Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Istri Rahasia Suamiku

Aku Istri Rahasia Suamiku

Syifa harus merelakan masa mudanya setelah hamil akibat hubungan terlarang dengan Rudi. Demi menutupi aib, ia mengisolasi diri dari lingkungan sekitar. Meski mendambakan rumah tangga harmonis, kenyataan pahit justru menghantamnya. Rudi menolak mengakui Syifa sebagai istri di depan keluarga dan malah menikahi kekasih lamanya, Anita. Kini, setelah tujuh tahun menderita dalam pernikahan rahasia yang penuh luka, Syifa terjebak dilema antara bertahan atau melepaskan.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Karena saya masih ingin mengembangkan karir dan usaha keluarga, jadi saya tidak mau pernikahan ini diketahui banyak orang sehingga menghancurkan apa yang sudah saya capai saat ini," jawab Rudi sambil bersandar di sofa.

"Baik kami ikuti apa  yang menjadi permintaanmu, asalkan kamu bersedia bertanggung jawab atas kehamilan Syifa," ucap Pak Ruli sambil melotot ke arah Rudi.

Untuk menghindari omongan miring dari para tetangga orang tua Syifa sengaja menggelar pernikahan itu secara tertutup. Pernikahan yang digelar secara tertutup itu hanya dihadiri orang tua Syifa dan Kepala Desa. Setelah sah menjadi istri Rudi, Syifa pun dibawa untuk tinggal di rumah yang telah disewa Rudi dan teman-temannya. Syifa yang kini telah resmi menjadi istri sah dari Rudi Handoko merasa bahagia, mimpi dan harapan tentang sebuah rumah tangga yang indah dan bahagia sudah tergambar jelas dalam mata Syifa.

"2 minggu lagi aku akan kembali ke kota, jadi persiapkan semua barang-barang yang akan kita bawa," jalas Rudi kepada Syifa yang sedang sibuk merapikan tempat tidurnya.

"Apa pekerjaan mu di sini sudah selesai sampai kita harus ke kota secepat ini ?" tanya Syifa kepada Rudi.

"Untuk pekerjaan di sini aku sudah serahkan kepada Anjas dan Reno, karena aku akan mengawasi proyek pembangunan di kota," ucap Rudi sambil berjalan keluar kamar.

Syifa yang saat itu sangat mencintai Rudi hanya mengangguk saat mendengarkan penjelasan Rudi. Syifa yakin Rudi akan menjadi imam dan suami yang baik untuknya, bahkan dia sudah bermimpi tentang kasih sayang tulus dari sang mertua. Syifa yang sudah terlanjur bahagia mendengar kabar bahwa dia akan ikut dengan sang suami ke kota langsung menemui sang ibu di rumahnya.

"Assalamualaikum," ucap Syifa sambil masuk ke dalam rumah.

"Waalaikumsalam," jawab Pak Ruli dan sang istri secara bersamaan.

"Bagaimana kabarmu Nak," tanya sang bapak saat melihat Syifa masuk ke dalam rumah.

"Alhamdulillah baik Pak," jawab Syifa sambil mencium tangan bapak dan ibunya.

"Apa Rudi memperlakukanmu dengan baik Nak, dia tidak menyakitimu ‘kan?" tanya sang ibu sambil mengulurkan tangannya.

"Alhamdulillah, Mas Rudi begitu menyayangi Syifa dan anak kami Bu," jawab Syifa sambil tersenyum.

"Lalu apa …," baru saja sang bapak ingin bertanya kepada Syifa, Namun sang istri sudah memotong ucapannya.

"Lebih baik kita makan dulu, kamu dan anakmu pasti sudah lapar ‘kan," ajak ibu sambil membantu Syifa berdiri.

Memang sejak Syifa dan Rudi menikah Pak Ruli dan Bu Sari hanya tinggal berdua saja. Syifa yang sudah sangat merindukan masakan sang ibu langsung bergegas ke meja makan. Setelah selesai makan Syifa pun menjelaskan maksud kedatangannya kepada orang tuanya.

“Sebenarnya kedatangan Syifa kesini hanya ingin memberitahukan jika dua minggu lagi Mas Rudi akan mengajak Syifa tinggal bersama keluarganya di kota,” ucap Syifa sambil tersenyum bahagia.

