Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Sayang Om

Aku Sayang Om

Noelia, siswi SD berusia delapan tahun, tumbuh tanpa orang tua dan hanya diasuh oleh Tante Novi. Kesehariannya yang sepi berubah sejak kehadiran pasangan pengantin baru, Wisnu dan Santi, sebagai tetangga. Kehangatan Wisnu memberikan Noe kasih sayang figur ayah yang selama ini ia dambakan. Seiring berjalannya waktu, kedekatan yang terjalin selama bertahun-tahun menumbuhkan benih cinta di hati Noe, hingga akhirnya ia berani menyatakan perasaan sayangnya pada Wisnu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di tengah derasnya hujan, Novi wanita cantik berusia 30 tahun berstatus single tengah menyeduh teh untuk menghangatkan tubuhnya. Samar-samar ia mendengar celoteh seorang bocah di dalam kamar. Ia pun mendekat perlahan dan menempelkan telinganya di pintu kayu.

“Kata Mama sama Papa, kamu itu bisa buat aku senang, bisa buat aku nggak kesepian, jadi kamu itu nggak boleh kotor, ngerti nggak Kelinci!” Novi yang mendengar celotehan si kecil jadi merasa sedih, ia tahu betul jika perasaan keponakannya yang baru berusia 8 tahun itu pastilah hancur.

Di usia sekecil itu ia harus menjadi yatim piatu. Kecelakaan beruntun yang mengakibatkan orang tua gadis mungilnya harus terenggut. Noelia Larissa yang waktu itu berusia tepat 6 tahun dihadiahi sebuah kabar buruk yaitu berita kepergian orang tuanya untuk selamanya. Kado terakhir yang sempat disiapkan oleh sang Ibu adalah sebuah boneka kelinci.

Boneka yang sudah diwasiatkan untuk menjadi teman Noe dikala sepi, dan Novi kini melihatnya sendiri, boneka itu benar-benar menemani kesepian Noelia. Hanya dirinyalah kerabat satu-satunya Noelia yang tersisa karena kedua kakek dan nenek Noe sudah lama tiada jauh sebelum dia lahir.

Ayahnya sendiri tak memiliki saudara kandung, sementara sang Ibu hanya memiliki Novi sebagai adik satu-satunya. Tentu saja, Novi yang selalu dibantu oleh kakaknya semasa sang kakak hidup akan merawat Noelia dengan baik semampu yang ia bisa. Walau kenyataannya ia terpaksa membuat Noelia terbiasa mandiri sejak dini karena Novi harus bekerja demi menghidupi dirinya dan keponakan cerdasnya.

Sungguh, Noe adalah anak yang sangat malang. Novi tahu jika Noe sangat butuh kasih sayang, tapi Novi belum bisa memberikan kasih sayang seutuhnya. Sebab dia harus fokus bekerja keras untuk menjamin masa depan Noe agar tak bernasib sama sepertinya. Gadis kecilnya harus kuat sendiri ditemani boneka kelincinya. Tanpa sadar air matanya menetes, kala mengingat kejadian nahas itu ...,

Novi tersenyum senang sembari memeluk kado berisi boneka untuk keponakan tercintanya. Padahal ia tahu jika sang keponakan tidaklah menyukai boneka, tapi kakaknya selalu saja memaksa untuk membelikan Noe boneka lucu. Kali ini di ulang tahun yang ke-6 lagi-lagi Noe mendapatkan boneka kelinci.

Novi hanya membayangkan wajah cemberut Noe yang seketika akan terganti dengan wajah senyum karena ia tak pernah mau membuat orang tuanya kecewa. Hanya Novi yang tahu jika Noe sang keponakan tidak menyukai semua boneka yang orang tuanya berikan. Noe itu gadis tomboy yang sukanya main kelereng dan sepak bola, bukan boneka.

Novi semakin erat memeluk kadonya karena sebentar lagi kakaknya akan datang untuk menjemput dirinya. Namun, setelah beberapa saat menunggu, sang kakak tak kunjung datang. Ia pun mencoba menelpon, tapi tak ada jawaban.

