Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel ALFARO | Berandal gilaku

ALFARO | Berandal gilaku

Keenan Alfaro seorang anak yatim piatu yang hidup sendiri sejak usia 9 tahun. Bukan hal yang mudah untuknya bisa bertahan sampai usianya menginjak 18 tahun dan duduk dibangku SMA. "BERANI, LAWAN!! GAK BERANI, PULANG!! COWO JANGAN NANGIS!!" Kalimat satu-satunya yang terlontar dari mulut papanya yang membuatnya bertahan menghadapi kerasnya hidup. Tumbuh dengan tanpa pengawasan orang tua menjadikannya pribadi yang urakan dan playboy. Tak takut kepada siapapun dan tak takut menghadapi apapun. Tak pernah menangis hanya karena tubuhnya terluka dan berdarah. Pengecualian yang membuatnya menitikan air mata. Cewe! Mutiara namanya. Murid terpintar seangkatannya yang duduk dibangku kelas 11. Satu-satunya cewe yang meluluhkan hati Keenan diantara ribuan cewe yang ada di jagat raya ini. Keenan, murid beasiswa ini kembali harus duduk di kelas 12 karena satu hal dan menjadi saingan Mutia. --‐‐----------------------------------------------------------------- "Berat?" Tanya Keenan tepat di depan wajah Mutia saat tubuhnya menindih tubuh mungil cewenya ini. Nafasnya menguar mengeluarkan wangi mint yang khas. Mutia menggeleng "Yang berat itu jadi pacar kamu" Bagaimana tidak, seumur hidupnya tak pernah menyangka jika dirinya akan berakhir mendapatkan pembulian di kelas 12 setelah dirinya meminta Keenan untuk mempublikasikan statusnya. --------------------------------------------------------------------- Keenan Alfaro si kere ini memanfaatkan wajah tampannya juga kepintarannya untuk memeras para cewe-cewe kaya di sekolahnya. Rayuan gombalnya membuat mereka tak pernah merasa dimanfaatkan. Tak terima dengan pengakuan yang Keenan buat, para cewe itu mengamuk dan berakhir membuli Mutia. Bukan hanya dari kalangan para cewe, para cowo pun ikut membuli Mutia karena dari mereka banyak yang menjadi sasaran empuk kepalan tangan Keenan. Cowo itu tak terkalahkan dalam hal apapun termasuk adu jotos. Si BERANDAL GILA, itulah sebutannya. Mutia kini menjadi sasaran balas dendam mereka. Akankah Mutia bertahan? Atau malah menyerah??
Bab
Bagikan

Bab 2

Bughh!!

Baghh!!

Bughh!!

Di gang sempit ini seorang pria paruh baya menghantam seorang anak laki-laki secara membabi buta.  Sehingga anak yang masih memakai seragam putih abu itu tersungkur beberapa kali ke trotoar. Jas hitam dengan branded terkenal itu masih melekat di tubuhnya. Dia dikenal bengis, apapun yang keluar dari mulutnya merupakan perintah yang tak bisa dibantah.

Namanya Almahendra Widjaya Kusuma, seorang pemimpin yayasan dari Rumah Sakit Widjaya Kusuma Center.

"Mau jadi apa kamu, anak bodoh!!!"

Buggh!!

Hantaman demi hantaman melayang begitu saja mengenai tubuh anak SMA itu. Tapi tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Apalagi balasan pukulan. Anak itu terlihat malas meladeninya.

"Pulang!!" Titah Almahendra pada akhirnya. Anak itu bangkit, menyusut darah di sudut bibirnya yang kemudian menunjukan satu sunggingan tipis. Senyum dengan ledekan. Huufth!!

Membuang nafasnya kasar, si anak yang katanya bodoh itu melengos begitu saja.

Shakti namanya.

"Anak sialan!! Bisanya cuma malu-maluin orang tua!!" Katanya, mendekat lalu...

Buggh!!

Bruugghh!!!

