Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Amnesia

Amnesia

Terbangun dalam kondisi hampa, aku mendapati diriku terperangkap dalam ketidaktahuan yang menyesakkan. Saat mata ini terbuka, segalanya terasa asing; mulai dari ruangan yang kutempati hingga wajah-wajah yang menatapku dengan penuh harap. Tidak ada satu pun memori yang tersisa untuk menjelaskan siapa mereka atau di mana aku berada. Bahkan, bayangan di cermin pun terasa seperti orang asing, meninggalkan pertanyaan besar mengenai identitas asliku yang hilang.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3, Tidak! Dia Bukan Putriku. ]

[ Normal ]

Malam ini makan malam di keluarga Ali terkesan dingin, karena semua orang hanya diam dan memakan makanan mereka, hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Tidak seperti biasanya, kini mereka semua merasa canggung dengan Keyla.

Dulu sebelum Keyla mengalami kecelakaan dan akhirnya koma yang berujung dengan Amnesia. Dia adalah perempuan yang ceria dan cerewet, usil tidak pernah bisa diam, tapi kini ia menjadi kebalikannya.

Keyla yang sekarang berbeda bagi semua orang, tidak lagi ada Keyla yang cerewet, Keyla yang blak-blak'kan jika berbicara, Keyla yang jahil.

Kini hanya ada Keyla yang pendiam, tidak banyak bicara. Tidak ada senyuman di wajahnya, hanya ada wajah datar dan terkesan dingin.

"Aku sudah selesai, aku mau ke kamar." kata Keyla datar lalu bangkit dari kursinya.

"Biar Aku antar." Ali pun ikut bangkit dari kursinya.

Keyla memandang Ali dengan tatapan datar tanpa ekspresi, "tidak perlu aku tau di mana letak kamarku." katanya dingin dan berlalu dari ruang makan meninggalkan semua orang.

"Mama ... Lea malam ini tidur sama Mama ya," pinta Azalea mengikuti langkah kaki Keyla.

Keyla tidak menghiraukannya dan terus berjalan menuju lantai atas kamarnya. Tidak mempedulikan Azalea yang sedari tadi mengoceh, hingga akhirnya ia sampai di kamar.

Keyla mendudukkan dirinya di ujung ranjang memperhatikan Azalea yang berusaha naik ke atas ranjang tanpa ada niatan untuk membantunya. Hingga akhirnya Azalea berhasil naik dan hendak memeluk Keyla, tapi sayangnya Keyla menepis tangan Azalea membuat Azalea terjatuh dan untungnya masih di atas ranjang.

"Pergi!" katanya datar dan dingin.

"Tidak mau Lea 'kan mau tidur sama Mama malam ini." kata Azalea setelah ia sudah berhasil kembali duduk di kasur dengan benar.

"Tidak! Pergi sekarang dari sini!" kata Keyla mengusir Azalea dari kamarnya. Saat ini ia hanya ingin sendiri tanpa ada gangguan dari siapapun, sekalipun itu Azalea -yang katanya anaknya-

"Aku ingin bersama Mama ... hiks Mama jahat." kata Azalea menangis sesegukan.

"PERGI DARI SINI! DASAR ANAK CENGENG!" Bentak Keyla pada Azalea.

Azalea mundur ke ujung kasur, ia takut melihat Ibunya membentaknya. Ia menagis sesegukan membuat Keyla semakin geram. Entah mengapa Keyla merasa dadanya sesak saat melihat Azalea menangis, tapi saat ini yang ia butuhkan hanya sendiri.

***

"Uhuk ... uhuk ... " Ali yang sedang makan pun tersedak saat mendengar teriakan Keyla dari lantai atas. Dengan buru-buru ia langsung bangkit dari kursinya dan berlari ke lantai atas.

"Ada apa?" tanya Ali panik, ia mendekati Azalea yang berada di kasur yang menangis terisak.

"Bawa dia pergi dari sini." kata Keyla datar.

Ali menggendong Azalea, "apa yang terjadi Keyla? Lea ingin tidur denganmu."

Keyla menatap Ali tajam, "aku tidak suka dia ada di sini. Dia dari tadi tidak bisa diam, cerewet." kata Keyla tak kalah tajam dari tatapan matanya.

'Heh bukannya dulu Keyla juga cerewet? Tapi sayang dia tidak mengingat hal itu.'

"Keyla aku tau kamu Amnesia dan tidak mengingatnya, tapi bisakah kamu bersikap lembut pada Lea."

"Tidak!"

"Dia putrimu, Keyla. Putri kita."

"Tidak. Dia bukan putriku!"

"Keyla ada apa denganmu, sayang. Tadi kamu bersikap lembut pada Lea?" tanya Ali bingung.

