ternyata menderita gangguan insomnia parah. Maria kini harus menghadapi takdir baru melayani pria tersebut akibat pengkhianatan Richard.
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Terjebak utang, Kiara Mauren menawarkan diri untuk bekerja demi melunasi kewajibannya. Namun, Ken justru menyodorkan map berisi surat perjanjian nikah kontrak. Meski terpesona oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya ditolak. Kiara bimbang karena ia sudah memiliki calon suami, tetapi Ken tidak memberi pilihan lain. Di tengah ketegangan itu, Ken tak mampu mengalihkan pandangan tajamnya dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Upacara janji nikah yang seharusnya menjadi ajang kampanye Baskara berubah jadi pengkhianatan. Aku dibius dan melihatnya menikahi selingkuhannya di depan para elite. Setelah tujuh tahun pengorbananku membangun kariernya, dia justru menyebutku tidak berguna. Namun saat perceraian tiba, Baskara berpura-pura amnesia akibat kecelakaan dan memohon agar aku tidak pergi. Dia ingin bermain sandiwara, maka aku akan memastikan dialah yang hancur dalam permainan ini.
Sampul Novel Permainan Rahasia Istriku
8.8
Cassandra terjebak dalam dilema besar saat Randa mengancam akan membongkar rahasia kehamilan dan hubungan gelap mereka. Intimidasi Randa membuat Cassandra ketakutan, karena skandal ini berisiko menghancurkan rumah tangganya. Kini, masa depan pernikahannya berada di ujung tanduk. Akankah Alfian sanggup memberikan maaf setelah mengetahui pengkhianatan pedih yang selama ini disembunyikan istrinya? Simak perjuangan pelik dalam kisah rumah tangga penuh rahasia ini.