Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja

Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja

Hari pernikahan yang seharusnya sakral berubah hambar saat cinta pertama sang suami datang mengenakan gaun pengantin yang sama. Alih-alih murka melihat kebersamaan mereka, sang istri justru memuji keserasian keduanya. Reaksi tenang ini membuat wanita itu menangis lalu pergi, memicu kemarahan suami yang menuduh istrinya berhati sempit. Usai resepsi, sang suami memilih membawa cinta pertamanya pergi berbulan madu. Tanpa berniat memicu pertengkaran, sang istri langsung mendaftarkan diri untuk melakukan prosedur aborsi.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada hari pernikahan, cinta pertama suamiku mengenakan gaun pengantin yang sama denganku.

Ketika melihat mereka menyambut tamu bersama, aku sama sekali tidak marah, bahkan memuji mereka serasi.

Cinta pertama suamiku malah menangis dan kabur. Suamiku memarahiku pelit dan perhitungan.

Setelah acara nikah berakhir, suamiku membawa cinta pertamanya pergi bulan madu. Aku tidak memulai pertengkaran dan langsung menjadwalkan aborsi.

Setelah membereskan semuanya, hari sudah larut malam. Sinar bulan yang putih menyinari ruang tamu, membuat suasana di ruang tamu terasa makin sepi.

Aku memaksakan diriku untuk berjalan ke kamar. Ketika melihat dekorasi kamar pengantin, aku merasa sangat ironis. Hiasan di ranjang belum disingkirkan. Hanya saja, aku terlalu lelah hari ini.

Aku langsung menyapukan semuanya ke lantai, lalu berbaring di ranjang yang empuk. Ketika mengecas ponselku, aku tidak sengaja melihat unggahan Melisa.

[ Aku sangat beruntung memilikimu. ]

Foto di atas adalah foto Melisa dan Reyhan berpelukan. Keduanya bertatapan dengan penuh kasih sayang. Jarak keduanya sangat dekat. Di jari mereka, terlihat cincin pasangan.

Jika itu dulu, aku pasti sudah marah melihat unggahan ini. Aku pasti mencari Reyhan untuk meminta penjelasan. Namun, sekarang aku langsung mematikan ponselku dan tidur.

Beberapa hari selanjutnya, aku tidak menerima pesan apa pun dari Reyhan. Hanya saja, aku sering melihat foto Reyhan di unggahan Melisa.

Keduanya berpelukan, berciuman, dan jalan-jalan .... Aku sama sekali tidak keberatan. Aku langsung menelepon pengacara untuk menyiapkan perceraian.

Aku dan Reyhan sudah bersama selama 8 tahun, dimulai dari saat kuliah. Kami memang baru mengadakan acara nikah baru-baru ini, tetapi sebenarnya kami sudah mengambil akta nikah saat kuliah.

Benar sekali, tidak ada acara nikah ataupun mahar. Yang ada hanya seluruh hati yang dipenuhi cinta. Sayangnya, kini cinta itu telah sirna dan meninggalkan setumpuk kekacauan.

Setengah bulan kemudian, aku duduk di rumah dengan pengacaraku. Kami sedang menyiapkan surat perjanjian cerai. Tiba-tiba, terdengar suara pintu terbuka.

Aku mendongak dan melihat Reyhan menggandeng tangan Melisa untuk membawanya masuk.

Keempat mata bertemu pandang. Sorot mata Reyhan tampak agak canggung. Dia buru-buru melepaskan tangan Melisa, lalu berucap dengan agak kaku, "Melisa nggak pernah pergi ke pantai, makanya aku bawa dia ke sana. Lagian, kamu lagi hamil. Dokter suruh kamu jangan banyak beraktivitas ...."

Sebelum Reyhan menyelesaikan ucapannya, aku langsung mengalihkan pandangan dan menatap surat perjanjian cerai di atas meja. Kemudian, aku mengangguk. "Hm, ya."

"Ke ...." Reyhan seketika tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Dia hanya menatapku tanpa bisa bereaksi. Dari ekspresinya, dia kelihatannya sangat marah.

Reyhan lantas menyergah, "Apa perlu berlebihan begini? Sudah kubilang Melisa nggak pernah ke pantai! Makanya, aku membawanya! Lagian, kita bisa bulan madu kapan saja! Untuk apa kamu merajuk begini? Aku juga sudah bilang aku dan Melisa cuma ...."

Aku tidak ingin mendengar ocehannya. Aku langsung menyela, "Kamu dan dia cuma saudara. Aku tahu kok."

Aku menatap Reyhan dengan ekspresi tenang. Tidak terlihat sedikit pun amarah pada wajahku.

Namun, wajah Reyhan malah menjadi sangat dingin. Dia menatapku dengan alis berkerut, lalu bertanya dengan tidak berdaya, "Jadi, ngapain kamu merajuk?"

