Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Alana's Secret

Alana's Secret

Alana, siswi SMA yang yatim piatu sejak kecil, menyimpan rahasia besar berupa kemampuan membaca pikiran dan melihat ingatan orang lain. Hidupnya yang tenang berubah saat ia harus bekerja sama dengan siswa populer bernama Sandri untuk sebuah kompetisi. Lewat kekuatannya, Na menemukan petunjuk mengejutkan bahwa orang tuanya ternyata tewas dibunuh. Bersama Sandri, ia mulai menyelidiki dalang di balik tragedi tersebut demi mengungkap kebenaran yang terkubur.
Bab
Bagikan

Bab 2

Baik Na dan Sandri tidak ada yang melepaskan pandangan mereka. Dan karena hal itu, siswa yang lain merasa kesal dan menatap dengan penuh amarah terhadap Na. Andre bisa merasakan amarah siswa-siswa wanita yang lainnya dan Andre pun segera mencoba untuk menghentikan tatapan mereka.

Andre menepuk pundak Na dengan pelan dan berkata. “Na, apa yang kamu lakukan? Cepat hentikan apa yang kalian lakukan atau gadis-gadis itu akan mengamuk.”

Na segera memandang ke segala arah kemudian melihat ke arah Andre. “Apa yang kamu katakan Ndre?” tanya Na.

Andre tidak menjawab apa-apa, akan tetapi Andre sedikit melirik ke arah teman-teman di kelas Na. Na pun akhirnya melihat ke arah mereka semua dan melihat tatapan kebencian dari mereka. Sandri juga ikut melihat apa yang dilihat Na.

Lalu Na segera menyudahi tatapannya pada teman-temannya itu, karena dia bisa dengan jelas mendengar kata-kata kebencian yang mereka pikirkan. Na pun kembali melihat ke arah Sandri yang masih melihat siswa lain.

“Apa yang Kak Sandri inginkan dariku?” tanya Na.

Sandri kembali melihat ke arah Na dengan wajah yang tersenyum. “Kamu dipanggil oleh Bapak Kepala Sekolah untuk datang ke ruangannya sekarang,” jawab Sandri.

Tanpa menjawab dan menunjukkan ekspresi apa-apa, Na segera berdiri dan berjalan menuju luar kelas. Baik Sandri ataupun Andre melihat Na yang berjalan semakin jauh. Kemudian Sandri menoleh ke arah Andre, lalu menepuk pundak Andre.

“Aku akan ikut dengannya,” ucap Sandri.

“Iya Kak.”

Sandri dan Na pun sudah tidak lagi terlihat. Bela dan teman-temannya mulai menggunjing Na.

“Dasar wanita murahan, bisa-bisanya dia menggoda Kak Sandri,” ucap Bela dengan kesal.

Andre seketika menoleh dan menatap tajam ke mata Bela. “Apa kalian buta? Kak Sandri yang terlebih dahulu mendekat dan menatap Na, padahal Kak Sandri bisa saja mengatakannya dari jauh,” sela Andre.

Bela dan teman-temannya hanya diam dan terus menatap Andre dengan kesal. Andre mendorong meja yang ada di depannya dengan keras, lalu pergi meninggalkan kelas Na.

*****

“Apa Pak? Saya harus mengikuti lomba itu bersama dengan Kak Sandri?” tanya Na dengan nada terkejut.

“Memangnya kenapa Na, apakah kamu tidak suka jika kita berdua bekerja sama?” tanya Sandri.

Na melirik sedikit ke arah Sandri dengan wajah datar lalu kembali menatap mata Bapak Kepala Sekolah untuk mendengar apa yang ada dipikirannya.

“Apa kamu sedang mengabaikan aku?” Sandri kembali bertanya. Tapi kali ini Sandri bertanya dengan nada yang terdengar kesal.

