
Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
Bab 2
Malam pernikahan mereka berlalu dalam keheningan yang dingin. Daniel tidur di sofa, sementara Ariana tetap terjaga di ranjang, menatap langit-langit kamar yang begitu asing baginya.
Pagi datang dengan cepat. Ketika Ariana membuka matanya, tempat di sebelahnya tetap kosong, seolah Daniel bahkan tak pernah menganggap mereka tidur dalam satu ruangan. Ia menghela napas dan bangkit, mengenakan pakaian santai sebelum keluar dari kamar.
Di ruang makan, Daniel sudah duduk di meja, membaca koran dengan satu tangan, sementara cangkir kopi di tangannya masih mengepulkan asap tipis. Tidak ada sapaan, tidak ada tatapan. Seolah Ariana adalah sekadar bayangan yang tak perlu diakui keberadaannya.
Ariana menegakkan bahunya dan melangkah mendekat. "Pagi," katanya, mencoba terdengar biasa saja.
Daniel tidak mengangkat kepalanya. "Aku sudah mengatakan semuanya tadi malam. Jangan mencoba bersikap seperti istri yang perhatian."
Ariana mengepalkan tangannya. "Aku hanya menyapa. Itu bukan kejahatan."
Kali ini, Daniel menurunkan korannya dan menatapnya, ekspresi wajahnya tetap datar namun sorot matanya penuh peringatan. "Aku tidak akan mengulanginya lagi. Kau menikahiku bukan karena aku menginginkannya. Jadi, jangan berharap apa pun."
Ariana menahan dorongan untuk membalas ucapan itu dengan kemarahan. Ia tahu, ia bukan orang yang diinginkan Daniel. Tapi, apakah ia harus terus diperlakukan seolah dirinya tidak berharga?
Sebelum ia sempat membalas, seorang wanita muncul dari arah pintu belakang rumah. Ariana langsung tahu siapa dia.
Perempuan itu cantik, dengan rambut panjang bergelombang yang tampak sempurna, bibir merah yang melengkung dalam senyuman tipis saat melihat Daniel. Ia tidak melihat Ariana, seolah dia bukan siapa-siapa.
"Daniel," suara lembut wanita itu terdengar manja. "Kau belum datang menemuiku hari ini."
Ariana menahan napas. Wanita itu bahkan tidak menyembunyikan keberadaannya. Seolah dia memang berhak berada di sini.
Daniel tersenyum tipis-senyuman yang tak pernah Ariana lihat sejak akad nikah kemarin. "Aku baru akan pergi setelah sarapan."
Ariana merasakan amarahnya berkecamuk. Ini benar-benar penghinaan.
Tanpa berpikir panjang, ia meletakkan sendok garpu dengan sedikit lebih keras di meja, membuat suara dentingan tajam yang akhirnya menarik perhatian si wanita.
Wanita itu menoleh, matanya akhirnya memerhatikan Ariana. Ekspresinya berubah, dari tak acuh menjadi meremehkan.
"Jadi ini istrimu?" tanyanya, nada suaranya terdengar geli.
Daniel hanya mengangguk pelan, tidak ada kebanggaan, tidak ada pengakuan.
Wanita itu tertawa kecil. "Kau serius, Daniel? Dia?"
Ariana bisa merasakan darahnya mendidih. Ini bukan sekadar hinaan-ini penghancuran harga dirinya di depan suaminya sendiri.
"Aku Ariana Aldrigham," katanya tegas, menatap langsung ke mata wanita itu. "Istri sah Daniel. Dan kau siapa?"
Wanita itu mengangkat alis, seolah terkejut Ariana berani melawannya. Namun, ekspresinya segera berubah menjadi senyuman penuh kemenangan. "Aku Eleanor," katanya, melirik Daniel sebelum kembali menatap Ariana. "Orang yang sebenarnya ada di hatinya."
Ariana merasakan sesuatu menyesakkan dadanya. Namun, ia menolak menunjukkan kelemahan.
"Aku tidak peduli siapa kau," katanya, suaranya tetap tenang meskipun hatinya bergejolak. "Tapi satu hal yang perlu kau ingat, Eleanor-aku yang menikah dengan Daniel. Aku yang sah di atas kertas, bukan kau."
Eleanor menyipitkan matanya, tetapi sebelum ia sempat membalas, Daniel berdiri.
"Cukup," katanya, nadanya dingin. Ia menatap Ariana dengan ekspresi tajam. "Jangan buang waktumu, Ariana. Kau tidak akan pernah bisa menggantikan Eleanor."
Ariana merasakan sesuatu dalam dirinya retak.
Namun, alih-alih mundur, ia tersenyum tipis, meskipun hatinya terluka. "Kita lihat saja nanti, Daniel."
Daniel menatapnya lama sebelum akhirnya pergi bersama Eleanor, meninggalkan Ariana sendirian di meja makan.
Ariana mengeratkan genggamannya.
Jika ini perang, maka ia akan bertarung. Bukan untuk mendapatkan cinta Daniel, tetapi untuk membuktikan bahwa ia bukan perempuan lemah yang bisa diinjak begitu saja.
Anda Mungkin Juga Suka