"Aku lagi sibuk." Aku kembali menatap surat perjanjian cerai itu dan tidak menghiraukan wajah dingin Reyhan.

Di sisi lain, Melisa maju selangkah meraih tangan Reyhan. Dia memanas-manasi Reyhan, dia berkata, "Kak, jangan marah. Jangan bertengkar dengan Kak Reyhan. Kak Reyhan memang nggak membawamu pergi, tapi dia membawakanmu hadiah."

Usai berbicara, Melisa menoleh dan menatap Reyhan dengan senyuman manis. "Ayo, cepat berikan hadiahnya."

Reyhan segera mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya, lalu menyodorkannya kepadaku. "Ini untukmu."

Reyhan tampak sangat bangga, seolah-olah aku akan berterima kasih padanya. Aku mendongak dan melirik sekilas.

Di dalamnya adalah anting berbentuk bunga yang terlihat sederhana. Di pinggirannya bertatahkan berlian. Kelopak bunga yang terbuat dari giok biru pun membuatnya terlihat makin indah.

Namun, aku hanya melirik sekilas dan mengembalikannya. "Nggak usah, aku nggak punya hobi koleksi hadiah."

Suasana seketika menjadi tegang. Ekspresi Reyhan benar-benar masam sekarang. "Lilies, apa maksudmu?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 Sayap Pelindungku
9.0
Lauren, bungsu keluarga Torres yang sakit-sakitan, kembali dari Gereja Mistik setelah empat tahun. Awalnya, ketiga kakaknya menolak kehadirannya dengan sinis. Namun, suasana berubah drastis saat pesta ulang tahunnya. Ternyata, Lauren memiliki kemampuan meramal masa depan. Ia menyelamatkan nyawa kakak sulungnya, mencegah kebangkrutan kakak keduanya, dan mendeteksi penyakit kakak ketiganya. Kini, para kakak yang dulu membencinya justru menjadi pelindung setia bagi Lauren.
Sampul Novel Buku Harian Rahasia Fiona
8.5
Fiona mencengkeram erat sandaran kursi penumpang dan sabuk pengamannya sambil menangis tersengal. Di dalam mobil, tubuh jangkung seorang pria mendekapnya erat dari belakang. Sentuhan tangan di pinggangnya membuat Fiona semakin sesak hingga ia memohon untuk tidak melakukannya di sana. Ketika pria itu berbisik menawarkan untuk pindah ke rumahnya, tubuh Fiona mendadak lemas. Tanpa berani menatap wajah sang pria, ia hanya bisa memalingkan kepala dan pasrah menyetujui tawaran tersebut.
Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal
8.1
Pernikahan tanpa cinta membuat sang suami mengabaikan istri dan anaknya sejak lahir. Namun, sikap dingin itu berubah saat wanita idaman pria itu kembali ke tanah air. Sang suami pulang dalam keadaan mabuk dan memeluk anak mereka. Sang putra yang tidak mengenali ayahnya justru memanggilnya paman. Sadar bahwa mereka tidak pernah diinginkan, sang ibu dengan berlinang air mata memutuskan untuk membawa putranya pergi jauh demi membiarkan suaminya bahagia bersama cinta sejatinya.
Sampul Novel Hasrat Cinta Om Zafran
9.0
Hidup satu atap dengan Zafran Anthony membuat Bella Eleya Zadik terjebak dalam cinta terlarang pada omnya sendiri. Saat Bella mencoba menghapus rasanya, Zafran justru menyadari hasrat serupa hingga mereka berpacaran secara sembunyi-sembunyi. Namun, Bella dihantui ketakutan jika ayahnya tahu. Konflik memuncak saat Zafran dipaksa mengikuti perjodohan oleh kakaknya sendiri. Akankah hubungan mereka bertahan di tengah tekanan keluarga dan rahasia yang mengancam?
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
8.8
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat mantan kekasih Dave kembali dan mengirimkan bukti kemesraan mereka. Alih-alih meratap saat suaminya absen di hari ulang tahun pernikahan mereka demi wanita lain, Sheila mengambil langkah drastis. Dia tidak hanya menandatangani surat perceraian, tetapi juga memerintahkan sekretarisnya untuk mengatur pernikahan Dave dengan selingkuhannya, Steph. Tujuh hari kemudian, Sheila terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung untuk mereka.
Sampul Novel Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
9.0
Hidup Ara hancur saat Revan menjatuhkan talak akibat fitnah kejam. Revan menuduh Ara mencoba membunuh Mayang yang sedang hamil hingga pendarahan, meski Ara tak tahu asal obat di kamarnya. Revan yang murka lebih memilih menceraikan Ara dan mengancam melaporkannya ke polisi. Di balik kebencian Revan, ada misteri besar tentang siapa dalang sebenarnya di balik keguguran Mayang. Akankah kebenaran terungkap saat pengorbanan Ara justru dibalas penghinaan?