"Kamu pikir aku bisa menerima ini dengan mudah, hah!" kata Keyla dengan nada sinis.

Ali terdiam menatap Keyla sendu, ia heran akan perubahan Keyla. Tadi ia bisa bersikap lembut pada Azalea bahkan mau menggendongnya, tapi kenapa sekarang malah tidak mau jika Azalea tidur bersamanya.

"Kamu pikir ini mudah, bayangkan jika kamu yang menjadi aku. Kamu terbangun di rumah sakit, kamu tidak mengenal dirimu sendiri, lalu tiba-tiba seorang pria mengaku bahwa ia adalah suamimu, dan lagi ia membawa anak kecil yang katanya itu anakmu. Bagaimana kamu bisa menerima itu semua padahal kamu tidak mengenal mereka hah!" bentak Keyla saskastik.

"Belum lagi saat kamu pulang kamu di kejutkan dengan orang yang yang tidak kamu kenal mengaku sebagai saudara, sahabat. Mereka membicarakan hal yang tak kamu mengerti sama sekali, semua orang mengaku mengenalku, tapi nyatanya aku tidak mengenal mereka sama sekali. Apa yang akan kamu lakukan?" kata Keyla panjang lebar, itu adalah ucapan terpanjang Keyla selama ia sadar dari tidur panjangnya, koma.

"Keyla --- "

"Stop!! Dan pergi dari kamar ini!" teriak Keyla menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.

Ali menatap Keyla nanar lalu keluar dari kamar dengan menggendong Azalea yang ketakutan di dekapannya. Ia tau apa yang Keyla rasakan pasti sulit menerima kenyataan ini.

Keyla menjatuhkan dirinya di ranjang, ia tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya. Ia merasa bahwa semua ini salah, tidak seharusnya ia berada di rumah ini dan tinggal bersama mereka yang tidak ia kenal sama sekali.

[ Keyla Achazia ]

Aku tidak tau kenapa aku begitu mudah percaya dengan Ali, dan mau di bawa pulang ke rumahnya. Aku kira semua ini akan mudah, aku bisa menerima Ali dan Azalea. Tapi setelah tadi siang aku bertemu banyak orang asing yang mengaku sebagai sahabat dan saudaraku, aku merasa ini salah. Salah karena tidak seharusnya aku percaya begitu saja pada Ali, dan mau pulang ke rumahnya dengan mudah.

Aku mengacak-ngacak rambutku frustasi, lalu merebahkan diriku di ranjang. Aku hanya ingin sendiri, tapi tadi Azalea menggangguku. Aku tidak suka dia, dia sangat cerewet dan manja.

Kupikir tadi aku akan bisa menerima Azalea, karena tadi saat perjalanan pulang ia hanye duduk diam di pangkuanku, tapi nyatanya dia sangat cerewet. Aku tidak mungkin punya anak seperti dia.

Walaupun dadaku rasanya sesak saat melihat ia menangis. Tapi aku tidak boleh luluh pada anak kecil itu, aku tidak boleh kasihan melihat air matanya. Aku harus mencari tahu jati diriku yang sesungguhnya.

Aku mengemas baju-bajuku ke dalam koper, lalu keluar dari kamar. Aku sudah memutuskan untuk pergi dari rumah ini, mencaritahu siapa diriku yang sesungguhnya. Aku tidak akan percaya pada mereka lagi.

Aku turun ke lantai bawah dengan membawa koper ku.

"Nyonya ... nyonya mau ke mana?" tanya salah satu pelayan berlari menghampiriku.

Tapi aku tidak memperdulikan mereka dan terus berjalan menuju pintu utama rumah ini.

[ Aliando Scott Clifford ]

"Maaf Tuan ... Nyonya sepertinya akan pergi, tadi saya lihat Nyonya membawa koper keluar dari kamarnya Tuan." kata salah satu pelayan seraya menunduk.

"Jaga Lea, aku akan melihat Keyla." kataku pada pelayan itu, ia hanya mengangguk.

Aku bangkit mengecup kening Azalea yang sudah tertidur lalu berlari keluar kamar dan turun ke bawah, aku bisa melihat Keyla yang berjalan menuju pintu utama. Apa lagi ini Tuhan?

Tidak! Keyla tidak boleh pergi dari rumah ini. Aku berlari mengejarnya dan langsung memeluknya dari belakang. Aku bisa merasakan tubuh Keyla yang menegang saat aku memeluknya.

"Ku mohon jangan pergi." bisikku padanya.

Keyla hanya diam tidak menjawab ucapnku, tapi ia berusaha melepas pelukanku. Aku tidak akan melepaskannya, "apa mau mu? Jangan tinggalkan aku, Sayang."

"Aku tidak bisa di sini dan tinggal bersama orang-orang yang tidak aku kenal!" katanya datar dan dingin sama seperti biasanya.