Mendengar ucapan Syifa Pak Ruli dan Bu Sari langsung terdiam dan saling memandang. Ada rasa khawatir di hati orang tua Syifa ketika akan melepaskan putri semata wayangnya untuk tinggal bersama keluarga Rudi di kota. Apalagi selama ini baik Syifa dan keluarga Rudi belum pernah saling mengenal dan bertemu. 

"Apa tidak sebaiknya Syifa tinggal bersama kita di desa Pak," tanya sang istri yang terlihat berat untuk melepaskan Syifa.

"Nak … apa tidak sebaiknya kamu tinggal bersama Bapak dan Ibu saja di desa, apalagi kan kamu akan melahirkan," ucap sang bapak sambil menatap Syifa.

"Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir, Syifa yakin Mas Rudi dan keluarganya akan memperlakukan Syifa dan anak ini dengan baik," jawab Syifa yang terlihat tidak sabar untuk segera berangkat ke kota.

"Tapi Nak …," Belum selesai sang bapak bicara Syifa langsung memotong ucapan sang bapak.

"Bapak tenang saja, Syifa tidak akan melupakan Bapak dan Ibu, Syifa juga akan sering-sering main ke desa ini," jawab Syifa seolah meyakinkan kedua orang tuanya. 

***

Dua minggu kemudian Syifa dan Rudi berangkat ke kota dengan menggunakan mobil. Sepanjang perjalanan Syifa terlihat sangat tidak sabar untuk bertemu mertua dan saudara Rudi. Rudi adalah anak pertama dari 3 bersaudara dan semua adiknya adalah perempuan, informasi itu Syifa dapatkan dari Rudi beberapa bulan yang lalu jauh sebelum dirinya hamil. 

Setelah menempuh perjalanan hampir 5 jam, Syifa dan Rudi akhirnya tiba di kota. Tampak sebuah rumah yang sangat mewah dan indah dihadapan Syifa, hingga membuat mata Syifa begitu terpikat dengan keindahan dan kemewahan rumah yang terlihat seperti sebuah istana. Rudi yang melihat tingkah kampungan Syifa langsung memintanya untuk diam.

"Ingat jangan membuatku malu dengan tingkah kampunganmu itu," perintah Rudi sambil menggandeng tangan Syifa.

"Iya Mas, aku janji tidak akan mempermalukanmu,” jawab Syifa sambil tersenyum bahagia.

“Bagus, sekarang kita masuk ke dalam untuk bertemu dengan keluargaku,” ucap Rudi sambil membawa tas mereka.

Setelah Syifa mengangguk mereka pun mulai masuk ke halaman rumah yang sangat luas itu, rumah yang terlihat begitu asri dengan begitu banyak pepohonan yang tumbuh subur di halaman depan. Terlihat sebuah pos penjagaan di pojok halaman depan, sehingga menunjukkan jika pemilik rumah adalah orang kaya. Saat Syifa masuk ke dalam rumah itu, Syifa begitu terpanah dengan ruangan yang begitu besar dan mewah. 

“Rudi,” panggil seorang perempuan separuh baya sambil memeluk Rudi.

“Bagaimana kabar Mama dan yang lain?” tanya Rudi sambil melepaskan pelukannya.

“Kami semua baik, kamu terlihat kurus dan sangat dekil,” ejek sang mama sambil terlihat jijik.

“Mama,” jawab Rudi sambil tertawa.

“Ini siapa?” tanya sang mama dengan tiba-tiba.

Sesaat Rudi hanya terdiam mendengar pertanyaan sang mama, dia terlihat memikirkan jawaban yang akan dia berikan. Sekilas Ningrum melihat ke arah Syifa dengan tatapan penuh dengan hinaan. Hingga membuat Syifa merasa sangat risih dengan tatapan ibu mertuanya itu.

"Ini … ehm," jawab Rudi ragu.

“Kenalkan ini Syifa, dia adalah salah satu warga di Desa Ronggo Lawuh," jawab Rudi sambil memperkenalkan Syifa kepada Bu Ningrum.

"Assalammualaikum Tante," sapa Syifa sambil tersenyum ke arah Ningrum.

"Lalu kenapa kamu bawa dia ke rumah kita?" tanya Ningrum penasaran.