Novi mulai risau, haruskah ia pergi sendiri ke rumah kakaknya? Mungkin saja mereka sibuk sampai tak sempat menjemput dirinya. Namun, kenapa tak ada kabar jika memang seperti itu keadaannya?

Novi semakin risau, ia tak tenang. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah sang kakak seorang diri. Namun, di tengah perjalanan ponselnya berdering. Ia manyun karena sang kakak baru menghubungi saat ia sudah di tengah perjalanan.

“Hallo?” jawabnya ketus, tapi Novi langsung terdiam kala mendengar suara asing yang tak sama dengan suara sang kakak.

“Ini siapa?” tanya Novi hati-hati, perasaannya sudah benar-benar tak tenang. Saat ia mendengar sang penelpon mengutarakan maksudnya, wajahnya langsung pucat pasi. Bibirnya bahkan sampai gemetar, ia bingung harus bagaimana merespon penelpon itu. Sampai akhirnya ia sadar dan buru-buru menanyakan alamat rumah sakit di mana sang kakak dan kakak iparnya dibawa setelah mengalami kecelakaan beruntun.

Di rumah sakit itulah ia melihat kondisi sang kakak yang begitu parah, tapi ia bersyukur karena sang kakak masih sadar hingga ia bisa berbicara dengannya. Satu kalimat penting yang membuat dirinya harus siap untuk menjadi wali Noelia sang keponakan.

“Tolong, jaga Noelia, rawat ia, karena hanya kamu yang ia miliki di dunia ini. Berikan boneka kelincinya dan katakan bahwa boneka itulah yang akan menemaninya di kala sepi. Novi, Kakak percayakan Noe padamu.”

Derit suara pintu menyadarkan Novi dari ingatan masa lalu, ia segera menyeka air matanya dan berusaha untuk bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Karena ia tahu keponakannya tak menyukai dirinya yang menatap dengan iba. Noe si kecil berusia 8 tahun itu tumbuh menjadi pribadi yang hangat, humoris, dewasa, dan juga cerdas. Ia mampu menyikapi segala hal dengan tenang juga mampu menutupi kesedihannya selama 2 tahun terakhir dengan baik.

****

Komplek perumahan yang biasanya sepi terlebih selepas hujan sedari malam nampak riuh dengan keberadaan mobil truk pengangkut barang dan satu buah taksi yang berhenti di depan sebuah rumah yang lama kosong. Rumah itu berdempetan tepat dengan rumah Novi dan Noelia.

Novi keluar rumah saat melihat sebuah mobil berhenti di halamannya, karena ia mengira bahwa ada tamu datang. Ternyata justru ia memiliki tetangga baru. Seorang pemuda nampak keluar dari dalam taksi dan terlihat membawa tas ransel besar. Ia bahkan langsung membantu orang-orang yang menurunkan barang-barangnya untuk dibawa masuk ke dalam.

Saat hendak membuka pintu, ia melihat wanita cantik yang tengah berdiri di depan teras rumahnya. Pemuda itu pun tanpa sungkan tersenyum sopan.

"Permisi, Mbak. Saya Wisnu tetangga baru," ujarnya ramah. Wanita cantik itu pun menyambut senyumnya dengan sama ramahnya.

"Saya Novi, kamu tinggal sendiri nanti?"

"Eum, saya sama istri nanti." Novi nampak terkejut mendengar itu karena melihat perawakan Wisnu yang nampak muda, membuatnya mengira Wisnu adalah mahasiswa.

"Oh, aku kira kamu masih pelajar."

"Saya memang masih kuliah. Baru masuk kuliah tepatnya, Mbak, tapi saya sudah menikahi pacar saya." Wisnu nampak malu-malu mengatakan hal itu.

"Oh, baguslah daripada pacaran kelamaan ya kan?" Wisnu hanya tersenyum kecil dan pamit untuk masuk ke rumahnya. Saat wisnu sudah berada di dalam rumah, munculah Noelia yang sejak tadi mengintip dari dalam rumah.