Aku menghela nafas panjang. "Baiklah, ayo ikut aku." Aku melepaskan pelukanku dan menarik tangannya keluar rumah.

Dia tidak memberontak saat aku menarik tangannya dan menyuruhnya masuk ke mobil, dia hanya diam dan menurut. Aku akan mengajaknya ke Apartemen, jika ia tidak mau tinggal di rumah ini lebih baik ia tinggal di Apartemenku 'kan?

"Ini Apartemen siapa?" tanyanya membuka suara saat kami sudah sampai di Apartemen.

"Apartemenku. Maafkan aku, aku benar-benar tidak tau jika mereka semua akan datang ke rumah." kataku menyesal. Jika aku tau mereka tadi akan melakukan penyambutan konyol itu aku pasti sudah mencegah mereka.

"Hn." jawabnya hanya bergumam tidak jelas.

"Kamu bisa tinggal di sini, jika tak ingin tinggal di rumah."

"Hn."

Aku mendengus, ke mana Keyla-ku yang dulu? Keyla yang cerewet. Bukan Keyla yang dingin dan datar seperti ini.

TBC

Sorry for typo !!

Thanks for reading !!

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NJJ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NJJ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Selama ini aku rela menyokong finansial Mas Arya, bahkan menghidupi ibu dan adiknya saat gajinya tak mencukupi. Namun, pengkhianatannya dengan menikah lagi menjadi titik balik bagiku untuk berhenti peduli. Kini, biarlah ia memikul beban keluarga itu sendirian agar menyadari peranku yang selama ini ia remehkan. Aku enggan terus terjebak dalam pernikahan beracun ini. Masa depanku masih panjang, dan aku berhak mencari kebahagiaan tanpa dirinya lagi.
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun membina rumah tangga dengan Reynald tak membuat Riana bahagia. Alih-alih cinta, ia justru terjebak dalam lingkaran KDRT dan tekanan dari Mayang, ibu mertuanya yang membenci Riana karena belum juga memiliki keturunan. Penderitaannya mencapai puncak saat kehadiran wanita lain merusak pernikahan mereka. Merasa lelah dengan segala pengkhianatan dan kekerasan yang dialaminya, Riana akhirnya mengambil langkah tegas untuk mundur dan pergi.
Sampul Novel I'm Sorry, Rachel
8.7
Rachel terbiasa menderita akibat kebencian ibunya yang menganggap kelahirannya sebagai kesalahan masa lalu. Hidupnya kian hancur saat dipaksa menjadi tumbal keluarga dengan menikahi putra bungsu keluarga Halim yang berkebutuhan khusus. Namun, suaminya, Fahlan, ternyata menyimpan rahasia besar yang menyakitkan. Di tengah pengabaian Fahlan terhadap dirinya dan anak mereka, Rachel harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dunia memang kejam dan karma itu nyata.
Sampul Novel Kehamilanku Adalah Harapanku
7.9
Lae adalah yatim piatu yang berjuang hidup dengan bekerja di butik Miralis setelah orang tuanya tewas kecelakaan. Di sana, ia menjalin cinta dengan Reza, putra pemilik butik. Namun, restu keluarga Reza tidak kunjung datang hingga hubungan mereka kandas. Di tengah kepedihan, Lae menyadari dirinya hamil. Bukannya membela, Reza justru menyuruhnya menggugurkan kandungan itu. Kini, Lae harus memilih antara menuruti Reza atau mempertahankan darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Kehilangan Kendali Atas Kegilaanku
9.3
Di bawah kegelapan larut malam, sebuah tindakan nekat terjadi di atas kursi taman. Sambil menatap sesosok pria berotot setinggi dua meter yang memperhatikannya, seorang wanita memilih untuk memuaskan hasratnya sendiri tanpa ragu. Ia sadar sepenuhnya bahwa aksi impulsif ini sangat gila, namun tatapan intim dan situasi berisiko tersebut justru memicu sensasi menantang yang tak tertahankan. Kehilangan akal sehat, ia kian tenggelam dalam gairah yang membuatnya candu dan mustahil untuk dihentikan.
Sampul Novel KIBAS DASTER BUNDA
8.0
Dona, ibu tiga anak yang telah menikah selama 17 tahun, sering disepelekan karena penampilannya yang hanya berdaster dan dianggap kuno oleh putri sulungnya, Sakura. Di tengah tekanan ekonomi akibat krisis di kantor suaminya dan tuntutan keluarga yang tinggi, Dona harus berjuang sabar. Namun, rasa jenuh sang anak memicu tekad Dona untuk bertransformasi. Ia memutuskan mengungkap rahasia masa lalunya demi membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi sosok luar biasa bagi keluarga.