Na menghela napas setelah dia mendengar isi pikiran Kepala Sekolah yang ternyata memang mengharapkan Na dan Sandri bisa bekerja sama dengan baik untuk lomba membuat cerita komik 2 bulan lagi. Sandri melihat Na yang menghela napas dan merasa bahwa Na benar-benar mengabaikannya.

Sandri hendak mengatakan sesuatu kepada Na. Akan tetapi di saat yang sama, Na berbicara kembali kepada Bapak Kepala Sekolah.

“Pak, gambar yang saya buat memang saya akui bagus, tapi di sekolah ini pasti ada siswa lain yang lebih hebat dari saya Pak. Ditambah lagi, jika saya bekerja sama dengan Kak Sandri, satu sekolah ini bisa-bisa melakukan hal buruk kepada saya.” Na mencoba untuk memberikan penjelasan yang masuk akal.

Sandri yang tadinya hendak bicara kini terdiam, begitu juga dengan Bapak Kepala Sekolah. Sandri mengingat kembali kejadian yang terjadi dikelas Na. Hanya tanpa sengaja saling berpandangan satu kelas sudah sangat marah. Sedangkan Bapak Kepala sekolah mengingat bahwa Na anak yatim dan tidak memiliki teman sama sekali kecuali Andre. Dan Andre juga sudah memiliki kekasih yang tidak mungkin akan selalu ada untuk Na.

*****

Na terlihat sedang melamun di salah satu warung makan. Entah apa yang ada dipikiran Na saat itu. Di sisi lain Sandri juga sedang menuju warung makan dimana Na berada.

“Argh, kenapa Mama menginginkan makanan di warung makan? Tidak tidak, setidaknya Mama bisa memesannya secara online atau meminta bantuan sopir, tapi kenapa Mama justru memintaku untuk melakukan semua ini, padahal aku harus mencari ide untuk komik daring yang akan ikut lomba,” gerutu Sandri seraya berjalan dengan enggan ke arah warung makan.

Lalu ketika Sandri hampir saja tiba di pintu masuk warung makan tersebut, Sandri melihat Na yang sedang melamun. Sandri memperhatikan Na dari jauh.

“Ada apa dengan anak itu? Apakah dia sedang melamun ataukah dia sedang melihat sesuatu?” batin Sandri.

Sandri pun hendak melihat dimana arah mata Na tertuju. Tapi sebelum Sandri mengalihkan pandangannya, tangan Na mulai sibuk merapikan barang-barangnya di warung makan itu dengan mata yang masih fokus ke depan.

Dan tidak lama kemudian Na segera berdiri dan berlari menuju arah yang sedari tadi ia lihat. Sandri juga tanpa berpikir apa-apa mengikuti Na berlari dari belakang tapi tetap menjaga jarak.

Setelah Na berlari cukup jauh, Na tiba-tiba saja melayangkan tendangan kepada seorang pria yang menggunakan pakaian serba hitam dan juga sebuah topi.

Pria itu pun terjatuh ke tanah dan di saat dia menoleh ke arah Na. Pria itu menyadari bahwa bibir bagian ujungnya berdarah. Pria itu pun menggerutu dan marah kepada Na.

“Apa yang kamu lakukan bocah tengik? Apa kamu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?” pekik Pria itu.

“Aku tahu paman siapa, paman penjahat yang sedang dikejar oleh Polisi bukan?” tanya Na dengan mimik wajah mengejek.

Pria itu semakin kesal dan segera bangun lalu mencoba memukul Na. Tapi untung saja Na dengan cepat menghindar. Pria itu pun menendang Na, tapi Na kembali berhasil menghindar. Di saat Pria itu lengah, Na memukul punggung Pria itu dengan ranting yang tidak sengaja ada di dekatnya.

Pria itu pun tertawa meremehkan Na yang dengan bodohnya memukulnya dengan ranting. “Apa kamu pikir itu akan menyakitiku? Bahkan aku tidak bisa merasakan apa-apa,” ucap pria itu.

Na menunjukkan ekspresi sedikit takut dan perlahan berjalan mundur seraya berkata. “Kenapa di dalam film laga ranting seperti itu bisa menyakiti musuh?”