Bersamaan dengan itu Shakti tersungkur di bawah kaki anak seumurannya yang juga memakai serangam yang sama.

"Sshhh! Ashuuu!!!" Umpat anak laki-laki yang sedang duduk santai di warung pinggir jalan. Membuang puntung rokoknya ke sembarang arah, anak itu berdiri menatap Shakti yang masih enggan berdiri, lalu tatapannya beralih pada Almahendra yang mulai mendekat, hendak mencengkram baju seragam anaknya. Namun sayangnya anak laki-laki itu sudah menepis tangan Almahendra terlebih dulu,  membuat pria paruh baya itu melotot.

"Jangan ikut campur kamu!!" Katanya menunjuk wajah anak laki-laki itu dengan telunjuknya. Lagi, anak yang tak kenal takut itu menghempaskan tangan Almahendra dengan kasar. "Semua yang datang ke gue, milik gue!!" Ancamnya, yang membuat Almahendra mendengus kesal.

"Gak ada atitude!" Pungkasnya yang langsung pergi begitu saja, malas meladeni anak bau kencur ini. Berjalan menjauh sampai dibelokan gang dan tak terlihat lagi penampakannya. Sementara Shakti menggeliat dibawah sana, mencoba untuk bangun.

"Wooii, bangun lo!" Anak laki-laki itu menyepak badan Shakti yang mulai mencoba berdiri dengan kaki kanannya.

"Bu, rokok sama kopi yang tumpah tadi dibayar sama anak ini yaa" ucapnya tanpa kompromi, dia meninggalkan Shakti yang akhirnya berdiri. Duduk dibangku, menatap kepergian anak yang gak kenal takut tadi.

"Jadi dibayarkan?"  Tanya si ibu penjaga warung yang membuat Shakti terpaksa mengeluarkan selembar uang berwarna merah di dompetnya. "Totalnya jadi berapa bu?" "Lima belas ribu"

"Cuma segitu?"

"Iya"

Shakti menyodorkan uang itu dan diterima oleh si ibu penjaga warung. Belum sempat si ibu penjaga warung menjelaskan bahwa disana tidak ada kembalian, Shakti kembali berucap. "Kembaliannya simpen aja bu buat dia  kalau kesini lagi"

"Oh, iya. Emang dia itu tiap hari kesini. Seringnya ngutang, hihiii" si ibu cekikikan, tak masalah baginya.

"Ibu kenal?" Tanya Shakti kepo. Dia duduk bersandar, tangannya merapikan bajunya yang berantakan.

"Kenal, dia itu sebatang kara. Tapi anaknya pinter, bisa sekolah karena beasiswa.  Anaknya urakan, bukan kutu buku, hihiii" lagi, si ibu penjaga warung tertawa geli "untung kamu gak kena tinjunya, kalo kena bisa babak belur lebih dari ini" Jawaban panjang lebar si ibu penjaga warung membuat Shakti cengir, menggaruk ujung alisnya yang tak gatal. Setelah berbincang singkat Shakti kembali menyusuri gang kecil, keluar dari gang itu menuju jalan raya dimana motornya terparkir disana. Melaju dengan kecepatan sedang, Shakti sampai di rumahnya sendiri.

"Shakti, kenapa jam segini baru pulang sayang?" Mami Venna menyambut dengan kedua tangannya, kemudian menangkup wajah anaknya yang berantakan dengan tangan lembutnya. "Kamu berantem lagi?" Tanyanya untuk ke sekian kalinya.

Memang, maminya ini gak tahu kalau Shakti bukan berantem, melainkan dipukul oleh papinya sendiri. Shaktinya juga siih gak pernah ngomong, dia cendrung pendiam, tapi noyod. Setiap kali Shakti pulang dengan keadaan yang berantakan, mami Venna dengan sabarnya mengobati anak kesayangannya ini. Anak yang jauh dari kata pintar, tapi bukan bodoh juga yaa. Iya, karena itulah alasan satu-satunya Almahendra sang papi selalu memukul Shakti. Jengkel, malu dan frustasi punya anak bodoh seperti Shakti katanya.