"Ada apa, Tante?" tanya Noe sambil membawa boneka kelicinya.

"Ada tetangga baru, Sayang."

"Oh ya?" Novi mengangguk dan menunjuk truk juga rumah yang terbuka lebar di samping rumah mereka. Noe memerhatikan rumah itu sejenak sampai ia tersentak saat melihat Wisnu keluar dari sana.

"Itu Om yang punya rumah, Tante?" Novi mengangguk dan Wisnu kembali menyapa Novi.

"Wah, Mbak Novi udah punya anak toh?" tanya Wisnu ramah. Ia bahkan sampai mengusap rambut Noe. Noe nampak mundur karena takut dengan orang baru. Wisnu tersenyum kecil dan berusaha bersikap seramah mungkin pada Noe.

"Kenapa anak manis? Om nggak jahat kok, ayo kenalan. Nama Om, Wisnu, nama adik kecil siapa?"

"Aku udah besar, udah 8 tahun bukan adik kecil lagi," ketus Noe yang membuat Wisnu tergelak. Ia tak sangka jika bocah imut di depannya bisa setegas itu.

"Ya deh, Om minta maaf ya. Adik besar ini namanya siapa?" tanya Wisnu yang membuat Novi terkekeh. Wisnu hanya melirik Novi sekilas.

"Noe."

"Wih namanya bagus, Noe siapa ya panjangnya?"

" Noelia Larissa."

"Namanya cantik, persis wajahnya."

"Aku imut." Lagi-lagi Wisnu tergelak dengan jawaban spontan Noe. Novi yang melihat itu hanya tertawa karena ponakannya memang agak frontal dan ketus, tapi anak ini baik dan ceria. Mungkin karena Wisnu adalah orang baru hingga Noe merasa harus jaga jarak.

"Pak Wisnu, ini ditaruh di mana?" tanya salah seorang yang membantu membawakan barang-barang Wisnu.

"Oh, ya. Sebentar, Pak," jawab Wisnu, ia kemudian menatap Novi dan Noe.

"Mbak aku urus barangku dulu ya, biar cepet selesai."

"Iya, sudah sana."

Wisnu tersenyum dan berlari kecil ke arah halaman dan mulai mengarahkan mereka untuk menyusun barang-barang. Noe yang melihat itu hanya menarik kaos sang Tante. Novi menoleh.

"Kenapa?" tanya Novi.

"Om itu baik?" tanyanya.

"Baik, kok. Tadi aja mau kan sapa Noe dan senyum ke Noe?" Noe mengangguk dan memegang erat boneka kelincinya. Ia terus melihat punggung Wisnu yang membantu mengangkat barang-barang untuk dimasukkan ke dalam rumahnya.

Novi tersadar lalu melihat jam tangannya, ternyata benar sudah waktunya ia bekerja.

"Noe, Tante mau siap-siap dulu ya."

"Mau kerja ya?"

"Iya, Noe juga harus siap ke sekolah kan?"

"Enggak. Noe masuk siang, Tante."

"Oh, ya Tante lupa. Oke deh kalau gitu. Tante masuk ya mau siap-siap." Noe mengangguk dan tetap duduk di teras dengan bonekanya. Ia terus melihat ke rumah sebelah ketika orang-orang masih sibuk membawa barang-barang masuk sampai tak lama truk pun akhirnya pergi. Wisnu keluar untuk menutup pagar dan kaget melihat Noe sudah ada di depan rumahnya dengan membawa satu buku.

"Noe, ada apa?" tanya Wisnu.

"Buku Om?" tanya Noe. Wisnu memerhatikan buku itu, ia tak merasa memiliki buku seperti itu sih, tapi ia tetap ambil dan coba buka. Ternyata itu diary milik istrinya.

"Ini punya istri, Om. Makasih ya udah diambilin."