Syifa yang mempunyai sifat ramah dan baik kepada semua orang menghampiri Ningrum dengan maksud untuk mencium tangannya. Belum juga tangan Syifa menyentuhnya Ningrum langsung menghindar dengan cara membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah sofa. Perlakuan Ningrum kepada Syifa ternyata tidak membuatnya sakit hati, Syifa berpikir bahwa hal itu sangat wajar mengingat mereka yang belum pernah bertemu. 

"Mungkin Ibu mertua terkejut dengan kedatangan ku yang tiba-tiba, karena 'kan dia belum mengenalku, jadi aku harus bisa sedikit bersabar menghadapi ibu mertua ku," pikir Syifa sambil berjalan di belakang Rudi yang sedang menggandeng tangan sang mama.

"Sekarang kamu jelaskan kepada Mama, kenapa kamu bawa perempuan kampung ini kemari," desak Bu Ningrum kepada putranya. 

"Syifa diusir dari kampungnya karena hamil, dan parahnya laki-laki yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab," jawab Rudi sambil memijat tangan sang mama.

“Bukannya Mas Rudi adalah ayah dari anak ini, lalu kenapa dia justru bilang bahwa Ayah dari anak ini tidak bertanggung jawab,” pikir Syifa sambil mengerutkan dahinya. 

"Mama sudah tahu maksudmu, kamu mau menampung dia di rumah kita 'kan," tebak sang mama sambil menarik tangannya dari Rudi.

"Iya Ma, 'kan bisa buat bantu-bantu Mbok Inah di sini," jawab Rudi sambil memeluk sang mama.

"Tidak! Mama tidak setuju, lebih baik kamu antar dia ke kampungnya atau bawa dia ke rumah temanmu, siapa tahu mereka ada yang membutuhkan seorang pembantu!" teriak sang mama sambil berjalan meninggalkan Rudi dan Syifa.

"Apa pembantu?" batin Syifa sambil terus mendengarkan percakapan Rudi dan Ningrum.

Syifa yang melihat pertengkaran Rudi dan Ningrum hanya bisa berdiri mematung di ruang tamu. Rudi yang sangat mengerti sifat sang mama langsung berjalan menghampiri Ningrum yang sedang marah. Namun, apa yang dilakukan Rudi justru membuat sang mama semakin marah.

"Ayolah Ma, biarkan Syifa tinggal di sini untuk menjadi pembantu di rumah kita," ucap Rudi sambil terus mengejar sang mama.

“Pembantu? Kenapa lagi-lagi Mas Rudi bilang kalau aku ini pembantunya, ya Allah kenapa Mas Rudi tidak mengakuiku sebagai Istrinya,” batin Syifa sambil menatap Rudi yang sedang merayu Bu Sari.

"Kamu gila ya, kamu lihat perutnya ... apa mungkin dia bisa bekerja dengan perut buncit seperti itu, Mama tidak mau tahu kamu bawa dia pergi dari rumah ini sekarang!" bentak Ningrum kepada Rudi. 

"Rudi yakin dia bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah di sini, lagipula selama ini Syifa juga sering membantu orang tuanya di sawah, benarkan  Syifa?" ucap Rudi sambil menoleh ke arah Syifa yang berada di belakangnya.

"Tapi Mas … bukannya aku itu is …." Belum selesai Syifa berbicara Rudi sudah memotong ucapannya.

"Ayolah Ma, sekali ini saja Rudi mohon kabulkan keinginan Rudi," ucap Rudi kepada sang mama sambil bersujud.

"Mama heran, kenapa kamu begitu ngotot agar perempuan ini bisa tinggal bersama kita, apa jangan-jangan kamu yang telah menghamili perempuan ini," ucap sang mama sambil mengerutkan dahinya. 

"Mama, Rudi hanya kasihan kepada Syifa saja!” bentak Rudi yang mulai hilang kesabaran.

Melihat Rudi yang begitu marah Ningrum langsung menghampiri sang putra. Sambil memeluknya Ningrum yang tadinya menolak kehadiran Syifa kini memberikan izin kepadanya. Namun, dengan syarat sang mama tidak mau direpotkan dengan kehamilan Syifa.

“Mbok! Mbok Inah,” teriak Ningrum sambil memanggil nama asisten rumah tangganya.

“Iya Nya,” jawab Mbok Inah sambil berjalan ke arah Ningrum dan Rudi.

“Bawa perempuan itu ke paviliun belakang, dan jelaskan apa saja yang harus dia kerjakan,” perintah Ningrum kepada Mbok Inah sambil menatap Syifa dengan penuh kebencian.