SMA Mutiara__

"Cuma gara-gara babak belur gini gak mungkin lo ngelewatin balapan kan? Nanti malem kita gass!!" ucap Anggara yang duduk disebelahnya, menepuk bahu Shakti. Sedangkan Shakti hanya diam saja, seperti biasa. Kali ini lebih tertarik dengan bisikan-bisikan para cewe-cewe di kelasnya yang membuat Shakti melirik  mereka dengan ujung matanya.

'Ehh ehh tau gak, nilai UTS matematika udah keluar lho, udah di pajang di mading'

'Iya, gue udah liat tadi pagi. Udah gak aneh siih si Berandal Gila itu nilainya teratas'

'Bener, gue juga udah tau. Apa gue pacarin aja ya dia, biar nilai gue juga ikut naik, hihiii'

'Eh, lu hati-hati dia matre, njirr!!'

'Gak apa-apa duit bokap gue banyak!, hahaa' Ttreettt!!

Bel istirahat berbunyi, semua anak yang ada di dalam kelas berhamburan keluar. Tujuannya kekantin dong pastinya, karena cacing di perutnya udah minta jatah semua.

Tidak dengan Shakti, anak ini pergi ke lapangan basket, mengambil bola dan memasukan bola itu beberapa kali ke ring. Ditengah permainan bola basketnya pikirannya melayang, mengingat kejadian kemarin saat dia dipukul oleh papinya. Bukan pukulannya tapi alasannya. Kali ini dia tau alasannya apa, alasan yang tak pernah dia tanyakan sebelumnya. Ternyata papinya udah tau lebih dulu nilai matematika hasil ujian tengah semester minggu lalu. Hasilnya mengecewakan. 'Apa yang diharapkan darinya? Kenapa papinya begitu terobsesi dengan nilainya?' Batinnya.

"Shaktiii!!!" Teriakan itu terdengar seantero. Semua makhluk bumi di sekolah itu menatap ke arahnya yang melambaikan tangan dengan penuh percaya diri ke lapangan dimana Shakti berdiri dengan laganya yang sok cool. Shakti berdiri di tengah lapangan dengan kemeja yang dua kancing atasnya terbuka. Wajahnya dingin, memberikan kesan jutek tapi menarik karena pahatan wajahnya nyaris sempurna. Semua orang mengakuinya. Tapi sayang, cowo dingin ini tak tersentuh.

Dengan langkah penuh percaya diri, Salsa mendekat berjalan ke lapangan. Cewe dengan rok setengah paha itu menenteng satu botol air mineral dan menyodorkannya pada Shakti. Bukannya menerima air itu, Shakti menatap aneh pada Salsa. Telapak tangan kanannya bertengger di pinggangnya sedangkan tangan kirinya menekan bola basketnya ke pinggang. "Ini, minum" kembali, Salsa menyodorkan minum itu namun Shakti mematung, tak bergerak sama sekali. Jangan lupa tatapannya. Sulit diartikan.

"Makasih cantik" tiba-tiba seorang cowo menyambar botol di tangan Salsa dan meneguk airnya. "Ahhh, seger!!" Dia menutup botol itu, mengulurkan tangan kanannya ke Salsa. "Gue Keenan. Ehmm..maksudnya si Berandal gila" ajaknya berkenalan. Sementara Salsa masih mematung. Ini cowo yang dia deketin sebulan yang lalu dingin banget, tapi malah ada cowo yang dengan senang hati mendekat.

Sekejap cewe itu bingung harus berbuat apa. "Sosial tiga" lanjutnya menunjuk ke ruangan atas, di lantai tiga yang artinya kelas 12 IPS3. Sebenarnya kalo udah disebutin si berandal gila, Salsa tau. Emang terkenal sama prestasinya tapi gak tau yang mana wajahnya. "Salsa sosial satu kan?" Tanya Keenan sengaja, membuat Salsa mengatupkan bibirnya menahan senyum. 'Kok bisa tahu?' Batinnya.