“Itu hanyalah hal yang dibuat-buat oleh sutradara … tapi aku menjadi penasaran bagaimana kamu bisa tahu bahwa aku saat ini sedang dikejar oleh polisi?” tanya Pria itu yang kini sudah sampai di hadapan Na yang ketakutan.

“Itu karena Paman sendiri yang bilang bahwa paman akan melarikan diri ke luar negeri karena sudah beberapa hari Polisi mengejar Paman,” jawab Na.

Seketika Pria itu terkejut. Begitu juga dengan Sandri yang baru saja sampai di tempat Na yang sedang mengatur napas. Pria tersebut tiba-tiba saja mencekik Na dengan sangat kuat dan membuat Na kesulitan untuk bernapas. Na memegang erat tangan pria itu berharap Pria itu dapat melepaskan cekikan nya.

BERSAMBUNG~~~

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Navila terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada prajurit Erdan demi mendapatkan obat bagi ayahnya. Meski awalnya hanya rencana sekali saja, ia justru terjerat dalam keinginan sang Jenderal yang mulai jatuh hati padanya. Di tengah perseteruan dua kerajaan, mereka menyadari bahwa hubungan ini terhalang oleh waktu yang singkat. Akankah perasaan mereka mampu bertahan dan tersampaikan dengan tulus saat perang besar sedang berkecamuk di antara kedua belah pihak?
Sampul Novel Cinta Sang Ladyboy
8.4
Vanya adalah ladyboy menawan yang kecantikannya mengancam wanita tulen. Di sebuah klub, ia terpikat pada Ricardo Esteban, namun ragu akan statusnya. Pesonanya sebagai penari juga memicu obsesi Peter Hallmark, miliarder New York, serta Don Salvatore, bos mafia Italia yang ingin mengubahnya. Di balik karier MUA, Vanya terjebak dalam gelapnya perdagangan manusia. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan cinta sejati di tengah badai penderitaan tersebut?
Sampul Novel GAIRAH TENGAH MALAM
9.5
Seorang fotografer alam liar melakukan ekspedisi mendalam ke jantung hutan Amazon yang misterius. Di sana, ia bertemu dengan pemandu lokal tangguh yang memicu ketertarikan kuat sejak awal. Di balik pesona hutan hujan yang eksotis, mereka harus menghadapi berbagai rintangan berbahaya yang mengancam nyawa. Di sela ketegangan dan ancaman alam tersebut, tumbuh gairah membara yang menyatukan keduanya dalam sebuah petualangan cinta yang penuh dengan risiko dan aksi.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni pertamaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, justru melindungi wanita lain di berita. Dia mengabaikan ikatan kami demi aliansi baru dan menyebut karyaku sekadar hobi, bahkan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongannya akan menjadi senjata penghancur dirinya sendiri.
Sampul Novel Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
9.2
Lima tahun mendampingi Alpha Bram, aku hanya mendapat pengkhianatan. Saat insiden lampu gantung maut terjadi, Bram justru menjadikanku tameng demi melindungi selingkuhannya, Bella. Tubuhku hancur dan roh serigalaku lumpuh, namun Bram justru tega melakukan ritual pemutusan ikatan suci kami. Rasa sakit itu menghentikan jantungku tepat saat sebuah rahasia besar terungkap: aku sedang mengandung ahli warisnya. Kini, penyesalan Bram tak lagi berarti bagi nyawaku yang hilang.
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun pengabdian Chelsea berakhir pahit saat sang kekasih mencampakkannya di altar demi wanita lain. Namun, status gadis desa itu hanyalah kedok. Chelsea bangkit sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya dan menguasai kekayaan triliunan. Di tengah gempuran musuh yang iri akan kesuksesannya, ia justru menemukan sekutu tak terduga. Nicholas, pria yang dikenal dingin dan kejam, kini berdiri di sisinya untuk mendukung setiap langkah balas dendamnya.