"Paviliun, tempat apa itu, kenapa aku harus dibawah kesana," Syifa semakin terlihat bingung dengan apa yang terjadi.

"Mbok, kembali saja ke dapur biar saya saja yang mengantar Syifa ke kamarnya," ucap Rudi sambil berjalan ke arah paviliun belakang.

“Baik Den,” jawab Mbok Inah singkat.

“Mas, kenapa aku dibawa ke paviliun, tempat apa itu … apa itu kamar mu,” tanya Syifa kepada Rudi sambil sedikit berbisik.

Rudi yang mendengar pertanyaan Syifa langsung menggandeng Syifa dan segera mengantarnya ke paviliun. Ningrum yang sudah lelah karena emosinya kepada Rudi meminta Mbok Inah untuk membuatkan secangkir teh hangat. Sedangkan syifa dan Rudi mulai berjalan ke arah paviliun belakang, setelah sampai di paviliun Rudi segera membuka pintu dan jendela kamar Syifa. Nampak sebuah kamar yang cukup sempit dan hanya terdapat sebuah lemari, tempat tidur dan kipas angin dinding untuk menghilangkan rasa panas.

"Kamu tinggal di sini saja, ingat jangan sampai ada yang tahu tentang pernikahan kita," ucap Rudi kepada Syifa.

“Kenapa aku harus tidur dikamar ini Mas, memangnya kenapa kalau mereka tahu bahwa aku ini istrimu?” tanya Syifa kepada Rudi yang sedang membuka jendela kamar Syifa.

"Diam, jangan banyak bicara, mulai sekarang kamu adalah pembantu di rumah ini," jawab Rudi sambil mendekat ke arah Syifa.

"Tidak! Aku  tidak mau menjadi pembantu di rumah ini, lagi pula aku ini kan istrimu,” ucap Syifa sambil sedikit berteriak.

“Kalau kamu tidak mau, silahkan tinggalkan rumah ini dan jangan harap aku mau bertanggung jawab atas anak yang ada di dalam kandunganmu," jawab Rudi sambil menarik tangan Syifa keluar kamar.

"Bagaimana Ini, aku tidak bisa berbohong jika aku adalah istri dari Mas Rudi. Namun, kalau aku mengaku lalu bagaimana dengan nasib anak ini," pikir Syifa sambil berdiri di hadapan Rudi.

"Malah bengong, bagaimana apa kamu mau pura-pura menjadi pembantu di rumah ini!" bentak Rudi kepada Syifa hingga membuat Syifa kaget.

"Baik Mas, aku mau jadi pembantu di rumah ini," jawab Syifa yang terlihat sangat terpaksa dengan jawaban itu. 

"Bagus, sekarang kamu istirahat dulu, nanti malam aku kemari lagi," ucap Rudi yang langsung meninggalkan Syifa.

***

Siang itu tidak banyak yang dilakukan Syifa selain merapikan pakaiannya dan membersihkan ruangan yang kini menjadi kamarnya. Malam hari saat Syifa sedang menyiapkan makan malam tanpa sengaja dia melihat Rudi sedang bercanda dengan adik perempuannya. Tiba-tiba Syifa yang saat itu sedang serius melihat keakraban Rudi dan adik perempuan dikejutkan dengan kedatangan seorang laki-laki paruh baya. 

“Kamu siapa Nak,” tanya Andre Baskoro kepada Syifa.

“Selamat malam Tuan, saya Syifa pembantu baru di rumah ini,” jawab Syifa kaget.

“Kerjanya hati-hati ya Nak, kasihan bayimu jika kamu tidak hati-hati,” jawab Andre sambil berjalan ke arah Rudi dan adiknya.

Syifa yang melihat kebaikan sang ayah mertua langsung bersyukur bahwa masih ada yang memperhatikannya. Andre Baskoro memang berbeda dengan keluarga Rudi yang lain, kehidupan masa kecil yang penuh dengan air mata dan kesulitan ekonomi membuat Andre belajar banyak hal. Sehingga kekayaan yang dia miliki saat ini tidak membuatnya menjadi manusia yang sombong dan angkuh. 

“Rudi, siapa perempuan yang bernama Syifa itu?” tanya Andre kepada Rudi yang sedang bergurau dengan Shania adik terkecilnya.

