Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja

Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja

Hari pernikahan yang seharusnya sakral berubah hambar saat cinta pertama sang suami datang mengenakan gaun pengantin yang sama. Alih-alih murka melihat kebersamaan mereka, sang istri justru memuji keserasian keduanya. Reaksi tenang ini membuat wanita itu menangis lalu pergi, memicu kemarahan suami yang menuduh istrinya berhati sempit. Usai resepsi, sang suami memilih membawa cinta pertamanya pergi berbulan madu. Tanpa berniat memicu pertengkaran, sang istri langsung mendaftarkan diri untuk melakukan prosedur aborsi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Reyhan tidak pulang semalaman. Aku sama sekali tidak kaget karena ini bukan pertama kalinya. Namun, setelah selesai mandi, aku malah melihat Reyhan yang pulang dengan membawa sarapan beserta Melisa yang mengikuti di belakang.

Ketika melihatku keluar, Reyhan meletakkan sarapan di atas meja dan menjelaskan, "Semalam kami main kemalaman. Melisa nggak berani sendirian, jadi aku antar dia pulang. Karena sudah tengah malam, aku nginap di rumahnya."

Melisa merangkul lengan Reyhan sambil memprovokasi, "Ya, Kak Lilies. Kamu nggak ngambek, 'kan?"

Aku hanya mengangguk tanpa merespons. Reyhan seperti merasakan sikap dinginku, jadi bertanya dengan lembut, "Kamu bilang mau nonton film yang baru dirilis itu, 'kan? Kebetulan aku nggak sibuk hari ini. Kita nonton ya?"

Film itu mendapat banyak ulasan bagus. Aku berkali-kali mengajak Reyhan pergi nonton, tetapi dia terus menolakku. Dia selalu bilang banyak pekerjaan di kantor. Namun, beberapa hari kemudian, aku malah melihat unggahan Melisa.

[ Film terbaik tentu harus ditonton dengan orang terbaik di hidupmu. ]

Yang terlihat di foto itu hanya dua tangan yang saling menggenggam dengan erat. Sekalipun tidak terlihat wajah mereka, aku tahu itu tangan siapa.

Aku bisa mencium aroma parfum wanita yang samar dari tubuh Reyhan. Kemudian, aku menolak, "Nggak usah, hari ini aku sibuk."

Setelah mendengar balasanku, Reyhan pun tampak agak panik dan ingin membujuk. Sementara itu, Melisa yang duduk di sofa, menatapku dengan tatapan lugu sambil bertanya, "Kamu mau ketemu teman kuliahmu, 'kan?"

Aku lantas menatap Melisa dengan heran. Selain aku dan pengacaraku, tidak ada yang tahu tentang perceraian yang kurencanakan. Kebetulan, pengacaraku ini memang teman kuliahku.

Saat melihatku menatapnya dengan heran, Melisa menatap Reyhan dengan panik dan berkata, "Kak Reyhan, jangan marah. Dua hari lalu, temanku bilang dia melihat Kak Lilies dengan teman kuliahnya. Keduanya terlihat ...."

Melisa sengaja berjeda, lalu meneruskan dengan sok takut, "Sangat mesra .... Tapi, mungkin saja temanku itu salah lihat. Kak Lilies sangat menyukaimu. Mana mungkin dia selingkuh."

Begitu ucapan ini dilontarkan, wajah Reyhan sontak menjadi masam. Dia langsung membanting vas bunga di atas meja dan memelototiku dengan galak.

"Lilies! Kamu nggak mau nonton denganku karena mau kencan dengan pria lain? Apa kamu nggak merasa bersalah pada anak di kandunganmu?" sergah Reyhan.

Aku hanya menunduk menatap pecahan vas di lantai. Sebelum aku menanggapi, Melisa membujuk, "Kak Reyhan, tenang dulu. Bicara baik-baik kalau ada masalah. Ini bukan salah Kak Lilies. Soalnya ibu Kak Lilies juga selingkuh, makanya ...."

Sebelum Melisa menyelesaikan ucapannya, aku mengambil kotak tisu di samping dan melemparkan ke tubuhnya. Tidak masalah jika mereka menghinaku, tetapi tidak boleh ada yang menghina ibuku!

Lengan Melisa sontak memerah karena terkena kotak tisu. Reyhan mengangkat lengannya untuk melihat. Ketika melihat ekspresi sedih Melisa, Reyhan pun membentakku, "Lilies, kamu benar-benar mengecewakan! Kalaupun yang dibilang Melisa nggak benar, kamu nggak seharusnya main tangan! Kamu nggak tahu ...."

