
AMARAH DALAM SELUBUNG
Bab 2
KENYATAAN ITU PERIH
Hari berganti bulan berjalan, kehidupan Riana dan Amran makin mesra saja. Bisnis jual beli mobilnya laku keras.
Riana sengaja mendukung usaha jual beli mobil milik suaminya karena ia tidak ingin kehadirannya sebagai istri ke dua justru mengganggu perekonomian Amran dan istri nya yang lain. Ia ingin hubungannya bisa terus berjalan baik-baik saja dan tidak ada hambatan apapun. Riana tidak ingin istri Amran yang di Jawa tahu perihal keberadaannya. Itu sebabnya Riana bekerja keras mendukung dan mengupayakan kemajuan bisnis suaminya itu.
Riana terus berjuang mulai dari mencarikan penjual mobil hingga memperkenalkan teman temannya yang mau membeli mobil. Semua usaha Riana lakukan.
Tidak semua orang setuju dengan poligami, tidak semua orang bisa menerima wanita kedua yang hadir di pernikahan yang telah terbangun, apapun alasannya.
Itulah mengapa Riana memperkenalkan Amran dengan teman-temannya di Banjarmasin ini. Karena relasi Amran tidak banyak di sini.
Hari ini jadwal Amran bertemu koleganya, sebuah mobil innova berhasil di nego dan siap di ambil, hebatnya lagi pembelinya pun telah siap.
Harga mobil di pedalaman Banjarmasin bila dijual di Jawa lumayan laku dengan harga tinggi. Tinggal menambahkan sedikit perawatan dan mengurus surat-surat saja.
Amran telah tiba di Banjarmasin dan eksekusi mobil pun telah selesai. Meskipun melalui perjuangan yang tidak mudah hingga menuju tempat mobil tersebut berada.
Dalam letihnya ia ingin sekali beristirahat.
Usai percintaan mereka tergelar, mereka pun lelap dalam gairah yang telah mereda.
Hingga tengah malam Riana terbangun saat Amran ada di sampingnya dan sedang tertidur pulas. Ia hendak ke kamar mandi namun melihat baju Amran yang terjatuh dari gantungan di dinding kamar.
Riana tergopoh ingin mengambilnya, ada struk BNI terjatuh...
Tertera saldo1. 750.000.000 Riana sibuk menghitung nominalnya.
Dikerjapnya kelopak matanya tak percaya. Seumur hidup baru kali ini Riana melihat nominal sebanyak itu di struk ATM sebuah bank swasta. Saldo tabungan sebanyak itu milik Amran suaminya.
Sebuah hp tergeletak...
Pelan Riana mencoba meraihnya...
Ia buka, tanpa kunci ternyata.
Chat whatsapp dilihatnya, ada nama umik dan nama pelakor.
Terkejut Riana,....
Arman menggeliat, Riana takut Arman terbangun dikembalikannya HP ke dalam saku bajunya.
Malam itu Riana resah..
Ia ingin menuntaskan keingintahuannya namun sulit, ia takut Amran terbangun dan usahanya untuk mengetahui menjadi gagal.
Pagi tiba, di meja makan terhidang kopi hitam dan sarapan untuk Armannya.
Mereka berbincang sambil bercanda, namun gurat tidak serius nampak di wajah Riana.
"Kamu sakit, ?" Tanya Amran sepenuh perhatian tapi.sayang Riana tidak lagi berkeinginan memperhatikan perhatian tersebut.
"Ach.... Enggak," tepis Riana berpura pura.
Padahal hatinya luar biasa gelisah..
"Aku ngantuk sayang"
"Lho masih pagi kok sudah ngantuk?" tanya Riana.
"Entah aku lelah sekali."
"Gak jadi bercinta lagi nihhh?" tanya Riana menggoda. Riana sengaja menggoda suaminya demi menetralisir debar hatinya.
Amran tersenyum sambil melenggang menuju kamar.Tak biasanya Amran tidur usai sarapan, mungkin perjalanan panjang mengambil mobil malam tadi menghabiskan tenaganya.
Harum semerbak wangi bunga memenuhi isi kamar,dalam tidur Amran bermimpi wanita muda berambut panjang dan senyum mengerikan itu datang, wanita itu kembali menyeringai, taringnya tajam, giginya penuh darah, bernafsu sekali lengannya hendak mencengkeram leher Amran, mereka terlibat pergulatan panjang.Dan Amran merasa dirinya hendak terkalahkan.