Ya iyalah, bukan Keenan namanya jika segala sesuatunya tidak dipersiapkan dengan mateng. Ya! Keenan mencari tahu dulu siapa cewe itu sebelum berkenalan. Hingga siapapun pasti merasa jika Keenan tertarik sama dia, begitupun dengan Salsa. Shakti mengalihkan tatapannya ke samping. 'Gak salah lagi dia anak yang kemarin ada di warung yang ada di gang' batinnya.

"Lo--" kata Shakti menunjuk wajah Keenan. "Apa?!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan
9.0
Keira Kastari Naryadinata menjalani tujuh belas tahun hidup penuh perjuangan hanya bersama ibunya. Namun, dunianya runtuh saat sang ibu wafat, meninggalkannya sebatang kara. Selama ini, ia dibuang oleh ayahnya yang angkuh, Kastara, hanya karena ia perempuan. Tiba-tiba, Kastara muncul memohon maaf dan mengajaknya kembali pulang ke ibu kota. Benarkah pria egois itu telah berubah? Keira kini terjebak antara rasa benci masa lalu dan harapan akan keluarga yang baru.
Sampul Novel ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
8.0
Farah Maharani, gadis desa berusia dua puluh lima tahun, terjebak situasi sulit hingga terpaksa menyewakan rahimnya kepada pengusaha bernama Kairo Juang. Keputusan ini bermula dari Salsa, istri Kairo, yang lelah dihina mandul oleh orang-orang di sekitarnya. Demi mendapatkan keturunan, Salsa merelakan suaminya menikahi wanita lain. Meski awalnya kesepakatan ini berjalan lancar tanpa kendala, sebuah malapetaka besar tiba-tiba datang mengancam kehidupan mereka.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta, Ini Hanya Kontrak
7.9
Demi menyembunyikan kelemahan pribadinya, Arga Satria Wicaksana memutuskan untuk mencari seorang istri sewaan. Tak disangka, keputusan kontrak tersebut membawa perubahan drastis dalam hidupnya. Penyakit kronis yang telah membelenggu Arga selama bertahun-tahun secara ajaib mulai membaik berkat kehadiran wanita yang ia bayar tersebut. Hubungan formal ini pun menjadi kunci kesembuhan yang selama ini mustahil ia dapatkan dari pengobatan mana pun.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, seorang pemuda rupawan, mendapatkan kesempatan langka untuk bangkit kembali demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Ia terlempar melintasi waktu menuju tahun 2001. Di masa lalu tersebut, Hades tidak menyia-nyiakan peluang emas yang ada. Ia menyusun strategi cerdik guna mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas zaman ini menjadi awal bagi Hades untuk mengubah nasib serta membalas semua ketidakadilan.
Sampul Novel Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
8.4
Hati Aisyah hancur saat suaminya meminta izin untuk menikahi sahabat baiknya sendiri. Meski terluka, ia memilih bertahan dan mengizinkan poligami tersebut demi keutuhan rumah tangga. Namun, kehidupan barunya justru penuh penderitaan karena sang imam bersikap dingin dan enggan memberikan kasih sayang padanya. Di tengah perlakuan kasar dan kata-kata menyakitkan, Aisyah harus menguji kesabarannya. Sanggupkah ia tetap bertahan dalam pernikahan yang tidak adil ini?
Sampul Novel Paman Terobsesi Padaku
8.3
Dahulu, hidup Serena terasa sempurna bersama Paman Xavier dan kedua orang tuanya yang penuh kasih. Namun, tragedi kematian orang tuanya mengubah segalanya. Xavier mendadak menjadi sosok posesif yang mengekang seluruh ruang gerak Serena. Pria itu berubah menjadi ancaman mengerikan; ia bisa bersikap lembut jika dipatuhi, namun tak segan mengancam dengan pisau saat dibantah. Serena kini terjebak dalam obsesi gila pamannya yang menghancurkan hidupnya.