“Iya, siapa sih dia Mas, sudah dekil bau lagi,” tambah Shania dengan memandang Syifa dari kejauhan.

“Shania jaga mulutmu, dia juga manusia sama seperti kita, jadi hormati dia seperti kamu menghormati kami!" bentak Andre kepada putri bungsunya. 

"Oh Syifa, dia adalah salah satu warga di desa Ronggo Lawuh, karena dia hamil diluar nikah maka warga mengusirnya, dan Terpaksa Rudi membawanya ke rumah kita, kasihan 'kan kalau dia pergi tanpa tujuan dengan kondisi hamil besar seperti itu," jawab Rudi sambil meletakkan ponselnya.

“Memangnya di desa itu dia tidak memiliki keluarga, sehingga tidak ada yang bisa membelanya?” tanya sang ayah yang membuat Rudi terdiam.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Hati Risa hancur berkeping-keping setelah dikhianati oleh Alan, tunangannya sendiri. Didorong rasa sakit hati, ia nekat menerima tawaran kencan satu malam dari Alva, rekan kerjanya yang dikenal sebagai playboy. Risa berniat menggunakan Alva demi membalas dendam pada Alan. Namun, situasi menjadi rumit karena Alva ternyata sepupu Alan. Akankah pembalasan ini berakhir lancar saat Alan menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya?
Sampul Novel Dendam Istri Muda
8.7
Sepuluh tahun pernikahan Lita dan Khalid hancur seketika saat buah hati mereka meninggal di tangan Jenni, pengasuh yang pernah Lita tolong. Jenni memanfaatkan situasi ini untuk merayu Khalid dan menjadi istri kedua demi menuntaskan dendam lama yang ia simpan. Di tengah duka mendalam dan kehancuran rumah tangga, Lita kini harus menghadapi musuh licik dalam rumahnya sendiri. Akankah hubungan Lita dan Khalid bertahan menghadapi pengkhianatan dan kebencian ini?
Sampul Novel Desah Di Kamar Sebelah
8.2
Terbangun mendadak usai meminum jamu pemberian adik ipar, seorang istri mendapati sisi ranjangnya kosong. Suaminya menghilang tanpa jejak di tengah malam yang sunyi. Kegelisahannya kian memuncak saat ia mendengar suara desahan misterius yang berasal dari kamar adik iparnya sendiri. Teka-teki pun muncul menyelimuti benaknya. Ke mana perginya sang suami? Apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu kamar sebelah? Rahasia kelam mulai mengintai di balik keheningan.
Sampul Novel ISTRI YANG KUCAMPAKAN TERNYATA WANITA SUKSES
9.6
Dira harus menelan kenyataan pahit saat mendapati suaminya berselingkuh. Namun, pengkhianatan itu terasa jauh lebih menyakitkan karena sang suami menjalin hubungan gelap dengan adik kandungnya sendiri. Di tengah hancurnya kepercayaan dan mahligai rumah tangga, mampukah Dira bangkit untuk bertahan? Simaklah perjuangan Dira dalam menghadapi babak baru kehidupannya yang penuh tantangan demi meraih kesuksesan setelah dicampakkan begitu saja.
Sampul Novel Modern maid
9.5
Dalam drama romansa modern ini, jalinan asmara yang tulus harus berbenturan dengan tembok tebal perbedaan status sosial. Seorang asisten rumah tangga terjebak dalam perasaan rumit terhadap sang majikan yang memiliki derajat jauh di atasnya. Di tengah tekanan norma dan ekspektasi lingkungan, mampukah cinta mereka bertahan? Ikuti perjuangan menyentuh hati tentang pengorbanan dan pilihan sulit demi mencapai akhir bahagia yang penuh dengan ketidakpastian.
Sampul Novel My Asshole boyfriend= Destined love
9.2
Reece Andromeda, pewaris konglomerat otomotif, terjerat taruhan konyol untuk memacari Airysh Merylia, gadis yang baru saja dikhianati. Meski awalnya demi pembuktian diri, hubungan mereka guncang saat konflik Reece dan sahabatnya mencuat. Seiring waktu, rahasia kelam pun terkuak. Reece ternyata berjuang melawan trauma masa lalu di balik popularitasnya, sementara Airysh terjebak dalam misteri keluarganya yang belum terpecahkan. Akankah cinta muncul di tengah luka?