Reyhan masih ingin menceramahiku, tetapi aku menyelanya, "Jadi, kamu tahu yang dikatakannya nggak benar?"

Ekspresi Reyhan menjadi canggung, tetapi segera terlihat normal kembali. Dia menunjukku sambil mengancam, "Ya, aku melihat semuanya. Tapi, kamu tetap salah karena main tangan. Aku mau kamu minta maaf pada Melisa atau kita cerai!"

Ekspresiku berangsur dingin. Aku menatap Reyhan dengan tidak percaya, tetapi aku tetap mencoba melakukan upaya terakhir untuk menyelamatkan hubungan kami. "Besok aku ada jadwal aborsi. Reyhan, kamu mau ikut?"

Reyhan malah terkekeh-kekeh, seolah-olah mendengar lelucon terkonyol di dunia ini.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B72002" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B72002
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 Sayap Pelindungku
9.0
Lauren, bungsu keluarga Torres yang sakit-sakitan, kembali dari Gereja Mistik setelah empat tahun. Awalnya, ketiga kakaknya menolak kehadirannya dengan sinis. Namun, suasana berubah drastis saat pesta ulang tahunnya. Ternyata, Lauren memiliki kemampuan meramal masa depan. Ia menyelamatkan nyawa kakak sulungnya, mencegah kebangkrutan kakak keduanya, dan mendeteksi penyakit kakak ketiganya. Kini, para kakak yang dulu membencinya justru menjadi pelindung setia bagi Lauren.
Sampul Novel Buku Harian Rahasia Fiona
8.5
Fiona mencengkeram erat sandaran kursi penumpang dan sabuk pengamannya sambil menangis tersengal. Di dalam mobil, tubuh jangkung seorang pria mendekapnya erat dari belakang. Sentuhan tangan di pinggangnya membuat Fiona semakin sesak hingga ia memohon untuk tidak melakukannya di sana. Ketika pria itu berbisik menawarkan untuk pindah ke rumahnya, tubuh Fiona mendadak lemas. Tanpa berani menatap wajah sang pria, ia hanya bisa memalingkan kepala dan pasrah menyetujui tawaran tersebut.
Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal
8.1
Pernikahan tanpa cinta membuat sang suami mengabaikan istri dan anaknya sejak lahir. Namun, sikap dingin itu berubah saat wanita idaman pria itu kembali ke tanah air. Sang suami pulang dalam keadaan mabuk dan memeluk anak mereka. Sang putra yang tidak mengenali ayahnya justru memanggilnya paman. Sadar bahwa mereka tidak pernah diinginkan, sang ibu dengan berlinang air mata memutuskan untuk membawa putranya pergi jauh demi membiarkan suaminya bahagia bersama cinta sejatinya.
Sampul Novel Hasrat Cinta Om Zafran
9.0
Hidup satu atap dengan Zafran Anthony membuat Bella Eleya Zadik terjebak dalam cinta terlarang pada omnya sendiri. Saat Bella mencoba menghapus rasanya, Zafran justru menyadari hasrat serupa hingga mereka berpacaran secara sembunyi-sembunyi. Namun, Bella dihantui ketakutan jika ayahnya tahu. Konflik memuncak saat Zafran dipaksa mengikuti perjodohan oleh kakaknya sendiri. Akankah hubungan mereka bertahan di tengah tekanan keluarga dan rahasia yang mengancam?
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
8.8
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat mantan kekasih Dave kembali dan mengirimkan bukti kemesraan mereka. Alih-alih meratap saat suaminya absen di hari ulang tahun pernikahan mereka demi wanita lain, Sheila mengambil langkah drastis. Dia tidak hanya menandatangani surat perceraian, tetapi juga memerintahkan sekretarisnya untuk mengatur pernikahan Dave dengan selingkuhannya, Steph. Tujuh hari kemudian, Sheila terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung untuk mereka.
Sampul Novel Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
9.0
Hidup Ara hancur saat Revan menjatuhkan talak akibat fitnah kejam. Revan menuduh Ara mencoba membunuh Mayang yang sedang hamil hingga pendarahan, meski Ara tak tahu asal obat di kamarnya. Revan yang murka lebih memilih menceraikan Ara dan mengancam melaporkannya ke polisi. Di balik kebencian Revan, ada misteri besar tentang siapa dalang sebenarnya di balik keguguran Mayang. Akankah kebenaran terungkap saat pengorbanan Ara justru dibalas penghinaan?