Di tempat yang lain saat Riana melihat Amran telah terlelap, ia mulai membuka kembali HP Amran diam diam menuntaskan seluruh rasa penasaran. Dengan penuh ke hati hatian Riana membuka pesan tersimpan di HP milik Amran.
Betapa terkejutnya ia ketika melihat gambar profil yang diberi nama pelakor itu adalah fotonya. Ya, benar itu foto yang sama dengan foto profil yang sedang ia gunakan. Mengapa Amran menamainya dengan nama pelakor ?, tega nian Amran melakukan hal itu pada Riana?, kesalahan Riana apa ?, dosa Riana apa ?.
Ia tergeletak pasrah diujung pintu kamar yang tidak terbuka.
Sedangkan di ponselnya nama Amran ia tulis dengan sebutan yang tercinta, mengapa Amran tega menamainya pelakor.
Lalu hubungan mereka selama ini artinya apa?
Dada Riana bergemuruh. Giginya bergemelatukan menahan amarah.
"Dia itu wanita nakal mik, dia itu pelakor, umik tidak usah kuatir. Dia punya kekuatan mik, dia mampu mempengaruhi orang untuk membeli mobil yang aku jual mik. Dalam bulan ini saja aku sudah bisa menjual 17 mobil mik.." Tulis Amran pada wanita yang diberi nama umik dalam chat WA nya. Dan Riana membaca semuanya dengan hati penuh amarah. Namun bukan Riana namanya bila ia tidak mampu bersandiwara.
"Kami tidak ada hubungan apa apa santai saja,nanti kalau tunggakan kita selesai aku akan meninggalkannya" Tulis Amran lagi masih tetap dalam bincang dengan wanita yang di panggil umik tadi.
Nafas Riana demikian sesak, selama ini ia tidak pernah menuntut, ia percaya pada setiap apa yang diucapkan oleh Amrannya. Ia tidak pernah minta bagi hasil atas keuntungan penjualan mobil, baginya Amran bisa datang seperti sekarang sudah cukup membuatnya bahagia.
Biasanya usai mobil laku terjual Riana akan langsung diberi satu juta oleh Amran, itu saja sudah cukup baginya.
Riana meradang, air matanya berlinang, laki laki yang bers*t**h dengannya menyebut dirinya PELAKOR padahal ia melayaninya dengan sepenuh hati. Sepenuh cinta.
Hati Riana sakit tak terkira. Ia mulai berfikir untuk membalas. Ia memandangi Amran dengan tatapan penuh rasa jengah.Laki-laki yang dicintainya, yang dengannya ia rela menjadi istri ke dua justru menamainya PELAKOR.
Apakah mereka mengira menjadi istri ke dua itu enak?
Kalian salah!
Istri ke dua itu harus banyak berkorban, tentang waktu dan jumlah jam, tentang hati dan perasaan juga tentang jatah senyuman dan uang.
Istri ke dua yang benar-benar mau dinikah jelas berbeda dengan pelakor ya. Pelakor jarang berfikir membaikkan, pelakor itu ingin menghancurkan, ingin merebut secara utuh, seluruhnya,100 persen. Pelakor bukan selalu istri ke dua dan jelas istri ke dua Bukan pelakor.
Dan Riana marah ketika lelaki yang ia percaya menyebutnya pelakor, karena tak ada kriteria itu dalam perjalanan cintanya bersama Amran.
Ia kirim nomer istri dan anak anak Amran ke ponsel pribadinya.
Usai melakukan aksinya Riana menghapus semuanya dan kembali meletakkan hp Amran pada tempatnya.
Riana berfikir keras bagaimana menghancurkan Amran dan kesombongannya.
Sementara di dunia yang lain Amran terus berkejaran dengan wajah Riana, hingga jari kelingking Amran terkena gigitan makhluk mirip Riana, darahnya mengucur dan ujung jemarinyapun patah.
Amran terbangun sambil berteriak, Riana yang sedari tadi duduk disebelah terkejut bukan kepalang.
"Kenapa?"
"Aku bermimpi, jemariku ada yang berdarah," ujar Amran menyentuh ujung kelingkingnya.
Kelingkingnya utuh, tanpa luka.
Amran tidak sadar disampingnya Riana menyeringai...
Ingin menerkamnya.
Anda Mungkin Juga Suka