"Iya." Noe lantas balik badan dan kembali ke rumah dengan cueknya.

"Noe, Noe, gemesin banget sih," gumam Wisnu dan ia pun masuk ke dalam rumahnya untuk melanjutkan menata barang-barang di tempatnya.

Traktiran Pertama Noe untuk Om

Di rumah Wisnu, istrinya tengah duduk

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Kau, Aku & Papimu
9.1
Elena tak menyangka hubungan cintanya dengan Erlangga, pemuda kaya, akan berujung tragis. Meski Tiara, mami Erlangga, menentang mereka, sebuah jebakan zat perangsang justru salah sasaran. Elena malah terjebak dalam pelukan Herlambang, ayah tiri kekasihnya. Saat Elena hamil, Erlangga dan Herlambang sama-sama merasa sebagai ayahnya. Di tengah konflik harga diri dan dendam, Elena terjepit di antara dua pria dalam satu keluarga. Akankah rahasia gelap ini menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Gadis Nakal Itu Milikku
9.4
Grace jatuh terduduk dalam kehancuran setelah dipermalukan oleh Edward. Tidak ada lagi sikap keras kepala yang biasa ia tunjukkan. Di tengah isak tangisnya, Edward mendekat dan memeluknya erat sambil memohon maaf. Edward mengaku tindakannya dipicu oleh kecemburuan melihat kedekatan Grace dengan Kevin. Meski emosinya sempat meledak, Edward menyadari perasaannya yang kacau. Ia mencium kening Grace, berusaha menjelaskan sesak di dadanya yang selama ini tak ia pahami.
Sampul Novel Gairah Nakal Remaja
9.2
Kedewasaan seseorang tidak selalu diukur dari umur, melainkan dipengaruhi faktor lingkungan dan pergaulan. Kisah ini mengajak pembaca bernostalgia ke masa SMA hingga perkuliahan yang penuh gejolak hasrat serta cinta masa muda. Disajikan secara utuh untuk membangkitkan kenangan indah masa lalu, narasi ini juga mengandung konten eksplisit pada bagian tertentu. Pembaca diharapkan bijak dalam memilah bab karena terdapat adegan khusus dewasa dalam alurnya.
Sampul Novel Istri ku tengil
8.8
Alexa memiliki paras menawan namun perilaku nakalnya sering memicu emosi. Meski hidup bergelimang harta, ia merasa kesepian akibat kurangnya kasih sayang dari orang tua yang gila kerja. Demi mencari perhatian, Alexa kerap berbuat onar hingga akhirnya ia dipaksa masuk ke dalam jerat perjodohan. Akankah pernikahan dengan pria misterius ini mengubah sikap iblisnya menjadi manis, atau justru ia akan semakin membuat kekacauan dalam kehidupan rumah tangga barunya?
Sampul Novel Istri Yang Di Jual Suami
8.2
Kehidupan Audrey Giana Maheswari, ibu muda berusia 25 tahun, berubah menjadi mimpi buruk akibat salah memilih pasangan. Di tengah perjuangan mencari biaya pengobatan bagi anaknya yang sakit parah, ia harus menghadapi kenyataan pahit memiliki suami pemabuk yang tidak setia. Puncaknya, sang suami tega menjual Audrey kepada pria asing demi mendapatkan uang instan dalam semalam. Akankah Audrey mampu bertahan menghadapi pengkhianatan keji ini?
Sampul Novel Kekayaan Tersembunyi: Menjadi Triliuner dalam Semalam
9.7
Setelah dihina dan diputuskan oleh kekasihnya yang berselingkuh di sekolah, Brian Tennant bersumpah untuk bangkit dari kemiskinan. Tak disangka, masa percobaan hidup sederhananya berakhir hari itu juga. Ia terkejut saat mengetahui bahwa keluarganya ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis triliunan dolar, bukan sekadar pengusaha biasa. Kini, dengan kekayaan tanpa batas di tangannya, Brian siap membalas dendam kepada semua orang yang dulu merendahkannya.